مشاركة

Bab 162 Season 2

مؤلف: Yuri
last update تاريخ النشر: 2026-07-31 09:30:26
​TOK! TOK! TOK!

​Gema ketukan palu kayu membentur meja hakim, memotong bisik-bisik tegang yang sempat memenuhi ruang sidang tertutup di New York itu. Hakim wanita senior bersetelan jubah hitam merapikan kacamata baca, menyapu pandangan dingin ke kedua belah pihak.

​"Sidang gugatan perceraian dan hak klaim aset antara Nyonya Caroline lawan Tuan Kaze resmi dibuka," suara Hakim menggema tegas. "Kedua belah pihak dilarang menginterupsi tanpa izin Majelis. Pengacara Pemohon, silakan sampaikan poi
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 165 Season 2

    ​Keheningan yang lega perlahan membalut ruang sidang yang baru saja usai dari badai. Usai dekapan hangatnya bersama Kaze mereda, pandangan Caroline bergeser ke arah sudut ruangan. Matanya yang kini jernih tertuju pada satu sosok gadis muda yang masih berdiri membisu.​Verlyn. Putrinya. Sosok yang paling banyak menanggung beban dan tekanan di tengah pusaran manipulasi ini.​Di samping Verlyn, Kayn tetap berdiri setia bagai benteng pelindung yang tak tergoyahkan.​Dengan langkah pelan dan jemari yang sedikit gemetar, Caroline berjalan mendekati Verlyn. Setiap pijakannya terasa berat oleh gejolak rasa bersalah yang membakar dada.​"Verlyn..." panggil Caroline, suaranya parau dan bergetar menahan tangis.​Verlyn mendongak, menatap ibunya yang kini memandangnya dengan tatapan hangat yang sudah sangat lama tidak ia lihat. Tatapan seorang ibu yang benar-benar mengenalinya.​"I-Ibu..." desis Verlyn pelan.​Tanpa sanggup menahan emosinya lagi, Caroline langsung berlutut kecil di hadapan Verlyn

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 164 Season 2

    ​Hakim wanita itu menerima map cokelat tebal yang diserahkan Verlyn atas arahan Cherryn. Jemari sang Hakim dengan cermat membuka segelnya, menarik keluar bundel berkas tebal yang memadukan rekam medis asli keluarga serta laporan investigasi finansial buatan tim Kayn dan Verlyn.​Di saat Majelis Hakim sibuk memeriksa berkas, Cherryn perlahan melangkah mendekati Caroline yang duduk kaku di kursi Pemohon. Tatapan Caroline tampak sangat kosong dan sayu. Pupil matanya bergerak gelisah bagai berada di bawah pengaruh obat-obatan berat dan manipulasi psikologis bertingkat.​"Caroline..." panggil Cherryn lembut, suaranya sarat akan kehangatan seorang ibu.​Dari balik jemarinya yang terbalut sarung tangan sutra, Nenek Cherryn mengeluarkan sebuah kalung berlian merah legendaris milik keluarga. Di tengah pendarannya yang indah, tampak retakan halus yang membelah permukaan batu permata tersebut. Meski ada cacat kecil, permata langka itu memancarkan aura kehangatan pekat yang begitu menenangkan.​J

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 163 Season 2

    ​"Harap Majelis Hakim mempertimbangkan dokumen-dokumen resmi ini," ujar Pengacara Caroline dengan intonasi penuh kemenangan, mengibaskan beberapa lembar kertas berstempel resmi di udara. "Bukti medis dan sertifikat kelahiran dari klinik swasta ini secara sah membuktikan bahwa Verlyn bukanlah anak kandung Caroline, melainkan anak hasil hubungan gelap Tuan Kaze dan Nyonya Jennifer." ​Ia melangkah mendekati meja hakim, menyerahkan salinan dokumen tersebut dengan senyum tipis di bibirnya. "Tergugat telah memanipulasi identitas ini selama puluhan tahun demi menjaga reputasi keluarga dan menguasai aset yang seharusnya menjadi hak milik klien kami." ​"PERSETAN DENGAN DOKUMEN PALSU ITU!" ​Suara Kaze menggelegar, mengguncang dinding ruang sidang yang hening. Pria paruh baya itu berdiri mendadak hingga kursinya terdorong ke belakang dengan bunyi derit menyakitkan. Napasnya memburu hebat, dadanya naik-turun menahan murka yang membakar sampai ke ubun-ubun. "Kapan aku pernah menyentuhmu lagi

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 162 Season 2

    ​TOK! TOK! TOK! ​Gema ketukan palu kayu membentur meja hakim, memotong bisik-bisik tegang yang sempat memenuhi ruang sidang tertutup di New York itu. Hakim wanita senior bersetelan jubah hitam merapikan kacamata baca, menyapu pandangan dingin ke kedua belah pihak. ​"Sidang gugatan perceraian dan hak klaim aset antara Nyonya Caroline lawan Tuan Kaze resmi dibuka," suara Hakim menggema tegas. "Kedua belah pihak dilarang menginterupsi tanpa izin Majelis. Pengacara Pemohon, silakan sampaikan poin utama gugatan." ​Jennifer, yang duduk di samping Caroline, menyunggingkan senyum tipis. Ia meremas pelan tangan Caroline, menyalurkan kebohongan manis pada wanita berpikiran linglung itu. ​Pengacara Caroline berdiri, membungkuk hormat ke arah Hakim. ​"Yang Mulia," ujar pengacara itu mantap. "Klien kami, Nyonya Caroline, mengajukan gugatan cerai dan penuntutan seluruh hak aset akibat kebohongan serta pengkhianatan fatal yang dilakukan Tuan Kaze selama bertahun-tahun pernikahan mereka."

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 161 Season 2

    11 September 20604 Hari Sebelum Sidang Perceraian"Nyonya, ada yang ingin bertemu dengan Anda. Tapi, beliau tidak membuat janji temu terlebih dulu," ucap pengawal pria bertubuh kekar di depan pintu masuk ruangan Jennifer.Jennifer yang sedang memilah dokumen di mejanya hanya melirik sekilas sebelum kembali menatap berkas di tangannya."Aku sibuk mempersiapkan dokumen ini. Bilang padanya bahwa aku tidak akan menerima tamu untuk sementara waktu..."Ia berhenti sejenak, senyum tipis terlukis di wajahnya. "Sampai hari sidang perceraian itu tiba," lanjutnya dengan nada datar namun sarat arti."Baik, Nyonya," ucap pengawal itu, namun suaranya terdengar ragu."Tapi... tamu ini mengatakan bahwa Anda akan mempersilahkan dirinya masuk jika saya menyebut nama Caroline."Ujung pena di tangan Jennifer terhenti. Sekilas ketegangan melintas di matanya yang berwarna ungu muda.Ia menghela napas pelan, lalu menegakkan tubuhnya. "Persilahkan dia masuk," katanya tenang."Baik, Nyonya."Pengawal itu mem

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 160 Season 2

    Setelah menembus pekatnya hutan, mereka akhirnya tiba di sebuah area lapang yang dikelilingi pohon-pohon besar nan rindang. Malam menurunkan sunyinya. Cahaya bulan menyusup malu-malu lewat celah daun, menemani suara jangkrik dan desir angin sebagai latar. Dua tenda besar berdiri di bawah naungan pohon, dibangun dengan cekatan oleh Wallace sebelum ia sendiri merebahkan tubuh di kereta kuda. Cherryn sudah lebih dulu tertidur dalam tenda. Sementara itu, Verlyn memilih tetap di luar, duduk bersandar pada batang pohon, membiarkan tubuhnya menyesap udara malam. Ia menutup mata, menarik napas panjang. Dingin kayu di punggungnya terasa menenangkan, sampai ia merasakan sesuatu, seperti kehadiran. Saat membuka mata dan menoleh, Kayn sudah duduk di sampingnya, diam-diam. "Kau belum tidur, Kayn?" Kayn menggeleng, menatap balik. "Kau juga belum." Verlyn tersenyum kecil. Ia kembali menatap langit—malam itu bersih, bintang bertaburan di atas kepala. "Aku tidak bisa tidur karena terus me

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 3 Season 1

    Pak Rian turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Verlyn. "Turunlah perlahan, Nona." "Oke, terima kasih!" Verlyn turun dan menatap gedung tinggi yang kini berdiri megah di depannya, mengilap terkena pantulan sinar matahari. "Gedungnya sama megah dan besar dengan perusahaan Kizen milik Ayah!" p

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 1 Season 1

    “Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status