Startseite / Mafia / Terikat Pada Sang Mafia / Bab 5. Teman yang Tersisa

Teilen

Bab 5. Teman yang Tersisa

last update Veröffentlichungsdatum: 30.10.2026 10:50:20

‘Tahanan berbentuk pernikahan ini ternyata tidak terlalu buruk.’

Setidaknya, itulah pikiran Leah setelah bertemu Ellyan kemarin. Bahkan sorenya, Cedric menghampiri Leah untuk mengungkapkan penyesalannya karena tidak bisa menentang Patriark Calte atas keputusan itu. 

‘Setidaknya, aku bisa menyelamatkanmu dan Zach dari hukuman berat.’ Begitu, kata Cedric. 

Pagi ini, Leah bangun dengan pikiran yang lebih segar. Ia segera bersiap untuk memberi salam pagi pada Dante. Sebelum dia menjadi suami Leah, terlebih dulu dia adalah pemimpin klan dan orang yang pernah menjadi pemimpinnya. 

Di depan ruang kerja sang Don, Leah menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk. 

Tak ada balasan atau izin dari dalam, tetapi pintu dibuka oleh seseorang. Sialnya, itu Brux. Mantan rekan kerja Leah yang paling vokal menyuarakan kemarahannya terhadap ia dan Zach. 

“Berani sekali kau menunjukkan wajahmu di depanku, Jalang!” raung Brux.

Seketika, beberapa orang yang sedang ada di dalam ruang kerja Dante menoleh. Bahkan Dante sampai berhenti mengerjakan dokumennya untuk mendongak, mengecek apa yang terjadi di luar sana.

“Aku juga anggota Redvern. Sudah kewajibanku memberi salam pada Don!”

Mengenali suara Leah, Dante hampir mendengus geli. ‘Apa dia tidak sadar posisinya? Masih berani menyebut dirinya sebagai anggota Redvern?’

“Ha! Otakmu sudah rusak kah? Karena sering merencanakan pengkhianatan dengan adik sialanmu itu?!”

Tangan Leah terkepal kuat, menahan amarahnya. Ia tahu posisinya belum benar di hadapan mereka dan pasti mendapat banyak hujatan. ‘Tapi sakit juga ketika langsung menghadapi ini.’

Menguatkan hati, Leah mengangkat kepalanya. Dengan tegas ia berkata, “Don tidak menarik keanggotaanku. Selama aku dan Zach masih hidup, aku adalah anggota klan!”

Keheningan tiba-tiba menyusup di antara mereka, sebelum tawa Brux pecah. Bahkan kini Mikha muncul di belakang Brux. “Lee, tahu diri sedikit lah. Kami muak melihat wajah pengkhianat sepertimu!” 

Rahang Leah mengeras. Ia menatap tajam ke arah Mikha. ‘Sudah lupakah dia siapa yang menariknya dari neraka saat perebutan wilayah bulan lalu?!’

“Aku bukan pengkhianat, Mikha!” sentak Leah, mulai kehabisan ketenangannya. “Kau bicara tanpa bukti!”

Di tengah perdebatan itu, seorang lelaki berwajah lembut dengan rambut panjang yang diikat asal, mendekat. “Kalian berisik di depan Don. Bukannya itu tidak sopan?”

‘Gabreil?!’ Leah terkejut, karena kehadirannya. 

Sejak dulu Gabreil Thorne sangat susah bangun sepagi ini. Ia akan datang sekitar siang dan bekerja sampai larut malam. 

Kehadiran lelaki bernama Gabreil itu membuat Brux dan Mikha berhenti bicara. Namun, mata mereka menyalak, memelototi Leah.

Gabreil menatap Leah dengan senyum lembutnya seperti biasa, kemudian mengedikkan kepala ke arah Dante. “Masuk saja, Leah. Atau perlu kusebut Nyonya sekarang?”

Kekehan Gabreil bukan mengejek. Dalam pendengaran Leah, tawa gelinya seperti seorang sahabat yang senang karena dirinya sudah menikah. 

Well … walau Leah tidak termasuk dalam daftar orang yang senang dengan pernikahan itu.

Dengan tenang, Leah melangkah masuk dan langsung membungkuk ke arah Dante. “Selamat pagi, Don!”

Dante menatap Leah yang masih membungkuk, sambil menopang kepala dengan ujung-ujung jari. Jari telunjuknya mengetuk pelipis beberapa kali sebelum berkata, “Dan?”

Mendengar balasan Dante, Leah kembali meluruskan punggungnya. “Apa ada pekerjaan untukku hari ini, Don? Aksesku sudah dibatasi, tapi mungkin saja aku bisa membantu—”

“Dan mencari celah untuk membuat rencana pengkhianatan lain?” Brux mendengkus geram. “Diam saja di kamarmu!”

Leah tertegun dengan tuduhan itu. Sepertinya, mau mengatakan ribuan kali bahwa ia bukan pengkhianat tidak akan masuk ke telinga Brux. ‘Aku butuh bukti kalau aku dan Zach tidak bersalah.’

“Leah, bersikaplah layaknya seorang istri!” perintah Dante dengan suara tenangnya. “Dan jangan menemuiku lagi, kalau bukan aku yang memanggil!”

Tenggorokan Leah tercekat. Seperti ada sesuatu yang menghalangi jalan napasnya. Ia ingin protes, tetapi ia menangkap netra Dante yang menatap tajam. Kepalanya langsung tertunduk. 

“Ka—kalau begitu, saya izin kembali ke kamar, Don.”

Tanpa menunggu jawaban, Leah berbalik dan kembali ke kamarnya. 

Kali ini, ia menangis. Bukan karena ia mengharapkan perhatian Dante, tetapi karena ia sadar sudah kehilangan sebuah keluarga sekali lagi.

Dari balik pintu kamarnya, Leah bisa mendengar banyak suara langkah kaki. Kemungkinan, Dante dan tim utama sudah pergi untuk mengurus banyak hal di luar sana. 

Tak lama kemudian, kesunyian kembali hadir di lorong itu. ‘Ah … mereka semua sudah pergi bersenang-senang.’

Di saat yang sama, tiba-tiba terdengar ketukan pelan yang tidak dikenali Leah. Segera, Leah menyeka wajahnya yang basah dan menstabilkan suaranya. “Ya?”

“Leah, ini aku.”

Spontan Leah berdiri dan membuka pintu. Ia melihat pria berambut panjang itu berdiri tersenyum di depannya. “Gab?!”

“Ah … aku yakin sekarang, kau seorang wanita,” kekeh Gabreil sambil mengusap air mata yang masih ada di wajah Leah. “Kau bisa menangis juga, Leah.”

Diperlakukan baik oleh mereka yang ia pikir membencinya, membuat air mata Leah kembali tercurah tanpa bisa dikontrol. Leah berjongkok di lantai sambil menutupi wajahnya yang basah karena air mata. 

“Sudah, sudah.” Gabreil ikut berjongkok dan menepuk-nepuk pundak Leah dengan lembut. 

Lagi, Gabreil berkata, “Maafkan Brux dan Mikha. Kau tahu kan, mereka itu temperamen. Alexis saja tidak mengatakan apa-apa. Aku juga masih menganggapmu teman. Kau tidak sendirian.”

Mendengar itu, Leah langsung meraih tangan Gabreil dan memohon. “Gab! Maukah kau membantuku membuktikan kalau Zach dan aku tidak bersalah?” 

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 7. Rencana Kabur Leah

    Blam!Pintu di depan Leah tertutup, tanpa Leah bisa melanjutkan ucapannya. Empat penjaga lorong pun memaksa Leah untuk berdiri dan tidak membuat keributan lagi. “Nona Leah, Anda sebaiknya kembali ke kamar!” tegas salah satu penjaga. “Jangan menambah emosi Don!”Tak bisa bersikap keras kepala lebih lama lagi, Leah pun menurut. Ia segera berbalik dan masuk lagi ke kamarnya. “Bagaimana aku bisa menilai kalau aku tidak diizinkan bertemu Zach?!” Leah melempar bantal ke seberang ruangan. Kesal dan merasa tak berdaya. Tidak punya kuasa untuk memaksakan keinginannya. Padahal dulu, pendapatnya adalah salah satu yang pasti didengar oleh Dante.Setelah gagal mengemis belas kasihan sang pemimpin, kini penjagaan semakin diperketat. Membuat Leah semakin sulit bergerak.Pandangannya mengelilingi kamar tidur tempat ia terkurung. “Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini? Aku bukan ingin kabur. Hanya ingin mengamati kondisi kediaman Redvern.”Kemudian, sebuah ide gila muncul dalam pikiran Leah.

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 6. Memohon Belas Kasihan

    “Leah.”Gabreil tersenyum, tetapi kali ini senyum itu tidak sampai terpancar dari tatapan matanya. “Jangan memaksakan keberuntungan terlalu banyak. Aku memilih tetap memandangmu sebagai teman saja, sudah bagus untukmu.”Netra Leah membelalak, tak menyangka akan mendengar kalimat menusuk itu dari seseorang yang masih melempar senyum padanya. Ia langsung melepas genggamannya dari tangan Gabreil. “Aku mengerti.”Gabreil mengangguk. “Jadilah istri pajangan sesuai tujuan sebutan itu, Leah. Kau bisa minta aku membawakanmu oleh-oleh kalau memang kau bosan.”Kata-kata Gabreil menusuk hati Leah lebih tajam daripada tawa lepas Brux dan Mikha.Tanpa merasa bersalah, Gabreil pamit pergi setelah menepuk pundak Leah, layaknya seorang teman. Meninggalkan Leah yang masih terduduk di lantai, kehilangan kata-kata. Setelah yakin Gabreil sudah jauh melewati lorong, Leah mengangkat tubuhnya dan kembali ke ruang tahanan—kamar tidurnya.‘Tenangkan dirimu, Leah!’ Leah menekan kuat-kuat kedua netranya denga

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 5. Teman yang Tersisa

    ‘Tahanan berbentuk pernikahan ini ternyata tidak terlalu buruk.’Setidaknya, itulah pikiran Leah setelah bertemu Ellyan kemarin. Bahkan sorenya, Cedric menghampiri Leah untuk mengungkapkan penyesalannya karena tidak bisa menentang Patriark Calte atas keputusan itu. ‘Setidaknya, aku bisa menyelamatkanmu dan Zach dari hukuman berat.’ Begitu, kata Cedric. Pagi ini, Leah bangun dengan pikiran yang lebih segar. Ia segera bersiap untuk memberi salam pagi pada Dante. Sebelum dia menjadi suami Leah, terlebih dulu dia adalah pemimpin klan dan orang yang pernah menjadi pemimpinnya. Di depan ruang kerja sang Don, Leah menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk. Tak ada balasan atau izin dari dalam, tetapi pintu dibuka oleh seseorang. Sialnya, itu Brux. Mantan rekan kerja Leah yang paling vokal menyuarakan kemarahannya terhadap ia dan Zach. “Berani sekali kau menunjukkan wajahmu di depanku, Jalang!” raung Brux.Seketika, beberapa orang yang sedang ada di dalam ruang kerja Dante menoleh. Bahk

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 4. Ibu Mertua yang Sangat Baik

    Brak!Brux menghantam meja ruang kerja sang pemimpin klan, dengan kepalan tangan yang sebesar batu sungai itu. “Sialan! Apa yang dipikirkan para tetua gila itu?!”Mikha mengangguk setuju dengan kemarahan Brux. “Don, ini keputusan konyol! Kau yakin diam saja?!” Dante tak menjawab. Ekor matanya melirik ke arah pintu tertutup yang ada di seberang ruangannya. Di balik pintu itu, Leah terkurung dengan status barunya. Istri kedua Don Dante Redvern. Setelah keputusan hukuman Zach ditetapkan, tetua langsung memproses pernikahan antara Dante dan Leah di depan semua orang. Dan disahkan baik secara hukum negara Newstrell maupun hukum klan Redvern.“Jangan bodoh!” tukas Dante, akhirnya bereaksi. Keempat anggota tim inti hanya bisa mengerutkan dahi. Mereka tahu, tujuan para tetua adalah untuk membatasi pergerakan Leah, tapi bukankah tidak harus dengan pernikahan?“Bos, kami paham tetua ingin menjadikan Leah tahanan,” ujar Mikha lagi. “Tapi bukan dengan pernikahan juga! Bagaimana dengan Nyonya

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 3. Keputusan yang Tidak Adil

    Bam!Leah langsung bersujud sampai kepalanya menghantam lantai. “Don Dante! Tolong perhitungkan loyalitasku—”“Loyalitas apa yang kau maksud, Nona Leah?! Bukankah bisa saja kau ini berkomplot dengan adikmu?!” raung salah satu tetua, sampai ia berdiri geram dan menunjuk-nunjuk ke arah Leah. Dante menatap anak buah wanita satu-satunya itu, kemudian beralih mengamati para patriark yang duduk angkuh di meja panjang yang ada di pinggir ruangan. “Patriark Cedric belum hadir. Atas dasar apa keputusan kalian dibuat, hm?”“Patriark Calte sudah mewakili—”“Apa Patriark Calte tahu?” Dante memotong ucapan si tetua pemarah tadi. “Keluarga Oswald menukar nyawa mereka demi putranya agar bisa hidup?”Para tua-tua terdiam mendengar ucapan Dante. Di saat yang sama, pintu aula terbuka. Pria yang disebut Dante pun muncul. “Apa sidang ini sengaja dipercepat demi menghindariku?”Tak ada yang menjawab pertanyaan itu. Cedric, ayah Dante sekaligus putra Calte Redvern, sang pemimpin para tetua, hanya terseny

  • Terikat Pada Sang Mafia   Bab 2. Hukuman Dijatuhkan

    “Aku tidak bersalah! Itu bukan milikku, Boss!”Hati Leah seperti tersayat-sayat mendengar raungan adik lelakinya di aula kecil kediaman utama Redvern, keesokan harinya. Sekuat tenaga, ia menahan air mata agar tidak jatuh membasahi wajahnya.Keempat rekan kerja Leah menatap dengan mata menyalak. Marah dan merasa dikhianati. Bahkan mereka menduga, Leah mungkin ikut berkhianat.“Zachael Oswald!” sentak Brux murka. “Bukti yang ada sudah jelas! Apa lagi yang kau sangkal?!”Leah pun hanya bisa menutup mata, seolah dengan begitu ia bisa mendorong masuk air mata yang mulai tak tertahankan. Dari ponsel yang mereka temukan, Alexis mendapati bahwa di dalam ponsel itu ada banyak pesan sehari-hari antara Zach dan Leah. Termasuk foto-foto yang tidak pernah terekspos ke publik, media sosial milik Zach dan email yang tersambung pada akun media sosial itu. Sementara itu, Dante Redvern tak kunjung membuka mulut. Jemari tangannya mengetuk sandaran tangan kayu, di bawah lengan kanannya. Ekor mata sang

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status