Início / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 67 Lebih Hangat dan Manis

Compartilhar

Bab 67 Lebih Hangat dan Manis

Autor: Tusya Ryma
last update Data de publicação: 2026-01-11 02:02:45

"Ayo kita berkencan!"

Ajakan itu terus terngiang di telinga Marissa. Danendra memberinya waktu tiga hari untuk menjawab hal itu. Keuntungan jika berkencan dengan pria itu, Marissa sangat menginginkannya. Bisa bersama dengan Mario dan bisa menjadi ibu tiri untuknya, tentu saja Marissa sangat ingin.

Tapi, Marissa pun ragu dengan hal itu. Bagaimana bisa pria tampan dan kaya seperti Danendra mengajak wanita sederhana seperti Marissa untuk berkencan?

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 332 “Nenek jahat! Aku tidak mau!”

    Di kamar tidur yang tidak jauh berbeda dengan kamarnya sendiri karena ini unit apartemen tipe yang sama, Marissa membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, Zain sedang duduk di tempat tidur sambil memegang celananya. Terlihat dia baru selesai mandi dan sudah memakai baju. “Eh!” Marissa pun sedikit terkejut. Ia terdiam beberapa detik, lalu berbalik badan ketika Zain masih mengenakan celana dalam—boxer—berwarna hitam. Gerakan Marissa saat ini sama persis dengan gerakan Jimy ketika pria itu masuk dan melihat Marissa dan Danendra sedang melakukan sesuatu hal di sofa ruang kerja. “Ma-maaf!” ucap Marissa dengan pelan. Ia bingung harus bagaimana. Kalau keluar lagi, rasanya agak aneh karena pintunya sudah ditutup. Terpaksa Marissa diam sampai Zain memakai celananya. “Bisa kau membantuku? Aku kesulitan memasukan kaki kanan! Rasanya masih sangat sakit untuk digerakan!” ucap Zain ketika melihat Marissa sudah ada di kamarnya. Marissa semakin gugup dengan hal itu. Za

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 331 Tes DNA

    Baik Marissa maupun para dokter, semuanya tidak pernah menduga kalau bayi itu akan kembali bernyawa setelah dipeluk ibunya. Ini merupakan mukjizat dari Tuhan yang tidak bisa dijangkau oleh kemampuan akal manusia. “Kau sendiri ... apa kau tidak percaya kalau Michael itu adalah anakmu?” tanya Marissa pada Danendra. Mungkin saja keinginan tes DNA itu dari pria itu, bukan dari ibunya. “Tentu saja percaya!” jawab Danendra dengan serius. Ia pun semakin memeluk Marissa. “Kalau tidak percaya, untuk apa aku memberinya hadiah saat Michael ulang tahun, mengajaknya bermain, memberi kalian kartu bank? Itu semua aku lakukan karena percaya! Aku percaya kalau Michael itu darah dagingku!” jelasnya lagi. “Sekarang, tinggal melakukan tes DNA pada Michael agar Mama percaya. Setelah itu, kita adakan pesta pernikahan yang meriah! Bila perlu, tujuh hari tujuh malam tanpa henti!” ucap Danendra di samping telinga Marissa. Ia pun mencium telinganya, lalu menciumnya lagi sampai beberapa kali. “Haha!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 330 Susah Diatur

    “Danen!” Marissa menatap kiri dan kanan, ia memperhatikan sekitar yang nampak sepi dan hening. Tapi, walaupun di lantai paling atas itu sangat sepi dan hening, tetap saja Marissa takut ada orang yang melihat. “Kita ini sedang bekerja, bukan di rumah! Mau seperti apapun hubungan kita, tetap saja, aku ini bawahanmu, dan kau atasanku! Aku tidak boleh masuk ke ruanganmu tanpa izin!” jelas Marissa dengan serius. Di depannya, Danendra malah menarik tangan Marissa hingga wanita itu masuk ke dalam. Lalu, pintu ditutup. Detik berikutnya, Danendra mendorong Marissa ke tembok, lalu mengurungnya agar tidak kabur. “Marissa! Mulai sekarang, aku mengizinkanmu masuk ke ruanganku dengan bebas! Apa kau mengerti?” ucap Danendra sambil menatap wanita yang menurutnya sangat nakal itu. Marissa susah diatur dan sering menghilang tanpa memberitahu. Sedari tadi pun, saat Danendra baru sampai di perusahaan itu, ia sudah menghubungi Marissa beberapa kali, tapi wanita itu tidak menjawab. Padahal Da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 329 Piktor

    Jam makan siang, yang rencananya Marissa mau meminta izin untuk pulang lebih awal, ini malah harus ikut dengan Ara ke kantin kantor yang tidak dikunjungi oleh Jesi dan Yuna dan yang lainnya. Ara masih ingin membahas masalah foto seksi Marissa yang kemarin tersebar di media sosial Jesi. "Sa! Apa jangan-jangan... Bos Besar yang melakukannya?" tebak Ara sambil menyedot minumannya. "Kalau tidak, mana mungkin Jesi menghapus kembali foto yang banyak like dan share-nya itu? Ini pasti ada seseorang yang memaksa dia untuk menghapusnya!" "Emh, entahlah! Aku kurang tahu!" balas Marissa dengan pelan. Ia pun bingung dengan semua itu. Sebenarnya, dihapus atau tidaknya postingan Jesi, yang jelas sudah banyak akun yang menyebarkan foto tersebut. Bahkan, Zain—pria yang Marissa khawatirkan—pun sudah melihat foto itu. "Eh, Sa! Apa kau dan Bos Besar ada hubungan?" Tiba-tiba Ara berbisik. Ia mengalihkan pembicaraan, tidak lagi membahas foto yang hilang itu. "Enh!" Marissa mengangguk sambil menyan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 328 Tidak Tahu

    Di ruang tamu yang cukup luas dan sepi, Marissa masih duduk di sofa bersama sang sopir. Marissa pun sesekali melirik ke arah sopir itu, tapi orang di sampingnya biasa saja. Dia tidak mengerti dengan kode dari Marissa. "Oh, ya, Pak! Terima kasih sudah mengantar saya kemari! Kalau Anda ingin pulang sekarang, silakan! Biar nanti saya pulang sendiri!" ucap Marissa pada sopir itu. Entah mengapa, sopir itu malah ikut duduk bersama Marissa. Padahal dia tidak ada kepentingan apapun di sana. Karena tadi, guci itu sudah diturunkan dan dimasukkan ke dalam rumah yang dibantu oleh beberapa orang. "Ya! Tidak apa-apa! Biar saya di sini dulu! Kata Nyonya, saya harus mengantar Anda pulang, Nona!" balas sopir itu, menolak untuk pergi. Sinta memang sudah berpesan seperti itu pada sopirnya. Tapi, Marissa ingin tinggal lebih lama di rumah itu dan ingin melihat putri kecilnya. Ia ingin memeluknya sebentar. "Oh ... tapi sepertinya saya masih lama di sini! Saya mau melihat putri saya dulu!" balas Mariss

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 327 Guci yang Sama

    Waktu sudah menunjukkan pukul 17.50. Marissa pun baru keluar dari restoran bersama Tuan Lim dan Ken. "Terima kasih, Tuan! Hati-hati di jalan," ucap Marissa sambil membungkuk. Ia menolak untuk ikut lagi ke mobil Tuan Lim karena sekarang suasana hatinya sudah jauh lebih baik. Tuan Lim pun masuk ke dalam mobil, lalu membuka kaca jendela. "Apa benar tidak mau kami antar?" tanya Tuan Lim pada Marissa. Wanita itu pun segera tersenyum. "Ah, tidak Tuan! Terima kasih! Saya bisa pulang sendiri!" "Baiklah! Tapi awas, jangan nekat loncat dari jembatan! Itu tidak baik, untukmu, juga untuk orang-orang yang ada di sekelilingmu," ucap Tuan Lim yang terdengar sangat mencemaskan Marissa. "Ya! Aku tidak akan melakukannya!" balasnya. Setelah itu, Ken berpamitan. Lalu pergi dari hadapan Marissa.*** Di jalan yang sudah semakin ramai, Marissa menghentikan taksi. Ia ingin kembali ke rumah sakit karena tadi Mama Zain memintanya untuk datang. Dia ingin membahas masalah guci yang pecah itu.

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 49 Membuatnya Sangat Jelek

    Di kamar berukuran 3 x 3 meter persegi, Fanny masuk dan menghampiri Marissa yang ada di atas tempat tidur. Wanita itu sedang duduk sambil memegang kedua lututnya di depan dengan pandangan mata terus melihat ke arah luar jendela. Ekspresi wajahnya begitu mengerikan, layaknya seorang wanita yang seda

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 51 Ingin Memeluknya

    Pukul tujuh malam, Marissa sudah tiba di rumah keluarga Adipraja yang berada di pusat Kota A. Tepatnya di kawasan elit yang tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Wilman membawa Marissa masuk ke dalam rumah yang sangat megah dan besar, lalu menyuruhnya untuk memperkenalkan diri. Di depan Tuan

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 48 "Hah??? Ka-Karina?"

    "Sa! Masalah itu, kita bicarakan nanti di rumah, ya! Sekarang, ayo kita pulang! Ibu obati lukamu, ya?" Merina membujuknya, berharap putrinya mau pulang dan tidak lagi membuat onar di jalan. "Aku bilang, tidak, ya, tidak, Bu!" Marissa menghempaskan tangan ibunya. Ia kembali melihat ke arah Danendr

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 44 Mengidentifikasi Jasad

    Malam hari di Kota A, Danendra dan empat orang pria berpakaian hitam sedang duduk di salah satu meja restoran yang ada di kota itu. Salah satu dari mereka membuka laptop di atas meja sambil membacakan informasi yang ada di layar. "Jadi, pemilik rumah sewaan itu sekarang sudah meninggal?" tanya Dan

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status