Share

19. Kepungan

Author: Pancur Lidi
last update publish date: 2026-02-24 18:26:12

Talang Mayan kembali memeriksa beberapa mayat untuk mencari penawar racun dari senjata yang mereka miliki. Dengan pengalamannya yang cukup banyak, Talang Mayan akhirnya mendapatkan penawar itu yang di simpan di dalam gigi palsu.

‘Cara yang cerdik,’ ucap Talang Mayan.

Untuk berjaga-jaga di hari depan, Talang Mayan segera mengambil semua penawar racun dari gigi-gigi palsu para pendekar aliran hitam, sebelum kemudian dia berlari lagi menunju murid Sekte Empu.

“Kau sudah kembali?” Pelisik menatap T
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   98. Mandi di Sungai

    Malam itu, hubungan antara Talang Mayan dan Putri Intan Selake terasa lebih hangat. Siapa yang menduga, jika Intan Selake merupakan gadis yang gemar berbicara, penuh canda jenaka, dan sesekali menunjukan sifat marah sebagaimana wanita pada umumnya.Di sisi lain, Talang Mayan dengan hati sedingin es yang nyaris tidak memiliki emosi sama sekali, kini menjadi lebih lunak di hadapan gadis tersebut. Ya, tidak banyak orang yang bisa membuat hatinya menjadi lebih hangat, hanya bisa dihitung oleh lima jari tangan saja.Namun malam ini, rasanya sedikit berbeda. Setiap kali Talang Mayan mengintip wajah Intan Selake dari celah lubang topeng, jantungnya terasa akan melompat keluar dari dadanya sendiri.Malam itu, Putri Intan Selake tidur bersandar di batang pohon. Melihatnya, Talang Mayan melepaskan jubah hitamnya, dan menyelimuti tubuh gadis tersebut.Sebagai orang yang peminum, Talang Mayan tidak pernah bisa benar-benar tidur dengan nyenyak, apa lagi ada sosok gadis yang harus dia jaga malam i

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   97. Ikan Bakar

    Dalam kesendiriannya setelah mengalahkan Jantung Iblis, mendadak Putri Intan Selake muncul di belakang Talang Mayan, di Desa Raya Keling yang kini sudah tidak memiliki warganya lagi.Kala itu, Talang Mayan terlihat duduk di kursi panjang dengan arak di tangannya. Setelah pertarungan yang melelahkan, pemuda itu berencana untuk berisitirahat beberapa hari di sini sebelum kembali ke Istana Indraprasta untuk melaporkan hasil misi.Namun dia tidak menduga, -yang dikira semua orang sudah kembali ke Istana, rupanya Putri Intan Selake diam-diam mengikuti pemuda tersebut.“Tuan Putri ..,” ucap Talang Mayan, sedikit tersedak oleh arak yang dia minum.“Kau sudah mengetahui namaku, tapi aku belum mengetahui namamu,” ucap Putri Intan Selake, dan diapun duduk di sebelah Talang Mayan sembari meletakan pedang pusaka es di pangkuannya.“Apalah arti sebuah nama,” kata Talang Mayan, “kadang kala seseorang bisa melupakannya dengan sangat mudah?”“Aku mendengar semua tentang Pendekar Bertopeng Hitam yang

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   96. Akhir dari Jantung Iblis

    “Astaga, berapa banyak barang berharga yang dimiliki orang ini?!” Senopati Anom yang dari tadi selalu memasang standar kehormatan yang tinggi di hadapan para pendekar, akhirnya memasang wajah yang konyol ketika melihat Cakram Sudra yang keluar dari dalam telapak tangan Talang Mayan.Dengan mata terbelalak tak percaya, dan mulut sedikit terbuka, hingga mungkin lalat bisa masuk tanpa dia sadari, Senopati itu kembali berkata, “dua harta pusaka, itu tidak ternilai dengan apapun, tidak dengan harta, jabatan dan status.”Sementara itu, Putri Intan Selake melirik ke arah Talang Mayan sejenak, hatinya berdebar saat merasakan gejolak dari Cakram Sudra.Lalu menyeranglah gadis itu lebih dahulu ke arah para tetua yang berdiri congak di atas markas mereka. Energi yang dingin membekukan udara dalam hitungan detik, memutihkan seluruh udara di sekitar tempat itu.Markas itu dengan cepat menjadi bangunan es yang berkilauan saat ini, tapi bahkan serangan yang sesungguhnya belum menyentuh para tetua it

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   95. Menolak Menyerah

    Harta yang sangat berharga. Inilah kalimat yang terlintas dalam benak para pendekar dan para prajurit yang menyaksikan kemenangan Talangan Mayan atas pimpinan tertinggi Jantung Iblis.Belati Dasakala, adalah harta berharga yang membuat orang lain merasa iri, sekaligus takut berhadapan dengan Talang Mayan. Semua pendekar di level tanpa tanding, bisa merasakan roh senjata yang bersemayam di dalam belati itu, bukan berasal dari jiwa siluman.“Jiwa yang begitu liar, jahat, dan kuat,”kata salah satu dari tetua Jantung Iblis, “tidak salah lagi, itu adalah Jiwa Dasakala.”“Bocah itu terlalu beruntung, bisa menjadikan Dasakala sebagai roh senjata miliknya.”“Beruntung?” Senopati Anom yang mendengar perkataan para tetua Jantung Iblis lansung menyela, “Tidak ada keberuntungan di dunia ini. Jika kau mendapatkan sesuatu yang berharga, itu karena hasil dari penderitaan yang kau alami di masa lalu.”Senopati Anom kemudian mengangkat telapak tangannya ke atas, di saat yang sama pula, semua prajurit

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   94. Belati yang liar

    Rewak mulai menggunakan potensi pedang jantung iblis kehancuran, tapi di sisi lain, Talang Mayan dengan Belati Dasakala yang terbang dengan kehendaknya sendiri tidak menunjukan rasa gentar sedikitpun.Belati Dasakala terbang ke langit, kemudian meluncur dengan kecepatan tinggi dan langsung bertemu dengan pedang Rewak yang dikenal sangat menakutkan. Dalam adu kekuatan senjata, energi yang benturan yang dihasilkan oleh ke duanya berhasil menyapu bersih medan pertempuran di sekitar mereka.Tanah terkelupas, gelombang kejut menghempaskan segala benda, dan di situ, Rewak harus menahan tekanan energi belati yang terus menyerangnya dari segala arah.-Jurus Lingkaran Maut-Talang Mayan tidak membuang-buang kesempatan, di saat belati Dasakala sibuk menyerang dan membatasi pergerakan Rewak, Talang Mayan justru memanfaatkan situasi itu untuk melancarkan serangan yang tidak terduga.Tanpa dua belati, Talang Mayan terpaksa menggunakan semua sayap-sayap lebah untuk melengkapi serangannya.“Cih,” Re

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   93. Teknik Terlarang

    Semua tetua Jantung Iblis hanya bisa menahan amarah saat murid-murid kesayangan mereka dibunuh oleh Talang Mayan dengan cara yang tidak mereka mengerti sama sekali. Meskipun para murid itu masih berada di level Pilih Tanding, tapi mereka sudah berada di level puncak yang setengah langkah lagi mencapai level tanpa tanding.Sementara itu, Talang Mayan sendiri hanyalah pemuda kemarin sore yang kebetulan memiliki keberuntungan sehingga kini memiliki energi spiritual sebanyak 61 cakra.Namun di sisi lain, Putri Intan Selake yang melihat tindak tanduk Talang Mayan dalam menghadapi musuh-musuhnya, malah terpukau dan semakin bertambah kagum. Meskipun energi spiritual pemuda itu jauh di bawanya, tapi teknik, pengalaman, ketenangan dan mungkin beberapa hal yang lain, jauh melampaui putri itu sendiri.“Seharusnya, kau tidak mengutus pendekar pilih tanding untuk melawanku,” kata Talang Mayan, yang kini menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan Pimpinan Jantung Iblis yang terkenal menyeramkan

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   92. Di hadapan Ketakutan

    “Dia ... dialah pendekar yang sudah menyelamatkan desa kami, Tuan.” Dua gadis cantik desa Raya Keling segera melaporkanya kepada Senopati Anom. Menurut gadis itu, jika bukan karena pendekar bertopeng itu, Desa Raya Keling mungkin benar-benar hancur saat ini di tangan Demang Raya Keling.Karena dia

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   91. Menyelamatkan Putri

    Dalam beberapa detik ke depan, Putri Intan Selake bisa merasakan bahaya yang datang cepat ke arah dirinya. Sosok pria botak meluncur seperti anak panah, kini akan membunuhnya dalam beberapa detik yang cepat.Dalam keadaan seperti ini, Putri Intan Selake hanya bisa menggigit bibirnya karena kesal se

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   90. Pria Bencong

    Putri Intan Selake berusaha mati-matian melawan kantuk setelah racun penidur terhirup oleh gadis tersebut. Padahal, dia sudah mengantisipasi racun itu dengan tidak menghirup udara saat serbuk racun digunakan, akan tetapi ternyata efek dari racun masih dapat dirasakan oleh gadis itu.Di satu sisi, S

  • Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis   88. Kedatangan Intan Selake

    Di luar sana. Keadaan tampak tegang, Sekte Jantung Iblis mendapatkan tamu dari Istana Indraprasta, setelah dua gadis yang diutus oleh Talang Mayan 3 bulanan yang lalu, malah mendatangi Istana dan melaporkan keadaan desa mereka kepada Kelompok Parasura.Saat ini, lebih dari 10 Pendekar Parasura diki

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status