Compartir

Bab 78. Kehausan

Autor: weni3
last update Fecha de publicación: 2026-07-17 12:45:39

"Iya, Nyonya. Ada apa?" tanya Bejo dengan suara lirih dan Mila terlihat sulit menelan salivanya.

Sementara tangannya masih ada di bibir wanita itu, jemari menyentuh seraya terus memperhatikan wajah cantik Mila.

Kedua matanya mendapati ekspresi Mila yang tak terbaca. Wanita itu nampak gelisah dan tak lama menutup mata dengan sedikit mendongak memamerkan bagian lainnya.

Kedua alisnya pun terangkat melihat itu. Entah apa yang Mila inginkan tetapi dengan posisi wanita itu sekarang malah me
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Yus Lina
cerita yang menarik
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 101. Memanjakan

    Tangan Mila sengaja membantu Bejo membuka pengait yang ada di depan tepat bawah bagian yang merekah, bukan punggung bagian belakang yang mungkin sulit dijangkau oleh wanita itu. Lepas! Kedua buah yang indah, penuh, mulus, sangat berkilau di mata Bejo dan itu jelas sangat menggiurkan sekali. Jangan salahkan dia yang memakannya dengan lahap karena hal ini bukan untuk diabaikan. Remasan di sebelah sisi mengiringi hisapan yang kuat hingga membuat Mila semakin membusungkan dada. Sementara dia semakin gemas karena sudah lama tak berjumpa."Eugh... apa ini salah? Dia yang menyajikan dan dia yang mengijinkan, dia juga yang sudah membuatku hampir gila. Ah, Bejo! Gigit sedikit biar sakit di hatiku kalah dengan rasa ini."Bejo pun patuh. Sebenarnya tidak mau tetapi dia malah semakin gemas saja dengan Mila yang sangat agresif dan mulai ingin main-main lebih nakal lagi. Gigitan kecil pun dia berikan bahkan saat wanita itu mendesis merasakan sakit, Bejo hanya melepasnya sedikit dan semakin genc

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 100. Sensitif

    "Nanti aku kasih Bu, biarkan aku mengobrol dengan ayah dulu. Kenapa bisa sampai ayah sakit begini? Setauku Ayah itu sangat menjaga kesehatan. Makan juga dijaga sekali sampai diet gula dan minum air putih banyak. Ayah juga orang yang rajin olahraga. Kenapa tiba-tiba sekali sakit ginjal dan harus cuci darah terus?" "Jadi kamu mau memutar balikkan fakta dan menyalahkan Ibu yang nggak becus setelah Ibu singgung kamu dengan Saka? Iya? Kamu mau menuduh Ibu yang tidak bisa melayani ayan? Mau kamu tuh apa sih, Mila? Nggak paham Ibu sama kamu. Harusnya tuh bersyukur Ibu sehat bisa jaga ayah. Bukan malah curiga." "Bukan begitu, Bu. Semua pasti ada penyebabnya dan jangan sampai hal itu berlanjut hingga terus menyakiti tubuh Ayah. Aku nggak menyalahkan Ibu. Aku nggak menyalahkan siapa-siapa. Aku hanya ingin kita sama-sama memikirkan hal ini dulu. Jangan juga Ibu singgung aku dengan Mas Saka! Fokusnya pada ayah saja!" "Kenapa memangnya? Kenapa tidak boleh menyinggung Saka? Kamu pikir deng

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 99. Ada Singa Lepas

    "Ayo turun, Nyonya! Kenapa diam saja? Masih kepikiran sama tai kotok?" tanya Bejo seraya membuka pintu mobil untuk Mila. Bejo menahan tawa saat Mila menatapnya dengan tatapan yang penuh tanya sampai-sampai wanita itu masih terlihat bingung. Namun dia sama sekali tidak mau menjelaskan. Kalau sudah tidak paham ya sudah. Bejo hanya geli sendiri melihat ekspresi dari Mila. Mungkin memang karena mereka hidup di tempat berbeda. Bisa jadi Mila dulu hidupnya tidak seperti dia yang suka mbolang. Mila pun berpindah mobil sedangkan Bejo lebih dulu menghubungi Caca yang sudah pasti menunggu kabarnya. Bejo juga tidak boleh sembarangan sama orang mengenai barang mahal. "Sorry mobil lo kebawa. Gue buru-buru banget tadi. Mobil lo ada di kampus. Nanti bakal ada yang mulangin ke sana tapi bukan gue. Thanks udah dipinjemin. Tenang aja! Mobil lo aman. Gue harus kerja. soalnya." Bejo melirik pada Mila yang diam tetapi mendengarkan apa yang dia sampaikan saat menghubungi Caca. Wanita itu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 98. Apes

    "Mau apa kamu masih datang? Katanya sudah minta aku gantikan? Ini gaji terakhirmu dan jangan lagi kamu datang ke hadapanku!" Mila menyerahkan amplop coklat pada Bejo yang membuatnya sedikit kelabakan tetapi sebisa mungkin menutupi agar Mila tidak semakin berpikir kalau dia itu melakukan kesalahan. "Maaf Nyonya, apa yang anda pikirkan terlalu jauh. Tidak sejauh itu, Nyonya. Kami hanya minum bersama. saja. Lagian waktunya juga hanya telat dua menit satu detik. Saya udah ngebut banget sampe nggak mikirin nyawa saya. Yang penting sampai sini tepat waktu." "Oh jadi kalian mabuk?" tanya Mila dan tidak menggubris usaha Bejo sampai sini. "Astaga... " Bejo tercengang mendengar pertanyaan Mila. Pemikiran apa lagi ini? Rumit sekali bicara dengan seorang betina? Hhmmm... "Gini loh, Nyonya Sayang. Bukan minum alkohol bukan! Jangan salah paham!" Bejo melangkah mendekati meja Mila tetapi wanita itu malah membuang muka. "Nyonya nggak percaya sama saya?" Kedua alis Bejo terangkat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 97. Nanggung

    "Mobil aku enak 'kan? Kamu suka nggak, Jo?" tanya Caca yang sejak tadi mendadak bawel sekali. Padahal sudah dicuekin tapi masih saja mengajak bicara terus. Sementara Bejo susah kalau bukan dengan orang yang klik padanya. Begini saja rasanya mulut ingin menyemburkan banyak wejangan pada wanita yang ada di sampingnya tersebut tetapi yang keluar justru celetukan-celetukan yang membuat bibir Caca mencebik mendengarnya. Sudah begitu saja tidak terus diam melainkan Caca kembali bicara lagi, bertanya lagi dan lagi karena begitu sangat bahagia sekali bisa pulang dengan Bejo. "Enak." "Kamu suka aku juga suka. Kita sama-sama suka." "Nyanyi lo?" "Eh nggak. Lagi bicara tadi aku sama kamu." "Ck, diam makanya!" sahut Bejo sewot dan Caca kembali merapatkan bibir. "Jadi nanti beneran aku antar kamu lagi?" "Hhmm... " "Terus nanti aku baliknya gimana?" "Lo 'kan bawa mobil," jawab Bejo yang menoleh sekilas pada Caca. " Terus kamu ke rumah aku buat apa?" "Gue pute

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 96. Makan Orok

    "Buseh dah! Untung ini mobil dia sendiri, mau dibanting, dibakar, bodo amat. Si Nyonya cepet banget bad mood-nya. Haish... Lupa gue kalau dia lagi PMS. Harusnya tadi jangan bahas itu ya. Eh tapi kenapa kudu marah? Nggak demen banget gue sama Caca. Bukannya ACC punya pacar? Masa' iya..... " Bejo terdiam setelah memikirkan itu kemudian menghela nafas berat dan menyandarkan tubuhnya. "Nggak tanggung jawab gue kalau Nyonya pakai hati. Kena ini kayaknya. Mana udah di ulti sama Tuan lagi." Bejo seperti makan buah simalakama kalau sampai membuat istri orang suka padanya. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap profesional kerja. Eh malah istri majikannnya yang sepertinya memang mulai ada rasa tetapi belum sadar juga. "Nggak taulah! Ngampus dulu aja. Jangan mikirin begituan! Gue jadi pusing sendiri kalau begini." Bejo melanjutkan perjalanan menuju kampus. Seperti biasa, tidak ada hal yang membuatnya mangkir. Bejo langsung saja menuju kelas karena waktu sudah m

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status