เข้าสู่ระบบSinopsis Risa Anandita dibeli oleh Gilang Dwi Adiguna, CEO perusahaan diamond ternama di Kota Jakarta demi menyelidiki pembunuh Sinopsis Risa Anandita dibeli oleh Gilang Dwi Adiguna, CEO perusahaan diamond ternama di Kota Jakarta demi menyelidiki pembunuh kekasihnya dan menjadi ibu untuk Amira. Risa awalnya menyesali takdirnya yang harus menikah dengan Gilang, tapi semakin lama dia semakin terpikat pada pesona Gilang yang dingin sedingin salju. Bahkan, Gilang terlalu sulit ditaklukkan. Risa yang mendamba cinta Gilang melakukan berbagai cara agar Gilang mencintainya dan pernikahan mereka bahagia. Namun, kejadian demi kejadian tak terduga akhirnya mengungkapkan siapa Amira sebenarnya. Membuat Risa perlahan mundur oleh banyaknya kesalahanpahaman yang ada. Akankah Gilang bisa mencintai Risa sebagai istrinya? Apakah Amira akan tahu bahwa Risa bukan ibu kandungnya? Akankah pernikahan mereka bahagia?
ดูเพิ่มเติม“커헉……!”
죽은 정왕비의 몸에서 눈을 뜬 순간, 오세경의 입술 사이로 검붉은 피가 쏟아졌다.
목구멍을 틀어막고 있던 뜨거운 액체가 터져 나오자 숨이 턱 막혔다. 세경은 반사적으로 몸을 옆으로 틀었지만, 팔다리는 물에 젖은 솜처럼 무거웠고 명치 아래에서는 장기를 비틀어 짜는 듯한 통증이 밀려왔다.
“마마! 제발 정신을 차리세요!”
누군가 그녀의 어깨를 붙잡고 울부짖었다. 젖은 수건이 입가를 훔쳤고, 작은 손이 등을 두드렸지만 세경은 한동안 제대로 숨을 들이마시지 못했다.
겨우 기침이 잦아들었을 때 그녀의 눈앞에 들어온 것은 수술실의 흰 천장이 아니라 검게 그을린 서까래였다. 낡은 휘장 사이로 등잔불이 흔들리고, 창호지 너머에서는 비가 처마를 때리는 소리가 들렸다.
여기가 어디지?
분명 조금 전까지 대학병원 외상센터의 수술실에 있었다.
서른셋의 외상외과 전문의 오세경은 교통사고 환자의 출혈을 막기 위해 수술대 앞에 서 있었다. 마취과 의사가 혈압이 떨어진다고 외쳤고, 세경은 출혈 부위를 확인하려 손을 뻗었다. 그 순간 천장의 조명이 길게 번지더니 귓속을 울리던 기계음이 갑자기 멀어졌다.
그것이 마지막 기억이었다.
그런데 지금 그녀의 몸은 낯설 만큼 가벼우면서도 지독하게 아팠다. 손끝은 얼음장처럼 차가웠고, 혀에는 쓴 약 냄새가 진득하게 남아 있었다.
“마마, 소인이 보이십니까? 복단입니다. 제발 한 번만 말씀해 주세요.”
울먹이는 목소리를 따라 고개를 돌리자 열아홉쯤 되어 보이는 여자가 무릎을 꿇고 있었다. 낡은 치마저고리의 소매는 피로 얼룩져 있었고, 눈물에 젖은 얼굴에는 밤새 잠을 이루지 못한 흔적이 역력했다.
“여기가…….”
입을 여는 순간 세경은 또 한 번 놀랐다. 자신의 것보다 훨씬 가늘고 여린 목소리가 흘러나왔기 때문이다.
“정왕부 별채입니다, 마마. 정말 아무것도 기억나지 않으십니까?”
정왕부. 별채. 마마.
그 단어들이 머릿속에서 맞물리는 순간, 누군가 뜨거운 쇠꼬챙이로 관자놀이를 찌르는 듯한 통증이 일었다.
붉은 혼례복을 입은 사내가 보였다. 혼례 첫날밤에도 신부의 침소에 들지 않았던 남자. 눈 내리는 정원에서 다른 여자의 어깨를 감싸 안고 있던 남자. 그리고 차가운 대청에 무릎을 꿇은 아내를 내려다보며 경멸하던 눈빛.
담예린. 스물한 살의 정왕비.
정왕 주경헌과 혼인한 지 삼 년이 되었지만, 남편의 사랑을 단 한 번도 받아 보지 못한 여자였다.
세경은 숨을 삼켰다. 이것은 자신의 기억이 아니었다. 어떤 장면은 눈앞에서 벌어지는 일처럼 생생했지만, 어떤 장면은 중간이 찢긴 그림처럼 비어 있었다. 다만 그 기억마다 한 사내를 향한 애정과 처절한 절망이 묻어 있었다.
내가…… 이 여자의 몸에 들어온 건가?
믿을 수 없는 일이었다. 그러나 세경은 곧 그 생각을 밀어냈다. 지금은 빙의의 이유를 따질 때가 아니었다. 의식을 되찾은 직후부터 복통과 구역질이 이어지고 있었고, 빠르고 약하게 뛰는 맥박과 차갑게 식은 피부는 결코 가볍게 볼 상태가 아니었다.
그녀는 침상 아래에 흩어진 사기 조각을 발견했다. 깨진 사발 안쪽에는 검은 약물이 들러붙어 있었고, 바닥에는 토해 낸 피가 넓게 번져 있었다.
“복단…… 내가 무엇을 먹었니?”
“탕약을 드셨습니다. 내의원에서 내려보냈다는 약이었는데, 두 모금도 채 넘기지 못하시고 쓰러지셨어요.”
“언제부터 먹었어?”
“사흘 전부터입니다. 처음에는 몸을 보하는 약이라고 했는데, 드실 때마다 배가 아프다고 하셨습니다.”
세경은 복단에게 그동안의 증상을 하나씩 물었다. 약을 먹은 뒤 손이 떨리고 속이 뒤틀렸다는 말, 약을 거른 아침에는 잠시 기운을 차렸다는 말이 이어졌다.
반복해서 약을 복용한 뒤 증상이 악화되었다면 약 자체를 의심해야 했다. 그러나 어떤 물질이 들어 있었는지 알 수 없는 이상 독의 종류를 단정하거나 섣불리 다른 약으로 해독을 시도할 수는 없었다.
“그 약은 다시 가져오지 마. 남은 약과 사발 조각은 따로 보관하고, 다른 사람이 손대지 못하게 해 줘.”
복단은 눈을 크게 떴다.
Risa memarkirkan mobil di halaman sekolah yang bercat merah putih tersebut. Ia memasuki ruangan yang di tuju. Acara belum di mulai. Ia memilih duduk di deretan bangku paling depan. Setelah menunggu beberapa menit, Acara pun di mulai. Kepala sekolah menyampaikan pidatonya tentang perkembangan sekolah dan meminta maaf atas nama seluruh majelis guru jika pernah menyinggung perasaan wali murid. Tibalah saatnya pengumuman siswa berprestasi dengan nilai terbaik. "Siswa tersebut adalah ..." Hening "Amira Syakila Gading Putri" Air mata Risa meluncur dengan deras membasahi pipi. Amira naik ke atas panggung, menerima piala dan berjalan menuju mikropon yang telah di sediakan. Amira menunduk sebelum berbicara. Setelah mengangkat wajahnya, Risa baru tahu kalau putrinya itu sedang menangis. "Piala ini .. Amira persembahkan untuk Bunda. Bunda yang telah menjaga dan merawat Amira dengan baik dan penuh kasih sayang. Bunda yang begitu tulus menyayangi Amira. Bunda yang begitu sabar dan tabah
Dear Diary ...Sejak awal pertama aku dilelang oleh Tante Tika, aku tidak pernah menyangka kalau hidupku akan menjadi seperti saat ini.Dinikahi laki-laki yang tidak dikenal bukanlah impianku. Namun, aku selalu berharap, untuk bisa mengabdi pada laki-laki yang telah mengikatku pada ikatan pernikahan yang suci.Sejak pertama kali Kak Gilang menggenggam erat tanganku, aku merasa terlindungi. Aku jatuh cinta padanya. Walaupun sikap Kak Gilang sangat dingin padaku, aku merasa nyaman dengan perhatian dan ketegasannya.Aku merasa terluka saat tahu Kak Gilang memilki seorang ratu di dalam hatinya. Aku berharap, dan selalu berdo'a agar Kak Gilang bisa membuka hatinya untukku dan melupakan cinta di masa lalunya.Cinta membawa keajaiban. Kak Gilang yang dahulu sangat dingin, perlahan mulai sedikit mencair dengan seringnya kami merajut kasih. Dan yang membuat aku sangat bahagia adalah ketika Kak Gilang mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku. Dan aku adalah cinta pertama dan terakhir baginya.Na
"Aku tidak ingin Kakak terus-terusan membicarakan tentang kematian. Kita pasti akan menjaga anak kita dengan bersama-sama." Risa membingkai wajah Gilang dan kembali mencium pipi suaminya itu dengan mesra.Lisa meraba dadah Gilang yang terkena bekas tembakan dan dia merasakan bahwa detak jantung Gilang yang sudah semakin melemah."Jantungku akan berhenti berdetak. Tapi, kamu harus terus maju. Jangan pernah berpikir kalau kamu seorang diri membesarkan anak-anak. Karena aku akan selalu menyelimutimu dengan cinta." Gilang menatap Risa dan mengusap air mata istrinya itu yang semakin deras mengalir."Jangan pernah sakiti dirimu dengan memori tentang kita. Karena aku akan selalu mencintaimu. Aku akan selalu ada dalam hatimu, menemanimu. Karena yang akan pergi, hanya ragaku saja. Tapi jiwaku akan selalu ada ...!""Kak ... Tolong. Berhenti bicara seperti itu!" Risa berhambur memeluk suaminya itu. Gilang mendekap tubuh Risa dengan erat. Membelai rambutnya dan mencium kening istrinya itu berkali
Risa dan Gilang sampai di Villa ketika matahari hampir terbenam. Gilang terlihat sangat lemah. Sesekali dia memegang dadanya. Setiap Risa tanya kenapa? Gilang berkata dia baik-baik saja.Mereka duduk di bangku panjang di Balkon kamar yang dulu pernah mereka tempati untuk merajut kasih. Gilang berkata ingin melihat matahari terbenam. Senyum terbit di wajah Gilang. Senyum itu sangat manis. Namun, seperti menyimpan sebuah luka."Kamu bahagia menikah denganku?" Gilang menoleh ke arah Risa sesaat. Lalu kembali menatap matahari yang semakin hilang dan meninggalkan semburat berwarna merah. "Sangat. Aku sangat bahagia. Kebahagiaanku selama hidup adalah menjadi istri Kakak," jawab Risa dengan uraian air mata."Kakak sendiri? Apa Kakak bahagia?" tanya balik Risa.Gilang menatap Risa, lalu mengecup kelopak bibir istrinya itu dengan hangat. Risa pun memejamkan mata menikmati kecupan yang diberikan oleh suaminya itu. Risa merasakan sentuhan bibir Gilang yang kali ini terasa berbeda. Entah mengapa
"Malam ini Amira mau tidur di pelukan Bunda sampai pagi." Amira memainkan rambut Risa sambil sesekali menoleh ke arah Gilang. Gadis kecil itu bicara dengan nada lirih karena takut ayahnya akan marah. "Ehem, tapi Bunda lelah." Gilang menyahut. "Dulu sebelum tenggelam, Bunda menemani Amira tidur sam
"Aku .... Errr ..." Risa bingung harus menjawab apa."Cepat mandi, dan bersihkan dirimu." Gilang berdiri di hadapan Risa, lalu menunjuk sebuah pintu dengan dagunya."Ak-aku segera mandi!" Risa langsung meraih pintu dan masuk seperti ketakutan.Risa segera membersihkan diri, lalu berganti pakaian. I
"Ayo, Risa." Gilang kembali menggandeng tangan Risa naik ke lantai atas tanpa peduli kedua orang yang masih terus memanggil namanya di bawah tangga.Gilang membawa Risa menuju lantai atas yang ternyata banyak kamar di sana. Ketika Gilang baru saja hendak membuka pegangan pintu kamar, tiba-tiba seor
"Tante, apa maksud Tante menjualku di facebook?" Risa berdiri di hadapan Tante Tika seraya memperlihatkan ponselnya."Kenapa? Kamu keberatan?” Tante Tika menyunggingkan senyumnya disertai cibiran di bibir seakan mengejek ucapan Risa. “Anggap aja kamu sedang beramal untuk biaya pengobatan Om-mu yang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
คะแนน
ความคิดเห็นเพิ่มเติม