MasukMenikah karena cinta saja belum tentu bahagia. Apalagi karena sebuah perjodohan? Itulah yang dialami Cahaya Kemilau. Gadis belia berusia 21 tahun, yang terpaksa menikah dengan Radinka Kevan Saskara dan membuatnya bagai hidup dalam sebuah neraka. Semuanya berawal dari surat wasiat Jordhy Saskara. Seorang pemilik pabrik tekstil ternama di Nusantara, sekaligus donatur tetap di panti asuhan tempat gadis itu tinggal. Tidak ada yang tahu alasan pasti mengapa Jordhy menginginkan Kemilau menjadi menantunya, apalagi sampai menjadikannya pemilik resmi setengah saham perusahaan Saska T&G. Bukankah ini terdengar sangat mencurigakan? Hingga Kemilau harus menerima segala kesakitan dan tuduhan hina atas sesuatu yang bahkan tidak dia perbuat. Kemilau yakin ada suatu rahasia besar di balik ini semua. Jika firasatnya benar, Kemilau bersumpah akan membalas semua derita yang selama ini dia tanggung. Namun, Kemilau tidak pernah menduga kebenaran yang selama ini ia cari malah membuat Kemilau semakin tersiksa. Mengapa kebenaran yang susah ia temukan harus terungkap ketika benih-benih cinta di antara dirinya dan Radinka sudah tumbuh? Mengapa takdir seolah-olah sedang bermain dengan Kemilau? (Follow IG author "ootbaho" untuk visual tokoh. Terima kasih.)
Lihat lebih banyakSelama dua tahun terakhir, Bali dan segala isinya adalah momok yang sangat menakutkan bagi seorang Radinka Kevan Saskara. Setelah Mila meninggalkannya di tempat itu dengan cara yang tragis, dia berjanji tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana lagi. Hidupnya benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Radinka kembali ke setelan pabriknya. Dingin dan tak tersentuh. Selama dua tahun memegang pemerintahan di Saska, dia berhasil menaikkan omset tahunan lima kali lipat dari jaman kejayaan ayahnya. Kepergian Mila membuatnya tidak punya pilihan selain fokus pada Saska. Radinka harus mengakui, kata-kata Mila sangat benar tentang Saska adalah tanggung jawabnya. Setelah dipikir-pikir kembali, alangkah bodohnya dia saat berniat melepaskan Saska demi hal lain yang belum tentu layak untuk diperjuangkan. Seperti Mila salah satunya. Hingga sekarang, sama sekali tidak ada kabar dari perempuan itu. Radinka juga tidak berusaha untuk mencari tau keberadaannya. Hati yang sudah membatu, membuat
Tidak hanya Radinka yang merasakan hati bagai tersayat-sayat. Kemilau juga sama. Sepanjang penerbangan ke London dia tidak berhenti menangis. Mengorbankan hidupnya ke dalam tangan Amar yang bahkan tidak dia kenal dengan baik, adalah satu hal besar yang sesungguhnya tidak ingin dia lakukan. Tapi dia tidak berdaya ketika Amar dan Adam selalu menerornya lewat pesan. Mengancam akan benar-benar menjatuhkan Saska jika dia tidak bersedia ikut ke London.Mila bahkan tidak tau apa tujuan sepasang orang tua ini membawanya ke sana. Bukankah itu tindakan yang terlalu berani? Sepanjang perjalanan Kemilau tidak bersuara. Sedikitpun tidak berkenan menjawab pertanyaan Amar dan Pratiwi. Hingga akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, Mila masih betah dengan segala kebungkamannya.“Tersenyumlah. Karena itu membuatmu jauh lebih cantik.” Pratiwi mencoba menghibur cucunya. Namun jelas itu tidak penting. Kemilau tidak membutuhkannya. Yang ada di pikirannya sekarang adalah Radinka. Entah bagaimana kabar pria
“Aku pengen jalan-jalan.” Mila sesumbar membuat permohonan saat Radika sedang memakai baju tidurnya. Wanita itu memeluknya dari belakang dan mencium tengkuknya dengan agresif.“Jalan-jalan ke mana, Baby?”“I don’t know. Mungkin Bandung, atau Bali lagi?”Radinka memutar tubuhnya dengan senyum yang sudah terlukis di wajah. “Kamu … mau honey moon sesi kedua?”Mila balas tersenyum lebar dan mengangguk dengan semangat. “Aku sumpek dengan semua yang terjadi belakangan. Pengen menghirup udara segar.”“Bali? Kapan?”“Bebas. Kamu bisa ijinin aku ke kampus ‘kan Sayangg?” Mila memohon manja.“Baiklah. Saya juga akan mengatur jadwal cuti lagi di kantor. Bagaimana kalau kita berangkat besok lusa?”Lagi-lagi anggukan di kepala Mila membuat Radinka begitu yakin kalau Mila sudah memilihnya. Lusa berarti sudah melewati batas perjanjian dengan Amar. Kalau Mila sendiri yang meminta untuk jalan jauh, itu artinya Radin sudah bisa tenang.Dan Bali akan menjadi tempat yang akan Radinka benci seumur hidupnya
Nadya dan Greta sudah menanti kepulangan Radinka dan Kemilau. Meski dulu sempat tidak menyukai Mila, sekarang kedua orang itu justru tidak berharap Mila lebih memilih keluarga Amar. Sungguh nyata Allah adalah maha pembolak-balik hati. Saat Radin dan Mila muncul di ambang pintu, senyum di wajah Nadya langsung terkembang. Entah bagaimana bisa melihat sosok Kemilau ada di rumah ini terasa lebih baik dari pada tidak.Nadya menepuk kursi di sebelahnya, seperti memberi kode kepada Mila agar perempuan muda itu duduk di antara dia dan Greta. Dan Radinka membiarkan istrinya menuruti sang mama."Kami sungguh-sungguh meminta maaf." Nadya membuka pembicaraan. Memang inilah yang harus mereka bahas sekarang. Sebelum mereka kembali melanjutkan hidup dengan normal."Iya, Ma. Aku mengerti."Nadya mengambil kedua tangan Kemilau dan dia genggam begitu erat. "Maafkan semua perbuatan kami di awal-awal pernikahan kalian. Kami sungguh malu dan sangat menyesal."Lagi-lagi Kemilau harus menangis. Terpaksa. I
Sepertinya kehebohan tidak pernah berhenti terjadi di kantor Saska T&G. Pagi ini, semua karyawan tiba-tiba disuruh berkumpul di aula utama. Tidak boleh ada yang tidak hadir. Julian bahkan menebalkan kata ‘wajib’ di email, yang dia tulis dengan huruf besar agar tidak ada yang melanggar. Tidak ada yan
Kunjungan ke kediaman keluarga Adam rupanya sudah direncanakan Radin sejak mereka kembali ke Jakarta. Selain karena harus membicarakan pembayaran ke Saska, entah kenapa, keluarga ini terkesan sangat berbeda dengan rekan-rekan bisnis mereka yang lain. Mungkin karena sudah sempat bertemu di Bali, atau
Puas menyusuri pantai sambil bergandengan tangan, bermain air dengan hati-hati karena tidak memiliki baju cadangan, Radinka pun terpikir mengajak Mila untuk melakukan sejumlah wisata air. Namun karena di Sanur tidak ada, mereka kemudian bertolak Tanjung Benoa, dan berkendara kurang lebih selama lima
"Loh, Mila?"Radinka dan Kemilau kompak menoleh ke arah kanan mereka. Siapa juga yang mengenal Kemilau di Bali seperti ini??Itu Devara.Jika Radinka sudah tidak kaget karena memang sudah melihat Deva kemarin pagi, berbeda dengan Kemilau yang langsung berubah ekspresi wajahnya. Kedua matanya berbinar k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak