Compartir

Bab 405 Sakit Hati

last update Fecha de publicación: 2026-09-09 16:11:24

“Brengsek! Mati saja kau!”

Dion menghubunginya hanya untuk menaburkan garam di atas luka lama. Lelaki itu tidak pernah peduli dan kini hanya datang untuk mematahkan hatinya sekali lagi.

Dengan napas memburu dan tangan gemetar menahan amarah, Karin memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak.

Kasar! Ya, Karin tidak peduli.

Ponselnya berdering, namun pesan dari Dion dibiarkannya membusuk di kolom notifikasi.

Cukup sudah!

Malam ini, Karin berjanji pada dirinya sendiri untuk berhenti meratapi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 671 Hancurkan Hingga Berkeping-Keping

    Pintu kamar rawat tertutup rapat setelah Moreno melangkah keluar dengan sisa-sisa kehancuran hatinya. Di dalam ruangan, ketegangan mendadak mencair.Dimas langsung merengkuh tubuh Laura ke dalam pelukan yang begitu kuat. Ia mengecup puncak kepala istrinya dengan sangat lama, menyalurkan rasa lega dan haru yang membuncah di dadanya.Dimas teramat bersyukur. Mendengar pembelaan dan pengakuan jujur dari bibir Laura di depan Moreno tadi membuat hatinya penuh. Ia merasa menjadi pria paling beruntung karena memiliki istri yang sangat mencintainya.Dimas berpikir, setelah semua badai dan teror dari Moreno berlalu, inilah saatnya bagi mereka untuk hidup bahagia berdua.Namun, kebahagiaan itu hanya bertahan beberapa detik.Ceklek.Pintu kamar mendadak terbuka kembali tanpa ketukan. Seorang wanita melangkah masuk dengan gaya yang anggun namun memancarkan aura dingin. Sosok itu seketika membuat napas Dimas tercekat.“Luna?” bisik Dimas dengan tatapan tidak percaya.Wanita di ambang pintu itu ada

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 670 Lebih Baik Kau, Pergi!

    “Semoga Laura suka bunga ini.”Langkah kaki Moreno bergema pelan di koridor rumah sakit. Di tangannya, ia membawa sebuah buket bunga mawar merah yang besar dan indah untuk Laura.Wajah tampan pria itu terlihat sangat sedih. Melalui mata-matanya, ia sudah tahu persis di kamar mana Laura dirawat. Ia juga tahu bahwa di dalam ruangan itu pasti ada Dokter Dimas yang sedang menemani istrinya.Hati Moreno terasa sakit.Rasa benci, amarah, dan cemburu bercampur menjadi satu di dalam dadanya.Namun, rasa cintanya pada Laura ternyata masih jauh lebih kuat dari semua emosi negatif itu.Begitu pintu kamar rawat dibuka, pemandangan di dalam ruangan langsung menusuk hati Moreno.Dimas sedang duduk di tepi ranjang, menyuapi sebutir jeruk ke mulut Laura dengan penuh kasih sayang.Laura seketika tersentak kaget saat melihat sosok Moreno melangkah masuk ke dalam kamar.Secara refleks, Dimas langsung berdiri dan menggeser tubuhnya, menghalangi jalan agar Moreno tidak bisa langsung menyentuh atau mendeka

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 669 Sakit Apa?

    “Jangan pernah berpikir untuk menjauh dariku lagi, Karin. Sejengkal pun,” bisik Arlan dengan suara serak, sesaat setelah ia mengunci pintu kamar utama mereka rapat-rapat.Matanya menatap Karin lekat-lekat, memancarkan kombinasi antara rasa lega yang luar biasa dan ketakutan yang masih tersisa.Karin tersenyum tipis, menggenggam balik tangan suaminya.“Aku di sini, Sayang. Aku gak akan ke mana-mana lagi.”Malam itu, Arlan benar-benar memperlakukan Karin layaknya seorang ratu yang baru kembali ke istananya. Tanpa memperdulikan rasa lelahnya sendiri, Arlan menyiapkan air hangat di bathtub, membantu Karin melepaskan pakaian modisnya dengan penuh penghormatan dan memandikan istrinya dengan kelembutan yang luar biasa.Setelah selesai, ia dengan sabar mengeringkan rambut panjang Karin menggunakan handuk dan hairdryer.Bahkan untuk urusan makan malam, Arlan menolak bantuan koki pribadi di rumah mereka. Ia turun ke dapur sendirian, meracik makanan kesukaan Karin dengan tangannya sendiri.Semua

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 668 Membuatku Menangis

    Setelah menempuh penerbangan panjang yang melelahkan selama kurang lebih 14 jam perjalanan menggunakan jet pribadi milik perusahaannya, roda pesawat Moreno akhirnya menyentuh landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Waktu di Jakarta telah menunjukkan pukul 16.30 WIB.Arlan yang sudah mendapatkan bocoran informasi valid mengenai manifes penerbangan darurat tersebut tidak tinggal diam.Ia bergerak cepat, datang ke bandara dengan membawa tim dari kepolisian untuk menyergap Moreno sekaligus menyelamatkan Karin.Begitu pintu ganda terminal kedatangan luar negeri terbuka, Moreno dan Karin melangkah keluar.Namun, langkah mereka langsung terhenti.Arlan sudah berdiri tegak di depan pintu, dikawal oleh beberapa petugas polisi berseragam lengkap.Alih-alih panik, Moreno justru menghentikan langkahnya dan menyeringai licik.Dengan gestur meremehkan, ia melepaskan lengannya dari Karin, membiarkan wanita itu berlari kencang menerobos barisan untuk memeluk suaminya.“Sayang ... aku kang

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 667 Sayang, Tunggu Aku Pulang!

    “Siapkan pesawat sekarang juga! Kita pulang ke Jakarta malam ini!” teriak Moreno melalui telepon kepada pilot pribadinya.Suaranya bergetar hebat, dipenuhi rasa panik yang tidak bisa lagi ia sembunyikan.Setelah memutus panggilan, Moreno terus berjalan mondar-mandir di dalam ruangan.Langkah kakinya terasa berat dan tidak karuan. Pria itu benar-benar tidak bisa melupakan Laura.Pikirannya dipenuhi oleh bayangan wajah Laura yang pucat di atas ranjang rumah Sakit.“Brengsek kau, Dimas!” umpat Moreno dengan geram, memukul meja kayu di dekatnya.“Baru beberapa hari menikah, Laura sudah sering masuk rumah sakit! Kau sama sekali tidak bisa menjaga istri dengan benar!”Moreno mencengkram rambutnya sendiri dengan frustasi. Di dalam kepalanya, ia sudah menyusun skenario terburuk. Jika kondisi Laura memang separah itu, Moreno bersumpah akan merebut Laura kembali dan membawa wanita itu berobat ke luar negeri, menggunakan seluruh kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki.Pria lain tidak boleh menyak

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 666 Jantung Berhenti!

    “Kirimkan kabar buruk ini pada tuanmu, bajingan. Biarkan dia tau kalau wanita yang dia obsesikan sedang sekarat karena ulahnya.”Arlan menarik napas dalam-dalam, bersiap untuk konfrontasi terakhir. Umpan telah ditelan oleh mata-mata di lapangan, dan gelombang kejutnya sedang merambat menuju villa bersalju tempat Karin disembunyikan.Lelaki bertopi itu bergegas keluar dari area lobi rumah sakit dengan langkah seribu.Informasi yang ia kumpulkan malam ini sudah lebih dari cukup. Sejak mengintai kediaman rahasia Dimas yang terisolasi, ia telah menyaksikan segalanya, kesibukan yang janggal di tengah malam, mobil yang melesat membelah jalanan bagai kesurupan, hingga momen krusial saat tubuh Laura yang lemas didorong tergesa-gesa memasuki ruang ICU khusus.Dari balik celah kaca koridor, ia berhasil membidik satu foto.Gambar buram yang menampilkan Laura di bawah kepungan alat medis itu langsung dikirimkan melalui pesan terenkripsi ke belahan bumi utara.Di balkon villa bersalju Aurora, pons

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 3 Pelajaran Menyentuh

    Suara dr. Arlan dari dalam ruangan terdengar datar. Tangan Karin terhenti di kenop pintu. Ia menunduk menatap penampilannya. Rok yang ia kenakan menggantung di atas lutut, mengekspos paha dan kaki jenjangnya dengan jelas. Masuk ke ruangan tertutup berdua saja dengan konsulen menggunakan pakaian se

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 2 Panggilan Pertama

    Tiba-tiba, dr. Arlan Pradipta datang. Rahangnya mengeras. Sorot matanya menyapu ruangan tanpa ekspresi empati sedikit pun. “Apa ini? Kenapa kau diam saja,” ucap Arlan sambil menatap tajam Karin. Koas ini mematung dengan tangannya yang gemetaran. “Lakukan! Periksa apa yang terjadi pada pasien,”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status