Share

Bab 97. Nanggung

Penulis: weni3
last update Tanggal publikasi: 2026-07-24 18:41:00

"Mobil aku enak 'kan? Kamu suka nggak, Jo?" tanya Caca yang sejak tadi mendadak bawel sekali.

Padahal sudah dicuekin tapi masih saja mengajak bicara terus. Sementara Bejo susah kalau bukan dengan orang yang klik padanya.

Begini saja rasanya mulut ingin menyemburkan banyak wejangan pada wanita yang ada di sampingnya tersebut tetapi yang keluar justru celetukan-celetukan yang membuat bibir Caca mencebik mendengarnya.

Sudah begitu saja tidak terus diam melainkan Caca kembali bicara lagi, b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 98. Apes

    "Mau apa kamu masih datang? Katanya sudah minta aku gantikan? Ini gaji terakhirmu dan jangan lagi kamu datang ke hadapanku!" Mila menyerahkan amplop coklat pada Bejo yang membuatnya sedikit kelabakan tetapi sebisa mungkin menutupi agar Mila tidak semakin berpikir kalau dia itu melakukan kesalahan. "Maaf Nyonya, apa yang anda pikirkan terlalu jauh. Tidak sejauh itu, Nyonya. Kami hanya minum bersama. saja. Lagian waktunya juga hanya telat dua menit satu detik. Saya udah ngebut banget sampe nggak mikirin nyawa saya. Yang penting sampai sini tepat waktu." "Oh jadi kalian mabuk?" tanya Mila dan tidak menggubris usaha Bejo sampai sini. "Astaga... " Bejo tercengang mendengar pertanyaan Mila. Pemikiran apa lagi ini? Rumit sekali bicara dengan seorang betina? Hhmmm... "Gini loh, Nyonya Sayang. Bukan minum alkohol bukan! Jangan salah paham!" Bejo melangkah mendekati meja Mila tetapi wanita itu malah membuang muka. "Nyonya nggak percaya sama saya?" Kedua alis Bejo terangkat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 97. Nanggung

    "Mobil aku enak 'kan? Kamu suka nggak, Jo?" tanya Caca yang sejak tadi mendadak bawel sekali. Padahal sudah dicuekin tapi masih saja mengajak bicara terus. Sementara Bejo susah kalau bukan dengan orang yang klik padanya. Begini saja rasanya mulut ingin menyemburkan banyak wejangan pada wanita yang ada di sampingnya tersebut tetapi yang keluar justru celetukan-celetukan yang membuat bibir Caca mencebik mendengarnya. Sudah begitu saja tidak terus diam melainkan Caca kembali bicara lagi, bertanya lagi dan lagi karena begitu sangat bahagia sekali bisa pulang dengan Bejo. "Enak." "Kamu suka aku juga suka. Kita sama-sama suka." "Nyanyi lo?" "Eh nggak. Lagi bicara tadi aku sama kamu." "Ck, diam makanya!" sahut Bejo sewot dan Caca kembali merapatkan bibir. "Jadi nanti beneran aku antar kamu lagi?" "Hhmm... " "Terus nanti aku baliknya gimana?" "Lo 'kan bawa mobil," jawab Bejo yang menoleh sekilas pada Caca. " Terus kamu ke rumah aku buat apa?" "Gue pute

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 96. Makan Orok

    "Buseh dah! Untung ini mobil dia sendiri, mau dibanting, dibakar, bodo amat. Si Nyonya cepet banget bad mood-nya. Haish... Lupa gue kalau dia lagi PMS. Harusnya tadi jangan bahas itu ya. Eh tapi kenapa kudu marah? Nggak demen banget gue sama Caca. Bukannya ACC punya pacar? Masa' iya..... " Bejo terdiam setelah memikirkan itu kemudian menghela nafas berat dan menyandarkan tubuhnya. "Nggak tanggung jawab gue kalau Nyonya pakai hati. Kena ini kayaknya. Mana udah di ulti sama Tuan lagi." Bejo seperti makan buah simalakama kalau sampai membuat istri orang suka padanya. Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap profesional kerja. Eh malah istri majikannnya yang sepertinya memang mulai ada rasa tetapi belum sadar juga. "Nggak taulah! Ngampus dulu aja. Jangan mikirin begituan! Gue jadi pusing sendiri kalau begini." Bejo melanjutkan perjalanan menuju kampus. Seperti biasa, tidak ada hal yang membuatnya mangkir. Bejo langsung saja menuju kelas karena waktu sudah m

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 95. Salfok

    [Jo jadinya kapan kamu ke rumah aku? Pagi ini atau besok usai kampus? Kayaknya lebih baik pulang kampus aja deh. Kita bisa agak lama ngobrolnya. Bisa juga belajarnya jadi di rumah aku. Gimana?"] Bejo berdecak kala melihat pesan masuk dari Caca. Baru juga melek mata, sudah ada yang menanyakan demikian. Kalau misal bukan karena penasaran akan wanita itu, malas sekali Bejo harus berurusan dengan perempuan yang satu ini. Hidupnya masih terlalu sibuk untuk hal yang tak guna tetapi semua menjadi berguna setelah dia masuk di keluarga Saka. Yang berkaitan dengan majikannya menjadi penting walaupun terpaksa. [Nanti gue kabarin. Kalau pagi ini nggak bisa.] [Oke.] Jawaban dari Bejo yang hanya sekedar itu saja sudah bisa membuat Caca senang sekali. Bagaimana kalau sampai didatangi rumahnya oleh Bejo? "Banyak banget jadwal gue perasaan. Nyari tau ceweknya si dokter juga lagi. Ribet bin repot emang!" gumam Bejo kemudian menarik diri dari atas ranjang dan segera mempersiapkan semuanya sebel

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 94. Gemas

    "Saya tunggu kamu di halaman belakang sekarang juga, Jo!" Mendapati itu, Bejo pun segera melajukan motornya dengan cepat untuk segera pulang ke rumah. Sampai di rumah pun, segera dia melepas helm tanpa memperdulikan jaketnya. Bejo segera berlari masuk ke dalam rumah dan menemui Mila yang sudah ada di pinggir kolam. Kedua alisnya menukik saat melihat keberadaan Mila di sana. Baru juga Mila sembuh, tapi sudah main air lagi. Apa tidak kapok kemarin sakit sampai panas tinggi? "Nyonya ngapain malam-malam duduk di situ? Lagi belajar jadi duyung?" tanya Bejo yang kini sudah berdiri di belakang Mila. Namun wanita itu tidak sama sekali menoleh kepadanya dan hanya diam memperhatikan air. "Nya, Nyonya kenapa? Kok Nyonya diam aja? Ini Nyonya 'kan?" tanya Bejo sampai terdengar decakan lembut dari Mila. " Kamu kemana saja jam segini baru pulang? Pacaran?" tanya Mila yang kini menoleh memperhatikannya. Alis Bejo terangkat menangkap wajah Mila yang terlihat masih sedikit pucat tapi

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 93. Sugar Baby

    Bejo belum membuka pesan dari Mila. Kesibukannya membuat Bejo tidak banyak memiliki waktu untuk itu. Sampai siang dan jam ngampus selesai, masih ada kegiatan lainnya yang kebetulan sekali bisa dia ikuti karena masih free dari pekerjaannya. Keluar ruangan langit sudah mendung. Bejo tentu saja tidak sendiri saat ini. Dia bersama dengan kedua temannya mau mampir dulu di warung soto untuk makan siang yang sudah kesorean. "Begini kalau sok sibuk. Waktunya pulang malah masih banyak banget kegiatan. BTW lo makan dua mangkok, Jo?" tanya Didi dengan wajah yang begitu sangat terkejut sekali setelah melihat Ibu yang punya warung memberikan empat mangkok soto dan yang dua langsung diambil alih oleh Bejo. "Laper gue dari kemarin sore nggak makan. Sekarang udah ketemu sore lagi. Masih bisa berdiri juga udah bagus." "Apanya yang berdiri, Jo?" sahut Edo bercanda. "Leher loe yang berdiri, Do!" celetuk Bejo dan Edo terkekeh mendengar itu. Mereka pun lanjut makan. Bejo hampir lupa kalau

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status