Home / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 94 – The King’s Hidden Hand

Share

94 – The King’s Hidden Hand

Author: Ivy Morfeus
last update publish date: 2026-06-18 23:41:39

Josselyn tidak langsung menjawab.

Kata-kata Howarth masih menggantung di udara, seperti benang tipis yang tak terlihat… tapi perlahan menarik pikirannya ke arah yang tak ingin ia tuju.

Orang yang salah.

Itu tidak masuk akal.

Atau… mungkin terlalu masuk akal.

Ia menelan ludah. Napasnya terasa lebih berat dari sebelumnya.

“Apa maksud Anda?” ulangnya pelan, suaranya nyaris berbisik.

Howarth terdiam. Matanya yang tajam justru mengamati Josselyn. Menunggu sekaligus menilai respons gadis itu.

Seolah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Alchemist's Touch    94 – The King’s Hidden Hand

    Josselyn tidak langsung menjawab.Kata-kata Howarth masih menggantung di udara, seperti benang tipis yang tak terlihat… tapi perlahan menarik pikirannya ke arah yang tak ingin ia tuju.Orang yang salah.Itu tidak masuk akal.Atau… mungkin terlalu masuk akal.Ia menelan ludah. Napasnya terasa lebih berat dari sebelumnya.“Apa maksud Anda?” ulangnya pelan, suaranya nyaris berbisik.Howarth terdiam. Matanya yang tajam justru mengamati Josselyn. Menunggu sekaligus menilai respons gadis itu.Seolah ingin memastikan… apakah gadis itu benar-benar siap mendengar.“Kau sempat merasa aneh, kan?” katanya ringan, seolah sedang membahas gosip yang menarik.Josselyn mengernyit.“Aneh?”Howarth mengangkat bahu santai.“Raja,” lanjutnya santai. “Putranya dituduh mencoba membunuh Ratu… dan dia hanya duduk diam. Tenang sekali. Nyaris mengagumkan.”Kalimat itu sederhana.Tapi cukup untuk membuat dada Josselyn menegang. Ia memang memikirkannya.Sejak sidang itu. Sejak tatapan Raja yang terlalu tenang.“T

  • The Alchemist's Touch    93 – The Wrong Target

    ‘Kami tidak melakukan apapun. Jangan gegabah!’Josselyn tidak mengucapkannya. Tapi pikirannya menjerit jelas. Matanya tertuju pada Howarth.Dan pria berambut perak panjang itu—tertawa pelan. Seolah mendengar jeritan di hatinya.“Hmm… untuk saat ini?” kata Howarth santai sambil menyilangkan tangan, membalas tatapan Josselyn. “Mempercayai siapa pun terdengar seperti ide yang buruk.”Darius mendengus pelan. Ia merasa ucapan itu untuknya. Langkahnya maju satu langkah, menempatkan dirinya sedikit di depan Josselyn. Protektif. Menghalangi.“Oh ya?” balasnya dingin. “Kalau begitu, bagaimana denganmu?”Howarth mengangkat alis. Tatapannya bergeser pada Darius.“Kau mulai terdengar menarik,” Howarth memiringkan kepala. “Lanjutkan.”Darius menatapnya tajam.“Apakah kau yakin bisa dipercaya?” lanjutnya. “Bukankah kau yang merencanakan Madame Angeline muncul di istana ini?”Josselyn membeku. Nama itu mengusiknya.“Apa…?” bisiknya pelan.Matanya langsung beralih ke Howarth. Dengan tatapan menuntut

  • The Alchemist's Touch    92 – The King Who Said Nothing

    Josselyn menghela napas.Ia di sini lagi. Ruang sidang kerajaan, dipenuhi bisik-bisik.Para bangsawan duduk berderet, mengenakan pakaian terbaik mereka, tapi tak satu pun dari mereka terlihat benar-benar tenang. Mata mereka saling bertukar pandang. Suara-suara rendah memenuhi ruangan.Di ujung ruangan, singgasana berdiri megah.Dan di sana—Raja duduk. Wajahnya tenang. Terlalu tenang mengingat putra satu-satunya, pewaris tahta, akan disidang karena rumor yang mengerikan sebentar lagi.Josselyn berdiri di sisi ruangan, bersama para tabib dan alkemis lainnya. Tangannya terlipat di depan tubuhnya, tapi jemarinya terasa dingin.Di seberangnya—Killian.Putra Mahkota berdiri tegak, meskipun jelas bahwa semua mata di ruangan itu kini tertuju padanya. Tatapannya lurus ke depan. Dingin. Tidak terbaca.Tapi Josselyn tahu, ada sesuatu yang pria itu sembunyikan.“Sidang dimulai.”Suara anggota dewan utama menggema di ruangan.“Putra Mahkota Killian,” lanjutnya, “Anda dituduh terlibat dalam percob

  • The Alchemist's Touch    91 – She Became His Accuser

    “Perintah siapa?” tanya Killian, nadanya meninggi.Tak ada jawaban. Atau lebih tepatnya—tak ada yang berani menjawab.Di dalam ruangan, Josselyn berdiri kaku. Cangkir itu masih ada di tangannya. Tangannya gemetar. Napasnya tidak lagi teratur.Ia tidak berani melihat ke arah pintu sekarang.Karena ia tahu… begitu ia melihat Killian lagi, ia mungkin tidak akan mampu mempertahankan kebohongan itu.‘Aku harus bertahan…’Pikirannya berputar cepat. Tapi tidak ada jalan mundur. Tidak lagi.“Yang Mulia.”Suara itu datang dari samping.Darius.Langkahnya mantap saat ia maju, berdiri sejajar dengan para penjaga. Posisi yang jelas. Tegas.Menghalangi.Tatapannya bertemu dengan Killian. Tidak goyah.Untuk pertama kalinya malam itu—Killian mengalihkan pandangannya.Menatap Darius. Lama. Diam.Seolah mencoba membaca sesuatu yang lebih di dalam dirinya.“Kau juga?” tanyanya pelan.Tidak ada emosi berlebihan di sana. Justru itu yang membuatnya lebih berbahaya.Darius menarik napas dalam. Rahangnya me

  • The Alchemist's Touch    90 – The Moment She Betrayed Him

    Kamar Ratu dipenuhi suara.Langkah kaki. Instruksi terburu-buru. Napas yang ditahan. Semua bercampur menjadi satu, menekan udara hingga terasa sesak.“Cepat, air hangat!”“Panggil tabib istana!”“Di mana alkemis itu?!”Suara-suara itu berloncatan tanpa arah hingga ke luar kamar. Membuat debaran jantung Josselyn bertambah keras.“Kau dengar itu? Aku harus mengecek kondisi Ratu.”Suara Killian menekan. Tapi petugas di depan pintu Ratu bergeming.Josselyn memejamkan mata—ada rasa iba menyelinap di hatinya, tapi kondisi di hadapannya ini justru membuktikan bahwa rencananya berjalan dengan baik.“Maafkan kami, Yang Mulia—”Ucapan kedua penjaga berhenti ketika akhirnya Josselyn memutuskan untuk melangkah mendekat. “Biarkan nona Josselyn masuk! Dia adalah alkemis kepercayaan Ratu!”Teriakan dari dalam pintu cukup melegakan Josselyn. Pintu sedikit terbuka. Terlihat Kepala Pelayan mengangguk ke arah Josselyn.Kedua penjaga bergeser, memberikan jalan pada Josselyn.“Kau membiarkan dia masuk, t

  • The Alchemist's Touch    89 – The Night He Was Denied

    Napas Josselyn belum sepenuhnya stabil.Punggungnya masih menempel pada dinding dingin ruang herbal, sementara kehangatan yang ditinggalkan Yorick di kulitnya belum benar-benar menghilang. Sentuhan itu… masih terasa. Terlalu nyata untuk diabaikan.Josselyn memejamkan matanya.“Dan hanya aku yang tahu cara menghentikannya.”Suara itu terngiang jelas. Dan pikirannya langsung tertuju pada buku itu. Buku bersampul keras, dengan logam di setiap sudutnya.Ia masih ingat isi yang sempat ia baca.Penjelasan tentang efek ramuan itu—tentang bagaimana ia membangkitkan sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh, memperkuatnya, memaksanya keluar.Tapi…Tidak ada bagian tentang cara menghentikannya.Tidak lengkap.Seolah—bagian paling penting sengaja dihilangkan.Josselyn membuka matanya perlahan.Dan di situlah kesadarannya jatuh dengan jelas.“Halaman yang sobek…” gumamnya pelan. Napasnya tertahan.Itu bukan kebetulan. Itu adalah jawabannya.Cara menghilangkan efek itu—cara untuk benar-benar lepas d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status