ログインKehidupan Audy yang damai berubah menjadi kacau saat ayahnya memaksanya menikah dengan dosen pembimbingnya sendiri. Meski awalnya hubungan mereka berjalan tegang dan canggung, tapi perlahan-lahan Audy mulai merasakan kehangatan yang tak pernah ia duga dari Bian. Namun, kebahagiaan yang baru saja ia rasakan tak berlangsung lama, karena bayang-bayang masa lalu Bian kembali untuk meretakkan fondasi rumah tangga mereka yang belum kokoh.
もっと見る“Halo, sayang,”Mendengar ucapan Bian, Audy sontak menoleh dan menatap Bian tajam. Bian pun panik dan terlihat buru-buru ingin mengakhiri panggilan.“Ee-aku masih di jalan, nanti aku kabarin lagi ya,”“Iya, bentar, ya,”Bian lalu menutup telepon sambil mengusap pelan tengkuknya.Audy memalingkan wajahnya ke arah jendela, muak dengan semua hal yang tengah terjadi. Seandainya waktu itu ia bisa menolak perjodohan ini, mungkin saat ini ia sedang sibuk melayani pada customernya.Ah, jika ia mengingat salon, ia selalu teringat bagaimana ia bekerja keras untuk mendapatkannya. Sayang, saat ini ia tak bisa banyak meluangkan waktu untuk mengurusnya.Selama perjalanan pulang, mereka berdua memilih untuk diam. Meredakan emosi masing-masing, sebelum kembali bersandiwara saat di rumah.Sejujurnya, Audy ingin segera merebahkan diri di ranjang. Tapi, ia segera sadar bahwa ia sekarang menumpang di kamar suaminya. Ia juga merasa lelah harus bersikap baik dan ramah pada Bian.“Ini demi Ibu,” batin Audy
“Usir bocah itu dari sini, kalau kamu gak mau masalah ini semakin rumit!”Ucapan Bian masih menggema di telinga Audy. Ia tahu hal ini pasti akan terjadi, namun ia tak menyangka Bian akan semengerikan itu. Tatapannya yang mengintimidasi, gestur tubuhnya yang sangat maskulin dan suaranya yang serak seakan membuat siapapun tunduk padanya.“Kamu mikirin apa sih, Dy?” ucap Robby.“Eh enggak, gak apa-apa, kok,” kilah Audy.Robby yang sedari tadi melihat gelagat aneh Audy akhirnya memberanikan diri untuk bertanya. Ia tahu bahwa ada yang tidak beres, terlebih gadis itu justru lebih banyak melamun sejak ia masuk ke dalam mobil.Audy sadar betul apa yang ia lakukan sekarang bukanlah hal yang benar, namun ia juga tak tahu bagaimana caranya keluar dari situasi yang rumit ini. tapi satu hal yang ia yakini, Robby adalah satu-satunya orang yang akan mengerti kondisinya.“Kalau ada apa-apa kamu bisa cerita, kok,”Robby menoleh pada Audy sambil tersenyum, tersirat ketulusan dari sorot matanya. Audy pu
Audy terbangun setelah mendengar suara alarm dari handphonenya. Tangannya berusaha mencari-cari dimana letak handphonenya, namun pergerakannya terasa sulit seolah seseorang sedang menahannya.Audy pun membuka matanya perlahan, mengarahkan pandangannya pada sebuah benda berat yang sedari tadi menahan tubuhnya. Begitu matanya terbuka dengan lebar, barulah ia menyadari bahwa benda berat itu adalah lengan suaminya yang memeluknya erat.“Astaga!” pekik Audy dengan suara yang tertahan.Perasaannya tak karuan, masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Untuk sejenak ia justru tak dapat menggerakkan badannya sedikitpun, mencoba mencerna apa yang sedang terjadi.Sudah begitu lama ia merindukan rasanya dipeluk, namun ia tak menduga bahwa seseorang yang akan memeluknya adalah si brengsek Bian.Suara dengkuran halus dan lengan berotot itu membuat Audy sedikit bergetar. Ia dibuat terpesona dengan wajah Bian yang begitu teduh saat tertidur. Rambutnya yang berantakan dan al-Audy buru-buru menghenti
“Yaudah, kalo gitu malam ini ibu akan menginap,”“HAH!!”“Memangnya ibu mau nginap berapa lama?” tanya Bian pada sang ibu.Mega justru tak menjawab sedikitpun dan langsung melengos pergi. Seperti sudah tahu apa yang anak dan menantunya sembunyikan, ia langsung menuju ke kamar Audy.“Bu, kamar tamunya belum dibersihin. Biar aku bersihin dulu, ya,” cegah Audy sambil buru-buru menghampiri mertuanya.Namun, belum sempat Audy berhasil mencegah, Mega sudah lebih dulu membuka pintu dan melihat isi kamar. Bagaimana mungkin kamar yang belum dibersihkan justru terlihat sangat bersih dengan beberapa produk skincare di meja.“Nah, bener kan feeling Ibu. Kalian ini kompak banget bohongin orang tua ya!” Ucap Mega sinis.“Sudahlah gak perlu dibersihin, ibu mau langsung tidur,” ucap Mega sembari masuk dan membanting pintu kamar.Audy tidak tahu harus berbuat apa, yang jelas ia kini dalam masalah yang jauh lebih besar.“Saya gak mau tidur sama, Mas!”“Terserah kamu, tapi aku gak akan tanggung jawab kal
Kejadian beberapa hari yang lalu membuat Audy lebih berhati-hati. Ia tak pernah lupa meminum vitamin pemberian Bian. Sambil memandangi botol kecil itu, tanpa sadar ia pun kembali tersenyum.Heh, aku ngapain senyum-senyum begini. Jangan sampe aku justru suka duluan sama bapak bapak ituAudy memukul
Kedatangan Bu Erika membuat Audy ketakutan, bagaimanapun ia tak ingin seorang pun mengetahui pernikahannya. Terlebih dia adalah dosennya, bisa-bisa berita ini akan menyebar dengan cepat.Audy pun buru-buru masuk ke kamar dan meninggalkan masakannya di dapur. Yang terpenting sekarang adalah, rahasia
Sejak perdebatan itu, Audy menjadi semakin terbiasa dengan sikap dingin Bian. Ia juga tak mempermasalahkan hal itu, ia memang tak berniat menjalin hubungan yang baik dengan Bian.Mereka berdua kini mulai sering bertemu, untuk melakukan bimbingan tentunya. Selama bimbingan itu, mereka bersikap profe
Keesokan harinya, Bian mengajar di kelas Audy dengan santai seolah pertunangan mereka semalam hanyalah mimpi. Melihat sikap Bian yang seakan tak peduli membuat Audy kesal. Setelah kelas berakhir, Audy buru-buru menghadang Bian yang sedang berjalan menuju ke ruang dosen. Bian menatap Audy datar sem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.