共有

Bab 27 Rencana Kabur

作者: Noona Y
last update 公開日: 2025-09-08 13:14:17

“Selama aku pergi, urus rumah ini baik-baik. Dan ingat satu hal—selama aku di Eropa, layani suamiku dengan baik, jangan membantahnya atau membuatnya marah. Mengerti?” ucapnya datar sambil merapikan mantel di lengannya.

Rayana mengangguk, “Iya, kak…”

Ashley melangkah mendekat. Jemarinya yang dingin dan berlapis cincin mahal menjepit dagu Rayana, memaksa wajahnya terangkat.

“Jangan lupa satu hal lagi, Rayana. Ketika aku pulang nanti, kamu harus sudah hamil. Itu satu-satunya alasan kau masih diiz
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 63 Kegilaan Ashley

    Meilani menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut dengan perubahan sikap sahabatnya yang mendadak itu. "Tadi katanya jijik? Kok sekarang malah minta dipanggilkan? Harga diri 'wanita kelas atas' kamu ke mana, Ash?" Ashley menyandarkan punggungnya ke kursi velvet klub, melipat kaki jenjangnya dengan angkuh. Matanya yang tajam menatap Meilani dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara dendam yang membara dan keinginan untuk memberontak. "Harga diri tidak memberiku kepuasan, Mei," desis Ashley. "Aku butuh bersenang-senang. Kita harus merayakan rencana besar kita. Lagipula, Arya sama sekali tidak mau menyentuhku lagi. Dia terlalu sibuk memuja wanita bodoh itu." Meilani tertawa renyah, menggelengkan kepalanya tak percaya. "Astaga, Ash ... Arya benar-benar bodoh menolak supermodel sepertimu demi seonggok daging murah di rumahnya sendiri." Tanpa membuang waktu, Meilani memberikan kode pada pelayan VIP. Tak lama kemudian, dua laki-laki muda melangkah masuk ke lounge pribadi mere

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 62 Rencana Licik Ashley

    Lampu strobe berwarna ungu, biru, dan merah menyambar-nyambar dengan gila, membelah kegelapan club malam kelas atas. Dentuman bass dari musik EDM yang dimainkan DJ internasional, menciptakan getaran yang membuat lantai dansa berguncang. Di sudut area VIP yang sedikit tersembunyi, Ashley duduk menyentakan bokongnya di sofa beludru hitam, mengabaikan kerumunan manusia yang bergoyang mengikuti irama. Di depannya, meja kristal penuh dengan botol-botol minuman keras premium yang sudah kosong setengahnya. "Mei ... kau tidak akan percaya! Dia ... Suamiku ... benar-benar sudah gila!" isak Ashley, suaranya parau karena berteriak melawan dentuman musik. Ashley menyambar gelas shot keenamnya. Tanpa garam, tanpa jeruk nipis, ia membiarkan cairan tequila gold itu membakar kerongkongannya. Rasa panas itu setidaknya sedikit mengalihkan rasa perih di hatinya yang hancur. "Arya bilang aku tidak pantas jadi ibu, Mei!" teriak Ashley tepat di telinga Meilani. "Dia bahkan tega mengusirku ... dia le

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 61 Ashley Tantrum

    "Tega kamu, Arya ... Aku ini istrimu yang sah, bukan Rayana!" ratap Ashley. Suaranya pecah, parau karena terlalu banyak berteriak. Ia jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin, mengabaikan kimono sutra mahalnya, memukul-mukul lantai marmer itu, mencoba meluapkan rasa sakit di hatinya. Namun, Arya sudah tak peduli lagi, hanya berdiri mematung. Tidak ada tangan yang terulur, ataupun bisikan penenang yang seperti biasa ia lakukan kalah Ashley tantrum. Ia justru melirik ke arah jam dinding perak di ruang makan dengan gestur yang sangat tidak peduli. "Keputusanmu kutunggu sampai besok pagi," ucap Arya datar. "Jika besok pagi kulihat kau masih mencoba menyentuh atau mengintimidasi Rayana, aku sendiri yang akan menyeret koper-kopermu ke luar gerbang." Tanpa menoleh lagi pada istrinya yang masih merengek histeris di lantai, Arya membalikkan badan, meninggal Ashley sendirian di ruang makan. "TEGANYA KAMU MENGUSIRKU DEMI WANITA ITU!" teriak Ashley, suaranya melengking pecah hingga u

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 60 Pecahnya kebohongan Ashley

    Ashley menuruni tangga pualam dengan langkah perlahan. Empat jam perawatan mewah baru saja ia lalui—dari lulur yang menghaluskan kulit hingga pijat aromaterapi beraroma mawar yang melekat lembut. Kini kulitnya tampak berkilau, lembap, dan memancarkan daya tarik yang sulit diabaikan. Di ujung meja makan panjang yang diterangi lampu gantung kristal temaram, ia melihat suaminya sedang makan sendiri. Arya duduk dengan punggung tegak, tampak sangat fokus menikmati sepotong steak medium-rare di hadapannya. "Selamat malam, Sayang ...," sapa Ashley dengan nada suara mendayu manja. Ia menarik kursi tepat di samping Arya, duduk dengan gerakan lambat yang penuh maksud, Ashley menyibakkan kimono tidurnya yang berbahan satin tipis, membiarkan kain itu meluncur jatuh dari bahunya. Tindakan itu memperlihatkan belahan dadanya yang menantang dan kulit putihnya yang masih menyisakan rona merah bekas pijatan. Ia menopang dagu dengan satu tangan, menatap Arya dengan tatapan lapar akan perhatian, berh

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 59 Semakin Tak Terkendali

    "Kamu ... bicara pada perutku seperti itu seolah sudah ada bayi di sana," ujar Rayana dengan sisa tawa yang masih menghiasi bibirnya yang bengkak. Ia mengusap pipi Arya, membiarkan jemarinya yang mungil menelusuri rahang tegas pria itu. "Memangnya kenapa? Aku hanya sedang memberikan sambutan hangat untuknya," bisik Arya parau. Ia kembali mendaratkan kecupan ringan di pusar Rayana yang masih basah. "Setiap tetes yang kuberikan padamu hari ini adalah janji, Rayana. Aku akan memastikan rahimmu tidak pernah merasa kesepian." ​Rayana merona hebat, ia menarik kepala Arya agar sejajar dengan wajahnya. "Tapi kalau dia benar-benar serakus ayahnya, aku bisa kewalahan, Arya. Lihat saja bagaimana kau 'mengobrak-abrik' rumahnya sejak subuh tadi." Arya terkekeh, suara baritonnya terasa hangat di kulit Rayana. "Itu karena rumahnya sangat nyaman. Aku betah berlama-lama di dalam milikmu. Dan kau pun sebaliknya," ​"Dasar nakal," rintih Rayana manja, "Tapi, kau benar, aku suka ... aku sangat suk

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 58 Rayana Makin Menggoda

    Rayana menengadah, menunjukkan senyum manis yang menggoda, yang jarang ia tunjukkan kepada siapapun. Bukannya langsung menuruti perintah suaminya, Rayana justru menunjukkan sisi liarnya yang lain. Dengan gerakan yang penuh perhitungan, Rayana membusungkan dadanya yang berisi, sengaja menekan payudaranya hingga bersentuhan langsung dengan milik Arya yang sudah keras dan berdenyut. Kedua tangan mungil Rayana meraih payudaranya sendiri, menekannya dari kiri dan kanan hingga menciptakan jepitan yang sempurna di tengah lembah dadanya. Ia mengunci milik suaminya di sana, merasakan sensasi gesekan kulit yang basah oleh sisa air mandi Arya. Siksaan Lembut yang Mematikan "Rayana ... kau memang sangat tahu apa yang kuinginkan," geram Arya parau. Suaranya pecah, matanya menggelap saat melihat pemandangan erotis di bawahnya. Urat-urat di leher Arya menonjol kencang, kedua tangannya mencengkeram seprei menahan ketegangan yang memenuhi jiwanya. Rayana terkekeh, tawa kecil yang penuh keme

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 7 Kesempatan Dalam Kesempitan

    “Ash, kau di mana? Kenapa belum pulang?” tanya Arya ditelepon, sambil melirik jarum jam di tangan, Rolex-nya menunjukkan pukul tujuh malam.“Maaf, Sayang. Sehabis pemotretan, tiba-tiba Fransisca aja aku makan malam. Besok dia mau berangkat ke Milan selama sebulan, jadi aku tidak bisa menolak ajakan

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 6 Mengarang Cerita

    “Selamat Pagi, Boss,”Suara seorang pria menyambut Arya begitu ia baru masuk ke ruangan kerjanya di lantai 21 gedung perusahaan Widyantara Corp.Arya mengerutkan kening."Justin," ucapnya, menyebut nama pria yang sedang santai duduk di kursi kebesarannya."Bagaimana kabarmu, my friend? Kenapa pagi

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 5 Harus Ijin Dulu

    “Hentikan!” Pekik Arya, Rayana langsung terdiam, tangannya membeku di udara.Arya beranjak dari kursinya, matanya menatap Rayana, sambil menunjuk dengan jari, lalu berkata dengan nada sinis, “Kamu! Ikut saya ke kamar.”Ashley terkekeh, senang melihat Rayana ketakutan, seakan rencananya telah berjal

  • Terpaksa Dimadu: Mengandung Benih Kakak Ipar   Bab 4 Rasa Tak Nyaman

    “Uuhgg… sakit,”Pagi ini, Rayana masih meringkuk dalam selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Matanya sembab setelah menangis semalaman menahan nyeri di sekujur tubuhnya.Di malam kedua ini, rasa sakit dan perih memang tidak terasa, namun durasinya jauh lebih panjang dibandingkan malam pertama. Ma

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status