ホーム / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 131 Pindah ke Luar Negeri

共有

Bab 131 Pindah ke Luar Negeri

作者: Tusya Ryma
last update 公開日: 2026-02-04 16:59:25

Sudah lebih dari satu jam Marissa berada di ruang perawatan Mario. Ia pun berbicara banyak hal pada anak itu. Namun, Mario tetap tidak merespon. Anak itu menutup rapat matanya tanpa ada tanda-tanda untuk bangun.

Beberapa saat kemudian, Danendra kembali masuk ke dalam ruang, lalu berjalan menghampiri Marissa. Ia mengelus kedua bahu wanita di depannya sambil berbicara.

"Bagaimana? Apa ada respon dari Diego?"

Danendra sering melihat adegan seperti itu di TV. Di mana pasien yang tidak sadarka
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 354 Danendra Sengaja

    Marissa pun berbaring di kursi. Di atasnya sudah ada Danendra yang menekannya. Sepertinya Danendra sengaja melakukan hal itu agar terdengar oleh orang yang ada di seberang telepon. Tanpa mengatakan apa pun, Danendra langsung mencium Marissa. Ia menarik kedua tangan Marissa ke atas kepala agar wanita itu tidak memberontak. Satu tangan lagi meraba pahanya yang hanya mengenakan rok di atas lutut. Tindakannya itu membuat Marissa tak berdaya. Ingin mengeluarkan suara kenikmatan, tapi di sana masih ada ponsel yang menyala. Marissa takut Zain mendengar aktivitas mereka saat ini. Danendra masih menekannya. Ia mencium bibir Marissa dengan rakus hingga suara basah dari kedua mulut yang menyatu sangat jelas terdengar. Danendra benar-benar melakukannya dengan sengaja. "Asihhh! Danen!" Marissa menggeliat. Tangan pria itu semakin menyelusup masuk ke dalam roknya. "Buka kakimu, Sayang! Aku akan menyentuhnya dengan tanganku!" ucap Danendra dengan penuh godaan. "Enghhh ...." Marissa tidak ing

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 353 Tidak Bersalah

    Di depannya Danendra tidak tahan. Ia berkata pada Marissa yang tidak melihatnya sama sekali. "Sayang! Kita ini bukan anak ABG lagi, yang kalau marah harus diam-diaman! Aku tidak suka kau mengabaikan chat dan teleponku! Aku pun tidak suka kau pergi ke tempat pria lain dan mencari kesenangan di sana! Kalau kau memang membenciku, ya, tinggal bilang saja! Aku tidak akan marah!" "Tidak akan marah?" Marissa mengulangi ucapannya. "Yang seharusnya marah itu adalah aku! Kau menuduhku menjual diri, dan kau pun menghilangkan kunci mobil Zain!" "Apa dengan sikapmu itu, aku tidak boleh marah?" tanya Marissa yang kali ini sudah menatap Danendra dengan tajam. Kekesalannya masih belum hilang walau waktu sudah berlalu lebih dari 24 jam. Dan, pria di depannya ini, masih saja merasa tidak bersalah. "Kalau memang tidak melakukan semua itu, kenapa harus marah?" tanya Danendra tanpa emosi. Ia sudah meredam emosinya dan sudah merenungkan semua yang dilakukannya tadi malam. "Makanya, kalau ada

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 352 Seperti Mengusir

    "Ahaha! Ti-tidak! Aku tidak melakukan hal itu lagi!" balas Marissa sambil tertawa. Ia cukup malu saat diingatkan lagi tentang tingkah konyolnya yang akan mengakhiri hidup hanya karena masalah sepele. "Lalu itu ... kakimu!" tunjuk Ken. Marissa segera melihat lututnya yang putih, tapi ada luka merah yang belum kering. Ia pun kembali menyangkal. "Tidak apa-apa! Ini karena terjatuh sedikit! Bukan karena menabrakan diri ke mobil orang!" canda Marissa. "Oh!" Ken tidak bertanya lagi. Setelah itu, Ken malah menyuruh Marissa untuk mengikutinya ke ruangan pribadi. "Mari, ikut dengan saya, Nona!" "Ah, baik!" Marissa pun mengikuti Ken dari belakang. Mereka masuk ke ruangan yang nampak luas dan terang, juga kedap suara. Musik DJ yang begitu keras pun, tidak terdengar ke dalam ruangan itu. "Duduklah!" "Te-terima kasih!" balas Marissa. Ia pun duduk di sofa yang ada di ruang kerja Ken. Setelah itu, Ken membuka lemari kayu, lalu mengambil kotak putih dari sana. Ia menghampiri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 351 Pria Paruh Baya

    30 menit kemudian, Fanny datang dan masuk ke ruangan yang ramai dengan pencahayaan yang kurang sempurna. Dari salah satu meja, ia melihat punggung wanita yang sudah tidak asing. Wanita itu duduk sambil meneguk minumannya. "Sa!" panggil Fanny pada wanita itu. Di mejanya sudah ada satu gelas dan satu piring berisi makanan yang tinggal setengah. Marissa sudah memesan makan dan minuman untuk dirinya sendiri. Padahal sebelumnya ia masih ingin menunggu Fanny. "Eh, Fan, sini!" Marissa pun melambaikan tangan. Setelah itu, Fanny menghampiri. "Maaf tadi di jalan ada sedikit masalah! Makanya agak lama!" ucap Fanny sambil duduk. "Tidak apa-apa! Makanan aku pun baru datang, kok! Kau mau pesan apa?" tanya Marissa. Lalu ia memanggil pelayan ke mejanya. Sambil memesan makanan untuk Fanny, Marissa pun memperhatikan pria gagah di depan sana yang berusia 45 tahun. Ia ingin menghampiri Ken dan ingin mengobrol dengan asisten pribadi Tuan Lim itu. "Hey, kau lihat apa? Serius sekali!" tan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 350 Ken?

    Hari sudah semakin sore. Marissa masih ada di tempat tinggal Zain sendirian. Mau pulang? Tapi rasanya sangat berat. Akhirnya Marissa memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen Zain karena kalau pulang pun putranya tidak ada. Michael sudah pergi bersama Wilyam dan Ambar ke rumah mereka. "Lebih baik aku tetap berada di sini sambil menenangkan diri!" Mungkin karena lelah seharian bekerja, dan ngantuk—semalaman tidak tidur, akhirnya Marissa tidur di sofa. Ia berbaring sambil menggunakan selimut tipis dan bantal yang dia ambil dari kamar tamu. Tidur di tempat orang lain, juga di sofa empuk yang lumayan besar, Marissa merasa nyaman, waktu pun berlalu begitu cepat. Baru juga tidur, sudah harus bangun lagi karena alarm di ponselnya sudah berbunyi. Padahal tidurnya sudah dua jam. Marissa mengatur alarm di jam 19.30 sebelum Zain benar-benar pulang. Saat ini, Marissa tidak ingin dikira tinggal di apartemen Zain karena menunggunya pulang. Nanti Zain salah paham dan mengira Marissa menungg

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 349 Jangan Lama-Lama

    Waktu sudah semakin malam, tapi Marissa masih berada di basement apartemen sambil mencari benda kecil yang entah ada di mana. Lututnya pun benar-benar sudah terluka dan berdarah karena goresan-goresan ke lantai. "Arghhh!" Inginnya memaki pria yang saat ini masih bersandar di tiang besar sambil melihatnya mencari kunci mobil. Tapi Marissa tidak bisa. Ia hanya bisa marah pada angin malam yang berhembus. Ia pun melampiaskan kekesalannya dengan menendang salah satu mobil yang ada di depannya. "Aish!" DUGGG! Seketika mobil itu berbunyi kencang. Marissa pun menjadi panik. Tanpa berpikir lagi, ia segera berlari seperti pecundang meninggalkan basement dan meninggalkan Danendra yang masih ada di sana. Lalu masuk ke dalam gedung dan segera masuk ke dalam lift. Marissa tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi. Entah bagaimana reaksi sang pemilik mobil ketika alarm mobilnya berbunyi kencang, dan tidak tahu juga apa yang Danendra lakukan setelah itu. Yang jelas, Marissa sangat kesal

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 30 Menonton Video Bersama-Sama

    Di dalam ruangan yang tidak terlalu luas dengan satu meja dan empat buah kursi, Marissa masuk dan berjalan menghampiri salah satu kursi di sana. Di ruang VIP—Vass nomor 5A—Marissa duduk sambil menunggu pria tua itu datang. Katanya Jonson masih di jalan. Dia akan tiba dalam waktu lima menit. "Apa

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 17 Di Bawah Alam Sadar

    Di ruang tidur yang cukup luas dengan desain interior modern yang elegan, Danendra membuka semua pakaian dan melemparnya ke tempat cucian. Ia pergi ke kamar mandi setelah mengambil handuk bersih dari dalam lemari. Walau di luar ada seseorang yang sedang menunggunya, tapi itu tidak membuat Danendr

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 21 Siapa yang Menuduh?

    Pasalnya, momen seperti ini sangat jarang terjadi. Di mana ibunya datang ke Kota A, dan bersedia menginjakan kakinya di rumah sewaannya, juga bersedia menemani Mario di rumah. Walau ini bukan kali pertama Merina datang ke rumah Marissa, tapi terkahir kali dia datang, itu sangat lama. Dan biasanya

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 19 Pilihan yang Sulit

    Entah mengapa, Danendra, yang selama lima tahun ini selalu bersikap dingin pada semua orang dan tidak pernah tertawa, malah menjadi periang ketika bersama dengan Marissa. Disadari atau tidak, Danendra menjadi lebih hangat dari sebelumnya ketika berhadapan dengan Marissa. Dengan sedikit tersenyum,

    last update最終更新日 : 2026-03-18
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status