Home / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 31 – You Won't Leave Alone

Share

31 – You Won't Leave Alone

Author: Ivy Morfeus
last update publish date: 2026-03-31 22:52:52

“...Izinkan saya pergi ke Utara.”

Josselyn mengulang ucapannya. Tapi hanya hening yang menyambutnya. Tak ada yang langsung menjawab.

Josselyn masih menegakkan punggungnya. Walau ia tak berani menatap berpasang mata di sekelilingnya.

‘Tahan, Josselyn. Kau harus tegas dengan permohonanmu, agar mereka mengabulkannya.’ ucapnya pada diri sendiri.

“Utara?” ulang Raja pelan.

“Itu bukan perjalanan singkat,” lanjutnya, nada suaranya dipenuhi keraguan. “Bukan pilihan yang aman untuk wanita.”

“Justru kare
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Alchemist's Touch    91 – She Became His Accuser

    “Perintah siapa?” tanya Killian, nadanya meninggi.Tak ada jawaban. Atau lebih tepatnya—tak ada yang berani menjawab.Di dalam ruangan, Josselyn berdiri kaku. Cangkir itu masih ada di tangannya. Tangannya gemetar. Napasnya tidak lagi teratur.Ia tidak berani melihat ke arah pintu sekarang.Karena ia tahu… begitu ia melihat Killian lagi, ia mungkin tidak akan mampu mempertahankan kebohongan itu.‘Aku harus bertahan…’Pikirannya berputar cepat. Tapi tidak ada jalan mundur. Tidak lagi.“Yang Mulia.”Suara itu datang dari samping.Darius.Langkahnya mantap saat ia maju, berdiri sejajar dengan para penjaga. Posisi yang jelas. Tegas.Menghalangi.Tatapannya bertemu dengan Killian. Tidak goyah.Untuk pertama kalinya malam itu—Killian mengalihkan pandangannya.Menatap Darius. Lama. Diam.Seolah mencoba membaca sesuatu yang lebih di dalam dirinya.“Kau juga?” tanyanya pelan.Tidak ada emosi berlebihan di sana. Justru itu yang membuatnya lebih berbahaya.Darius menarik napas dalam. Rahangnya me

  • The Alchemist's Touch    90 – The Moment She Betrayed Him

    Kamar Ratu dipenuhi suara.Langkah kaki. Instruksi terburu-buru. Napas yang ditahan. Semua bercampur menjadi satu, menekan udara hingga terasa sesak.“Cepat, air hangat!”“Panggil tabib istana!”“Di mana alkemis itu?!”Suara-suara itu berloncatan tanpa arah hingga ke luar kamar. Membuat debaran jantung Josselyn bertambah keras.“Kau dengar itu? Aku harus mengecek kondisi Ratu.”Suara Killian menekan. Tapi petugas di depan pintu Ratu bergeming.Josselyn memejamkan mata—ada rasa iba menyelinap di hatinya, tapi kondisi di hadapannya ini justru membuktikan bahwa rencananya berjalan dengan baik.“Maafkan kami, Yang Mulia—”Ucapan kedua penjaga berhenti ketika akhirnya Josselyn memutuskan untuk melangkah mendekat. “Biarkan nona Josselyn masuk! Dia adalah alkemis kepercayaan Ratu!”Teriakan dari dalam pintu cukup melegakan Josselyn. Pintu sedikit terbuka. Terlihat Kepala Pelayan mengangguk ke arah Josselyn.Kedua penjaga bergeser, memberikan jalan pada Josselyn.“Kau membiarkan dia masuk, t

  • The Alchemist's Touch    89 – The Night He Was Denied

    Napas Josselyn belum sepenuhnya stabil.Punggungnya masih menempel pada dinding dingin ruang herbal, sementara kehangatan yang ditinggalkan Yorick di kulitnya belum benar-benar menghilang. Sentuhan itu… masih terasa. Terlalu nyata untuk diabaikan.Josselyn memejamkan matanya.“Dan hanya aku yang tahu cara menghentikannya.”Suara itu terngiang jelas. Dan pikirannya langsung tertuju pada buku itu. Buku bersampul keras, dengan logam di setiap sudutnya.Ia masih ingat isi yang sempat ia baca.Penjelasan tentang efek ramuan itu—tentang bagaimana ia membangkitkan sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh, memperkuatnya, memaksanya keluar.Tapi…Tidak ada bagian tentang cara menghentikannya.Tidak lengkap.Seolah—bagian paling penting sengaja dihilangkan.Josselyn membuka matanya perlahan.Dan di situlah kesadarannya jatuh dengan jelas.“Halaman yang sobek…” gumamnya pelan. Napasnya tertahan.Itu bukan kebetulan. Itu adalah jawabannya.Cara menghilangkan efek itu—cara untuk benar-benar lepas d

  • The Alchemist's Touch    88 – The Kiss That Silenced the Truth

    “Kenapa rasanya jadi mereka yang mengontrolku?”Gumaman Josselyn keluar dari mulutnya tanpa sengaja.Josselyn mengingat kejadian beberapa menit lalu, di ruang sidang, tentang kata-kata Killian,“Jangan setengah-setengah…”Ucapan Darius,“... orang yang ragu akan hancur…”Dan kalimat yang paling berbahaya dan menggangu, terngiang di kepalanya,“... Bukti bisa diciptakan.”Kalimat Yorick.Josselyn menarik napas berat.‘Aku tidak bisa diam seperti ini. Aku yang harus mengontrol situasi. Bukan mereka.’ tekadnya dalam hati.Untung saja, ucapan Yorick mengarah pada hal yang membuatnya sangat penasaran.Josselyn buru-buru melangkahkan kaki menuju Ruang Herbal.Pintu sudah sedikit terbuka saat Josselyn sampai di depan pintu.‘Oh, dia sudah datang.’Ia mengulurkan tangan mengetuk perlahan pintu di depannya, lalu masuk.***~***‘Semoga aku mengingat bahannya dengan benar.’Doa Josselyn dalam hati.Ruangan kecil itu dipenuhi aroma logam dan ramuan yang belum sepenuhnya stabil.Josselyn berdiri

  • The Alchemist's Touch    87 – Trapped Between Them 

    “Apa maksudnya?”“Ada hubungan apa gadis alkemis itu dengan Putra Mahkota?”Bisik-bisik itu mulai memenuhi udara yang makin sesak di ruang pemeriksaan. Josselyn tidak bergerak.Tapi napasnya terhenti sejenak ketika bisikan itu membawa namanya.Jari-jarinya perlahan mengepal, sampai kuku-kukunya menekan kulit telapak tangan.Ia tidak menoleh. Tidak perlu.Ia tahu… mereka sedang membicarakannya.Suara tawa Killian masih terngiang di telinganya. Terlebih cara dia menatapnya.Seolah… melihat sesuatu yang bahkan Josselyn sendiri belum berani akui.“Sidang akan dilanjutkan nanti.”Suara Inkuisitor akhirnya memecah sisa-sisa kekakuan di ruangan.“Untuk saat ini, Putra Mahkota akan tetap berada dalam pengawasan.”Kalimat itu sederhana. Tapi artinya jelas. Bukan bebas. Tapi juga belum jatuh.Para dewan menteri mulai bergerak. Ada yang langsung berbisik, ada yang bergegas keluar untuk menyebarkan kabar, ada pula yang masih menatap Killian dengan ekspresi sulit ditebak.Josselyn menelan ludahny

  • The Alchemist's Touch    86 – You Were Suppose to Destroy Me

    Udara di ruang pemeriksaan terasa terlalu tegang. Bahkan semua orang menahan napas.Josselyn berdiri di sisi ruangan, sedikit di belakang barisan bangsawan. Posisi yang cukup aman—tidak mencolok, tapi masih bisa melihat segalanya dengan jelas.Di tengah ruangan, kursi kayu tinggi ditempatkan seperti singgasana kecil.Dan di sanalah Killian duduk.Tegak.Tenang.Seolah ini bukan sidang yang bisa menghancurkannya.Tatapan orang-orang di sekitarnya berbeda dari biasanya. Tidak ada rasa hormat yang tulus. Tidak ada kehangatan.Hanya pengamatan, kecurigaan dan bisik-bisik.Josselyn menelan pelan.‘Ini yang aku inginkan.’Namun entah kenapa, kenyataannya terasa berbeda dari bayangannya.“Putra Mahkota Killian.”Suara Inkuisitor memecah keheningan.Pria tua itu berdiri dengan jubah hitam panjang, matanya tajam dan penuh perhitungan.“Apakah Anda memahami alasan Anda berada di sini hari ini?”Killian tidak langsung menjawab. Hingga beberapa detik berlalu. Baru kemudian ia berkata,“Rumor yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status