Share

Bab 35. Misi Penting

Author: Sekarani
last update publish date: 2026-02-28 23:39:30

Freya pikir Aryan cuma membual saat tempo hari mengatakan bahwa dirinya adalah perempuan pertama yang dibiarkan menginap. Namun, prasangka buruknya hilang setelah barusan mendengar klaim serupa dari adiknya.

“Menurutku, Kak Freya harus lebih hati-hati sama Kak Aryan. Dia itu …”

“Tanpa kamu kasih tahu, Freya itu pasti selalu hati-hati,” potong Aryan.

Pria bercelemek putih itu tiba-tiba muncul di ambang pintu yang sejak tadi memang dibiarkan terbuka. Niatnya ingin mengajak makan, tetapi malah me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
rmskrn
wowww mesti gitu gituuuu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 137. Jurus Membujuk Pak Bos

    Hari pertama kembali bekerja setelah cuti patah hati, Freya melangkah santai menuju ruang pemimpin redaksi. Dia bahkan tidak mampir ke mejanya dulu untuk sekedar menaruh tas, seolah sangat tidak sabar bertemu bosnya.“Selamat pagi, Pak Eka!”Freya menyapa dengan senyum ceria. Namun, Eka hanya balas memandangnya dengan tatapan tak bersahabat.“Pak Eka mau kopi? Saya bawa yang sesuai preferensinya Pak Eka,” ujar Freya sambil menaruh segelas kopi di meja bosnya.Setelahnya, Freya juga meletakkan kantong kertas berukuran sedang di sisi gelas kopi. “Saya juga jajan roti bebas gluten khusus untuk Pak Eka yang sabarnya seluas samudera.”Eka bukan orang yang gampang disogok. Namun, melihat Freya yang terus tersenyum dengan mata berbinar-binar, lambat laun hatinya dia luluh juga. “Semua ayah di dunia ini katanya ditakdirkan selalu kalah dari anak perempuannya,” gumam Eka seraya menghela napas panjang.Senyum Freya masih tercetak jelas di bibirnya saat menanggapi pria yang akhirnya mau meminum

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 136. Resign?

    Aryan memang sering dibanding-bandingkan dengan kakaknya. Gara-gara itu juga, hubungannya dengan si kakak pernah diwarnai perang dingin selama bertahun-tahun.Sekeras apa pun Aryan berusaha, ada saja kurangnya. Wirya bahkan tak pernah sekalipun kelihatan tulus memuji Aryan. Padahal, sejak Aryan menduduki jabatan strategis, Harsa Group nyatanya menunjukkan kemajuan bisnis yang konsisten melampaui ekspektasi.Hanya saja, kinerja Aryan di perusahaan kini tak lagi menjadi satu-satunya hal yang disorot.“Cinta itu perkara merepotkan, Aryandika Hutama.”Belakangan ini, Wirya juga mulai menaruh perhatian khusus pada kehidupan pribadi Aryan, terlebih semenjak anaknya itu memutuskan untuk mengakhiri pertunangannya dengan Lucy.“Jangan buang-buang waktu dan energimu untuk sesuatu yang pada akhirnya cuma menawarkan kesenangan semu.”Aryan sesaat hanya diam memandang Wirya yang tersenyum meremehkan. Bibirnya lantas turut menyimpul senyum tipis yang perlahan melebar. Dia bahkan mendengus kecil, se

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 135. Bermental Baja

    “Saya paling suka ini. Romantisnya dapet banget. Nakalnya juga terasa.”Nadya tersenyum menunjukkan foto Aryan dan Freya yang seolah sedang berciuman di dalam mobil. Potret tersebut diambil saat Aryan mengantar Freya bekerja beberapa hari lalu. “Oh, tapi sebentar. Ada yang lebih menarik,” kata Nadya sambil mencari-cari foto yang dimaksud.Dalam hitungan detik, Nadya kembali memperlihatkan layar ponselnya kepada Reno. Foto yang dia tunjukkan berikutnya ternyata mengabadikan momen lain di hari yang sama.“Iya, kan? Mas Reno pasti setuju dengan saya.”Reno memperhatikan foto Aryan yang kali ini tampak bahagia memeluk Freya di depan lobi utama gedung tempat si perempuan bekerja. Senyumannya memang cerah sekali, kontras dengan Freya yang kelihatan kaget sekaligus tersipu.“Ini romantisnya natural, bukan yang sengaja dibuat-buat.”Sudut bibir Nadya masih tersenyum melengkung ke atas saat kemudian berkata, “Beda dengan foto sebelumnya yang kelihatan sekali kalau dua-duanya sadar kamera.”Be

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 134. Bertemu Pemilik Perusahaan

    Juan berteriak sambil mengguncang tubuh Freya, membuat perempuan itu tersentak berulang kali dalam kuasanya.“Lima tahun, Freya! Lima tahun aku menunggu!”Napas Juan memburu. Amarah dan keputusasaan bercampur di wajahnya, menjadikan ekspresinya tampak semakin kacau.“Kenapa kamu malah menyerahkan tubuhmu untuk orang lain?! Dasar murahan! Pelacur sok suci! Harusnya aku yang pertama menikmatinya, bukan si bangsat itu! Sialan!”Freya tercekat. Wajahnya memucat karena mendengar ucapan Juan yang begitu kasar. Matanya membola ketakutan, tak menyangka Juan tega merendahkannya dengan kata-kata seperti itu.“Bajingan!”Suara Chika tiba-tiba terdengar lantang. Perempuan itu berlari menghampiri Juan dan Freya. Tatapannya nyalang, jelas menunjukkan kemarahan yang tak terbendung.“Lepasin Freya!”Juan tak menghiraukan Chika. Alih-alih melepas cengkeramannya, pria itu justru menarik Freya ke dalam pelukannya secara paksa.Namun, Jefri yang datang bersama Chika segera bertindak. Dalam sekejap, si pe

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 133. Korban yang Disalahkan

    “Aku paham kenapa kamu ngelakuin semua ini. Aku salah, jadi aku emang layak kamu hukum. Tapi emangnya harus kayak begini?”Katanya, orang mabuk cenderung berkata jujur. Saat mereka bicara melantur, setiap kalimat yang terucap mungkin merupakan ungkapan isi hati mereka yang sesungguhnya.Walau sejatinya sudah muak, Freya ingin tahu apa saja yang bakal dikatakan Juan saat mabuk begini. Dia mau dengar kejujuran seperti apa yang akan terlontar dari mulut si pengkhianat.“Aku cuma selingkuh, Freya …”Namun, berharap apa Freya dari pria berengsek yang bahkan tega menyuruh salah satu selingkuhannya menggugurkan kandungannya? Pada akhirnya, Juan lagi-lagi hanya mengatakan sesuatu yang ujungnya menyakiti Freya.“Cuma selingkuh?” Freya memandang sinis Juan. “Cuma? Selingkuh itu kamu bilang ‘cuma’? Dasar bajingan kurang ajar!”Seolah sadar dirinya salah ucap, Juan segera berusaha mengoreksi ucapannya. “Oke! Oke, Freya! Aku selingkuh. Iya, aku selingkuh …!”Juan memegang kepalanya yang terasa sak

  • Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar   Bab 132. Bahagia Melihatnya Menderita

    Perangai Aryan mungkin tidak tampak seperti seorang pemberontak. Namun, semua orang yang pernah berurusan dengannya pasti tahu bahwa dia bukan tipe yang gampang patuh. Jika ada sesuatu yang memang tidak sesuai keinginan atau kehendaknya, Aryan akan mencari celah untuk menolak atau bahkan melawan.Entah diam-diam atau terang-terangan, Aryan bakal menemukan celah agar segalanya berjalan seperti kemauannya saja.“Maksudnya, mau kayak gimana kondisinya, dia bisa aja tetep nyariin kamu, gitu?”Freya langsung mengiyakan omongan Chika. “Iya. Aku khawatirnya dia bakal begitu.”Melihat tampang serius Freya, Chika terdiam sesaat. Namun, alih-alih menanggapi dengan ekspresi serupa, Chika lalu menyunggingkan senyum jenaka.“Ternyata kamu seyakin itu, ya, sama cintanya dia ke kamu,” celetuk Chika sembari mendengus geli. “Jadi, Aryan itu tipikal cowok yang rela mendaki gunung, lewati lembah, bahkan berenang menyeberangi lautan demi cinta, ya? Wah, gila! Romantis banget si Aryan!”Chika mencibir A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status