Share

Bab 425. Asingkan!

Author: weni3
last update publish date: 2026-11-01 18:05:10

Bapak kembali Bejo berikan kertas dan juga bolpoin. Bejo memegang buku tersebut agar Bapak bisa menulis dengan bebas. Bejo terus memperhatikan sampai tangan Bapak terlihat bergoyang.

'Tolong jangan tinggalkan Mila!'

Kedua alis Bejo menukik melihat itu kemudian membuka lagi lembaran baru. Bejo ingin tau alasan atas apa yang beliau sampaikan. Bejo juga curiga kenapa Bapak seperti orang yang sangat mengenal dan tau hubungannya dengan Mila.

"Kenapa, Pak? Bapak percaya sama saya? Nyonya mas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Reny Sulisti
lama nunggunya,eh yg ada cuma 1 bab
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
lanjutikan masa cuman satu bab
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 427. Dikokop

    "Bang buryam tiga ya!" pinta Bejo kemudian duduk di kursi kayu yang ada di pinggir pagar rumah sakit. Bejo melihat jalanan yang masih sepi tetapi udara masih asri. Jarang-jarang kan bangun pagi langsung keluar beli bubur ayah begini. Situasi di rumah sakit juga masih sepi. Belum banyak orang berdatangan untuk memeriksakan diri. "Siap!" "Udah lama Bang dagang di sini?" tanya Bejo basa basi dari pada gabut nungguin. Lebih baik ajak ngobrol tukang bubur yang sedang bergerak cepat menyajikan pesanannya. "Lumayan, Mas. Ada kali sepuluh tahunan mah. Masnya ke sini nganter siapa?" "Nganter calon mertua," jawab Bejo asal. Dia sendiri cekikikan geli setelah menjawab demikian. Bejo pun kemudian beranjak dari sana dan mendekati Abang penjual yang sudah menyelesaikan pesanannya. "Wah udah punya calon mertua. Semoga langgeng ya, Mas! Siapa tau besok langsung ijab. Udah sakit kan?" "Lah si Abang doain cepat mati gitu maksudnya? Jangan, Bang! Air mata cewek saya mahal soalnya.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 426. Jelasin Dong!

    "Jo...." Usapan di kening Bejo rasakan menarik kedua mata hingga terbuka dan memandang Mila yang berdiri di sampingnya. Sontak Bejo pun beranjak dari duduknya kemudian terduduk memandang Mila. "Nyonya. Loh kok udah jalan-jalan? Infusnya kemana? Nggak dibawa? Jam berapa sih ini?" cecar Bejo kemudian mencari ponselnya untuk jam sedangkan Mila duduk di sampingnya dengan gerakan yang tenang. "Hah! Udah subuh? Cepat banget! Perasaan tadi baru aja merem. Tau-tau udah subuh aja. Emang nih waktu nggak ada ajinya banget sekarang," oceh Bejo setelah melihat jam yang sudah pagi bahkan sang fajar sudah bersiap untuk terbit. "Kamu nyenyak sekali, Jo. Capek ya?" tanya Mila dan Bejo menggelengkan kepala. Dia menoleh dan menggeser posisi agar bisa dengan mudah untuk memandang Mila yang kini memperhatikannya. "Nggak usah mikirin saya. Nyonya sudah membaik? Gimana tubuhnya sekarang? Matanya sampe pada bengkak begitu udah kayak digebukin orang serete." "RT!" "Udah biasa ah! Nyonya ngga

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 425. Asingkan!

    Bapak kembali Bejo berikan kertas dan juga bolpoin. Bejo memegang buku tersebut agar Bapak bisa menulis dengan bebas. Bejo terus memperhatikan sampai tangan Bapak terlihat bergoyang. 'Tolong jangan tinggalkan Mila!' Kedua alis Bejo menukik melihat itu kemudian membuka lagi lembaran baru. Bejo ingin tau alasan atas apa yang beliau sampaikan. Bejo juga curiga kenapa Bapak seperti orang yang sangat mengenal dan tau hubungannya dengan Mila. "Kenapa, Pak? Bapak percaya sama saya? Nyonya masih punya suami." Bapak menggelengkan kepala dengan kedua mata penuh dengan kegelisahan. Bapak terlihat begitu sangat resah akan pertanyaannya. "Bapak nggak percaya sama menantu Bapak?" Sebuah anggukan pun beliau berikan dan Bejo semakin intens memperhatikan beliau. Bejo menarik kursi kemudian duduk di samping beliau. "Kenapa, Pak?" tanya Bejo sangat ingin tau. Siapa tau beliau sebenarnya menyimpan sesuatu yang tersimpan karena terhalang tak bisa bicara. Kalau dilihat-lihat sebenarnya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 424.

    "Tulis lagi, Ayah!" Tangan ayah kembali bergerak dan Mila juga Bejo begitu sangat memperhatikan pergerakan tersebut. Kedua alis Bejo menukik melihat apa yang ayah tuliskan lagi di sana. 'Mila anak ayah' DEG Sontak Mila dan Bejo kembali saling memandang satu sama lain. Keduanya menatap saling tak percaya dengan apa yang ayah tuliskan. Tanpa diminta, beliau membocorkan sesuatu. Air mata Mila pun runtuh dan kembali memandang beliau. Mila meraih tangan ayah dan kembali bertanya meminta diyakinkan. "Jadi Mila bukan anak Ibu?" tanya Mila dan Ayah menggeleng kepala. Mila pun memejamkan kedua mata kemudian memeluk Ayah. Tangis wanita itu pecah hingga Bejo mendekati dan mengusap punggung Mila menguatkan wanita itu. Bejo mengenal nafas berat dan menatap ayah dari Mila dengan kedua mata berkaca-kaca. "Bisa-bisanya Bapak menikahi Dajjal. Kasihan Nyonya, Pak." Bejo sedih bukan karena Mila anak tiri dari Ibunya tetapi karena Mila selama ini hanya dijadikan tumbal oleh wanita s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 423. Tolong Mila!

    "Ya elaaaahhhh, intinya maunya sama gue kalau begini mah. Syulit-syulit!" Bejo mengusap kasar wajahnya tetapi berusaha untuk membujuk. Maunya, Keysa tidak banyak drama tetapi nyatanya beda. Keysa bahkan membuat Bejo tambah pusing saja. "Bu, yang ini juga nggak diragukan lagi kalau buat keperkasaannya. Walaupun masih ori lecet tangan doang, tapi dia gacor Bu. Dijamin puas deh! Kalau nggak enak balikin! Saya kasih gratis ongkir buat sekali coba. Gimana? Yang penting Ibu bisa tidur setelah itu kan?" "Memangnya siapa sih, Jo? Lagian kamu juga kenapa nggak mau banget sama saya? Sudah saya katakan, saya akan menjaga kerahasiaan ini. Nggak akan ada yang tau Jo. Aman!" "Bukan itu masalahnya, Bu. Saya sudah tidak bisa lagi diganggu gugat. Makanya saya carikan ibu yang yahuuut dan jaminan orangnya nurut. Mau diapain, suruh gaya apa juga manut. Pokoknya Bu Key nggak akan nyesel. Mau ya, Bu! Saya butuh informasi tentang Tuan, Bu. Jangan persulit itu!" "Saya tuh sebenarnya nggak per

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 422. Bisa Memuaskan

    Bejo mengusap kasar wajahnya. Dia terduduk di pinggir taman toko roti milik Mila. Satu batang rokok terselip di jemarinya. Sesekali dia menyesap mengepulkan asap yang mengudara. "Ya kali gue harus kawin dulu sama Keysa biar tau semuanya. Gue yakin, Keysa paham apa yang terjadi sama Saka. Selain kejahatan itu, pasti banyak boroknya Saka yang Keysa telen sendirian. Ahh monyet-monyet!" Bejo mengusap kepalanya sendiri. Pening sekali dia memikirkan tentang bab perkawinan dengan dosennya sedangkan ada Mila yang pastinya ngamuk kalau sampai itu dia lakukan. "Coba gue tanya aja kali ya. Siapa tau mau sama si Edo. Sama-sama batang. Edo juga masih perjaka. Ilang juga paling sama tangannya sendiri. Kali aja mau." Bejo menyesap lagi batang rokok yang masih separoh. Dia hendak mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Keysa tetapi Mila tiba-tiba sudah ada di hadapannya. "Jo kamu ngapain di sini? Ini apa? Kamu merokok? Sejak kapan?" cecar Mila dan Bejo mengangkat tangannya memamerkan pu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status