Share

Bab 75. Curiga

Author: weni3
last update publish date: 2026-07-16 17:15:28

Bejo dan Mila memperhatikan Saka yang memiliki kuasa. Saka yang bisa memecat dan menghentikan begitu saja pekerjaannya. Satu lagi, Saka juga yang memiliki kuasa besar di rumah ini.

"Sudah selesai tugas dia kalau kamu sudah sembuh. Sekarang giliran aku yang ingin tau hasilnya. Aku bayar dia mahal, Sayang! Harusnya kamu paham itu. Apa jangan-jangan kamu nyaman jadi sama sekali nggak mau sama aku?"

Bejo melirik Mila yang tak bisa mengatakan apa-apa. Mila membuatnya harus kembali ikut campur.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 102. Maniak

    "Malam Tuan. Tuan dimana? Kenapa tidak pulang?" "Kenapa kamu yang bawel? Istriku saja tidak sebawel kamu! Bagaimana selama aku tidak pulang? Ada perkembangan dengan istriku? Katanya dia sangat menikmati sekali bercumbu denganmu.""Betul, Tuan." Bejo menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Jawabannya demikian tetapi dia masih harus memikirkan efek dari setiap apa yang ia sampaikan. "Nyonya mengatakan begitu, Tuan?""Ya.""Ya memang Nyonya sudah sangat menikmati sekarang, Tuan. Hanya saja memang saya tidak bisa menjamin saat Nyonya menerima saya mau juga menerima Tuan atau tidak. Mungkin beda responnya, saya juga kurang paham Tuan."Bejo menjawab dengan sangat berhati-hati sekali. Padahal dia sendiri selesai dimanjakan oleh istri majikannya tersebut. "Baguslah! Setidaknya dia merasakan kenikmatan itu."Kedua alis Bejo menukik mendengar tanggapan dari Saka dan kembali bertanya. "Maaf Tuan, apa Tuan tidak ingin pulang dan melihat atau merasakan sendiri bagaimana has

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 101. Memanjakan

    Tangan Mila sengaja membantu Bejo membuka pengait yang ada di depan tepat bawah bagian yang merekah, bukan punggung bagian belakang yang mungkin sulit dijangkau oleh wanita itu. Lepas! Kedua buah yang indah, penuh, mulus, sangat berkilau di mata Bejo dan itu jelas sangat menggiurkan sekali. Jangan salahkan dia yang memakannya dengan lahap karena hal ini bukan untuk diabaikan. Remasan di sebelah sisi mengiringi hisapan yang kuat hingga membuat Mila semakin membusungkan dada. Sementara dia semakin gemas karena sudah lama tak berjumpa."Eugh... apa ini salah? Dia yang menyajikan dan dia yang mengijinkan, dia juga yang sudah membuatku hampir gila. Ah, Bejo! Gigit sedikit biar sakit di hatiku kalah dengan rasa ini."Bejo pun patuh. Sebenarnya tidak mau tetapi dia malah semakin gemas saja dengan Mila yang sangat agresif dan mulai ingin main-main lebih nakal lagi. Gigitan kecil pun dia berikan bahkan saat wanita itu mendesis merasakan sakit, Bejo hanya melepasnya sedikit dan semakin genc

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 100. Sensitif

    "Nanti aku kasih Bu, biarkan aku mengobrol dengan ayah dulu. Kenapa bisa sampai ayah sakit begini? Setauku Ayah itu sangat menjaga kesehatan. Makan juga dijaga sekali sampai diet gula dan minum air putih banyak. Ayah juga orang yang rajin olahraga. Kenapa tiba-tiba sekali sakit ginjal dan harus cuci darah terus?" "Jadi kamu mau memutar balikkan fakta dan menyalahkan Ibu yang nggak becus setelah Ibu singgung kamu dengan Saka? Iya? Kamu mau menuduh Ibu yang tidak bisa melayani ayan? Mau kamu tuh apa sih, Mila? Nggak paham Ibu sama kamu. Harusnya tuh bersyukur Ibu sehat bisa jaga ayah. Bukan malah curiga." "Bukan begitu, Bu. Semua pasti ada penyebabnya dan jangan sampai hal itu berlanjut hingga terus menyakiti tubuh Ayah. Aku nggak menyalahkan Ibu. Aku nggak menyalahkan siapa-siapa. Aku hanya ingin kita sama-sama memikirkan hal ini dulu. Jangan juga Ibu singgung aku dengan Mas Saka! Fokusnya pada ayah saja!" "Kenapa memangnya? Kenapa tidak boleh menyinggung Saka? Kamu pikir deng

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 99. Ada Singa Lepas

    "Ayo turun, Nyonya! Kenapa diam saja? Masih kepikiran sama tai kotok?" tanya Bejo seraya membuka pintu mobil untuk Mila. Bejo menahan tawa saat Mila menatapnya dengan tatapan yang penuh tanya sampai-sampai wanita itu masih terlihat bingung. Namun dia sama sekali tidak mau menjelaskan. Kalau sudah tidak paham ya sudah. Bejo hanya geli sendiri melihat ekspresi dari Mila. Mungkin memang karena mereka hidup di tempat berbeda. Bisa jadi Mila dulu hidupnya tidak seperti dia yang suka mbolang. Mila pun berpindah mobil sedangkan Bejo lebih dulu menghubungi Caca yang sudah pasti menunggu kabarnya. Bejo juga tidak boleh sembarangan sama orang mengenai barang mahal. "Sorry mobil lo kebawa. Gue buru-buru banget tadi. Mobil lo ada di kampus. Nanti bakal ada yang mulangin ke sana tapi bukan gue. Thanks udah dipinjemin. Tenang aja! Mobil lo aman. Gue harus kerja. soalnya." Bejo melirik pada Mila yang diam tetapi mendengarkan apa yang dia sampaikan saat menghubungi Caca. Wanita itu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 98. Apes

    "Mau apa kamu masih datang? Katanya sudah minta aku gantikan? Ini gaji terakhirmu dan jangan lagi kamu datang ke hadapanku!" Mila menyerahkan amplop coklat pada Bejo yang membuatnya sedikit kelabakan tetapi sebisa mungkin menutupi agar Mila tidak semakin berpikir kalau dia itu melakukan kesalahan. "Maaf Nyonya, apa yang anda pikirkan terlalu jauh. Tidak sejauh itu, Nyonya. Kami hanya minum bersama. saja. Lagian waktunya juga hanya telat dua menit satu detik. Saya udah ngebut banget sampe nggak mikirin nyawa saya. Yang penting sampai sini tepat waktu." "Oh jadi kalian mabuk?" tanya Mila dan tidak menggubris usaha Bejo sampai sini. "Astaga... " Bejo tercengang mendengar pertanyaan Mila. Pemikiran apa lagi ini? Rumit sekali bicara dengan seorang betina? Hhmmm... "Gini loh, Nyonya Sayang. Bukan minum alkohol bukan! Jangan salah paham!" Bejo melangkah mendekati meja Mila tetapi wanita itu malah membuang muka. "Nyonya nggak percaya sama saya?" Kedua alis Bejo terangkat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 97. Nanggung

    "Mobil aku enak 'kan? Kamu suka nggak, Jo?" tanya Caca yang sejak tadi mendadak bawel sekali. Padahal sudah dicuekin tapi masih saja mengajak bicara terus. Sementara Bejo susah kalau bukan dengan orang yang klik padanya. Begini saja rasanya mulut ingin menyemburkan banyak wejangan pada wanita yang ada di sampingnya tersebut tetapi yang keluar justru celetukan-celetukan yang membuat bibir Caca mencebik mendengarnya. Sudah begitu saja tidak terus diam melainkan Caca kembali bicara lagi, bertanya lagi dan lagi karena begitu sangat bahagia sekali bisa pulang dengan Bejo. "Enak." "Kamu suka aku juga suka. Kita sama-sama suka." "Nyanyi lo?" "Eh nggak. Lagi bicara tadi aku sama kamu." "Ck, diam makanya!" sahut Bejo sewot dan Caca kembali merapatkan bibir. "Jadi nanti beneran aku antar kamu lagi?" "Hhmm... " "Terus nanti aku baliknya gimana?" "Lo 'kan bawa mobil," jawab Bejo yang menoleh sekilas pada Caca. " Terus kamu ke rumah aku buat apa?" "Gue pute

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status