Home / Mafia / Terikat Pada Sang Mafia / Bab 2. Hukuman Dijatuhkan

Share

Bab 2. Hukuman Dijatuhkan

Author: Romero Un
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-29 11:52:48

“Aku tidak bersalah! Itu bukan milikku, Boss!”

Hati Leah seperti tersayat-sayat mendengar raungan adik lelakinya di aula kecil kediaman utama Redvern, keesokan harinya. Sekuat tenaga, ia menahan air mata agar tidak jatuh membasahi wajahnya.

Keempat rekan kerja Leah menatap dengan mata menyalak. Marah dan merasa dikhianati. Bahkan mereka menduga, Leah mungkin ikut berkhianat.

“Zachael Oswald!” sentak Brux murka. “Bukti yang ada sudah jelas! Apa lagi yang kau sangkal?!”

Leah pun hanya bisa menutup mata, seolah dengan begitu ia bisa mendorong masuk air mata yang mulai tak tertahankan. 

Dari ponsel yang mereka temukan, Alexis mendapati bahwa di dalam ponsel itu ada banyak pesan sehari-hari antara Zach dan Leah. Termasuk foto-foto yang tidak pernah terekspos ke publik, media sosial milik Zach dan email yang tersambung pada akun media sosial itu. 

Sementara itu, Dante Redvern tak kunjung membuka mulut. Jemari tangannya mengetuk sandaran tangan kayu, di bawah lengan kanannya. Ekor mata sang pemimpin klan menangkap sosok Leah yang tetap tegar saat dihadapkan pada situasi sulit seperti ini. 

Akhirnya, Dante menarik napas, kemudian melontarkan pertanyaan seperti biasa. “Leah … bagaimana menurutmu?” 

Leah memang anak didik Alexis dalam tim intelijen, tetapi intuisinya lah yang paling Dante percayai. 

Lutut Leah langsung menghantam lantai keras itu. “Bos, aku mohon satu kesempatan untuk mencari tahu—”

Brak!

Pintu aula kecil itu tiba-tiba dibuka dengan kasar. Utusan tetua klan muncul di sana. 

Sang pemimpin klan menatap kesal kedatangan mereka. Ia menghela napas sambil menutup mata. Ujung jemari panjang Dante memijat kuat batang hidungnya.

Kalau para tetua sudah tahu, jelas kesempatan yang diminta Leah tidak akan pernah menjadi kenyataan. Dante paham benar, karena itulah ia mengalami jalan buntu. 

Sang utusan segera mendekati Dante lalu menyerahkan sebuah surat dengan lambang kepala gagak berparuh merah. “Don Dante, pesan dari tetua Redvern.”

Masih tak beranjak dari kursi, Dante melambaikan tangan ke arah 5 anggota tim utamanya. “Leah—ah, bukan. Mikha, baca surat itu!”

Lelaki bertubuh paling kecil di antara para pria di ruangan tersebut, mengangguk. Segera, surat itu dibuka dan ia membacakannya dengan lantang. 

“Panggilan sidang bagi Zachael dan Linelleah Oswald—”

“Tetua menunggu sekarang di aula sidang, Don.” Sang utusan langsung memotong ucapan Mikha. “Kami diperintahkan untuk membawa kedua pemilik nama tersebut.”

Mendengar itu, Leah langsung mendongak ke arah Dante dengan wajah yang sudah basah oleh air mata. Jelas ia tahu apa artinya masuk ke dalam ruang sidang itu. Hanya ada putusan, bukan mediasi. Buktinya terlalu kuat, bahwa semua yang terjadi kemarin adalah perbuatan Zachael. 

Begitu pun, Leah kembali memohon. “Aku yakin Zach tidak melakukan itu, Don. Tolong—”

“Leah. Segera penuhi panggilan itu!” sentak Dante seraya berdiri. “Aku akan melihat ke mana arah semua ini.”

Mengetahui bahwa keputusan sang pemimpin tidak bisa lagi diubah, Leah pun mengangguk. Ia berdiri dan menyeka wajahnya yang basah karena air mata.

Tangan Leah terulur ke arah sang adik, memintanya untuk segera berdiri dan mengikuti ke aula sidang. Ia tidak termakan kepanikan, juga tidak merasa bersalah. Melihat dari cepatnya tetua bertindak, Leah tahu, ada yang sengaja melakukan semua ini. 

‘Tapi siapa? Bagaimana aku membalikkan semua ini, kalau bukti yang ada jelas mengarah pada Zach?’ 

Namun, sekeras-kerasnya Leah memutar otak, ia benar-benar tidak tahu siapa yang berniat menjatuhkan Zach atau bahkan dirinya, atau mungkin keluarga Oswald itu sendiri.

Aula sidang berada di bagian utara kediaman Redvern. Mereka perlu mengendarai mobil untuk mencapai gedung aula tersebut. Sayangnya, Leah dan Zach dipisahkan demi menghindari kemungkinan mereka merencanakan untuk kabur berdua. 

10 menit kemudian, mereka tiba di depan aula. Setelah turun, Leah dan Zach langsung dikawal masing-masing. 

“Apa ini alasannya? Kau memilih untuk jaga di luar gudang, semalam?” tanya salah satu yang mengawal Leah. “Dengan begitu kau mudah memberi kode pada Zach.”

Zach yang mendengar itu berniat untuk membantah, tetapi Leah menggelengkan kepalanya ke arah sang adik. 

“Itu hanya kebetulan,” jawab Leah singkat. 

Sedikit banyak, Leah jadi menyesal karena semalam memilih berada di luar gudang. Hanya karena beberapa anggota klan berkata bahwa mereka bosan mendengarkan rapat para petinggi, Leah jadi ikut merasa bosan.

Yang mengawal pun hanya mendengus geli mendengar jawaban Leah. Lagipula, pembicaraan tak bisa dilanjutkan. Mereka sudah tiba di aula sidang. Sudah ada dua kursi di tengah aula. Jelas untuk Leah dan Zach.

Layar di atas para tetua sudah menampilkan hasil pengusutan kasus serangan mendadak di lokasi pertemuan yang seharusnya hanya diketahui oleh orang dalam klan Redvern.

Tak! Tak!

Suara palu diketuk menandakan sidang internal klan Redvern dibuka. 

“Zachael Oswald! Kau terbukti membocorkan lokasi pertemuan rahasia dan menyebabkan 10 anggota klan tewas dan 19 lainnya luka parah.”

Leah tak kuasa menahan air matanya. Ia hanya bisa berusaha untuk tidak terisak, melihat adiknya sendiri berada di ujung hidup. 

Semua tahu, pengkhianatan dibayar dengan nyawa. Dan tidak ada yang bisa menolong mereka, karena bukti yang kuat.

Lagi, salah satu tetua berkata, “Patriark Redvern memutuskan! Bagi Zachael si pengkhianat! Hukuman mati!”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 7. Rencana Kabur Leah

    Blam!Pintu di depan Leah tertutup, tanpa Leah bisa melanjutkan ucapannya. Empat penjaga lorong pun memaksa Leah untuk berdiri dan tidak membuat keributan lagi. “Nona Leah, Anda sebaiknya kembali ke kamar!” tegas salah satu penjaga. “Jangan menambah emosi Don!”Tak bisa bersikap keras kepala lebih lama lagi, Leah pun menurut. Ia segera berbalik dan masuk lagi ke kamarnya. “Bagaimana aku bisa menilai kalau aku tidak diizinkan bertemu Zach?!” Leah melempar bantal ke seberang ruangan. Kesal dan merasa tak berdaya. Tidak punya kuasa untuk memaksakan keinginannya. Padahal dulu, pendapatnya adalah salah satu yang pasti didengar oleh Dante.Setelah gagal mengemis belas kasihan sang pemimpin, kini penjagaan semakin diperketat. Membuat Leah semakin sulit bergerak.Pandangannya mengelilingi kamar tidur tempat ia terkurung. “Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini? Aku bukan ingin kabur. Hanya ingin mengamati kondisi kediaman Redvern.”Kemudian, sebuah ide gila muncul dalam pikiran Leah.

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 6. Memohon Belas Kasihan

    “Leah.”Gabreil tersenyum, tetapi kali ini senyum itu tidak sampai terpancar dari tatapan matanya. “Jangan memaksakan keberuntungan terlalu banyak. Aku memilih tetap memandangmu sebagai teman saja, sudah bagus untukmu.”Netra Leah membelalak, tak menyangka akan mendengar kalimat menusuk itu dari seseorang yang masih melempar senyum padanya. Ia langsung melepas genggamannya dari tangan Gabreil. “Aku mengerti.”Gabreil mengangguk. “Jadilah istri pajangan sesuai tujuan sebutan itu, Leah. Kau bisa minta aku membawakanmu oleh-oleh kalau memang kau bosan.”Kata-kata Gabreil menusuk hati Leah lebih tajam daripada tawa lepas Brux dan Mikha.Tanpa merasa bersalah, Gabreil pamit pergi setelah menepuk pundak Leah, layaknya seorang teman. Meninggalkan Leah yang masih terduduk di lantai, kehilangan kata-kata. Setelah yakin Gabreil sudah jauh melewati lorong, Leah mengangkat tubuhnya dan kembali ke ruang tahanan—kamar tidurnya.‘Tenangkan dirimu, Leah!’ Leah menekan kuat-kuat kedua netranya denga

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 5. Teman yang Tersisa

    ‘Tahanan berbentuk pernikahan ini ternyata tidak terlalu buruk.’Setidaknya, itulah pikiran Leah setelah bertemu Ellyan kemarin. Bahkan sorenya, Cedric menghampiri Leah untuk mengungkapkan penyesalannya karena tidak bisa menentang Patriark Calte atas keputusan itu. ‘Setidaknya, aku bisa menyelamatkanmu dan Zach dari hukuman berat.’ Begitu, kata Cedric. Pagi ini, Leah bangun dengan pikiran yang lebih segar. Ia segera bersiap untuk memberi salam pagi pada Dante. Sebelum dia menjadi suami Leah, terlebih dulu dia adalah pemimpin klan dan orang yang pernah menjadi pemimpinnya. Di depan ruang kerja sang Don, Leah menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk. Tak ada balasan atau izin dari dalam, tetapi pintu dibuka oleh seseorang. Sialnya, itu Brux. Mantan rekan kerja Leah yang paling vokal menyuarakan kemarahannya terhadap ia dan Zach. “Berani sekali kau menunjukkan wajahmu di depanku, Jalang!” raung Brux.Seketika, beberapa orang yang sedang ada di dalam ruang kerja Dante menoleh. Bahk

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 4. Ibu Mertua yang Sangat Baik

    Brak!Brux menghantam meja ruang kerja sang pemimpin klan, dengan kepalan tangan yang sebesar batu sungai itu. “Sialan! Apa yang dipikirkan para tetua gila itu?!”Mikha mengangguk setuju dengan kemarahan Brux. “Don, ini keputusan konyol! Kau yakin diam saja?!” Dante tak menjawab. Ekor matanya melirik ke arah pintu tertutup yang ada di seberang ruangannya. Di balik pintu itu, Leah terkurung dengan status barunya. Istri kedua Don Dante Redvern. Setelah keputusan hukuman Zach ditetapkan, tetua langsung memproses pernikahan antara Dante dan Leah di depan semua orang. Dan disahkan baik secara hukum negara Newstrell maupun hukum klan Redvern.“Jangan bodoh!” tukas Dante, akhirnya bereaksi. Keempat anggota tim inti hanya bisa mengerutkan dahi. Mereka tahu, tujuan para tetua adalah untuk membatasi pergerakan Leah, tapi bukankah tidak harus dengan pernikahan?“Bos, kami paham tetua ingin menjadikan Leah tahanan,” ujar Mikha lagi. “Tapi bukan dengan pernikahan juga! Bagaimana dengan Nyonya

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 3. Keputusan yang Tidak Adil

    Bam!Leah langsung bersujud sampai kepalanya menghantam lantai. “Don Dante! Tolong perhitungkan loyalitasku—”“Loyalitas apa yang kau maksud, Nona Leah?! Bukankah bisa saja kau ini berkomplot dengan adikmu?!” raung salah satu tetua, sampai ia berdiri geram dan menunjuk-nunjuk ke arah Leah. Dante menatap anak buah wanita satu-satunya itu, kemudian beralih mengamati para patriark yang duduk angkuh di meja panjang yang ada di pinggir ruangan. “Patriark Cedric belum hadir. Atas dasar apa keputusan kalian dibuat, hm?”“Patriark Calte sudah mewakili—”“Apa Patriark Calte tahu?” Dante memotong ucapan si tetua pemarah tadi. “Keluarga Oswald menukar nyawa mereka demi putranya agar bisa hidup?”Para tua-tua terdiam mendengar ucapan Dante. Di saat yang sama, pintu aula terbuka. Pria yang disebut Dante pun muncul. “Apa sidang ini sengaja dipercepat demi menghindariku?”Tak ada yang menjawab pertanyaan itu. Cedric, ayah Dante sekaligus putra Calte Redvern, sang pemimpin para tetua, hanya terseny

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 2. Hukuman Dijatuhkan

    “Aku tidak bersalah! Itu bukan milikku, Boss!”Hati Leah seperti tersayat-sayat mendengar raungan adik lelakinya di aula kecil kediaman utama Redvern, keesokan harinya. Sekuat tenaga, ia menahan air mata agar tidak jatuh membasahi wajahnya.Keempat rekan kerja Leah menatap dengan mata menyalak. Marah dan merasa dikhianati. Bahkan mereka menduga, Leah mungkin ikut berkhianat.“Zachael Oswald!” sentak Brux murka. “Bukti yang ada sudah jelas! Apa lagi yang kau sangkal?!”Leah pun hanya bisa menutup mata, seolah dengan begitu ia bisa mendorong masuk air mata yang mulai tak tertahankan. Dari ponsel yang mereka temukan, Alexis mendapati bahwa di dalam ponsel itu ada banyak pesan sehari-hari antara Zach dan Leah. Termasuk foto-foto yang tidak pernah terekspos ke publik, media sosial milik Zach dan email yang tersambung pada akun media sosial itu. Sementara itu, Dante Redvern tak kunjung membuka mulut. Jemari tangannya mengetuk sandaran tangan kayu, di bawah lengan kanannya. Ekor mata sang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status