Share

24. Curiga

Author: Rinai Hening
last update Last Updated: 2025-08-19 15:19:35

"May, elo bisa masang yang bener nggak sih?" bisik Alisha melayangkan protes pada Maya yang tengah sibuk melilitkan perekat pada korset yang ia pakai.

"Berisik! lo diem dulu deh, biar gue konsentrasi," jawab Maya yang saat itu berjongkok di samping Alisha yang duduk di depan meja riasnya.

Kedua sahabat itu kini tengah bersiap untuk kembali ke Jakarta setelah semalam menginap di rumah Alisha. Maya yang setengah terpaksa menyanggupi permintaan Alisha untuk menginap ternyata sekarang semakin direpotkan dengan kekonyolan Alisha yang tengah kesulitan memakai korset.

“Pokoknya pasangin aja yang rapet kayak kemarin,” seru Alisha lagi. “Jangan sampe Ayah curiga, apalagi Kak Erin yang kayaknya udah curiga duluan sama gue, tatapannya beda.”

Kemarin saat tiba di rumah orang tuanya, Alisha sudah berhasil mengelabui sang ayah dengan menutupi kehamilannya menggunakan belitan korset. Namun sepertinya ia harus lebih hati-hati dengan Erin, kakak iparnya yang tak lain adalah istri dari Angga. Karena se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Pria Masa Lalu   85. The Answer

    "Ayah ingin aku melamar secara resmi secepatnya, Sha." Arya kembali membuka suara, melanjutkan apa yang perlu mereka bahas setelah tadi saling membuka hati dan mengakui perasaan masing-masing.Alisha mengangguk singkat sambil mengunyah makanan di mulutnya. Keduanya kini sedang ada di restoran salah satu hotel ternama di daerah Kemang. Alisha mengeluh lapar, lantas dengan sigap Arya menepikan mobil di restoran terdekat."Hmm... kemarin ayah sempat bilang gitu juga waktu aku telpon." Faris sudah mengatakan semua rencananya terhadap sang putri. Alisha pun tak punya pilihan lain selain patuh pada keputusan ayahnya. Namun ia berhasil meyakinkan Faris untuk tak terlalu mendesaknya menikah dalam waktu dekat."Terus?"Arya kembali meraih tangan kiri Alisha dan membungkusnya dengan jemari. Tak rela jika sedetik aja ia membiarkan tangannya terpisah dari Alisha. Budak cinta, begitu katanya. Biarlah sudah, Arya memang kembali diperbudak cinta oleh orang yang sama, dan ia sangat rela melakukannya.

  • Terjerat Pria Masa Lalu   84. ILU

    "Kalau aku yang sakit, kamu bakal khawatir juga?"Tatapan Arya tak berpaling dari jalanan di depan. Kemacetan ibukota tak pernah membosankan jika itu dihabiskan dengan orang yang tepat, Alisha misalnya. Tapi saat ini, ketika Arya sedang fokus mengemudi, sikapnya mendadak berubah jadi lebih pendiam sejak beberapa jam lalu. Tepatnya saat ia tiba-tiba muncul di depan rumah Danesh guna menjemput perempuan di sebelahnya."Maksudnya gimana?" Alisha yang sedari tadi menunduk karena sibuk memainkan candy crush di ponsel langsung menoleh. Mengamati raut wajah pria yang beberapa hari lalu melamar dirinya di depan sang ayah."Ya ... kayak si Danesh Danesh tadi itu, begitu kamu denger dia demam eh, langsung disamperin. Sampe batalin janji ketemuan kita pula." Arya berdecak dengan wajah sebal.Alisha tersenyum geli. Ini pertama kalinya setelah sekian lama melihat Arya dengan wajah kesal seperti itu. "Jangan bilang kalau kamu cemburu, Ya."Arya melirik Alisha untuk sepersekian detik. "Ya pasti cemb

  • Terjerat Pria Masa Lalu   83. Pasien Dadakan

    “Oke, aku langsung ke rumahnya, Kak,” jawab Alisha tanpa pikir panjang."Kamu nggak lagi repot kan?" Danesh tinggal seorang diri di Jakarta sejak Iin dan suaminya pindah ke Surabaya, jadi tak ada lagi kerabat yang mereka miliki di ibukota. Namun dengan adanya Alisha, sedikit banyak Iin terbantu jika ada sesuatu yang genting terkait dengan adik lelakinya itu."Nggak, Kak. Aku udah beres ngantor, ini lagi otw ke parkiran." Bagi Alisha, Danesh dan Iin adalah malaikat penolong di saat dirinya benar-benar terpuruk beberapa tahun lalu. Memberi sedikit bantuan seperti ini bukanlah hal yang perlu ia pusingkan.Panggilan Iin terputus setelah ia mengucapkan banyak terima kasih karena Alisha bersedia membantunya. Berjalan cepat menuju tempatnya memarkirkan motor di basement, Alisha hampir lupa untuk menghubungi Arya untuk membatalkan rencana mereka bertemu."Arya," sapa Alisha setelah mengucap salam. Sambil menyalakan motornya ia meletakkan ponsel di telinga kanan."Iya, Sha, baru aja mau aku te

  • Terjerat Pria Masa Lalu   82. Butuh Bantuan

    Alisha harus menerima kenyataan, bahwa apa yang didengar dari Hanami semalam bukanlah sebuah mimpi. Arya dan kedua orang tuanya memang datang menemui ayahnya di Banten. Bukan sekedar berkunjung, meminta maaf lalu membahas hubungan kedua anak mereka. Namun Adiyatma dan Hanami dengan tegas langsung melamar Alisha begitu Faris menanyakan keseriusan Arya. “Mama seneng banget akhirnya dua anak mama bakalan menikah secepatnya. Setelah Irawan mulai nampak kejelasan, sekarang Arya dan kamu sudah ada titik terang.” Alisha teringat kalimat yang diutarakan Hanami sesaat sebelum perempuan paruh baya itu pamit undur diri. "Menikah ya? balikan aja masih rencana, ini malah langsung ngomongin nikah."Alisha sadar kalau ia akan terlihat aneh karena berbicara seorang diri di depan cermin. Namun setidaknya kegiatannya berbicara dengan pantulan dirinya sendiri bisa mengurangi sedikit pikirannya yang berkelana liar.Saat ini perempuan cantik itu sedang berada di dalam toilet

  • Terjerat Pria Masa Lalu   81. Melamar

    Alisha nampak termangu sambil menopang dagunya di tool bar. Meski sedang menatap sang sahabat yang tengah memasak mie instan, pikirannya berkelana tak tentu tujuan."Seharian ini gue nggak lihat si Arya, May," ucap Alisha membuka percakapan.Seperti janjinya pada sang ayah, Alisha benar-benar mengajak Maya untuk tinggal di rumah kontrakannya. Meski awalnya enggan, Alisha berhasil juga membujuk sahabat baiknya itu dengan iming-iming akan menjadi pendukung Maya di depan Pak Yasir, boss besar Alisha yang digadang-gadang akan menjadi calon mertua Maya. Tadi, keduanya pulang kerja bersama setelah terlebih dahulu mampir ketempat kost Maya untuk mengambil baju ganti dan keperluan lainnya."Udah lo samperin ke kantornya?" Maya hanya melirik sekilas ke arah Alisha karena tak ingin mie yang sedang ia rebus akan terlalu matang nantinya."Ya nggak lah! cari mati banget gue kalau sampai naik ke atas demi nyariin dia.""Ya kali aja lo rindu berat, samperin makanya!"Alisha hanya mengerucutkan bibir

  • Terjerat Pria Masa Lalu   80. Kesanggupan

    "Pokoknya aku nggak jadi ikut ke Banten, Yah. No, besok hari penentuan karirku di Less Giant, karena ada boss besar yang datang dari Singapore."Sebenarnya Alisha hanya sedang beralasan agar tak ikut pulang ke Banten. Namun juga tak sepenuhnya berbohong, karena esok hari Alisha harus menyelesaikan deadline-nya tepat waktu. Soal kedatangan boss besar itu juga tak membual, Alisha hanya merubah redaksinya saja."Lalu ayah harus ninggalin kamu sendirian di sini?""Aku nggak akan macam-macam, Yah." Alisha menunduk dalam sambil meremas jemarinya. Persis seperti anak TK yang baru saja mendapat hukuman dari orang tuanya."Iya, Ayah percaya ... tapi dia ka—""Aku akan ajak Maya tinggal di sini. Tapi aku tetap nggak akan ikut ke Banten malam ini, ya?"Alisha teguh pada keinginannya. Memang pikirannya tentang dinikahkan secara paksa dengan Arya mungkin terlalu jauh. Tapi tetap saja, Alisha enggan mengambil resiko tersebut jika ikut bersama ayahnya malam ini.Faris tak punya pilihan lain. Bekerja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status