Home / Romansa / Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan / Bab 250 Program ASI Untuk Karin

Share

Bab 250 Program ASI Untuk Karin

last update publish date: 2026-08-14 14:32:52

“Sayang, kau serius ingin mengeluarkan ASI?” bisik Arlan dengan nakal. Kedua jarinya sibuk menekan ke area intim Karin dengan alasan ini adalah pembelajaran.

Sialan!

Arlan selalu punya cara untuk membuat Karin tunduk dan patuh meskipun Karin sedang bersama dengan seorang pria.

“Apa maksudmu?” tanya Karin dengan wajahnya yang merah. Kedua jari Arlan mengisi tubuhnya dan membuat Karin bergairah.

“Aku pernah mengambil pelatihan khusus laktasi di luar negeri tapi aku tidak mencantumkan gelarnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Devi Prima
pengen banget biar Arlan jujur tentang semuanya,, pengen mereka sama2 lagi,,
goodnovel comment avatar
Elnathan
Arlan GILA
goodnovel comment avatar
Asy Nahak
hisssssss lanjut donkkkkkk............
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 523 Pudar!

    “Apa hubunganmu sebenarnya dengan Dokter Diego, Silvi?”Laura mengulang pertanyaan yang sama. Membuat Silvi mati kutu. Ruangan yang tadinya bising oleh derap langkah mondar-mandir Silvi mendadak senyap, menyisakan deru pendingin ruangan yang terasa semakin menusuk kulit.Silvi langsung menghentikan langkahnya. Tubuhnya menegang kaku di tempat ia berdiri.Matanya membelalak, menatap Laura yang kini sedang membalas pandangannya dengan sorot mata yang begitu tenang, terlalu tenang untuk ukuran seorang pasien yang baru saja diamuk badai intimidasi. Mulut Silvi sedikit terbuka, namun tidak ada satupun suku kata yang berhasil keluar dari tenggorokannya.Lidahnya mendadak kelu.Dalam hati, Silvi mengutuk dirinya sendiri dengan begitu hebat.Bodoh!“Kenapa aku bisa seceroboh ini menceritakan hal sevulgar itu pada Laura?”Penyesalan yang teramat sangat seketika merayap di dadanya, namun semua sudah terlambat.Kata-kata menjijikkan tentang dirinya yang tidur dan berkeringat bersama Diego sudah

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 522 Hubungan Tanya Status

    "Laura! Kamu beneran dirawat?"Suara berisik itu memotong keheningan ruangan bahkan sebelum pintu kamar rawat tertutup sempurna.Laura kedatangan tamu lagi!Silvi, mantan sahabat Karin, melangkah masuk dengan tergesa-gesa tanpa basa-basi. Ia bahkan tidak berniat menanyakan kabar atau kondisi Laura yang masih pucat di atas bangsal.Wajahnya tampak tegang, dipenuhi kecemasan dan ego yang meletup-letup.Laura yang baru saja melempar kertas memo dari Moreno ke lantai, hanya bisa menatap kedatangan wanita itu dengan kening berkerut.Di atas lantai, tulisan tangan Moreno yang rapi dan puitis dalam bahasa Inggris masih terpampang jelas di atas lembaran tiket first class menuju Paris setelah acara pertunangan.“To my beautiful future wife, I know I’ve made mistakes, but my love for you is real. With this ring and this journey, I promise to leave everything behind. I love you with all that I am. Trust me, I will make you happy forever.”Cih!Laura sempat berdecih dalam hati mengingat pesan men

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 521 Sangat Suka Tubuhmu

    “Kemarahanmu tidak akan mengubah apa pun, Laura. Kamu tetap akan menjadi istriku.”Suara bariton yang berat dan penuh percaya diri itu seketika memecah kesunyian ruang perawatan.Pintu kamar baru saja tertutup rapat setelah dihentak kasar dari luar.Moreno berdiri tegak di sisi bangsal, memegang sebuah buket bunga mawar merah yang sangat besar hingga hampir menutupi separuh tubuh bagian atasnya.Kelopak mawar yang merekah pekat itu tampak begitu kontras dengan atmosfer rumah sakit yang pucat dan dingin.Laura memalingkan wajah ke arah jendela. Kehadiran pria itu seketika memicu detak jantungnya bertalu hebat, memanggil kembali trauma yang belum sempat mengendap sejak kemarin.Moreno meletakkan buket megah itu di atas meja nakas, dengan kasar menggeser keranjang buah milik Karin hingga hampir terjatuh.Ia mendekat, menatap Laura dengan pandangan posesif yang tidak berkurang sedikitpun. Pria itu sama sekali tidak peduli pada kilat amarah yang memancar dari tubuh ringkih sang kekasih.“A

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 520 Jangan Pura-Pura Bodoh!

    “Sialan!”Langkah kaki Karin menghentak keras di atas lantai koridor rumah sakit, meninggalkan ruang rawat Laura dengan dada yang bergemuruh hebat.Jemarinya dengan cepat menggeser layar ponsel, mencari satu nama yang sebenarnya sudah sangat ingin ia hapus dari hidupnya.dr. Dimas!Pria gila itu. Mantan kekasihnya yang manipulatif, yang sempat Karin bersumpah tidak akan pernah sudi lagi ia ajak bicara.Namun demi Laura, kembarannya yang tidak tahu apa-apa, Karin terpaksa membuang ego dan harga dirinya.Begitu panggilan tersambung, Karin bahkan tidak memberikan kesempatan bagi pria di seberang telepon untuk menyapa.“Jauhi Laura, Dimas!” desis Karin tajam, suaranya tertahan agar tidak menarik perhatian perawat yang lalu-lalang.“Aku tau persis isi otak busukmu. Kamu mendekati Laura hanya karena dia punya wajah yang sama denganku, kan? Jangan pernah berani mempermainkan dia, dok!”Di seberang sana, terdengar kekehan kecil yang membuat bulu kuduk Karin meremang.Suara khas Dimas yang ten

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 519 Jangan Mencintainya!

    “Ruangan Laura Calista, dimana?” Karin bertanya pada perawat yang berjaga di depan.“Ini, Mbak Karin!” “Makasih, ya!”Aroma obat-obatan khas rumah sakit di pagi hari tidak pernah gagal membuat Karin terjaga.Dengan jas putih koas-nya yang tersampir rapi, ia melangkah menyusuri koridor menuju ruang perawatan Laura.Tangannya menjinjing sebuah keranjang buah.Sebenarnya, Karin sudah tahu kondisi kembarannya sejak semalam dari Arlan.Arlan yang kebetulan berjaga di IGD bersama Diego, Arlan sempat menceritakan semuanya.Malam itu juga Karin ingin langsung berlari ke rumah sakit, tetapi Arlan melarangnya karena waktu sudah terlalu larut.Alhasil, pagi ini, di sela-sela jadwal visit pasiennya yang sebentar lagi menandai berakhirnya masa-masa koas di rumah sakit ini, Karin baru bisa menjenguk Laura.Tok! Tok!Namun, begitu jemarinya mendorong pintu kamar rawat Laura, langkah Karin mendadak kaku.Di dalam ruangan, tepat di samping bangsal Laura, berdiri Angelina. Mommy kandung mereka.Seketi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 518 Selaput Dara Yang Robek

    “Kalau perlu apapun, tinggal panggil perawat atau minta perawat hubungi aku langsung,” ucap Dokter Diego. Laura mengangguk pelan.Suara monitor jantung berbunyi ritmis di dalam ruang perawatan yang sunyi. Bau karbol yang tajam menusuk hidung, mempertegas atmosfer dingin yang menyelimuti ruangan.Laura terbaring kaku di atas bangsal, matanya menatap kosong ke langit-langit plafon rumah sakit.Di sebelahnya, Mommy dan Daddy baru saja tiba dengan napas memburu dan wajah yang pucat pasi karena cemas.Diego, dokter yang tadi menanganinya, baru saja keluar setelah memastikan kondisi fisik Laura stabil.Namun, luka psikis di dalam diri wanita itu jauh dari kata baik-baik saja.Laura memilih tenggelam dalam keheningan.Di dadanya berkecamuk rahasia besar yang teramat perih. Rasa sakit ini ada karena Moreno kembali memaksakan kehendaknya.Pria itu mengurungnya di rumah, memperlakukannya seperti tawanan dan hampir saja merenggut paksa kesuciannya.Jika saja kateter word yang terpasang di tubuhn

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 6 Rasanya Enak

    Bodohnya, gumam Karin dalam hati. Ia tidak bisa memasak dan Karin juga tidak bisa menolak permintaan aneh Arlan untuk menjadi pembantu gratisnya hari ini. Di dalam mobil, Karin hanya diam terpaku menatap jalan yang sedikit lenggang. Arlan yang duduk di sampingnya juga tidak menyapanya atau bert

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 5 Pelajaran Di Apartemen

    “Sentuh denyut nadimu sendiri. Rasakan dan catat ritme jantungmu setiap kali pikiranmu mengingat wajahku.”Efek psikologis dari "PR" Arlan mulai meracuni pikiran Karin. Saat morning report, Karin kehilangan fokus.Seperti biasa, Karin mengumpulkan laporan visit-nya sebelum pulang. Ada dr. Dimas di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status