Share

Titipan Dari Karissa

Author: Nafelluve
last update publish date: 2026-09-26 07:23:06

Hari ini Hana datang lebih awal daripada biasanya. Udara di dalam mobil terasa dingin ketika ia menatap gedung Wijaya Group dari balik kaca, tetapi bukan suhu pagi yang membuat pikirannya berat.

Sejak kejadian kemarin, ia terus mencoba meyakinkan dirinya bahwa kedatangan Karissa tidak perlu mengubah apa pun. Reinald sudah mengatakan dengan jelas bahwa masa lalu mereka telah berakhir, tetapi hati Hana tetap menyimpan kegelisahan yang sulit disingkirkan begitu saja.

Ia turun dari mobil dan berjal
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Pesona Presdir Muda   Tempat Untuk Hana

    Hana masih menatap gelang perak di dalam kotak itu. Benda kecil yang tampak sederhana tersebut tiba-tiba terasa jauh lebih berat daripada seharusnya.Seolah-olah seseorang sengaja meletakkan seluruh masa lalu Reinald di hadapannya hanya untuk melihat seberapa kuat ia mampu bertahan.Jemarinya tidak bergerak. Ia bahkan tidak berani menyentuh gelang tersebut. Di sampingnya, Reinald juga diam. Tatapannya tertuju pada benda yang sama, tetapi dari cara rahangnya mengeras, Hana tahu pria itu sedang menahan sesuatu.“Aku ingin kau menjelaskan apa maksudnya ini,” ujar Hana akhirnya.Reinald mengangguk pelan. “Aku akan menjelaskan semuanya yang memang ingin kau dengar.”Hana menatapnya. “Jangan menyembunyikan apa pun hanya karena kau takut aku terluka.”“Aku tidak akan melakukannya.”Reinald mengambil gelang itu dari dalam kotak, lalu memperhatikannya beberapa saat. Tidak ada keraguan di wajahnya ketika ia mulai bicara.“Gelang ini memang pernah berada di kamar Karissa.”Hana menelan ludah. Ja

  • Terjebak Pesona Presdir Muda   Titipan Dari Karissa

    Hari ini Hana datang lebih awal daripada biasanya. Udara di dalam mobil terasa dingin ketika ia menatap gedung Wijaya Group dari balik kaca, tetapi bukan suhu pagi yang membuat pikirannya berat.Sejak kejadian kemarin, ia terus mencoba meyakinkan dirinya bahwa kedatangan Karissa tidak perlu mengubah apa pun. Reinald sudah mengatakan dengan jelas bahwa masa lalu mereka telah berakhir, tetapi hati Hana tetap menyimpan kegelisahan yang sulit disingkirkan begitu saja.Ia turun dari mobil dan berjalan memasuki lobi. Beberapa langkah sebelum mencapai lift, seorang perempuan berdiri di dekat pintu masuk. Hana mengenal wajah itu bahkan sebelum Karissa menoleh.Karissa, perempuan itu tersenyum ketika melihat Hana. Yang membuat heran, pagi-pagi dia sudah berada di kantor Reinald. “Kau datang lebih pagi, Hana.”Hana berhenti. “Kau sedang menungguku?”“Tidak secara khusus.” Karissa memainkan tali tas di tangannya. “Aku hanya ingin menemui Reinald.”Hana mengangguk kecil. “Kalau begitu, sebaiknya

  • Terjebak Pesona Presdir Muda   Di Antara Kita

    Hana masih berdiri di dekat mejanya ketika pintu lift tertutup setelah Karissa pergi. Kalimat perempuan itu terus terngiang di kepalanya, terutama tentang bagaimana ia mengenal Reinald jauh sebelum Hana hadir dalam kehidupan pria itu.Ia berusaha mengabaikannya. Namun semakin ia mencoba, semakin banyak hal yang muncul di kepalanya.Cara Karissa memanggil nama Reinald. Cara perempuan itu menyentuh lengannya tanpa ragu. Dan juga cara Reinald terlihat begitu mengenal setiap gerak-geriknya.Semua terasa seperti potongan masa lalu yang tidak seharusnya berada di hadapan Hana, tetapi sekarang justru berdiri begitu nyata di antara mereka.Hana menarik napas panjang lalu kembali duduk. Ia membuka laptop, tetapi pikirannya tidak benar-benar tertuju pada pekerjaan. Beberapa kali ia membaca halaman yang sama tanpa memahami isinya, sampai akhirnya ia menutup dokumen tersebut dan menyandarkan tubuhnya pada kursi.Mungkin Karissa benar. Mungkin Hana memang belum mengenal Reinald sedalam itu. Dan m

  • Terjebak Pesona Presdir Muda   Kenapa Muncul Lagi Sih?

    Pagi ini Hana baru saja meletakkan tas di atas meja ketika suara langkah kaki terdengar dari arah lift. Ia menoleh sekilas dan mendapati Reinald berjalan keluar bersama Dimas. Pria tampan itu mengenakan setelan hitam yang membuat sosoknya terlihat semakin sulit didekati.Namun langkah Hana terhenti ketika seseorang muncul beberapa detik setelahnya.Karissa, perempuan itu berjalan dengan senyum yang begitu merekah. Seolah-olah keberadaannya di kantor Wijaya Group adalah sesuatu yang sudah biasa. Ketika pandangannya bertemu dengan Hana, senyumnya tidak menghilang dan justru semakin melebar sebelum akhirnya kembali mengarah pada Reinald.“Reinald, kau masih menyimpan kebiasaan berjalan terlalu cepat.” Suara Karissa terdengar lembut.Reinald berhenti dan menoleh. “Aku tidak tahu kau masih mengingatnya. Aku hanya tidak suka membuang-buang waktu.”Karissa tertawa kecil. “Aku mengingat banyak hal tentangmu. Kau juga begitu, kan?”Hana yang berdiri tidak jauh dari sana memilih untuk menunduk

  • Terjebak Pesona Presdir Muda   Perasaan Itu Semakin Tumbuh

    Hana masih duduk di tempatnya ketika Reinald berjalan menjauh. Kalimat pria itu terus berputar di kepalanya, membuat jemarinya yang berada di atas meja bahkan tidak mampu kembali menyentuh keyboard.Hana menelan ludah. Ia tidak tahu mengapa satu kalimat itu bisa membuat jantungnya berdebar sedemikian keras, seolah-olah dirinya baru saja mendengar sesuatu yang selama ini diam-diam ingin ia dengar.Ia memaksa pandangannya kembali pada layar komputer. Namun huruf-huruf yang tersusun di hadapannya justru tampak semakin kabur karena pikirannya tidak lagi berada di sana.Hana mengembuskan napas panjang, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi. Ia tidak seharusnya berharap.Hubungan mereka sejak awal bahkan tidak pernah dimulai dengan sesuatu yang jelas. Reinald adalah atasannya, sementara dirinya hanya seseorang yang kebetulan masuk ke dalam hidup pria itu setelah serangkaian kejadian yang tidak pernah mereka rencanakan.Tetapi belakangan ini semuanya berubah. Reinald menjemputnya setiap p

  • Terjebak Pesona Presdir Muda   Masih Ada Harapan?

    Hana menatap foto yang tergeletak di atas mejanya. Wajah Reinald di dalam gambar itu terlihat begitu berbeda dari pria yang selama ini ia kenal.Terlihat lebih muda, lebih ringan, dan memiliki senyum yang seolah tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun sejak Hana mengenalnya.Ada sesuatu yang terasa sakit ketika menyadari bahwa senyum itu pernah menjadi milik seseorang dan bukan miliknya.Hana mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Karissa. Perempuan itu masih duduk dengan tenang di hadapannya, seakan sengaja membiarkan Hana mencerna setiap hal yang baru saja ia tunjukkan.“Aku tidak tahu kenapa kau menunjukkan semua ini padaku.”Karissa tersenyum tipis. “Karena kau perlu tahu bahwa Reinald bukan hanya pria dingin seperti yang mungkin kau lihat sekarang.”“Aku tidak pernah menganggapnya sebagai pria dingin.”“Baguslah.” Karissa mengambil kembali foto itu. “Berarti kau sudah mengenalnya cukup jauh.” Nada suaranya terdengar ringan, tetapi justru membuat Hana semakin tidak nyaman.Ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status