Compartir

Bab 146. Jampi-jampi

Autor: weni3
last update Fecha de publicación: 2026-08-11 20:19:29
Mila membuang muka dengan pipi yang merona dan itu tertangkap oleh netra Bejo sepenuhnya. Bejo kembali menyunggingkan senyum tetapi kali ini semakin tidak terlihat.

Dia bergerak mendekati Mila dengan memiringkan kepalanya dan memperhatikan lamat-lamat wajah ayu itu.

"Nyonya bertanya keikhlasan saya? Memangnya boleh jawab nggak ikhlas?" tanya Bejo dengan nada lembut dan Mila menoleh menatap ragu padanya.

Bertepatan dengan itu kedua alisnya pun terangkat hingga Mila bergerak mendorong dada
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (3)
goodnovel comment avatar
Ciwexx Wexx
berapa bab ini ya udah 3 hari nggak kelar kekar
goodnovel comment avatar
Selaras Sehati
sopir nya sambeng
goodnovel comment avatar
Selaras Sehati
sopir nya sambeng
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 150. Meminta Jatah

    " Oh itu dosen saya, Nyonya. Dosen yang bimbing skripsi saya. Nyonya tau? Tadi lihat?" "Kamu yang nggak lihat saya, Jo!" celetuk Mila membuatnya meringis mendengar itu. "Eh iya bener banget lagi. Saking fokusnya itu Nyonya, makanya nggak lihat." Mila menghela nafas berat seraya memperhatikannya dengan sangat lekat dan wanita itu bersandar di kursi kerja tanpa mengalihkan sama sekali pandangannya seolah tengah mengulik dan mencari kebenaran dari jawaban yang ia sampaikan. "Dosen, Nyonya. Kalau nggak percaya, bisa saya teleponin sekarang." "Nggak perlu! Aku tau kalau itu dosen kamu tapi aku lihat wanita itu sangat cantik, Jo." "Memang kenapa kalau cantik, Nyonya?" Kedua alis Bejo terangkat dan Mila menggelengkan kepala menjawab pertanyaannya. Namun Bejo tersenyum tipis melihat itu. Bejo paham kemana arah pikiran Mila. "Cantik itu relatif, tapi memang Bu Kesya cantik. Nyonya nggak perlu khawatir! Selama saya masih memiliki perjanjian kerja dengan Nyonya. Aman pokoknya." Bejo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 149. Nggak Saya Mut

    "Kita keluar sekarang! Aku tidak akan menuntutmu lagi tetapi kalau sudah siap, kabari aku, Sayang. Bejo tetap menjadi obat untuk tubuhmu yang tegang dan mentalmu yang rusak. Dia bisa kamu jadikan pelampiasan nafsumu sampai trauma itu benar-benar hilang." Mila menggelengkan kepala mendengar apa yang Saka sampaikan. Memang Bejo benar jadi obatnya, benar juga menjadi pelampiasannya, tetapi bukan pelampiasan nafsu untuk Mila. Bejo menjadi tempat Mila melampiaskan kemarahan terhadap Saka juga keluarganya, bukan nafsu!Statement Saka sudah begitu saja sudah salah baginya. Mila sedikit tak terima jika Bejo dijadikan tempat pelampiasan nafsu untuknya. Nafsu? Ah! Kata itu sangat buruk walaupun setiap bercinta pasti menggunakan nafsu. Otak Saka sudah benar-benar geser. Fantasi di otak Saka membuat Mila tak tau harus menyadarkan suaminya dengan cara apa.Andai Mila membela Bejo, sudah pasti Saka akan tersinggung jadinya. Mila juga harus berhati-hati dalam bertindak. Yang terpenting, tujuan awa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 148. Campur Tangan

    "Jangan curiga gitu! Kamu nggak capek curigain aku terus? Beli di sana ini, aku kan nggak sempat pulang jadinya ya apa-apa beli. Tanyakan saja pada Tama kalau kamu tidak percaya, Sayang!" Saka kemudian menarik Mila ke dalam pelukan dan mengusap punggung wanita itu dengan sangat lembut memberikan kenyamanan yang sudah lama tidak Mila rasakan dari Saka. "Aku tau kamu cemburu. Kamu sayang sama aku makanya kamu seperti ini. Aku pulang kerja capek loh tapi aku berusaha mengerti kamu. Apa sih yang nggak untuk kebahagiaan kamu? Perdebatan yang kemarin itu aku anggap bumbu manis dalam rumah tangga kita karena kamu sedang emosi setelah melihat foto aku dan wanita lain." Saka tersenyum setelah mengatakan itu dan semakin mengeratkan pelukannya. "Itu hal yang biasa, Sayang. Namanya juga dunia bisnis. Aku dekat dengan siapapun juga akan ke sorot dan menjadi gosip murahan. Toh sampai sekarang tidak ada yang datang meminta tanggung jawab. Jadi tidak perlu kamu permasalahkan lagi" Mila mendo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 147. Siapa?

    Bejo melajukan lagi mobilnya tanpa menggubris panggilan dari Caca. Bahkan setelah mematikan panggilan tersebut, dia tidak lagi menggubris getaran ponselnya dan sampai di perpus, Bejo langu sibuk dengan dunianya. Lama Bejo di sana dan hanya fokus pada berisan tulisan di dalam buku yang dia pegang saat ini sampai dimana ponselnya bergetar menandakan ada panggilan masuk untuknya. Awalnya dia pikir Mila yang menghubungi tetapi ternyata bukan. Panggilan itu berasal dari dosbingnya yang menggerakkan kaki Bejo untuk segera beranjak dari duduknya dan keluar dari sana. "Siang, Bu. Ada apa ya, Budos?""Kamu dimana , Jo?""Lagi nyari bahan, Bu.""Saya besok nggak ada di kampus. Mungkin ada lagi lusa atau bisa jadi tiga hari baru ke kampus karena untuk akhir-akhir ini saya akan sangat sibuk sekali. Kalau mau diskusi bisa di luar. Saya tunggu sekarang!" "Waahhh lama juga ya, Bu. Kalau sekarang saya harus temui Ibu dimana?" "Saya sharelok aja ya. Memang agak jauh dari kampus tapi mumpung saya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 146. Jampi-jampi

    Mila membuang muka dengan pipi yang merona dan itu tertangkap oleh netra Bejo sepenuhnya. Bejo kembali menyunggingkan senyum tetapi kali ini semakin tidak terlihat. Dia bergerak mendekati Mila dengan memiringkan kepalanya dan memperhatikan lamat-lamat wajah ayu itu. "Nyonya bertanya keikhlasan saya? Memangnya boleh jawab nggak ikhlas?" tanya Bejo dengan nada lembut dan Mila menoleh menatap ragu padanya. Bertepatan dengan itu kedua alisnya pun terangkat hingga Mila bergerak mendorong dadanya. "Jalan, Jo!" Bejo terkekeh melihat reaksi Mila kemudian melajukan mobilnya. "Kirain mau nembak saya tadi. Waaahhh bisa lari nyari pasir saya, Nya." "Mau apa nyari pasir?" tanya Mila bingung. "Buat guling-guling kaya kucing abis kawin." "Kamu tuh!" "Hahahahaha.... " Bejo pun melajukan mobilnya menuju toko roti tetapi ini bukan yang di pusat melainkan cabangnya. Mila ada jadwal mengecek di sana. Kalau ngampus sudah pasti Bejo akan terlambat. Beruntung tidak ada jadwal bertem

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 145. Dipangkas

    Bejo menyeringai mendengar apa yang Bibi sampaikan. Dia kembali menyuap makanannya, menyangga piring dengan duduk santai di samping rumah. Tadi sudah menghubungi Saka tetapi pria itu malah menyerahkan lagi padanya. Kadang Bejo berpikir, sebenarnya yang menjadi suami itu siapa. Urusan Mila semua dilimpahkan padanya. Kalau hitungan bayaran harusnya nambah lagi tetapi bagusnya Bejo tidak itungan sama sekali. "Orang mah lakinya tuh gue bukan si Saka. Lakinya udah kayak angkat tangan. Kalau bininya suka beneran sama gue, ngamuk tuh orang." Bejo menghabiskan makananya seraya mendengarkan kelanjutan drama yang terjadi di dapur. "BOHONG! Kamu tuh sebenarnya mau mengatakan sesuatu tetapi karena ada Mila, kamu jadi takut." "Nggak ada, Nyonya. Beneran nggak ada. Memang itu yang ingin saya sampaikan pada Nyonya. Nggak ada saya ingin menjelekkan hanya saja memang itu kan aib keluarga. Kalau yang Nyonya tau mereka harmonis padahal Tuan terlalu sibuk di luar." "Halah! Kamu tuh alasan saja

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status