Teilen

Ancaman tak Terlihat

last update Veröffentlichungsdatum: 24.05.2026 14:27:51

Layar ponsel Alya menyala tepat ketika ia selesai menutup pintu kamar.

Satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

"Jangan terlalu percaya pada pria yang tidur di rumah itu, kamu belum tahu siapa sebenernya suamimu."

Alya terdiam beberapa detik, ia membaca ulang kalimat itu secara perlahan, seolah berharap pesan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih masuk akal.

Tapi saat Alya membacanya beberapa kali, pesan itu tetap sama. Dan entah kenapa, itu semua terasa nyata.

Alya langsung menoleh ke arah
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Rencana Selena

    Layar besar di ruang rapat Mahardika Corporation menampilkan grafik penurunan saham yang bergerak merah.Tidak ada suara, tidak ada yang berani bicara. Para petinggi perusahaan hanya duduk kaku ketika Arsen berdiri di ujung meja panjang, dengan tatapan dingin yang terasa lebih mengintimidasi daripada ancaman apa pun."Aku ingin tahu," suara Arsen rendah namun tajam. "Siapa yang sudah membocorkan data pengiriman kita."Tak ada seorang pun yang menjawab, Alya yang duduk beberapa kursi dari Arsen ikut menahan napas. Suasana pagi itu terasa mencekik sejak ia memasuki ruangan, bahkan udara seolah ikut membeku. Dante berdiri di belakang Arsen sambil menatap seluruh peserta rapat satu per satu, "Server internal tidak mungkin ditembus dari luar, yang artinya pasti ada orang dalam."Kalimat itu langsung membuat beberapa wajah pucat, Alya memperhatikan Arsen diam-diam. Semalam pria itu hampir tidak tidur, ia tahu karena lampu ruang kerja Arsen tetap menyala sampai dini hari.Dan itu pertama

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Jejak di Arsip Lama

    Layar laptop di hadapan Alya masih menyala sejak satu jam yang lalu.Namun tidak ada satu pun desain interior yang berhasil ia selesaikan malam itu.Pikirannya terlalu penuh, ucapan Arsen dari malam sebelumnya terus terngiang di kepalanya."Jangan pernah mencari tahu tentang keluargaku, Alya. Karena saat kamu menemukan jawabannya, mungkin kamu akan membenciku."Tatapan Arsen saat mengucapkannya justru terlihat berbeda, bukan marah, melainkan ada rasa takut. Dan itu yang membuat Alya gelisah, karena pria sedingin Arsen Alvero Mahardika terlihat seperti seseorang yang sedang berusaha menyembunyikan luka.Alya menghembuskan napas panjang, lalu menutup laptopnya kasar. Ia muak terus merasa seperti boneka, yang dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain, tanpa mengetahui alasan yang sebenarnya.Jika Arsen berpikir ia akan diam saja, maka pria itu salah besar.Alya berjalan menuju ruang pribadinya, lalu berjalan menuju rak buku kecil di sudut kamar.Tatapannya berhenti pada sebuah kartu

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Nama yang Dilarang

    Layar laptop di hadapan Alya masih menyala sejak satu jam yang lalu. Namum tak satu pun desain interior yang sedang ia kerjakan, benar-benar masuk ke kepalanya.Pikirannya terlalu penuh oleh Arsen, oleh tatapan pria itu semalam. Oleh cara Arsen memegang dagunya, seakan Alya adalah sesuatu yang tidak boleh disentuh siapa pun selain dirinya.Alya menghembuskan napas panjang, lalu menutup laptop dengan kesal."Ini gila," gumamnya pelan.Ia membenci fakta bahwa Arsen mulai memenuhi pikirannya, seperti racun yang perlahan menyebar.Pria itu berbahaya, manipulatif, mengendalikan semuanya. Tapi di balik semua itu, ada sesuatu dalam diri Arsen yang terasa rusak.Dan justru itu yang membuat Alya tidak bisa berhentu memikirkannya. Pintu kamar diketuk pelan."Aku masuk."Dante muncul tanpa menunggu jawaban, pria itu masih dengan setelan hitam khasnya, dan wajah yang datar."Ada apa?" tanya Alya malas."Tuan Arsen meminta anda untuk makan malam.""Aku tidak lapar.""Tapi itu bukan...""Apa bosm

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Luka Lama yang Terbuka

    Pecahan gelas itu masih berserakan di lantai, Alya menatapnya tanpa bergerak sejak beberapa menit lalu. Cairan wine merah mengalir tipis di marmer putih, terlihat seperti darah yang sengaja ditumpahkan seseorang.Tangannya masih gemetar, kalimat Arsen tadi terus terngiang di kepalanya."Kalau kamu masih ingin hidup dengan tenang di mansion ini, jangan pernah masuk ke ruang kerja itu lagi."Bukan nada marah yang membuat Alya terguncang, tetapi tatapan pria itu sangat dingin, tajam, dan penuh sesuatu yang hampir terlihat seperti ketakutan.Untuk pertama kalinya, sejak menikah dengan Arsen Mahardika, Alya sadar menyadari, bahwa pria itu tidak hanya menyimpan rahasia. Tapi ia juga menyimpan luka yang belum pernah benar-benar sembuh."Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan, Arsen?" bisik Alya pelan.Alya menunduk, lalu mengambil pecahan gelas satu per satu. Namun gerakannya terhenti ketika pintu kamarnya diketuk."Aku masuk."Dari balik pintu terdengar suara Dante, dan Alya langsung mengang

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Ancaman tak Terlihat

    Layar ponsel Alya menyala tepat ketika ia selesai menutup pintu kamar.Satu pesan masuk dari nomor tidak dikenal."Jangan terlalu percaya pada pria yang tidur di rumah itu, kamu belum tahu siapa sebenernya suamimu."Alya terdiam beberapa detik, ia membaca ulang kalimat itu secara perlahan, seolah berharap pesan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih masuk akal.Tapi saat Alya membacanya beberapa kali, pesan itu tetap sama. Dan entah kenapa, itu semua terasa nyata. Alya langsung menoleh ke arah pintu kamarnya yang tertutup rapat. Mansion itu terlalu sunyi malam ini, bahkan suara pendingin ruangan terdengar seperti bisikan yang membuat tengkuknya meremang.Beberapa pertanyaan muncul di benak Alya.Siapa yang sudah mengirim pesan ini?Dan bagaimana orang itu tahu, bahwa dirinya berada di mansion Mahardika?Perlahan Alya berjalan menuju jendela besar di samping tempat tidur. Dari lantai dua, halaman mansion terlihat luas dan gelap. Lampu taman menyala samar, memperlihatkan beberapa pria

  • Terperangkap Nafsu Sang Predator   Musuh Dari dalam Perusahaan

    Di lantai paling atas gedung mewah itu, suasana terasa jauh lebih dingin dibanding udara malam. Alya berdiri di dekat jendela besar dengan kedua tangan terlipat di dada. Sejak sore tadi, Arsen belum keluar dati ruang rapat. Para direktur perusahaan datang dan pergi dengan wajah tegang, seolah sesuatu yang buruk sedang terjadi.Alya menghela napas pelan, sudah hampir dua minggu ia tinggal di Mahardika Mansion, tetapi satu hal yang belum ia pahami adalah dunia Arsen.Terlalu banyak rahasia, terlalu banyak tatapan takut, dan pria itu selalu terlihat seperti sedang berperang dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain.Pintu ruang kerja terbuka tibah-tiba, Alya menoleh. Dan Arsen keluar bersama dengan beberapa pria berjam hitam. Wajah mereka tegang, salah satu pria tua berkacamata bahkan terlihat berkeringat dingin."Rapat sudah selesai, saya harap kalian mengerti konsekuensinya," ucap Arsen datar."Pak Arsen, kami akan menyelidiki kembali data keuangan yang...""Sudah terlambat,"

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status