หน้าหลัก / Pendekar / Sistem Aura (Infinity) / Episode 198: Cukup Adilkah Membeli Harapan Kami, Membeli Rasa Sakit Kami.

แชร์

Episode 198: Cukup Adilkah Membeli Harapan Kami, Membeli Rasa Sakit Kami.

ผู้เขียน: Radif
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2022-12-05 23:54:11

Episode 198: Cukup Adilkah Membeli Harapan Kami, Membeli Rasa Sakit Kami.

3467 / 09 / Cancer (Musim Hujan). 12:05.

Makhluk-makhluk absurd bertebaran dengan tidak bisa dikatakan ramah dan sopan. Jelas dengan ketelanjangan mata pun terlihat bahwa sekumpulan monster bak manusia kepiting atau lebih nyeleneh lagi sibuk menyerang empat Auranias berbakat.

Deras hujan yang diiringi kilatan petir, kabut tebal dan es dan suara langit mendung yang ribut jadi hiruk-pikuk yang membasuh area hutan terbuka ini. Di titik sentral pertempuran pelik, terpancangnya pohon kehijauan sebesar rumah minimalis adalah pusat perkumpulan para siluman, terutama untuk rumah siluman Kepiting. Disekelilingnya adalah rawa-rawa, yang alih-alih membeku malah menguarkan suhu hangat hingga ditinggali siluman buaya dan beberapa siluman kotor lainnya.

Meski begitu, alasan keempat Auranias memilih berjibaku dengan siluman ketimbang mengopi di kafe sambil menikmati senja bukanlah untuk uang. Bukan untuk menjalankan quest. Ap
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 411: Pengalaman Tidak Menjamin Kebenaran.

    15:23.“... asal tuan-tuan tahu sebetulnya ini sederhana, ikuti undang-undang negara Selatan-Putih soal izin pertambangan dan kesehatan lingkungan. Adapun rupa-rupanya belum memenuhi syarat, yaaaa ... harap maklum, artinya tidak ada cara selain membatalkan semua kepentingan kalian. Pasalnya, keuntungan yang tidak dibarengi dengan pencegahan jangka panjang hanya mengakibatkan bencana besar lebih dari keuntungan yang dapat diperoleh. Itu adalah prinsip alam.”Pria bertubuh kurus yang mantel hangatnya kelihatan longgar itu (Ketua Dewan Utama Selatan-Putih Rion De Canopus) lagi-lagi direpotkan proyek pertambangan desa Dom berikut dengan pertambangan lain yang melanggar dari ketentuan undang-undang Selatan-Putih. Memberikan pengertian kepada mereka atas konsekuensi logis yang tidak dapat dihindarkan seumpama enggan mematuhi rincian syarat yang Ketua Rion persembahkan.”Tuan-tuan tidak usah takut jika kami memastikan semua pekerjaan sesuai prosedur bangsa Selatan-Putih, bukankah itu artinya

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 410: Dalam Perang Membunuh Manusia Adalah Prestasi.

    Seharusnya dirinya yang menjadi Niraja desa Aswad. Semestinya dirinya yang berdiri di posisi Avana Nun'Ruas. Seharusnya dirinya yang jadi tokoh nomor satu desa Aswad. Sebagaimana kontrak kerjanya disepakati. Menentukan, memengaruhi dan mengendalikan kaum Aswadian. Di hari yang salju tengah turun tipis-tipis pemuda berkacamata bulat itu sibuk bekerja. Memastikan generasi penerus desanya mendapatkan lingkungan terbaik guna memaksimalkan potensi mereka. Dua kelas dari salah satu akademi Aura desa Aswad dirinya giring menuju balai kota yang bertema batik salju monokromatik. Tepat di depan monitor kesehatan desa mereka berkumpul. Di mata Oshi, sebagai individu yang bergerak atas visinya sendiri konflik desa Aswad dengan pemerintah pusat telah mengganggu kestabilan pikirannya, tapi bukan dalam artian yang ekstrem. Sesuatu dalam dirinya masih membimbingnya paten. Namun, tentu dia memiliki penilaian, pertimbangan dan pilihan sendiri menyikapi itu. Selain dari sudah menjadi tanggung jawabnya

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 409: Mudah Bagiku Bukan Berarti Mudah Bagi Yang Lain.

    “... lah, sejak kapan mematuhi dan menjalankan hukum yang tidak adil berarti sangat mulia dilakukan ...?”“... karena itu sama saja melestarikan kejahatan serta ketidakadilannya!”Suara yang lantang nan bernyali itu baru saja dimuntahkan seorang pria bertopi tani. Masih dengan pendiriannya yang kokoh Nitze menghadapi langsung para pengurus manajemen hukum bangsa Selatan-Putih; dalam hal ini hakim beserta mitranya.Kegaduhan yang sedang terjadi di ruang sidang tertutup ini jelas berakar pada aksi Nitze yang memilih membangkang alih-alih diam yang sopan.Pengadilan ini diburu-burukan dan dipaksakan. Tujuannya tidak jelas, tapi dapat dipastikan hanya untuk menyingkirkan secepatnya pihak-pihak yang mengganggu sebuah proyek ambisius. Tidak boleh ada liputan berita, tidak boleh ada alat yang mendokumentasikan kegiatan genting tersebut kecuali oleh orang-orang tertentu.Sementara Nitze terlanjur sukar mengikuti hukum yang disalahgunakan. Dia memilih mengambil jalannya sendiri sekalipun sedik

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 408: Semakin Canggih Ilmu Pengetahuan, Semakin Terasa Seperti Sihir.

    “Menyedihkan melihat mereka harus ditimpa bencana yang tidak diketahui.” Seorang cewek cantik yang sedang sibuk mengawasi jalur Energi Kerajaan Langit Tujuh mengungkapkan keprihatinannya pada kemalangan yang menimpa sejumlah pelajar Kerajaan Langit Tujuh. “Ya, namanya musibah enggak ada yang tahu. Kadang kita menaruh pisau di lantai pun, ehh ... entah bagaimana kaki kita malah enggak sengaja menginjaknya. Membuat kita terluka.” Seorang pria tampan di sampingnya menimpali sambil mencatatkan beberapa hal penting di atas kertas ajaib.Keduanya merupakan prajurit Kerajaan Langit Tujuh yang memiliki level Aura 700 dan mentok hanya bisa mencapai level tersebut. Adapun mereka hendak menaikkan levelnya maka diperlukan pengkhianatan terhadap standar operasional Sistem Kerajaan Langit Tujuh atau melakukan reinkarnasi ilegal dengan ketentuan khusus. Sebagaimana kaum iblis Eviliar yang bernyali besar untuk mandiri menciptakan dunianya sendiri. Kedua individu bekerja di hunian berbahan Elsanium

  • Sistem Aura (Infinity)   Bab 18: SISTEM AURA V.7.6 (Staf Ahli).

    'Tidak mungkin bagi sang raja memberikan takhtanya pada rakyat jelata yang tidak mengerti apa-apa.'Karena pada dasarnya terlanjur banyak peserta yang dipermainkan, jadi mainan peserta level teratas. Dalam banyak siklus permainan bahkan mereka dikonotasikan negatif; tidak berharga, tidak bernilai, tidak penting, rendahan. Hingga SISTEM menanggung terlampau melimpah gugatan keadilan dan tuntutan pertanggungjawaban dari semua peserta yang banyak dibohongi serta dirugikan. “Tidak adil rasanya kalau cuman para pahlawan konyol itu yang diutamakan!””Tidak adil agaknya kalau dunia Aura ini cuman dibuat untuk satu orang yang ujungnya bisa mati juga!“”Ya, mudah bagi peserta level teratas mengatakan bosan setelah semuanya sudah dinikmati, sementara kami apaan ... cuman jadi debu-debu di sudut jendela, cih menjijikan!“”Bahkan tidak adil kalau hanya Sistem-Aura yang boleh hadir di panggung semesta ini!“Disamping banyaknya peserta level teratas yang sudah jemu, sudah mentok menikmati pernak-

  • Sistem Aura (Infinity)   Bab 17: SISTEM AURA V.7.6 (Peserta Didik).

    'Tidak ada yang dirahasiakan sama sekali dalam akuarium semesta Aura ini, para peserta hanya belum atau enggan mengetahuinya, mencarinya.' 'Ding'. SISTEM: [Halo ... salam hangat Tuan, salam hangat. Bagaimana dengan perjalanannya? Adakah membosankan? Menjengkelkan? Tidak menarik? Membingungkan? Melelahkan? Ingatlah bahwa selagi MENYADARI manfaat dan maksud perjalanannya pasti akan selalu jadi mengasyikkan—jika tidak, tentu saja itu bukan urusan SISTEM, HAHAHAHA ....] 'Ding'. SISTEM: [Tes, tes ... diinformasikan kepada seluruh peserta Staf Ahli kelas Moderator-Spirit ... telah dimandatkan agar kalian tidak membantu semua peserta didik yang betah dalam sistem dunia lama, dan segera lakukan pembatasan bantuan pada peserta level Spirit dibawah 100. Beberapa dari para peserta level rendah hanya dapat dididik oleh skenario keadaan yang pelik nan merepotkan. Adapun para peserta yang sengaja menghalangi serta memerangi pembaharuan Sistem ini kalian telah diperkenankan melakukan prosedur 'pe

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status