LOGINBab 306. Kesimpulan.Bersamaan dengan berhasilnya Shizi membuat pil bintang empat, kembali ia merasakan tarikan keluar dari bola cair yang adaJiwa Shizi kembali ke dalam tubuhnya. Pil yang ada di tangannya menghilang sesaat setelah jiwanya kembali.“Ah, aku lupa jika tadi aku hanya jiwaku saja yang berada di dalam sana, tapi apa yang kuperoleh ternyata tidak hilang dan menjadi kemampuanku. Sekarang dengan begini aku adalah alkemis bintang empat!” batin Shizi sumringah.Bola cair yang melayang di udara kini kembali ke telapak tangan sang elf dua warna tersebut."Tidak buruk, kau naik ke kelas bintang empat dalam tempo yang sangat singkat. Selamat anak manusia," Ujar sang Elf datar."Apakah berarti aku lulus ujian kedua ini?" tanya Shizi sumringah dan percaya diri."Belum! " Jawab sang elf dua warna itu datar.Sontak perkataan sang elf itu langsung membuat kening Shizi mengernyit dan jelas membuatnya kebingungan." Maksud senior bagaimana?" tanya Shizi cepat."Karena ujian sebenarnya
Bab 305. Cair dan KristalShizi membuka matanya saat tangannya dijulurkan ke depan.Dalam kegelapan pekat yang melanda itu,ia bisa merasakan jika di depannya ada semacam dinding energi yang berada di hadapannya.Tanpa ragu, Shizi masuk kedalam dinding energi tersebut.Wush.Shizi membuka matanya saat dirinya telah melewati dinding energi tersebut. Matanya memicing saat ia melihat ada sosok manusia dengan tubuhnya yang setengah berwarna hitam dan setengahnya lagi berwarna putih.Shizi segera berjalan ke arah manusia dua warna tersebut dan berdiri di hadapannya. Ia terkejut saat melihat bentuk daun telinganya yang sangat runcing, berbeda dari manusia kebanyakan.“Apakah mereka manusia atau ini yang disebut sebagai elf?” batin Shizi.Tak banyak berpikir ia pun mulai membuka percakapan dengan siluet tersebut."Salam senior,aku Shizi!" ujar Shizi sopan sambil memberi hormat pada manusia dua warna tersebut." Kau seorang manusia? " tanyanya datar namun terdengar jelas ada rasa sedikit tak pe
Bab 304. Melihat yang tak terlihat"Apa kau sudah siap,anak muda?" tanya Patriark Ning Gang."Siap Patriark!" jawab Shizi penuh keyakinan."Berdirilah di tengah formasi diagram yang kami buat," pinta Patriark Ning Gang.Segera Shizi pergi ke tempat yang ditunjukan oleh Patriark Ning Gang, bersamaan dengan itu, Patriark Ning Gang, Wu Chan, empat Tetua dan petinggi Sekte cultivator kegelapan Bintang Hitam berdiri mengitari diagram tersebut."Kami akan mengirimmu ke tanah suci kami, disana kau akan menemukan jalanmu," ujar Wu Chan penuh penekanan."Namun, ada satu hal yang harus kau ketahui, meski kami mengirimmu ke tanah suci kami, tapi semua tergantung takdirmu juga!" seru Patriark Ning Gang."Apa maksudnya itu, Patriark?" tanya Shizi heran."Leluhur Ning pernah mengatakan, setiap orang yang akan mengikuti ujian pewaris akan melewati tantangan berbeda beda. Yang terberat adalah harus melalui ujian di tanah suci, lalu barulah ke wilayah kegelalan. Dari sana, semua akan mengalir seperti
Bab 303. Tanda bintang dan dunia kecil.Chapter - Flashback.Setelah pertarungan dengan pemimpin Klan Mu, Mu Rong berakhir, Shizi melihat bola miasma hitam yang sebelumnya diserap Mu Rong kini keluar dari tubuhnya.Array delapan pilar dewa yang dibuatnya kembali dikendalikan olehnya untuk memenjarakan bola miasma hitam tersebut.Xiao Mei dan Yue Hua tertegun di tempatnya, mereka benar-benar tak mengerti apa yang sedang dilakukan pemimpin Klan Tufu tersebut.Namun mereka bisa melihat raut wajah serius Shizi yang menandakan jika bola miasma itu pastinya tidak sesederhana yang mereka pikirkan.“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Xiao Mei cepat.“Aku akan menyegel miasma iblis ini karena jika dibiarkan akan menyebar di udara dan itu akan menjadi bencana!” jawabnya tanpa melirik kedua Matriark.Tentunya mereka paham dengan maksud perkataan Shizi dimana pasukan iblis yang sebelumnya mereka lawan pasti akan kembali bangkit oleh miasma tersebut.Terbayang oleh mereka bagaimana miasma iblis itu
Bab 302. Picatrix Bugh….Bruk. "Argh!" "Apa yang kau lakukan padaku?" teriak Ning Wen saat melihat di salah satu lengannya terdapat satu mantra yang menempel dan membakar kulit tangannya. Shizi yang mengunci pergerakan Ning Wen di tanah dan yang menempelkan mantra tersebut langsung menyeringai padanya. "Apa perlu kau bertanya padaku sedangkan kau sendiri sudah mengetahui jawabannya?" jelas Shizi yang tak mampu dijawab kembali oleh Ning Wen. Shizi kembali mengangkat kepalan tangannya untuk memukulinya kembali. Tanpa ampun ia menghantamkan kepalan tangannya pada wajah dan tubuh cultivator kegelapan berparas tampan tersebut. "Hentikan, anak muda! L" seru Ning Gang pada Shizi dengan emosi. "Kenapa kau memukulnya?" tanya Ning Gang tampak kesal. "Menurutmu kenapa?" Shizi balik bertanya dengan santai tanpa memperdulikan seruan dari Ning Gang. "Anak muda, jaga ucapanmu! Ia adalah Patriark kami!" jelas seorang pria paruh baya yang yang berada di dekat Ning Gang. Shizi bersikap acuh
Bab 301. Arti warnaShizi segera menuju cultivator kegelapan yang berkulit merah. Hal itu dilakukan karena setelah ia memeriksa dua cultivator kegelapan berbeda warna itu, ia menemukan satu hal yang menjadi perbedaan mencolok pada racun yang ada di tubuh para cultivator kegelapan tersebut.Cultivator kegelapan dengan kulit berkulit merah memiliki kadar racun yang terbilang setengah matang. Dengan kata lain, makhluk hidup berkulit hitam yang menjadi parasit di dantian cultivator kegelapan yang dijadikan inangnya baru menguasai setengah dari kesadaran sang inang.Sedangkan cultivator kegelapan dengan kulit berkulit hitam, telah dikuasai sepenuhnya oleh makhluk hidup tersebut. Meski begitu, Shizi masih merasakan keanehan kenapa para cultivator kegelapan berkulit hitam ini karena tidak bersikap agresif seperti yang Matriark Wu Chan sampaikan."Ada hal yang aneh! Berpikir Shizi, berpikir!" ujar Shizi bermonolog sambil memasukan pil pil anti kutukannya pada para cultivator kegelapan berwa







