MasukSeminggu sebelum pernikahan, Isabella Clark justru menemukan tunangannya berkhianat dengan kakak tirinya. Bahkan, Bella diusir dari rumah dan perusahaan warisan ibu kandungnya diambil paksa! Hal ini membuat kesedihan yang mendalam, hingga Bella berakhir menghabiskan malam dengan pria misterius bernama Giovanni Estes di sebuah bar. Namun, Giovanni justru menawarkan bantuan pada Bella untuk merebut kembali haknya, dengan syarat gadis itu bersedia menikah dengannya. Lantas, bagaimana nasib Bella? Terlebih, identitas Giovanni tidak sesederhana yang ia pikirkan ... dan tak mau melepasnya!
Lihat lebih banyak**"Kenapa denganmu? Kau terlihat seperti orang yang hendak menjalani hukuman mati saja!"Felix terperanjat setelah Giovanni menegurnya. Para anggota Casa Nero baru saja selesai rapat untuk membahas proyek kerja baru mereka sore ini. Semua orang sudah membubarkan diri, tapi Felix seperti biasa, masih tinggal di ruang kerja Giovanni. Yang tidak biasa, pria itu tidak bisa menyembunyikan raut wajah penuh kegelisahannya."Ti-tidak apa-apa, Tuan.""Kau pikir aku bodoh?""Tidak, Tuan. Saya tidak apa-apa.""Katakan tidak apa-apa sekali lagi, dan aku akan melemparmu ke dalam lautan lewat jendela!""Sayang, kenapa kau kasar sekali bicara dengan Felix?"Giovanni seketika terdiam setelah Bella ganti menegurnya. Wanita itu memandang dengan tidak setuju, baru saja masuk dari pintu utama yang tidak tertutup"Kenapa?" tanyanya, kali ini kepada Felix. "Ada sesuatu yang salah? Katakan saja kepada kami, Felix. Jangan sembunyikan apapun."Felix masih bergerak kecil, jelas sekali pria itu tidak bisa meny
*Pelataran pusat perbelanjaan itu berkilau diterpa matahari siang San Diego. Deretan palem berdiri rapi, sementara udara laut yang asin samar-samar terbawa angin. Felix mematikan mesin sedan hitam yang baru saja ia parkirkan, lalu duduk beberapa detik lebih lama dari biasanya, menatap setir dengan napas tertahan.“Berbelanja,” gumamnya pelan, seolah kata itu sendiri adalah tantangan. “Ayolah, ini hanya berbelanja. Tidak akan sesulit itu.”Ia jarang—hampir tak pernah—melakukan urusan semacam ini. Biasanya, segala kebutuhan Casa Nero sudah diatur rapi oleh tangan-tangan lain yang lebih berpengalaman dan sesuai job desk. Namun keadaan berubah sejak keluarga itu kedatangan anggota baru: Tuan Muda Gabriel. Bayi kecil itu membuat rutinitas semua orang beralih poros, termasuk Felix.Pagi tadi, Bella menelepon dengan suara lirih namun tegas. Gabriel demam ringan setelah vaksin, dan ia tidak mungkin keluar rumah. “Tolong belikan diapers yang biasa,” katanya, lalu mengirimkan foto kemasan lewa
**Beberapa bulan kemudian"Apa kau takut, Bella?""Tidak, Gio, aku tidak takut. Aku baik-baik saja. Seharusnya aku yang bertanya begitu kepadamu. kau harus mengaca dan melihat wajahmu yang pucat seperti mayat itu."Bella tertawa pelan, dan Giovanni mendesis muak. "Dokter, bisakah kalian persingkat waktu? Kalian akan apakan istriku ini sebenarnya?"Ruang operasi itu terasa jauh lebih dingin dibandingkan ruangan rawat inap sebelumnya. Pendingin udara berdengung konstan, membuat bulu kuduk Giovanni meremang meski ia mengenakan pakaian steril berwarna biru pucat. Aroma karbol dan obat-obatan menyeruak tajam, menusuk hidungnya hingga menimbulkan rasa tak nyaman. Lampu-lampu operasi yang besar menggantung di atas, memancarkan cahaya putih terang yang terasa kejam bagi mata yang belum terbiasa.Giovanni berdiri di sisi kepala ranjang operasi, tepat di samping Bella. Tangannya menggenggam tangan istrinya erat-erat, seolah itu satu-satunya jangkar yang menahannya agar tidak runtuh. Bella ber
**Giovanni tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu. Sudah berapa banyak pagi, siang, sore, atau malam yang berlalu, ia juga tidak ingat. Ia hanya tahu sudah duduk diam di tempat yang sama untuk waktu yang lama.Ruang rawat inap itu sunyi, hanya diisi dengung halus mesin pemantau jantung dan desau pendingin udara rumah sakit yang berdiri menghadap Teluk San Diego. Dari balik jendela besar, cahaya matahari sore menyelinap masuk, memantul di lantai putih yang mengilap. Di kejauhan, laut tampak tenang, seolah bersekongkol menjaga rahasia antara hidup dan mati yang baru saja dilewati seorang perempuan bernama Isabella Estes.Giovanni duduk di kursi di sisi ranjang, dengan tubuh yang condong ke depan. Kedua sikunya bertumpu pada kasur, sementara jemarinya menggenggam tangan Bella yang dingin namun hidup. Sudah berhari-hari ia berada di posisi yang sama, hampir tidak pernah beranjak kecuali untuk ke kamar mandi atau menerima laporan singkat dari Felix. Matanya jarang terpejam, seakan tak
**Keputusasaan membuat Giovanni jatuh terduduk di lantai ruang kendali yang berpenerangan remang-remang. Dadanya naik turun, napasnya berat. Dunia seakan menyempit pada satu pertanyaan yang terus bergaung di kepalanya: ke mana lagi ia harus mencari Bella? Sampai sejauh ini, belum ada petunjuk ke m
**Bella terkesiap. Barangkali ia sudah salah bicara dengan pria di hadapannya ini. Sekarang Damian sedang memandangnya seakan Bella adalah objek langka yang menarik. Pria itu kemudian mengeluarkan pistol dari saku pinggangnya dan membelainya dengan sayang."Mau aku bantu mempercepat prosesnya, Bel
**Damian Estes duduk santai di kursi kulitnya. Dinding batu kastil pribadinya di perbukitan utara San Diego memantulkan cahaya kebiruan dari puluhan layar yang menampilkan sudut-sudut Paradise Hotel. Rekaman CCTV yang telah diretas itu memperlihatkan kekacauan yang baru saja terjadi—Giovanni berla
**Sementara itu, di gudang senjata tepi dermaga San Diego, keadaan berangsur kembali terkendali. Pintu-pintu baja ruang penyimpanan memang rusak—beberapa engsel tercabut, beberapa panel besi penyok akibat benturan keras—namun setelah pemeriksaan menyeluruh, satu fakta tak terbantahkan muncul ke pe












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan