แชร์

Bab 290 Menjadi Ragu

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-30 16:27:27

Di dalam mobil, Marissa duduk di samping Zain yang sedang mengemudikan mobilnya dengan keheningan yang tiada akhir. Di belakang mereka, ada kotak besar yang isinya mobil-mobilan milik Michael yang tadi dibawa Zain dari tempat tinggal Danendra.

"Maaf!" ucap Marissa dengan pelan.

Pria di sampingnya terus mengabaikannya dari dia masuk ke apartemen, mengambil kotak besar itu, lalu memasukannya ke dalam mobil. Zain menunjukkan rasa marah dan cemburunya ketika Marissa berada di tempat itu berdua de
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 298 Semakin Curiga dengan Status Danendra

    Di sebuah MPV termahal dan termewah milik Danendra yang dikendarai oleh Asisten Anas, kedua anak kecil berusia lima tahun duduk di kursi belakang sambil menatap ayah mereka yang berbaring di baris kedua. Di sampingnya, ada Marissa yang juga duduk sambil terus memperhatikan pria dewasa yang terlihat sangat lemah itu. "Mama, Papa Danen tidak apa-apa, kan?" tanya Michael dari belakang. Anak kecil itu terlihat sedih melihat orang dewasa yang dari kemarin bermain dengannya, sekarang berbaring lemah tak berdaya. Terdengar Danendra berkata pada anak-anak dan wanita di sampingnya, "Papa tidak apa-apa! Kalian jangan khawatir!" "Bagaimana kami tidak khawatir, kau demam seperti ini, bahkan hampir mencapai 40°! Apa semalam kau mandi?" tanya Marissa yang mulai curiga dengan sakitnya Danendra yang tiba-tiba itu. Padahal tadi malam dia masih baik-baik saja. Tidak mungkin pria gagah dan kuat yang selalu menjaga kesehatan dan pola makan seperti Danendra bisa sakit tiba-tiba. Itu pasti karena sema

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 297 Tidak Bisa Bersama

    Di balkon yang tidak terlalu luas, Marissa berdiri, melihat pemandangan kota sambil memegang ponselnya ke telinga. Dari seberang telepon, terdengar Zain marah lagi karena Marissa sudah tidak ada di tendanya. "Jangan bilang kau pergi bersama Danen lagi!" sergah Zain lagi yang entah sudah ke berapa kali dia marah pada Marissa setelah sambungan telepon terhubung. "Semalam aku sudah bilang, pagi ini kita pulang bersama! Aku akan mengantarmu dan Michael pulang! Tapi kenapa kau malah menghilang? Sebenarnya, dari kapan kau pergi? Jangan bilang, dari semalam kau pergi dari tempat ini!" Zain terus saja berbicara. Ia tidak membiarkan Marissa memotong ucapannya. "Cepat katakan! Sekarang kau ada di mana?" Hening beberapa saat, akhirnya Marissa bersuara. "Maaf!" Namun, Zain tidak puas dengan respon dari Marissa. Dia pun segera bertanya, "Maaf! Maaf karena apa? Apa karena kau bersama Danen?" Sebenarnya, bukan itu yang Marissa maksud. Dirinya meminta maaf pada Zain karena hal lain. "Sepert

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 296 Pria yang Hangat

    Malam sudah semakin larut, rasa kantuk dan lelah pun sudah tidak dipedulikannya lagi. Danendra terus mengendarai mobil yang dia pinjam dari seseorang yang ada di restoran Homesari dengan kecepatan tinggi menuju hotel yang paling dekat. Di sampingnya ada Marissa yang sedang duduk sambil melihat ke samping, sedangkan di kursi belakang ada si kembar yang masih tertidur pulas dengan memakai bantal dan selimut yang lengkap. "Di depan ada hotel, sebaiknya kita ke sana saja!" ucap Marissa sambil menunjuk gedung di depannya. Saat ini, yang Marissa inginkan hanya pergi dari kawasan perkemahan itu dan menjauh dari mata-mata seperti Zera dan Zain sendiri. Marissa hanya ingin tidur tenang bersama kedua anaknya. "Itu hotel biasa, bukan hotel bintang lima! Kamarnya tidak akan sebaik hotel berbintang! Sebaiknya kita cari yang lain lagi!" balas Danendra tanpa berhenti. Kalau harus kembali ke pusat Kota A, ke tempat tinggal Marissa ataupun Danendra, itu sangat jauh. Bisa memakan waktu lebih da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 295 Hatinya Terasa Hangat

    Pukul 8 malam, Danendra mondar-mandir tidak karuan di depan tenda milik Drizela dan Michael. Ia sangat gelisah memikirkan Marissa yang tidak ada di manapun dari sore, atau mungkin dari siang. Danendra tidak tahu dengan pasti kapan wanita itu menghilang. Mau menghubunginya pun, tidak bisa. Ponsel Danendra tidak ada, ia kesulitan untuk menghubungi Asisten Anas dan bawahannya yang lain untuk meminta bantuan. "Aishhh! Sial! Ke mana perginya Marissa? Apa dia tersesat?" Danendra menatap sekeliling tempat itu yang nampak gelap dan banyak pohon-pohon besar. Ia sangat khawatir memikirkan Marissa yang mungkin tersesat di dalam hutan yang gelap itu. Untungnya, saat ini Michael dan Drizela sudah dititipkan pada Bu Mila untuk melihat api unggun. Jadi Danendra bisa sedikit tenang mencari Marissa. Tidak terasa, waktu sudah semakin malam, acara berkemah pun sudah dimulai. Baik Michael maupun Drizela, mereka berdua sudah tertidur di tenda nomor 19 yang dekat dengan tenda milik Zee-Zee. Dan s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 294 Langsung Menikah

    Di dalam tenda yang tidak terlalu kecil—cukup untuknya berdiri dan bergerak bebas—Marissa begitu gelisah mengetahui dari seberang telepon masih belum ada jawaban. Ia terus menempelkan ponselnya ke telinga sambil mondar-mandir di dalam tenda. Dilihat dari cara Zain yang tidak membalas pesan balasan dari Marissa, juga tidak mengangkat teleponnya, Marissa tahu, pria itu pasti marah besar. "Aishhh!" Ditelepon tidak bisa, Marissa kembali mengirim pesan. ["Zain! Angkat teleponnya! Aku bisa jelaskan, semua foto itu tidak seperti yang kau pikirkan!"] Pesan pun terkirim .... Marissa terdiam sambil menunggu balasan dari pria itu. TRING! Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya ada balasan. Hati Marissa terasa ada yang mencubit, sedikit sakit dan tidak nyaman. Ia seperti anak ABG yang sedang berpacaran, dan saat ini sedang bertengkar dengan pacarnya. Itu benar-benar membuat hatinya galau dan gelisah. Akhirnya Marissa menelepon Zain. Ia ingin menjelaskannya di telepon, buka

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 293 Mengambil Benda yang Salah

    Di tenda nomor 18 milik Marissa dan Michael, Marissa menyimpan tas di punggungnya, lalu bergegas pergi ke tenda nomor 19 karena anak-anaknya pun ada di sana. Selain itu, pria yang sedang dicarinya juga ada di sana. "Danen!" panggil Marissa di depan tenda 19. Ia tidak masuk ke dalam tenda, hanya berdiri di depan menunggu pria itu keluar. Bukannya Danendra yang keluar, tapi malah Drizela dan Michael. Mereka berdua melewati Marissa dan segera berlari ke luar. "Mama, kami ke tenda Zee dulu, ya! Dah Mama ...." Michael melambaikan tangan pada Marissa. Ia berlari ke tenda samping bersama Drizela. "Ya! Jangan lari-lari!" balas Marissa sambil berteriak karena anak itu sudah agak jauh. Setelah Marissa memanggil Danendra, juga berteriak pada putranya, tapi pria yang ada di dalam tenda tidak kunjung keluar. Tidak ada tanda-tanda Danendra akan keluar. "Aishhh! Apa dia tidak mendengarku?" tanya Marissa dengan pelan. Ia pun kembali berteriak sambil melangkah ke depan pintu masuk tenda. "Dan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 95 Bajingan

    Dari seberang telepon, terdengar Asisten Anas berkata, "Tuan! Di akun media sosial Nona Marissa ada unggahan foto beberapa menit yang lalu! Sepertinya Nona Marissa sedang berada di tempat hiburan!"Asisten Anas hanya mengatakan hal itu saja. Ia tidak menjelaskan Marissa bersama dengan siapa di foto

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 92 Kelemahan Marissa

    Pukul enak sore, langit di luar sudah mulai gelap. Marissa yang sedang duduk di dalam taksi, segera meminta sang sopir untuk menghentikan taksinya. Ia sudah sampai di kawasan sederhana—rumah sewaan Fanny yang baru.Sahabatnya itu baru pindah ke rumah susun di lantai tiga dengan dua kamar tidur. Di

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 97 Lebih Hangat dari Sebelumnya

    Semenjak kejadian malam itu, Fanny tidak pernah lagi menghubungi Marissa, tidak juga mengangkat teleponnya, bahkan tidak mau bertemu dengan Marissa lagi walau teman baiknya itu sudah datang ke rumah atau bahkan menjemputnya di kantor. Fanny benar-benar menghindar.Sekarang, terasa ada jarak di anta

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 89 Tidurlah di Kamarku

    Danendra terdiam. Ia melihat ke depan sambil memegang roda kemudinya dengan erat tanpa menjawab pertanyaan dari wanita di sampingnya."Aku tahu, kau tidak suka dengan perjodohan ini! Kau pun tidak suka aku terlalu menempel padamu! Walaupun begitu, cepat atau lambat kita akan menikah! Sudah seharusn

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-26
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status