/ Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 206 Susuin Aku Arrrr

공유

Bab 206 Susuin Aku Arrrr

last update 게시일: 2026-08-07 15:00:55

Kenapa juga ia pintar main golf, jadi tidak perlu diajari seperti dr. Renata, sedari tadi Karin menarik napas panjang setiap kali bokong Renata nempel di burung Arlan.

“Harus banget ya gitu,” gumam Karin dalam hati sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal.

Jengah sekali Karin melihatnya, ia ingin kabur tapi sudah terlanjur bertemu dengan Diego. Terpaksa main golf!

Dan Silvi, entah kemana. Karin tidak tahu kenapa Silvi tidak pernah berguna dalam hidupnya. Sekarang malah ada Diego. Menyebalk
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 241 Buat Anak

    “Bagaimana kalau kita punya anak saja daripada menciptakan ASI lebih dulu?” Arlan menulis catatan di buku Karin yang tertinggal, ia pun memberikannya pada Karin yang duduk disebelahnya. Karin tidak punya pilihan lagi, tempat duduk yang disisakan untuknya telat sekali disebelah dr. Arlan, karena yang lain tidak berani mendekati Arlan dan kalau bisa duduk sejauh mungkin. Karin mengernyit saat melihat tulisan Arlan itu, tapi setelah Karin membuka lembaran berikutnya barulah Karin mengerti dan malu. “Ya ampun, mau mati rasanya,” gumam Karin sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan. Bisa-bisanya buku itu jatuh bersama dengan obat yang ia beli, itu hanya eksperimen Karin saja, tidak benar-benar ingin melakukannya. Hanya bercanda! “Silahkan semuanya, pesan saja makanan yang kalian suka,” ucap Arlan dengan senyumnya. Jarang sekali dr. Dingin ini tersenyum dan malam ini malah begitu ramah. “Kamu pesan apa?” tanya Arlan mendekati Karin, Arlan sengaja mendorong tempat duduknya agar bi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 240 Keluar ASI

    “Mau kok dok, ayooo!” Silvi menarik Karin tapi Karin menolak, ia enggan makan di depan wajah Arlan. “Jangan kayak anak kecil Rin, profesional aja, kalau udah putus ya putus,” bisik Silvi kesal. “Katanya mau lulus stase cepat, mau gak?” Demi kelulusan cepat, Karin akhirnya ikut. Tapi jangan pikir, Karin sudah memaafkan Arlan, Karin tetap marah. Bahkan nomor ponsel Arlan, sudah ia blokir. Supaya pria mesum ini tidak lagi bisa mencarinya, menghubunginya atau mengirim pesan apapun.Arlan tidak hanya mengajak Karin dan Silvi, ia juga mengajak beberapa perawat dan dokter yang anestesi yang menemaninya tadi. Saat keluar dari rumah sakit, ternyata dr. Dimas masih menunggu Karin. Karin mengabaikan Dimas, ia tidak mau bicara juga. Pria hanya membuat lelah, tidak ada satupun pria di bumi ini yang cocok dengannya. “Please, aku bisa jelaskan Honey. Mereka memfitnahku karena mereka tidak suka aku, aku tidak pernah menghamili Luna, kau percaya dengan laporan itu?” Bisa-bisanya Dimas berkelit

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 239 Traktir Makan Malam

    “Ngapain dr. Dimas nungguin kamu?” tanya Silvi saat mereka bersiap untuk ikut OPU dengan dr. Arlan. Tadi dr. Arlan sudah meminta mereka berdua untuk lembur, sebenarnya tidak dibayar, tapi Arlan sedang baik hati. Jadi, ada imbalan untuk lembur hari ini. “Gak tau, aku lagi males banget sama dia, Sil. Penilaian aku tentang dia jadi berubah, aku gak nyangka aja Sil, gak nyangka banget malah. Oke dia tidur dengan dr. Luna, aku terima tapi dia malah hamili dr. Luna terus keguguran, aku gak yakin keguguran, jangan-jangan memang sengaja digugurkan.”Silvi mengangguk sambil mengintip dr. Dimas dari jauh, Silvi mendukung kali ini, memang Dimas tidak pantas dimanfaatkan, cowok di dunia ini banyak. Kenapa harus memilih yang brengsek? “Tapi, dia kayaknya gak akan nyerah deh Rin, kalau belum ngomong sama kamu. Gimana kalau dia nunggu sampai malam? Kayaknya kita bakal di rumah sakit ini sampai enam jam lagi, operasi gak sebentar.” Karin menarik napas berat, terserah kalau Dimas mau menunggu tapi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 238 Potong Saja Burungnya

    “Jawab saja dr. Luna. Anak yang keguguran itu. Itu anak siapa?”Sampai dipertanyaan ini, Luna ragu-ragu mengatakannya karena tatapan Dimas yang seolah ingin membunuhnya. “dr. Dimas.” “BOHONG, aku tidak terima difitnah seperti ini, kau bersama dengan pria lain berapa hari yang lalu. Kau memposting di akun media sosial pribadimu, aku punya buktinya. Untuk apa kau bicara omong kosong seperti ini dr. Luna?” tanya Dimas dengan tegas. Luna gemetar, ia bingung dicecar pertanyaan seperti itu. Ia tidak pernah test DNA. “Lakukan saja test,” jawab Luna dengan begitu pelan. Sialan! Dimas jelas takut kalau sampai ketahuan. “Baiklah aku mundur, aku bukan takut melakukan test DNA, aku tidak mengakui anak itu. Lalu, kenapa aku harus test?” Banyak sekali alasan dr. Dimas untuk menghindar. Diam-diam Arlan menyembunyikan senyumnya. Akhirnya pria ini mengalah juga. Arlan bukan tidak tahu, ia pasti sedang ketakutan. Dimas sangat menjaga nama baiknya. Kalau test sudah keluar, ia tidak bisa lagi b

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 237 Sorry!

    “Itu bukan anakku.”Dimas bersumpah kalau gosip itu bukan untuknya dan anak yang digugurkan juga bukan anaknya. “Aku gak percaya dok, kayaknya hubungan kita harus dipikirkan lagi, maaf!” Karin melepaskan tangan Dimas dan pergi dari pandangan matanya. Dengan kata lain Karin sudah minta putus dan ini yang kesekian kalinya. Tidak ada lagi ancaman mengakhiri hidup karena Karin tidak akan peduli lagi.Akhirnya ia bebas, dari Arlan dan dari Dimas. Seperti ini lebih baik, ia bisa fokus kuliah. Lebih baik lagi penyakit aneh itu kambuh. Supaya Karin punya alasan untuk berhenti dari kedokteran meskipun sangat disayangkan karena tinggal sedikit lagi. Tapi, itu semua hanya khayalan. Faktanya Karin perlahan sudah sembuh. “Puas?” tanya Silvi. “Hemm, puas banget.” Karin cengeng sekali akhir-akhir ini, ia menangis terus. Padahal Karin tidak suka menangis, ia lelah dengan tangisan. Karin menghapus air matanya dengan tisu. “Ya sudahlah, daripada kamu jadi korban dr. Luna. Dia tu nekat loh mesk

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 236 Semua Pria Brengsek

    “Besok akan ada rapat direksi, aku ingin lihat bagaimana kau menyelesaikan masalahmu ini dr. Dimas.” Arlan sudah ada di rumah sakit tapi malam ini ia sibuk menyiapkan untuk rapat pemegang saham. Semoga besok semuanya lancar tapi Arlan sudah tahu, sebagian dari mereka tidak setuju kalau Arlan mengundurkan diri. Karena prestasi yang Arlan dapatkan di dunia medis sudah banyak dan meskipun Arlan masih muda tapi ia memiliki banyak pengalaman. “Iya Pa, mau minum?” tanya Arlan saat melihat Papanya bergerak dan bersandar di ranjang. “Ngapain kamu?” tanya Billy dengan wajahnya yang masih marah. Tapi Billy sudah bisa mengontrol emosinya dengan baik. “Besok ada rapat pemegang saham, Pa.” “Kamu ingin menjual saham milikmu?” tanya Billy dengan tegas. “Iya Pa.” “Papa tidak setuju, Arlan ini cita-citamu. Sudah lama kamu mempersiapkan diri untuk menjadi Direktur Utama dan sekarang kesempatan itu tinggal sedikit lagi. Apa masalahmu?” tanya Billy dengan mengerutkan dahinya. “Gak ada masalah Pa

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 4 Lepaskan Pakaianmu

    “Ta-tapi, Dok?”Karin enggan melepaskan snelli yang digunakannya. Di balik jas itu ia memakai long tube, pakaian jenis kemben yang menggantung sedikit panjang. Karin suka pakaian seperti itu. Namun ia sadar, tidak mungkin melepaskan snelli miliknya saat berjaga.“Kenapa?” Arlan merasa tidak perlu a

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status