LOGINBeberapa hari sebelum pernikahan, Citra menyaksikan tunangannya bergumul panas dengan Kakak tirinya sendiri di kamar hotel yang seharunya menjadi tempat malam pertama mereka. Namun, di saat ingin membatalkan pernikahan, dirinya justru diminta menikah dengan Raka, cucu terbuang yang tak pernah hadir di pertemuan keluarga dan dikenal sebagai pengangguran juga pria aseksual! Lantas bagaimana Citra menjalani pernikahannya dengan suami pengganti?
View More"Bakit mo ginawa sa 'kin to?" Nanginginig kong tanong sa kaniya, Tinutok niya ang baril sa ulo ko, is this the end of my life? Lucas Where are you? we need you, your baby needs you. Napahawak ako sa aking tiyan to protect my baby. "Pag nalaman ito ni Lucas, I swear papatayin ka niya." Pilit kong maging matapang to protect myself, pero sa kaloob looban ko I'm scared. Lucas you promise me to protect me but where are you?
"And do you think? natatakot ako sa asawa mo?""Please, huwag mong gawin sakini ito, I'm pregnant.'' patuloy parin ako sa pagmamakaawa. I'm okay but I can't loose my baby, hindi ko kaya pag may mang yaring masama sa anak ko. "maawa ka sakin, kong ano man ang dahilan mo why you did this, please for my baby." Hindi niya ako pinakinggan he just only smirked at me and pull my hair na sanhi ng pagka igik ko."tumahimik ka, hindi naman talaga kita idadamay dito, kaya lang ikaw ang kahinaan niya kaya idadamay kita. You are good friend to me Bea but this is between life and death and you are his life that cause him to death."Nanindig ang balahibo ko sa takot, para siyang demonyo na handang pumatay. Nanlilisik ang kaniyang mga mata at mga ngiting handa kang kagatin. Nag iba na talaga siya, hindi na siya ang dati kong kilala. I was good to him and I always by his side but why me?Mariin kong pinikit ko ang aking mga mata praying that he wont kill us.Mga ilang minutong katahimikan ang bumalot sa paligid ng hide out, Iyak lang ako ng iyak dahil sa pagod at gutom. Nararamdaman ko din ang sakit sa aking tiyan nagsisimula na akong kabahan para sa aking anak.Pag may mangyaring masama sa anak ko hinding hindi kita mapapatawad Lucas. You displace us.While I am praying, I heard a shot of gun. Napadilat ako sa aking mga mata ikaw naba ito Lucas? nabuhayan ako ng loob dahil sa putokan ng mga baril."baby your daddy is here." napahawak ako sa aking tiyan na may ngiti sa labi."Bea?" A familiar voice from behind, Napalingon ako sa aking likuran bagsak ang aking balikat nang mapagtanto hindi ito si Lucas, bakit wala ka? "god, bea hold on I will out you here."Ngumiti lang ako at dumilim ang aking paningin. I literally cried out of pain, He didn't save us. My heart and my soul cursed him. If there is bad happen to my baby I swear hindi kita mapapatawad Lucas. I will remember what happen today for the rest of my life, pinabayaan mo kami.Awal dari Kebahagiaan"Mama, kapan adik bayinya lahir?" suara Aidan terdengar riang di ruang keluarga.Citra tersenyum, mengelus perutnya yang sudah besar. "Sebentar lagi, Sayang. Mungkin beberapa minggu lagi."Aidan mengangguk, lalu menoleh ke Raka yang sedang menyiapkan makanan ringan di dapur. "Papa, kalau adik bayi lahir, aku boleh main sama dia tiap hari?"Raka tertawa kecil, berjalan mendekati putranya. "Tentu saja, tapi kamu harus hati-hati. Adik bayi masih kecil dan butuh banyak istirahat."Citra menatap dua lelaki kesayangannya dengan perasaan penuh syukur. Setelah semua yang mereka lalui—pengkhianatan, konflik keluarga, ancaman, bahkan kehilangan—akhirnya mereka bisa sampai di titik ini. Kehidupan mereka kini jauh lebih damai.Pernikahan Sederhana NadyaDi tempat lain, Nadya berdiri di depan cermin, mengenakan kebaya putih sederhana. Matanya berbinar, campuran gugup dan bahagia."Kamu cantik sekali, Nadya," puji Citra yang berdiri di belakangnya.Nadya tersenyum malu. "Kak,
Bab 128: Awal Baru"Nadya, aku di sini," ujar Raka lembut sambil menepuk pundak adik iparnya. Suaranya tenang, namun penuh kekhawatiran.Nadya duduk di kursi belakang mobil dengan tubuh gemetar. Ia memandang Raka dengan mata yang basah. "Terima kasih, Raka... kalau bukan karena kamu, aku mungkin..." Suaranya terputus oleh isak tangis."Sudah, jangan pikirkan itu lagi," potong Raka. "Yang penting sekarang kamu selamat. Kita akan bawa kamu pulang.""Aku nggak tahu apa aku bisa kembali," kata Nadya pelan. "Semua ini terlalu berat. Aku malu...""Nggak ada yang perlu kamu malu, Nadya," sahut Raka tegas. "Apa yang terjadi ini bukan salahmu. Kamu adalah korban."Di kursi depan, salah satu anggota tim keamanan berbalik. "Pak Raka, kita sebaiknya menuju tempat aman dulu sebelum membawa dia pulang. Gudang tadi mungkin masih diawasi anak buah Fajar."Raka mengangguk. "Benar. Kita ke tempat yang sudah disiapkan. Nadya butuh istirahat.""Aku... aku nggak ingin merepotkan," kata Nadya, suaranya ham
Bab 127: Misi Penyelamatan"Mas, aku harus ikut," tegas Citra sambil menatap suaminya. Ia berdiri dengan tangan terlipat, menunjukkan bahwa ia tidak akan menyerah begitu saja.Raka menghela napas panjang, meletakkan ponselnya di meja. "Citra, ini bukan ide yang bagus. Tempat itu berbahaya, dan kamu sedang hamil. Aku nggak akan ambil risiko.""Bahaya atau tidak, Nadya tetap keluargaku!" balas Citra dengan nada penuh emosi. "Aku nggak bisa duduk diam di rumah sementara kalian di luar sana mencarinya."Raka mendekat, menggenggam kedua tangan Citra. "Aku mengerti perasaanmu, tapi pikirkan bayi kita. Kamu sendiri bilang dia adalah prioritas utama. Kalau sesuatu terjadi padamu, aku nggak akan pernah bisa memaafkan diriku."Citra menggeleng, air mata mulai menggenang di matanya. "Tapi Mas ... aku nggak bisa tenang. Aku nggak tahu apa yang akan dilakukan Fajar pada Nadya. Aku takut dia dalam bahaya.""Itulah kenapa aku harus pergi. Bukan kamu," ujar Raka dengan lembut, mencoba menenangkan ist
"Bu, aku ingin bicara!" suara Citra terdengar lantang dari ruang tamu, memecah keheningan malam itu.Anita, yang tengah duduk santai di sofa sambil menonton televisi, menoleh dengan ekspresi datar. "Oh, kamu akhirnya punya nyali, Citra?" balasnya sinis.Citra melangkah masuk, wajahnya tegang. Raka berdiri di belakangnya, mencoba memberi dukungan meskipun ia tahu ini bukan posisinya untuk ikut campur."Aku nggak tahan lagi dengan semua omonganmu tentang ibuku," Citra langsung memulai, tanpa basa-basi. "Kalau kamu punya sesuatu untuk disampaikan, katakan sekarang, di depanku."Anita menatap Citra dengan tatapan dingin. Ia mematikan televisi dan meletakkan remote di meja. "Baiklah," katanya sambil menyilangkan tangan di dada. "Kamu mau tahu kebenaran, kan? Kebenaran yang selalu kamu anggap sebagai kebohongan karena kamu nggak bisa terima kenyataan?""Kebenaran apa? Bahwa kamu yang menghancurkan keluarga kami?" sergah Citra dengan nada tajam.Anita tertawa kecil, getir. "Lucu sekali. Kamu
"Ayah, aku butuh penjelasan," suara Citra terdengar tegas, memecah keheningan pagi itu. Mereka duduk di ruang tamu kecil rumah Ahmad, suasananya penuh ketegangan.Ahmad menghela napas panjang, tangannya yang keriput menggenggam cangkir kopi hangat yang sejak tadi tidak disentuh. "Citra, Ayah tahu k
"Ibu!" suara Citra menggema di ruang tamu yang sudah tegang sejak mereka tiba. "Aku nggak bisa diam begitu saja setelah apa yang Ibu katakan tadi. Jelaskan sekarang! Apa maksud Ibu dengan semua tuduhan itu tentang ibu kandungku?"Anita, yang sedang menuang teh ke cangkir, berhenti sejenak. Ia menat
"Mas, aku nggak tenang," suara Citra terdengar lirih saat ia duduk di sofa, tangannya memegang perutnya yang semakin membesar. "Nadya nggak kasih kabar sama sekali. Aku nggak tahu dia di mana atau gimana keadaannya."Raka meletakkan koran yang sejak tadi ia baca, menatap istrinya dengan penuh perha
"Bu, apa saya boleh ngutang dulu beli nasi? Uangnya lagi nggak cukup," suara Nadya terdengar pelan di depan warung kecil.Pemilik warung, seorang ibu tua, memandang Nadya dengan iba. "Ya ampun, Nadya, jangan sungkan. Ambil aja dulu. Bayar kapan-kapan nggak apa-apa."Nadya tersenyum tipis. "Makasih






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews