Share

Bab 309

Author: Citra Sari
"Mm."

Shanaya mengangguk pelan, lalu berkata dengan serius, "Aku pernah menangani beberapa pasien dengan kondisi yang mirip dengan Nyonya Nadira sebelumnya, jadi aku cukup yakin bisa menyembuhkannya."

"Nadira!"

Saat berhadapan dengan istrinya, seluruh ketegasan Zafran Wirantara seakan lenyap. Dia menunduk menatap Nadira, matanya memerah karena bahagia. "Kamu dengar, 'kan? Setengah tahun lagi, kamu perlahan bisa berdiri kembali. Perjalanan kita kali ini tidak sia-sia."

Di samping mereka, Elvano W
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Siti Nurbaya
gila 1 kunjungan 1 milyar bisa kaya 7 turunan, emang ya enak kalau cm omon2 ... btw keren critanya, sangat menikmati......
goodnovel comment avatar
nia yaya
iya jenius tp GK sombong ya,bawaannya tenang. dan selalu bs melewati tantangan dr Bianca dg tenang pula. hebat shanaya..
goodnovel comment avatar
nia yaya
iya jenius tp GK sombong ya,bawaannya tenang. dan selalu bs melewati tantangan dr Bianca dg tenang pula. hebat shanaya..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 828

    Keesokan paginya, meski tidak perlu pergi ke klinik, Shanaya tetap terbangun karena jam biologisnya. Karena sudah bangun, dia sekalian membersihkan diri lalu turun untuk sarapan.Saat dia menunduk menyantap bubur, Karlina duduk di sebelahnya. Sambil memasukkan sepotong hakau udang ke mangkuknya, dia berkata, "Makan yang banyak. Akhir-akhir ini kamu cepat lapar. Bi Rina juga sedang memasakkan sup bebek untukmu. Nanti kalau lapar, kamu bisa langsung makan.""Baik."Shanaya merasa geli sekaligus tak berdaya. Sarapan ini saja belum sempat dia habiskan, tetapi wanita tua itu sudah mengatur makanan untuk waktu berikutnya.Lucien duduk di seberang, dengan tenang membaca surel di tabletnya. Sesekali dia mengangkat pandangan ke arah Shanaya, memastikan wanita itu benar-benar makan dengan baik.Baru saja dia mengalihkan pandangan, ponselnya tiba-tiba bergetar.Lucien melirik nama penelepon. Tanpa menghindar dari mereka, dia langsung menyalakan pengeras suara. "Nayla.""Pak Lucien, Pak Reynald da

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 827

    Apa maksudnya anggap saja ucapannya benar?Shanaya membuka mulut, hendak bertanya lebih lanjut. Namun, Lucien sudah berdiri dan hanya meninggalkan satu kalimat sebelum berjalan menuju kamar mandi."Sudah waktunya tidur. Tunggu aku di ranjang."Shanaya memandangi punggungnya yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Dia masih merasa tidak puas. Sambil menunduk dan mengusap perutnya, dia bertanya lembut kepada bayi di dalam kandungannya, "Sayang, hati Ayah sebenarnya sangat lembut, bukan?"Sejak dulu, dia memang berhati lembut.Sedikit ketulusan saja sudah cukup untuk membuatnya membalas dengan sepenuh hati.Seperti dulu, Shanaya hanya memberinya dua butir permen lemon, tetapi Lucien melindunginya selama bertahun-tahun dan membukakan jalan baginya hingga bisa berada di titik ini.…Dalam perjalanan kembali ke Vila Brisa Alam, Aurelia yang mengemudikan mobil.Rivaldi minum sedikit alkohol saat makan malam. Kini dia duduk di kursi penumpang sambil menunduk memainkan ponselnya, lalu tiba-

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 826

    Setelah makan malam, Aurelia dan Rivaldi baru berpamitan.Shanaya berdiri di bawah beranda, memandangi lampu belakang mobil yang menghilang di tikungan. Dia lalu memeluk lengan Lucien. "Aku mau mandi air hangat yang nyaman.""Ayo."Lucien meremas jemarinya yang terasa agak dingin, lalu mengajaknya berbalik dan naik ke lantai atas.Saat Shanaya selesai mandi, Lucien sudah menunggunya di sofa dengan pengering rambut di sampingnya. Begitu melihatnya keluar, Lucien melambaikan tangan. "Kemarilah."Shanaya menghampirinya, lalu duduk bersila seperti biasa di atas bantalan empuk di depan Lucien, membelakanginya.Jari-jari panjang Lucien menyusup di antara rambutnya yang basah. Hembusan angin hangat membuat kulit kepalanya terasa nyaman dan rileks.Gerakannya sudah sangat terampil. Hanya saja, ujung jarinya sesekali menyentuh daun telinga Shanaya, menimbulkan sensasi geli yang samar.Beberapa menit kemudian, Lucien mematikan pengering rambut dan memeriksa kelembapan ujung rambutnya dengan jema

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 825

    Caleb akhirnya mengangkat pandangan. Tatapannya dipenuhi ejekan dingin yang tidak disembunyikannya. "Aku yang menyindir, atau kamu yang menghalalkan segala cara?"Ucapan itu membuat wajah Reynald menegang sesaat. Senyum di sudut bibirnya nyaris sirna dan nada suaranya pun terdengar lebih berat. "Apa pun sebab dan akibatnya, kita tetap saudara kandung. Kamu memusuhiku demi orang luar, apa kamu tidak merasa ....""Dia bukan orang luar." Caleb memotong ucapannya. Suaranya tidak keras, tetapi setiap katanya terdengar jelas.Ruang makan seketika benar-benar hening.Yuliana membuka mulut hendak berbicara, tetapi tatapan Tuan Abimana langsung menghentikannya.Tangan Tuan Abimana yang memegang cangkir teh terhenti di udara. Pandangannya perlahan beralih dari Caleb kepada Reynald, lalu kembali lagi pada Caleb, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.Beberapa saat kemudian, Tuan Abimana baru meletakkan cangkir tehnya dan berkata dengan nada datar, "Sudahlah, kalian ini keluarga. Tidak pantas ber

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 824

    Makan malam itu berlangsung hangat dan menyenangkan.Setelah makan, Shanaya hendak menyiapkan buah dan kudapan, tetapi Karlina mencegahnya."Sudah, kamu duduk saja. Ada Bi Rina dan yang lainnya untuk mengurus semua itu.""Aku hanya tinggal memberi arahan," ujar Shanaya tidak berdaya."Memberi arahan juga menguras pikiran."Karlina meliriknya dengan tatapan menegur, lalu menoleh kepada Aurelia. "Aurelia, Rivaldi, kalian duduklah lebih lama. Aku mau melihat beberapa pot bunga di halaman belakang."Jelas dia sengaja memberi ruang kepada anak-anak muda itu untuk mengobrol.Rivaldi dan Aurelia mengiyakan. Bahkan sebelum Karlina pergi jauh, Rivaldi langsung bertanya tanpa sungkan, "Omong-omong, Kak, setelah Reynald mengeluarkan pernyataan itu, apa beberapa kerja sama yang sempat terhenti kembali dilanjutkan?"Aurelia tahu apa yang ditanyakan Rivaldi. "Ya, beberapa perusahaan yang sebelumnya menghentikan kerja sama kembali menghubunginya kemarin sore."Sudah menjadi sifat dasar pengusaha untu

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 823

    Lucien langsung menyetujuinya. "Kalau begitu, besok aku akan meminta Nayla mengantarkan dokumennya ke sana.""Baik."Aurelia mengangkat cangkir tehnya dan menyesapnya. Ekspresinya tidak berubah sedikit pun, seolah mereka baru saja menyepakati kerja sama yang sangat biasa.Rivaldi yang duduk di samping mengamati keduanya secara bergantian, lalu tidak bisa menahan tawa. "Kalian berdua membicarakan masalah penting bahkan lebih cepat daripada aku memesan makanan.""Kamu yang terlalu banyak maunya saat memesan makanan," balas Lucien datar.Rivaldi seketika terdiam. Tepat saat dia hendak membalas, pintu ruang kerja tiba-tiba diketuk.Suara Shanaya terdengar dari balik pintu. "Lucien, apa kalian belum selesai mengobrol? Nenek bilang sepuluh menit lagi kita bisa makan."Mendengar itu, Lucien berdiri dan berjalan menuju pintu. "Kebetulan baru saja selesai."Dia membuka pintu. Shanaya berdiri di luar sambil membawa sepiring buah yang sudah dipotong.Shanaya menjulurkan kepalanya ke dalam ruang k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status