INICIAR SESIÓNEdward mendarat di lantai batu dan langsung berdiri di dekat satu-satunya pintu besi yang menghubungkan ruangan itu dengan koridor luar. Posisi ini menutup jalan keluar Victoria sekaligus menghalangi pengawal dari luar untuk masuk. Ia tetap memegang senjatanya, menjaga kewaspadaan sambil mengamati situasi."Tetap di tempat, Victoria," kata Edward. Suaranya terdengar datar, dan dingin."Kastil ini sudah dikepung dari depan. Tim luar tidak akan bisa menolongmu."Victoria melangkah mundur hingga punggungnya menyentuh pilar batu di sudut ruangan. Dekapannya pada Arthur Junior mengencang, membuat bayi itu menangis lebih keras akibat tekanan fisik dan suara yang menggema di ruang bawah tanah. Matanya bergerak liar antara Edward dan langit-langit, di mana suara tembakan dari lantai atas terdengar semakin intens."Kamu tidak mengerti, Edward," cetus Victoria, suaranya bergetar namun nadanya meninggi. "Kamu selalu mengira kamu yang m
Sisi barat Château de la Roche berbatasan langsung dengan jurang curam yang mengarah ke lembah berbatu di bawahnya. Angin gunung yang menusuk tulang bertiup lebih kencang di sini, menerbangkan badai salju hingga membatasi jarak pandang sampai kurang dari tiga puluh meter. Edward mengencangkan simpul tali baja pada pasak jangkar yang ditancapkan ke sela batu kokoh, lalu memeriksa ulang sabuk pengaman di pinggang Estela."Tali ini menggunakan sistem pengunci otomatis," kata Edward, suaranya setengah tertelan desau angin. "Begitu sampai di tonjolan batu di bawah lubang ventilasi, langsung lepas pengait keduanya biar aku bisa menyusul turun." Perintahnya pada EstelaEstela mengangguk tanpa suara. Ia memosisikan tubuhnya membelakangi jurang, memegang erat tali dengan kedua tangannya yang bersarung tangan tebal, lalu mulai turun perlahan melewati dinding batu kastil yang dilapisi es tipis. Setiap pijakan harus diperhitungkan deng
Pendaratan di bandara privat pinggiran Jenewa berlangsung sesuai jadwal yang telah diperhitungkan. Begitu roda Bombardier Global 7500 menyentuh landasan pacu yang dilapisi es tipis, tiga kendaraan khusus jenis SUV antipeluru sudah bersiap di dekat hangar. Leo turun terlebih dahulu untuk memastikan logistik dan senjata khusus berizin resmi telah dipindahkan ke dalam bagasi kendaraan.Suhu di luar mencapai minus empat derajat Celsius. Edward membantu Estela mengenakan jaket tebal sebelum mereka masuk ke mobil komando di barisan depan."Satelit mengonfirmasi bahwa Gulfstream milik Victoria mendarat empat puluh lima menit yang lalu," kata Leo dari kursi kemudi, sambil menyalakan layar navigasi utama di dasbor. "Mereka langsung pindah ke dua mobil van bergerak ke arah Timur Laut, menuju perbatasan Swiss-Prancis. Target mengarah ke wilayah pegunungan Alpen." Lanjutnya menjelaskan"Bagaimana dengan kondisi cuaca di jalur atas?" tanya Edward sambil me
Edward tetap mengikuti prosedur standar, tetapi ia tahu bahwa menunggu proses birokrasi kepolisian hanya akan membuang waktu penting dalam dua jam pertama setelah kejadian.Di ruang kerja darurat yang terhubung ke ruang bawah tanah mansion, ia mengaktifkan jaringan satelit pribadi milik Sebastian Group. Satelit observasi orbit rendah ini dilengkapi pendeteksi panas dan pelacak sinyal yang bisa mendeteksi posisi kendaraan atau pesawat, bahkan yang menggunakan sistem penyamaran standar penerbangan sipil.Leo masuk ke dalam ruangan dengan membawa komputer tablet berisi data lalu lintas udara yang baru saja diunduh dari menara pengawas wilayah Barat."Tuan, ada keanehan pada manifest penerbangan di bandara satelit pinggiran kota," lapor Leo tanpa basa-basi. "Sebuah jet pribadi jenis Gulfstream G550 terdaftar atas nama perusahaan cangkang yang berbasis di Panama. Pesawat itu melakukan pengisian bahan bakar darurat dan lepas landas sepuluh menit set
Sistem pengamanan di Mansion Sebastian ditingkatkan secara menyeluruh berdasarkan analisis ancaman terbaru. Edward memperbarui protokol pengawasan digital dan menambah jumlah personel keamanan di setiap akses masuk utama.Di area luar, kamera termal spesifikasi militer dipasang di sepanjang batas luar area. Selain itu, seluruh tamu dan staf domestik wajib menjalani pemeriksaan biometrik sebelum memasuki area inti rumah.Meskipun pengawasan digital dan fisik telah diperketat, celah keamanan masih berpotensi ada pada sektor utilitas dasar yang belum diperbarui.Victoria memanfaatkan celah pada sektor tersebut dengan memilih metode sabotase fisik pada jalur LPG di area dapur belakang.Aksi ini dilakukan melalui seorang pekerja harian yang menggunakan identitas pemeliharaan rutin palsu setelah menerima suap. Pekerja tersebut memodifikasi jalur pipa dengan cara menonaktifkan katup pengaman otomatis secara manual. Akibatnya, tekanan gas t
Ketegangan di Mansion Sebastian selama berminggu-minggu akhirnya mulai mereda. Meski upaya serangan balik digital Edward perlahan mengembalikan kepercayaan investor, situasi ini cukup menguras energi penghuni rumah. Estela mulai menyadari bahwa memenangkan setiap perdebatan di media tidak otomatis memberikan kedamaian yang mereka butuhkan.Malam itu, setelah Arthur Junior tidur di kamar dengan pengamanan biometrik, Estela menemui Edward di balkon ruang kerja. Edward sedang berdiri melihat ke arah luar, tampak kelelahan memikirkan masalah yang sedang mereka hadapi."Edward, kita perlu bicara." ujar Estela, tenang namun serius. Edward menoleh. "Tentang petisi terbaru dari pengacara ibuku?" Tanya Edward"Bukan. Tentang kita. Tentang masa depan anak kita yang berada di dalam sana," Estela menunjuk ke arah kamar bayi. "Selama kita tetap berada di sini, mengenakan nama Sebastian, dan memimpin perusahaan ini, kita akan selalu menj
Saat mereka memasuki aula utama, musik orkestra yang tenang seketika meredup, digantikan oleh kesunyian yang mencekam sebelum suara riuh rendah bisikan tamu mulai memenuhi ruangan. Edward menggandeng lengan Estela dengan posesif, memandu langkahnya menuruni tangga besar."Itu dia... gadis mahasis
"Jangan... jangan pergi ke paviliun itu," igau Edward. Keringat dingin membanjiri pelipisnya. "Gelap... aku tidak bisa membukanya..."Estela menyadari bahwa Edward sedang terjebak dalam mimpi buruk masa lalunya. Dia mengusap rambut Edward yang basah oleh keringat dengan lembut. "Sssttt... tenang
"Sudah kutegaskan untuk tidak masuk ke sini, Estela." Suara bariton itu menyambar seperti petir di tengah keheningan. Estela tersentak hebat hingga map di tangannya terjatuh, isinya berserakan di atas karpet. Edward berdiri di ambang pintu, masih mengenakan jasnya yang sedikit berantakan. Waj
Clarissa terpaku, wajahnya yang tadinya cerah mendadak pucat pasi. Ia ingin membalas, namun punggung Estela yang menjauh dengan langkah angkuh memberikannya tekanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Estela tidak lagi berjalan seperti mangsa, ia berjalan seperti pemilik tempat ini. Namun,







