หน้าหลัก / Pendekar / Sistem Aura (Infinity) / Episode 198: Cukup Adilkah Membeli Harapan Kami, Membeli Rasa Sakit Kami.

แชร์

Episode 198: Cukup Adilkah Membeli Harapan Kami, Membeli Rasa Sakit Kami.

ผู้เขียน: Radif
last update วันที่เผยแพร่: 2022-12-05 23:54:11

Episode 198: Cukup Adilkah Membeli Harapan Kami, Membeli Rasa Sakit Kami.

3467 / 09 / Cancer (Musim Hujan). 12:05.

Makhluk-makhluk absurd bertebaran dengan tidak bisa dikatakan ramah dan sopan. Jelas dengan ketelanjangan mata pun terlihat bahwa sekumpulan monster bak manusia kepiting atau lebih nyeleneh lagi sibuk menyerang empat Auranias berbakat.

Deras hujan yang diiringi kilatan petir, kabut tebal dan es dan suara langit mendung yang ribut jadi hiruk-pikuk yang membasuh area hutan terbuka i
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 438: Selagi Untuk Eksistensi Manusia Apapun Dapat Dibenarkan.

    Tanpa jenuh dia mengambil lagi setangkai rokok dari kalengnya yang tersisa dua tangkai, membakar ujungnya dengan korek gas, menyedotnya sekhidmat yang dia bisa. Saat ini pukul 22:15 dan satu-satunya yang bisa dia terima sekarang hanyalah beristirahat dengan damai di rumahnya. Dengan sebungkus rokok filter yang harganya setara tiga bungkus roti tawar, dan yang penting dia menikmati itu selayaknya prestasi.Televisi sudah menjalankan fungsinya sedari dua puluh tujuh menit tiga puluh satu detik lalu dengan memutar berita-berita terkini dan hujan salju yang sudah bertaburan sejak sore dijadikannya alasan untuk menyeduh cokelat panas kesepuluh kalinya. Duduk berselonjor di karpet dengan bersandar pada sofa panjang yang tidak terpakai penuh dan menyelubungi tubuhnya dengan selimut bulu beruang yang hangat. Ruangan yang hanya diterangi lampu tidur tidak mengikis fokusnya pada acara di televisi. Termasuk asap rokok yang mengubah kontras ruangan jadi keabu-abuan tidak dianggapnya gangguan pan

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 437: Bahkan Penjahat Pun Lahir Dari Sistem Yang Buruk.

    21:13. Lapas Maram ....Ketika seorang pedofil meminta pembebasan, ketika seorang bandit meminta keringanan hukuman, dan saat para napi yang tidak mendapatkan jatah amnesti atas terlaksananya revolusi desa Aswad memohon pertolongan kepada sang Auranias Cahaya sejak saat itulah Kael telah diam-diam pindah tempat. Mengorek-ngorek sejauh mana ia bisa memperoleh informasi kredibel untuk menunaikan tujuannya, sementara suasana lapas turut berganti seiring tiap-tiap narapidana politik terdengar kembali bergerak.Di mana orang-orang yang terlibat dalam revolusi desa Aswad berencana bertemu di sini. Di sebuah ruangan beraroma melati nan hangat, bercat monokromatik (hitam-putih) tanpa jendela, dengan pendaran cahaya keputihan yang menyoroti tiap-tiap perabotan mahal. Tepatnya pada lapas Maram bagian desa Abyad, ruangan khusus yang dimiliki petugas lapas untuk melayani setiap napi istimewa. Sebagai langkah mengejawantahkan rencananya, Ketua El terpaksa meminta bantuan Kanti untuk pekerjaan baru

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 436: Yang Berperang Yang Jelata, Yang Berpesta Yang Berkuasa.

    Benturan sepasang tongkat besi telah sewenang-wenang memicu bising, bahkan terus berdentang cepat nan merentet. Bersumber langsung dari sepasang anggota militer nasional yang kelihatan sibuk bertempur menangani dua anggota Militer-Adat. Pun sebagai kenyataan yang memastikan kalau area pesisir pantai kali ini tengah dihuni oleh orang-orang yang punya kesamaan tujuan.“HYAAT ...!” Seorang anggota Militer-Adat menghadiahkan sabetan tongkat besinya menuju leher anggota militer nasional.Tapi, cukup dengan satu gerakan menunduk yang kecepatannya nyaris melampaui mata dapat memandang target berhasil menghindar. Belum beres dengan itu, masing-masing mereka mengejawantahkan hasil kombinasi ilmu Aura dan pendidikan kemiliteran, membawa pertempuran ketahap yang tidak sederhana, meski sejak awal pun gerakan-gerakan lihai mereka justru terkesan menahan diri dari melukai secara mematikan. Sementara dari sudut pandang lain, pada saat yang sama sepasang sejoli kedapatan duduk asyik di kursi alumin

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 435: Keadilan Di Dunia Tidak Lahir Dalam Satu Malam.

    11:05. Desa Aswad ....Di bawah kolong langit yang mendung sejumlah anak sibuk mengulik keilmuan Aura.“... ayo semangat! Semangat!”Berhubung mata pelajaran ilmu Aura sering diabaikan di masa Niraja Gunta memaksa seorang guru menginstruksikan seluruh muridnya berlatih mengejar ketertinggalan sebagaimana tuntutan kurikulum standar Majelis Utama-Aura. “... perhatikan bagaimana napas kalian harus selalu terkondisi rileks. Sebab cuman itu cara tergampang agar Aura kalian terkendali selalu!”Sury adalah anak yang ditunjuk sebagai pembimbing para murid. Semata-mata dia terpilih bukan karena lebih pandai dalam materi ilmu Aura kali ini, justru hanya Sury satu-satunya anak yang berani mengambil peran itu. Sekalipun segelintir murid yang lebih awal menguasai ilmu terkait memilih sibuk bermain di dalam kelas. Berikut dengan guru yang bersangkutan yang menikmati waktunya lewat pekerjaan yang lebih mampu menyuburkan dompetnya. Dan karena itulah beliau membolos.“... ayo, kalian pasti mampu!”

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 434: Atas Nama Nasionalisme.

    Enggan terlelap jauh kedalam perasaannya yang mendingin menuntun Cyka pulang ke tempat di mana dia sekarang bisa merasa aman; penginapan di sudut timur kota Auroran. 21:19.Dia segera merebahkan diri di kasur, melemaskan otot-ototnya dan sejenak menenangkan diri. Menatap langit-langit yang kosong tanpa memikirkan apapun, dengan cahaya lampu putih terang yang sedikit menyilaukan matanya.Sementara di samping kasur rupa-rupanya Elaria sedari tadi direpotkan dalam tugas menyiapkan makan malam, dan kedatangan Cyka yang kemalaman bahkan sempat dihadiahi teguran darinya. Teguran yang khawatir akan keselamatan Cyka pastinya. Cyka tidak bisa mengelak atau mengingkarinya, karena dimatanya, seorang teman yang bisa menerima segala kekurangannya hampir selalu layak didengar. Mengesampingkan itu, ia dengan entengnya justru menceritakan apa yang sempat ditemukan selama rutinitasnya, “Kamu tau nggak? Aku ketemu kumbang-kumbang cantik loh! Kalau kagak salah, kira-kira ada tiga kumbang yang kalau k

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 433: Aku Tidak Mengecewakanmu, Aku Hanya Tidak Dikendalikan Olehmu.

    Kota Auroran ....Jepretan kamera polaroid berhasil menangkap satu objek berbentuk kumbang hias. Mengabaikan banyaknya jenis kumbang maupun serangga-serangga hias yang terawat dalam tempatnya masing-masing. Seekor kumbang dua tanduk dengan corak belang keperakan yang mengilap jika terpindai cahaya menjadi satu-satunya serangga yang sanggup memancingnya memaksimalkan alat potretnya.“... kayaknya ini udah bagus deh.” Cyka memastikan hasil pemotretannya dengan mengangkat foto sedekat yang dibutuhkannya. Mengamatinya dalam waktu sebentar, berharap hasilnya cukup untuk dikatakan sempurna, tapi setelah pengecekan itu beres yang dia temukan sayangnya masih berupa kekurangan. “HHAAHH ... masih aja begini ....”Sore itu pukul 16:44, salju tengah meliburkan keberadaannya dan layar langit sedang merona kejinggaan, sementara Cyka sengaja mampir di pasar ini untuk tidak melewatkan kesempatan memenuhi kepentingan hobinya. Namun, posisinya sekarang yang berdiri di dalam toko serangga hias justru di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status