MasukEvelyn Sanusi bingung dengan kenyataan hidupnya , dia harus menerima pernikahan dengan seorang pria yang tidak di cintainya sementara dia harus bertarung menghilangkan trauma dengan pria yang pernah melecehkannya . Di persimpangan itu muncul Calon Kakak iparnya yang ternyata mulai menumbuhkan rasa aman Evelyn dan mulai melupakan traumanya sendiri sedikit demi sedikit . Evelyn bingung harus memilih siapa diantara keduanya ? sehingga dia menuliskan kisahnya di media sosial , untuk membantu dia menentukan pilihannya . Evelyn tidak menyangka ternyata ceritanya viral dan menarik banyak pembaca , banyak yang memberikan pendapatnya , dan walaupun Evelyn memakai nama samaran pembaca meyakini itu adalah kisah nyata hidupnya sendiri . Kedua kakak beradik itu mengetahui cerita viral tersebut dan mulai saling mencurigai , apakah mereka akhirnya mengetahui bahwa orang yang menulis cerita itu adalah Evelyn ? dan siapakah yang akan di pilih Evelyn diantara keduanya ?
Lihat lebih banyakBeberapa bulan kemudian, Lidia yang sudah mengetahui bahwa Gio sebenarnya adalah cucunya sendiri, merasa mau sekaligus menyesal karena dia telah menyakiti bahkan membuat permusuhan di antara kedua cucunya. Dia melihat Gio sedang duduk di gazebo yang ada di taman samping kediaman keluarga Taner. Gio bersama dengan Evelyn. “Ya, Tuhan apa yang telah kulakukan. Mengapa aku begitu bodoh dan keras kepala. Aku tidak meyadari ternyata Gio adalah cucuku sendiri. Bahkan aku membuat permusuhan di antara kedua cucuku. Aku bahkan membuat kedua cucuku bukan hanya bermusuhan tetapi saling membenci satu sama lain. Lebih parahnya lagi aku malah membuat Key bersekongkol denganku untuk menyakiti Gio. Hatiku sekarang sangat menyesal membuat keputusan seprti itu. Otakku yang keras kepala membuat keluarga ini tidak harmonis dan entah apa yang ada di otakku hingga aku membencinya,” pikir Lidia. Dia memperhatikan Gio dari kejauhan dan sama sekali tidak tahu bagaimana keadaannya mengapa menjadi seperti i
Gio memandang Lidia yang tidak bergeming sama sekali, matanya tiba-tiba membelalak membaca hasil tes DNA yang ada di tangannya. Gio melihat semua itu tanpa ekspresi sama sekali. “Aku ingin sekali melihat bagaimana detik-detik Oma mengetahui aku ini sebenarnya adalah cucunya sendiri. Oma harus tahu yang sebenarnya, tetapi setelah Oma tahu dan meminta maaf, akankah aku memaafkannya begitu saja? Aku tahu aku tidak pantas melakukannya namun rasa sakit yang ditorehkan Oma sejak aku kanak-kanak sangat besar sekali. Oma bahkan tidak menyadari bahwa dia bahkan sudah menghancurkan rasa kepercayaan diriku terhadap dirinya sendiri. Karena kebenciannya kepadaku menjadikan aku beranggapan bahwa Oma bukanlah Omaku, aku hanya memiliki orang tua saja. Papa dan Mama, minus kehadiran Oma. Aku bahkan tidak tahu apakah Oma memang membenciku karena aku dianggapnya bukan keturunan Taner atau dia menganggap Mama telah menghianati Papa. Aku sendiri tidak tahu jawabannya, karena Oma sangat pandai menutupi rah
Gio kemudian melihat ke arah mereka. “Gio, mengapa kamu keluar dari ruang perawatanmu?” tanya Sarah dengan cemas. “Sebaiknya kita semua masuk ke ruangan perawatanku! Tidak ada yang pelu lagi disembunyikan dari diriku! Aku berhak tahu karena ini menyangkut hidupku,” katanya kembali. Setelah Gio sadar dia memaksa Dokter mengijinkannya untuk berdiri dan menjumpai keluarganya, tidak dia sangka dia mendengar semua perbincangan yang membuat dia hidup di dalam kebencian Lidia. Awalnya Dokter keberatan karena Gio dibawa ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri, tetapi siapa yang bisa melawan kehendak Gio Taner? Akhirnya Dokter mengalah setelah Gio menenangkannya dan mengatakan dia tidak apa-apa. “Gio untuk apa kamu berdiri?” tanya Sarah dengan cemas. “Mama, kalau Mama ingin melihatku tidak lelah sebaiknya Mama dan yang lainnya mengikutiku ke ruang perawatannku, sekarang juga,” katanya dengan dingin. Hatinya dingin mendengar pengakuan Lidia yang meragukan dia sebagai putra keluarga Taner
Sarah yang masih marah kepada Lidia, kini menatapnya dengan tatapan permusuhan. “Kalau Mama mau menyakitiku, maka aku akan menerimanya. Tetapi kalau Mama menyakiti kedua anakku maka aku tidak akan menerimanya. Aku bahkan tidak akan bisa memaafkan Mama kalau Mama mengadu domba kedua anakku, jangan menyebarkan kabar yang tidak benar Mama, aku sangat kecewa kepada Mama,” kata Sarah dengan jengkel. Sarah kemudian menatap Lidia dengan tatapan kesal, karena Lidia telah menghancurkan keharmonisan rumah tangganya. “Untuk apa kamu marah? Seharusnya kamu bersyukur aku mau menerimamu jadi menantuku. Kalau saja dulu aku menolakmu maka tidak akan mungkin terjadi hal seperti ini. Aku bahkan tidak tahu kamu itu bisa sangat menjengkelkan seperti itu,” katanya kembali. “Mama! Cukup, aku mohon jangan lagi berdebat Ma! Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kesembuhan Gio, bukan malah sesama kita terjadi perang!” kata Hasan sambil menegur Lidia. Lidia melotot memandang Hasan. “Kalian b
Evelyn masih saja menatap Gio Taner dengan perasaan yang sulit dibaca. Dia sekarang harus memutuskan sebuah keputusan sehingga kedua kakak beradik Gio dan Key Taner tidak bermusuhan hanya karena dirinya. Evelyn sama sekali tidak ingin menjadi sumber masalah bagi mereka berdua. Semuanya membingungkan
Gio masih saja termenung memikirkan ancaman Lidia yang akan membongkar aibnya. “Oma apa yang Oma lakukan? Mengapa aku harus menerima rasa kebencian Oma yang besar. Aku tahu Oma lebih menyayangi Key, tetapi Oma setidaknya jangan membenci aku. Apa salahku sehingga aku harus menerima kemarahan Oma yang
Hasan Taner memandang Dila dengan dingin, karena dia sama sekali tidak menyukai kelicikan Dila. Dila memang berusaha membuat Gio dan seluruh keluarga Taner terpojok, hanya Lidia saja yang tampaknya mendukung rencana Dila. Gio menatap Dila dengan tenang dia dan mengernyitkan dahinya. Gio kecewa meli
Lidia menatap cucu sulungnya dengan mata membelalak seakan tidak mempercayai apa yang telah dilakukan Gio. Namun pemandangan di depan telah cukup baginya untuk menarik kesimpulan bahwa Gio telah melakukan perbuatan nista. “Cucu kurang ajar! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu pikir rumah ini tempat kamu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak