Share

BAB 134

Author: Atdriani12
last update Last Updated: 2026-01-27 09:49:32

Malam merambat perlahan, seperti tangan gelap yang menutup dunia tanpa permisi. Lampu kamar hanya menyala setengah, menciptakan bayangan panjang di dinding. Jasmin duduk bersandar di kepala ranjang, selimut tipis melingkari tubuhnya, sementara Reyan masih berdiri di dekat jendela, punggungnya tegak namun kaku.

Ada jarak yang tidak kasatmata di antara mereka. Bukan jarak tubuh, tapi jarak pikiran.

Jasmin memandangi siluet Reyan. Ia mengenal postur itu. Cara bahunya sedikit terangkat, rahang yang mengeras, tatapan kosong ke arah luar seolah ada sesuatu yang ingin ia lawan sendirian. Jasmin menarik napas pelan, menimbang-nimbang kata di kepalanya.

“Rey,” panggilnya akhirnya.

Reyan menoleh, tapi tidak langsung mendekat. “Iya?”

“Kamu nggak perlu jadi kuat sendirian di sini.”

Kalimat itu sederhana, tapi cukup untuk membuat Reyan terdiam. Ia berjalan mendekat, duduk di tepi ranjang, menunduk, menatap lantai. Tangannya saling bertaut, jari-jarinya menekan satu sama lain seolah menahan sesuatu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Cinta Kakak Tiri   BAB 135

    Pagi datang tanpa permisi. Cahaya matahari menyusup lewat celah tirai, menyentuh wajah Jasmin yang masih terpejam. Ia terbangun perlahan, bukan karena suara, melainkan karena perasaan asing yang menekan dadanya. Perasaan bahwa sesuatu telah berubah, meski belum sepenuhnya terjadi.Ia menggerakkan tubuhnya sedikit. Ruang di sampingnya kosong.Jasmin membuka mata sepenuhnya, menoleh ke arah sisi ranjang yang dingin. Reyan tidak ada. Selimut terlipat rapi, seolah pria itu bangun dengan hati-hati agar tidak membangunkannya. Jasmin duduk, memeluk lututnya, mencoba menenangkan detak jantung yang tiba-tiba berlari.Ia mendengar suara dari arah dapur. Samar. Ada bunyi gelas diletakkan, langkah kaki, lalu diam lagi. Jasmin bangkit perlahan, melangkah tanpa alas kaki. Setiap langkah terasa berat, bukan karena tubuhnya lelah, tapi karena pikirannya penuh kemungkinan.Reyan berdiri di dekat meja dapur, punggungnya menghadap Jasmin. Ia mengenakan kemeja putih, lengan digulung seadanya. Rambutnya s

  • Terjebak Cinta Kakak Tiri   BAB 134

    Malam merambat perlahan, seperti tangan gelap yang menutup dunia tanpa permisi. Lampu kamar hanya menyala setengah, menciptakan bayangan panjang di dinding. Jasmin duduk bersandar di kepala ranjang, selimut tipis melingkari tubuhnya, sementara Reyan masih berdiri di dekat jendela, punggungnya tegak namun kaku.Ada jarak yang tidak kasatmata di antara mereka. Bukan jarak tubuh, tapi jarak pikiran.Jasmin memandangi siluet Reyan. Ia mengenal postur itu. Cara bahunya sedikit terangkat, rahang yang mengeras, tatapan kosong ke arah luar seolah ada sesuatu yang ingin ia lawan sendirian. Jasmin menarik napas pelan, menimbang-nimbang kata di kepalanya.“Rey,” panggilnya akhirnya.Reyan menoleh, tapi tidak langsung mendekat. “Iya?”“Kamu nggak perlu jadi kuat sendirian di sini.”Kalimat itu sederhana, tapi cukup untuk membuat Reyan terdiam. Ia berjalan mendekat, duduk di tepi ranjang, menunduk, menatap lantai. Tangannya saling bertaut, jari-jarinya menekan satu sama lain seolah menahan sesuatu

  • Terjebak Cinta Kakak Tiri   133

    Pagi datang tanpa suara. Tidak ada alarm, tidak ada ketukan pintu, hanya cahaya pucat yang merayap masuk melalui celah tirai. Jasmin terbangun lebih dulu, matanya terbuka perlahan seolah takut mengusik kenyamanan yang masih menyelimuti tubuhnya. Ia tidak langsung bergerak. Lengan Reyan masih melingkar di pinggangnya, hangat dan berat dengan cara yang menenangkan.Untuk beberapa detik, Jasmin hanya berbaring, mengingatkan dirinya sendiri bahwa ini nyata. Bahwa semalam bukan mimpi. Bahwa ia tidak sendirian.Ia menggeser kepalanya sedikit, menatap wajah Reyan yang tertidur. Garis tegas rahangnya terlihat lebih lembut saat pria itu memejamkan mata. Ada kelelahan yang tidak sempat disembunyikan—bekas dunia yang terus menuntutnya kuat. Jasmin mengangkat tangannya, ragu-ragu, lalu menyentuh punggung tangan Reyan dengan ujung jarinya.Ia terdiam, jantungnya berdegup cepat, seolah takut Reyan akan menghilang jika disentuh terlalu lama.“Jangan kabur,” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.Reya

  • Terjebak Cinta Kakak Tiri   BAB 132

    Hening yang menelan ruangan kembali terasa setelah suara langkah Frederick benar-benar hilang dari lorong. Jasmin masih duduk di ujung ranjang, jemarinya saling bertaut canggung, seolah tubuhnya belum bisa pulih dari ketegangan tadi.Reyan tidak langsung bicara. Ia berjalan ke jendela, membuka tirai sedikit, memastikan tak ada siapa pun yang berkeliaran di luar. Baru setelah itu ia menoleh, menatap Jasmin yang tampak rapuh tapi berusaha keras menutupi ketakutannya.“Kamu gemetar,” ucap Reyan akhirnya.Jasmin buru-buru menepis, meski jelas tangannya masih bergetar. “Nggak. Aku cuma… kaget.”Reyan mendekat, berlutut di depannya, sehingga pandangan mereka sejajar. Ia meraih jemari Jasmin yang dingin lalu menggenggam erat, menyalurkan kehangatan dari telapak tangannya. “Kalau kamu terus pura-pura, aku yang bakal gila. Kamu boleh takut, Jas. Kamu boleh gemetar. Itu nggak bikin kamu lemah.”Mata Jasmin bergetar. Ada sesuatu dalam nada Reyan yan

  • Terjebak Cinta Kakak Tiri   BAB 131

    Baik, aku akan tulis Bab 131 dengan panjang ±2.000 kata, tidak kurang, tetap fokus pada satu suasana, emosi yang intim, dan transisi yang halus tanpa penanda waktu eksplisit.⸻Bab 131Ketukan pelan di pintu membuat Jasmin dan Reyan sama-sama terdiam. Suara itu tidak keras, tapi cukup untuk menggeser udara di ruangan yang semula hangat menjadi tegang.Mata Jasmin melebar, tubuhnya refleks menegang di pelukan Reyan. Ia segera menarik diri sedikit, menatap ke arah pintu seolah bisa menembus kayu tebal itu.“Siapa?” suaranya nyaris berbisik, penuh panik yang ia coba tekan.Reyan menempelkan jarinya ke bibirnya, memberi isyarat agar Jasmin diam. Tatapannya tenang, berbeda jauh dari jantung Jasmin yang berdetak tidak karuan. Pria itu lalu beranjak, berjalan pelan ke arah pintu.“Reyan?” suara dari balik pintu terdengar. Frederick.Jasmin langsung merasa seluruh darahnya membeku. Napasnya tercekat, matanya mencari-car

  • Terjebak Cinta Kakak Tiri   BAB 130

    Jasmin terbangun lebih dulu. Cahaya lembut yang menyusup lewat jendela membuat matanya sedikit menyipit. Tubuhnya masih berada dalam dekapan Reyan, hangat dan kokoh, seolah pria itu sengaja tidak memberi celah agar ia bisa pergi.Ia menatap wajah Reyan yang masih terlelap. Wajah itu begitu tenang, berbeda jauh dari ekspresi tegas yang selalu ia tampilkan di depan orang lain. Ada garis lembut di bibirnya, alisnya tidak mengernyit, dan dadanya naik turun teratur.Tanpa sadar, Jasmin mengulurkan jemari, menyusuri garis rahang Reyan perlahan. Sentuhan itu membuat pria itu bergumam kecil, tapi tidak membuka mata. Jasmin tersenyum samar, merasa aneh sekaligus damai.“Kalau kamu tahu betapa menakutkannya aku kehilanganmu, mungkin kamu nggak akan tidur segampang ini,” bisiknya lirih.Ia mendekat, menempelkan bibirnya di dahi Reyan, sebuah ciuman yang nyaris tidak terdengar. Baru saja ia hendak menarik diri, tangan Reyan bergerak cepat, menahan pinggangnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status