แชร์

Bab 151. Siapa Yang Takluk

ผู้เขียน: Syafitri Wulandari
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-10 23:40:00

Sesampainya di rumah Aurora langsung memeluk sang anak dengan erat dan menciumnya dengan rasa haru dan penuh kerinduan.

Ia takut tidak bisa bertemu lagi dengan Alvaro. Tetapi Tuhan masih memberikan kesempatan untuk dirinya.

“Sayang, Mama kangen banget sama kamu,” ucap Aurora dengan rasa syukur yang luar biasa.

Perasaan lega menghampiri dirinya. Namun, energinya terkuras habis hanya karena berbicara dengan Darma.

“Kamu cuma merindukan Alvaro, Sayang?” tegur Leo merasa tidak terima jika sang istr
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 224. Trauma

    Aurora menyaksikan proses pemakaman Darma. Wanita itu sama sekali tidak menangis, ia hanya diam dan melihat bagaimana tanah itu mengubur seluruh tubuh papanya bersama peti di dalamnya.“Mas ayo pulang aku pusing,” ucap Aurora mengajak suaminya untuk pulang.Ia sudah tidak sanggup berada di pemakaman. Tubuhnya terasa sangat lemas, rasanya seperti mau pingsan.Leo dengan sigap menggendong istrinya, apalagi ia melihat wajah Aurora kembali pucat. Padahal sebelumnya wajah istrinya sudah tampak seperti biasa.“Iya, Sayang. Kita pulang sekarang ya,” sahut Leo dengan tegas.Aurora hanya diam di saat Leo menggendongnya, karena ia sudah tidak mampu untuk berjalan.Sebelum benar-benar jauh, Aurora menatap makam papanya yang sudah bertabur bunga.“Aku harap Papa jika papa sudah bertemu mama semoga papa meminta maaf langsung kepadanya,” gumam Aurora di dalam hati.Keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Aurora memejamkan matanya, hari ini sangat berat baginya, ia ingin beristirahat sejenak untuk meng

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 223. Darma Meninggal

    Selama seminggu pasca pemulihan di rumah sakit. Aurora terus tampak membaik, dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Namun, seminggu sekali wanita itu masih harus kontrol untuk melihat bekas operasi yang ada di kepala wanita itu.“Mas nanti rambutku bakal lebat lagi gak ya?” tanya Aurora menatap sang suami, keduanya sudah berada di dalam kamar dengan Alvaro yang tidur di pangkuan Aurora dan tidak mau lepas dari sang mama sama sekali, mungkin karena sudah lama berpisah Alvaro tidak ingin jauh-jauh dari mamanya lagi.Leo yang mendengarnya tersenyum tipis. “Bisa, Sayang. Perlahan rambut kamu tumbuh lagi kok. Jangan khawatir ya. Tapi menurut Mas mau bagaimana pun kamu, tetap cantik di mata Mas, Sayang,” jawab Leo dengan jujur.Karena ia mencintai Aurora bukan karena kecantikan Aurora, tetapi karena hati wanita itu yang tulus kepadanya.Aurora tersenyum mendengarnya, rasa panas menjalar ke seluruh tubuhnya terlebih wajahnya karena rayuan Leo yang mendebarkan dadanya.Ia membuang muka k

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 222. Ada Apa Dengan Darma?

    Leo menoleh ketika Aurora menunjuk ke arah seseorang yang duduk di atas kursi roda. Awalnya Leo tidak percaya, tapi setelah diperhatikan itu benar Darma—papa dari Aurora.“Kamu benar, Sayang. Itu Papa,” jawab Leo.Kenapa Darma bisa ada di sini? Pria itu terlihat sangat kurus dan pucat. Kenapa ia tidak tahu jika Darma dirawat di sini?Ke mana saja dirinya?“Kamu mau ketemu Papa, Sayang?” tanya Leo tak ingin egois jika sang istri ingin bertemu dengan Darma sekarang.Karena bagaimana pun Aurora adalah anak kandung Darma. Sejahat apa pun Darma, ia tetap ayah kandung Aurora.Aurora tampak ragu, tetapi ia sangat penasaran dengan kondisi papanya yang terlihat tidak baik-baik saja.“Ayo ke sana, Mas. Aku penasaran papa kenapa bisa di sini. Dan kalau sakit, papa sakit apa?” ucap Aurora dengan penuh keyakinan.Leo menuruti keinginan istrinya, ia mendorong kursi roda Aurora dengan perlahan menuju ke arah Darma. Yang terlihat melamun seorang diri.“Pa,” panggil Aurora dengan sedikit keras.Darma

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 221. Bosan di Rumah Sakit

    Aurora mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya, tetapi yang ia dapat hanya sakit kepala bukan ingatan yang kembali.“Sayang tidak usah dipaksa dulu ya. Kamu kecelakaan itu aja, tidak usah memaksa untuk mengingatnya. Perlahan nanti ingat kok, ini cuma masa pemulihan saja,” ucap Leo dengan pelan.Perasaan haru tampak jelas di wajahnya. Tuhan masih baik kepadanya, ia tidak kehilangan Aurora. Wanitanya itu masih berada di pelukannya.Aurora tidak banyak bicara, wanita banyak terdiam. Tubuhnya masih merasa sakit. Sudah berapa hari ia di rumah sakit? Kenapa tidak ada satu pun yang ia ingat tentang kejadian apa yang menimpa dirinya.“Kenapa diam, Sayang? Kepala kamu sakit? Atau ada bagian tubuh lain yang sakit?” tanya Leo merasa cemas karena Aurora lebih banyak diam, padahal ia tahu istrinya itu baru saja sadar dari komanya.Aurora menoleh ke Leo. Setelah itu menggelengkan kepalanya dengan pelan karena takut sakit itu datang kembali.“Gak ada, Mas. Aku cuma lemas,” ucap Aurora dengan

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 220. Aurora Sadar

    Leo juga panik ketika melihat layar monitor tersebut. Ia mendekat dan mencoba untuk tenang memeriksa istrinya.“Panggil dokter yang menangani Aurora, Shopia. Cepat!” perintah Leo sambil memeriksa sang istri dengan tangan sedikit gemetar.Shopia langsung berlari ke luar ruangan untuk memanggil dokter yang menangani Aurora. Di dalam Leo juga berjuang untuk menyelamatkan istrinya. “Sayang bertahan lah, Mas mohon, Sayang,” ucap Leo dengan lirih.Ia terus memeriksa dan memantau detak jantung istrinya. “Sayang, jangan buat Mas takut. Ayo berjuang, Sayang. Kamu tidak merindukan Alvaro? Anak kita sangat membutuhkan kamu, Sayang.”Tak lama dokter datang bersama dengan para perawat. Semua sibuk dengan tugas masing-masing. “Dokter Leo, jantung istri anda berhenti,” ucap Dokter dengan panik.“Lakukan yang terbaik, Dok. Saya yakin istri saya baik-baik saja,” sahut Leo dengan tegas padahal jantungnya sudah berdetak tak karuan. Takut kemungkinan buruk itu akan menimpa istrinya. Ia belum sanggup u

  • Terjerat Pesona Papa Sahabatku   Bab 219. Keputusan Paling Benar

    Setelah puas menyiksa Emma. Leo kembali ke rumah sakit, ia tidak ingin meninggalkan Aurora terlalu lama di sana, hatinya tidak tenang. Ia takut ada orang lain yang akan mencelakai istrinya.Entahlah ia masih curiga dengan Darma yang menghilang dan belum menampakkan diri. Ia takut Emma dan Darma masih bekerja sama.“Urus dia, bawa saja ke kantor polisi. Minta polisi untuk menghukum wanita ini seberat mungkin,” ucap Leo sebelum benar-benar pergi dari gudang miliknya.“Baik, Tuan.”Leo berjalan dengan menghela napas lega, ada kepuasan tersendiri setelah ia berhasil menyiksa mantan istrinya tersebut.“Jika saya tidak mengingat dia ibu kandung Shopia sudah saya habisi dia sejak tadi,” gumam Leo dengan dingin.Raja tidak menimpali, ia tidak tahu harus apa. Sebab, pasti sang istri juga merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan Emma. Tetapi istrinya itu menyimpan kesedihannya rapat-rapat, katanya keadilan harus memang ditegakkan, jika mamanya bersalah maka harus diberi hukuman.Keduanya men

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status