Inicio / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 67 Lebih Hangat dan Manis

Compartir

Bab 67 Lebih Hangat dan Manis

Autor: Tusya Ryma
last update Fecha de publicación: 2026-01-11 02:02:45

"Ayo kita berkencan!"

Ajakan itu terus terngiang di telinga Marissa. Danendra memberinya waktu tiga hari untuk menjawab hal itu. Keuntungan jika berkencan dengan pria itu, Marissa sangat menginginkannya. Bisa bersama dengan Mario dan bisa menjadi ibu tiri untuknya, tentu saja Marissa sangat ingin.

Tapi, Marissa pun ragu dengan hal itu. Bagaimana bisa pria tampan dan kaya seperti Danendra mengajak wanita sederhana seperti Marissa untuk berkencan?

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 355 Bulan Depan Menikah

    Pukul 10 pagi, Marissa masih ada di tempat Danendra. Ia sudah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang waktu itu tertinggal di sana. Di meja makan, tersaji beberapa hidangan makanan yang sudah dibuatkan oleh pelayan. Marissa dan Danendra pun segera makan. "Setelah ini, aku akan mengajakmu ke rumah! Sekalian aku mau membicarakan masalah pernikahan kita dengan kedua orang tuaku!" ucap Danendra sambil mengunyah makanannya. Di sampingnya, Marissa terdiam. Ia memegang sendok tanpa mengambil makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Entah mengapa, Marissa masih ingat dengan kata-kata yang kemarin Ambar ucapkan padanya. Ambar akan menuntut Marissa dan juga para dokter yang menangani persalinan Drizela dan Michael. Mendengar hal itu saja, bulu-bulu halus di tubuhnya terasa berdiri. "Hey! Kenapa melamun? Apa kau tidak suka kita menikah?" tanya Danendra sambil menepuk bahu Marissa. Wanita di sampingnya terlihat bengong dan melamun. "Ah, ti-tidak! Bukan itu!" Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 354 Danendra Sengaja

    Marissa pun berbaring di kursi. Di atasnya sudah ada Danendra yang menekannya. Sepertinya Danendra sengaja melakukan hal itu agar terdengar oleh orang yang ada di seberang telepon. Tanpa mengatakan apa pun, Danendra langsung mencium Marissa. Ia menarik kedua tangan Marissa ke atas kepala agar wanita itu tidak memberontak. Satu tangan lagi meraba pahanya yang hanya mengenakan rok di atas lutut. Tindakannya itu membuat Marissa tak berdaya. Ingin mengeluarkan suara kenikmatan, tapi di sana masih ada ponsel yang menyala. Marissa takut Zain mendengar aktivitas mereka saat ini. Danendra masih menekannya. Ia mencium bibir Marissa dengan rakus hingga suara basah dari kedua mulut yang menyatu sangat jelas terdengar. Danendra benar-benar melakukannya dengan sengaja. "Asihhh! Danen!" Marissa menggeliat. Tangan pria itu semakin menyelusup masuk ke dalam roknya. "Buka kakimu, Sayang! Aku akan menyentuhnya dengan tanganku!" ucap Danendra dengan penuh godaan. "Enghhh ...." Marissa tidak ing

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 353 Tidak Bersalah

    Di depannya Danendra tidak tahan. Ia berkata pada Marissa yang tidak melihatnya sama sekali. "Sayang! Kita ini bukan anak ABG lagi, yang kalau marah harus diam-diaman! Aku tidak suka kau mengabaikan chat dan teleponku! Aku pun tidak suka kau pergi ke tempat pria lain dan mencari kesenangan di sana! Kalau kau memang membenciku, ya, tinggal bilang saja! Aku tidak akan marah!" "Tidak akan marah?" Marissa mengulangi ucapannya. "Yang seharusnya marah itu adalah aku! Kau menuduhku menjual diri, dan kau pun menghilangkan kunci mobil Zain!" "Apa dengan sikapmu itu, aku tidak boleh marah?" tanya Marissa yang kali ini sudah menatap Danendra dengan tajam. Kekesalannya masih belum hilang walau waktu sudah berlalu lebih dari 24 jam. Dan, pria di depannya ini, masih saja merasa tidak bersalah. "Kalau memang tidak melakukan semua itu, kenapa harus marah?" tanya Danendra tanpa emosi. Ia sudah meredam emosinya dan sudah merenungkan semua yang dilakukannya tadi malam. "Makanya, kalau ada

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 352 Seperti Mengusir

    "Ahaha! Ti-tidak! Aku tidak melakukan hal itu lagi!" balas Marissa sambil tertawa. Ia cukup malu saat diingatkan lagi tentang tingkah konyolnya yang akan mengakhiri hidup hanya karena masalah sepele. "Lalu itu ... kakimu!" tunjuk Ken. Marissa segera melihat lututnya yang putih, tapi ada luka merah yang belum kering. Ia pun kembali menyangkal. "Tidak apa-apa! Ini karena terjatuh sedikit! Bukan karena menabrakan diri ke mobil orang!" canda Marissa. "Oh!" Ken tidak bertanya lagi. Setelah itu, Ken malah menyuruh Marissa untuk mengikutinya ke ruangan pribadi. "Mari, ikut dengan saya, Nona!" "Ah, baik!" Marissa pun mengikuti Ken dari belakang. Mereka masuk ke ruangan yang nampak luas dan terang, juga kedap suara. Musik DJ yang begitu keras pun, tidak terdengar ke dalam ruangan itu. "Duduklah!" "Te-terima kasih!" balas Marissa. Ia pun duduk di sofa yang ada di ruang kerja Ken. Setelah itu, Ken membuka lemari kayu, lalu mengambil kotak putih dari sana. Ia menghampiri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 351 Pria Paruh Baya

    30 menit kemudian, Fanny datang dan masuk ke ruangan yang ramai dengan pencahayaan yang kurang sempurna. Dari salah satu meja, ia melihat punggung wanita yang sudah tidak asing. Wanita itu duduk sambil meneguk minumannya. "Sa!" panggil Fanny pada wanita itu. Di mejanya sudah ada satu gelas dan satu piring berisi makanan yang tinggal setengah. Marissa sudah memesan makan dan minuman untuk dirinya sendiri. Padahal sebelumnya ia masih ingin menunggu Fanny. "Eh, Fan, sini!" Marissa pun melambaikan tangan. Setelah itu, Fanny menghampiri. "Maaf tadi di jalan ada sedikit masalah! Makanya agak lama!" ucap Fanny sambil duduk. "Tidak apa-apa! Makanan aku pun baru datang, kok! Kau mau pesan apa?" tanya Marissa. Lalu ia memanggil pelayan ke mejanya. Sambil memesan makanan untuk Fanny, Marissa pun memperhatikan pria gagah di depan sana yang berusia 45 tahun. Ia ingin menghampiri Ken dan ingin mengobrol dengan asisten pribadi Tuan Lim itu. "Hey, kau lihat apa? Serius sekali!" tan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 350 Ken?

    Hari sudah semakin sore. Marissa masih ada di tempat tinggal Zain sendirian. Mau pulang? Tapi rasanya sangat berat. Akhirnya Marissa memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen Zain karena kalau pulang pun putranya tidak ada. Michael sudah pergi bersama Wilyam dan Ambar ke rumah mereka. "Lebih baik aku tetap berada di sini sambil menenangkan diri!" Mungkin karena lelah seharian bekerja, dan ngantuk—semalaman tidak tidur, akhirnya Marissa tidur di sofa. Ia berbaring sambil menggunakan selimut tipis dan bantal yang dia ambil dari kamar tamu. Tidur di tempat orang lain, juga di sofa empuk yang lumayan besar, Marissa merasa nyaman, waktu pun berlalu begitu cepat. Baru juga tidur, sudah harus bangun lagi karena alarm di ponselnya sudah berbunyi. Padahal tidurnya sudah dua jam. Marissa mengatur alarm di jam 19.30 sebelum Zain benar-benar pulang. Saat ini, Marissa tidak ingin dikira tinggal di apartemen Zain karena menunggunya pulang. Nanti Zain salah paham dan mengira Marissa menungg

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 72 Darius Ada di Kota Itu

    "Sepatu ini pemberian dari seseorang, bukan hasil curian!" balas Marissa dengan jujur. Mau mengaku membelinya pun Marissa tidak berani berbohong. Walaupun begitu, pria gendut itu tetap ragu. "Ya, sudah, begini saja, sepatu ini digadai dulu! Besok aku ambil lagi! Bagaimana?" sepatu ini menyaranka

    last updateÚltima actualización : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 66 Marissa! Ayo Kita Berkencan

    "Siapa yang mencarimu? Aku kemari karena di sini kamarku!" balas Danendra sambil berjalan menghampiri Marissa. Ia masih memasang wajah serius dengan nada suara yang cukup ketus. Tadinya, Danendra ingin mencari wanita itu dan menenangkannya atas masalahnya dengan Amb

    last updateÚltima actualización : 2026-03-23
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 70 Gaun yang Sangat Indah

    Dalam kepanikannya, ketukan di pintu itu semakin keras terdengar diiringi suara seseorang yang memanggil namanya. "Bety! Bety! Buka pintunya! Kau belum tidur, kan?" Tok! Tok! Tok! "Bety! Buka pintunya!" panggil Nima untuk yang kedua kalinya. Marissa pun mengenali suara itu. Suara itu adal

    last updateÚltima actualización : 2026-03-23
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 65 Anda Kenapa?

    Karena seharian ini mereka terus bersama, Darius menjadi lebih dekat dengan Fanny, Marissa dan juga Ray. Mereka bisa berteman baik karena Darius orang yang sangat menyenangkan. Malam ini, mereka berencana untuk pergi ke tempat hiburan terkenal di Malio. Tempat hiburan itu sangat ramai setiap mala

    last updateÚltima actualización : 2026-03-23
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status