LOGINIndira Parmadita, sudah hampir 3 tahun ia menjadi pekerja paruh waktu. Lebih tepatnya, seorang pengangguran yang bekerja asal ada pekerjaan yang datang padanya. Kerja serabutan nama kerennya. Satya Gusmananda, menjadi pemilik sekaligus CEO dari hotel dan apartemen Lilac. Dulunya. Setelah kabar kematiannya telah diumumkan secara resmi, di seluruh surat kabar ataupun televisi swasta. Namun, sebuah kabar miring muncul. Jika ruangan bekas Satya telah didatangi hantunya. Tidak ada yang berani mengambil alih posisi jabatan Satya. Atau malah nyawa mereka taruhannya. Jadilah perusahaan tanpa CEO di dalamnya. Pihak keluarga hanya dapat meng-handle hotel dan apartemen dari luar. Karena rumor mengenai 'hantu' itu, beberapa pegawai memilih untuk resign. 'Dibutuhkan segera pegawai tetap untuk pendamping CEO. Syarat utama: Disiplin, tepat waktu, berpenampilan menarik, dan indigo. Gaji: 50 juta/bulan.' "Serius syaratnya cuma begini doang? Dapat gaji sampai 50 juta?!"
View MoreRuangan gelap dan sunyi, seakan menjadi tempat paling nyaman bagi Satya. Meskipun namanya tengah menjadi obrolan publik, Satya tidak perlu lagi pusing-pusing memikirkan tentang kasus yang sedang menimpanya saat ini.Pemberitaan yang tidak benar itu, kini sudah menjalar sampai ke penjuru negeri. Nama Satya pun menjadi tercoreng. Bukan hanya perkara dirinya yang menjadi hantu kejam, melainkan tindakannya sebelum meninggal pun menjadi sorotan."Hei, kenapa kau hanya berdiam diri di sini?"Satya hanya melirik sekilas ke arah pintu ruangannya. Ada salah satu hantu anak kecil yang berdiri di sana. Dia tengah berkacak pinggang sembari melotot ke arah Satya."Kenapa kamu datang ke sini? Pergi sana! Jangan ganggu aku!" usir Satya."Aku ke sini karena aku tahu jika dirimu tidak bersalah."Satya menyeringai kecil. "Lalu, apa yang akan dilakukan para hantu jika mereka ti
Tidak ada yang terima dengan keputusan sepihak dari 'hantu Satya' ini. Pasalnya, siapa saja yang berani untuk resign mereka akan dikenai denda seluruh gaji yang mereka dapatkan sewaktu bekerja di hotel Lilac, lalu dilipatgandakan.Selain itu, Satya akan menjamin kehidupan mereka tidak akan mendapat kenyamanan dan ketenangan. Jangankan untuk mencari pekerjaan baru, sekadar memejamkan mata untuk tertidur pun tidak akan Satya biarkan semudah itu.Benar, Satya tidak akan mau diinjak-injak lagi oleh pegawainya sendiri. Di sini, dialah yang berkuasa. Walaupun wujudnya tidak terlihat, tetapi dia memiliki Indira yang akan menjalankan semua tugasnya."Indira, coba kamu cek seluruh ruang kamar hotel dan apartemen. Ada siapa saja yang menetap di sana. Karena mereka juga yang menyebabkan rumor itu berkembang
Lagi-lagi hotel dalam keadaan sepi. Sepertinya para pegawai sengaja untuk berangkat lebih siang, dari jam semestinya. Tidak ada ciri-ciri pengunjung yang menggunakan lift atapun ruang gym.Indira seperti sedang bekerja di bangunan kosong yang hanya dihuni beberapa hantu. Bahkan atasannya sendiri dikatakan bukan manusia. Melainkan hantu penasaran yang tengah mencari-cari alasan atas kematiannya."Kamar sebanyak ini, kalau akhirnya hotel ini akan ditutup pasti akan sangat sayang sekali."Indira menyempatkan untuk meraba tembok dan pintu kamar hotel yang sedang kosong. Ya, sepanjang hidupnya mana pernah dia menginap di kamar hotel mewah seperti halnya hotel Lilac ini.Tinggal di tempat kost yang sempit dan kumuh, membuatnya merasa sedih jika bangunan semegah ini harus terpaksa dikosongkan. Bahkan bisa saja sampai dirobohkan.Tak! Tak! Tak!Bunyi heels Indira beg
Karena Indira sudah mengakui bahwa ia memang bisa melihat Satya, maka tidak ada alasan lain untuknya dapat menghindari sosok Satya yang telah resmi menjadi bosnya.Siapa sangka, pada akhirnya Indira akan bekerja di bawah naungan hantu yang selalu ingin ia hindari sepanjang hidupnya. Tidak ada hal baik selama Indira berdekatan, atau berhubungan baik dengan para hantu.Yang ada dirinya akan dijauhi, dibenci, dan dicemooh banyak orang. Keluarganya saja enggan untuk mengakui bahwa ia termasuk dalam silsilah keluarga. Apalagi orang lain.Indira tidak pernah memiliki seorang teman yang dapat dikatakan sangat dekat dengannya. Awalnya mungkin masih baik-baik saja, tetapi setelah tahu Indira sering bersikap aneh dan berbicara sendiri, semuanya lalu memilih untuk meninggalkannya.Tak hanya itu, Indira bahkan sampai mendapatkan julukan sebagai 'pawang hantu' saat ia masih sekolah dulu.Dan
Satya sedang memandangi Indira yang tengah duduk di luar ruangannya. Dengan menautkan jemarinya, ia tengah mencoba untuk mencari cara lain untuk membuktikan kebenarannya.Apa Indira benar bisa melihatnya, atau tidak.'Sangat suka sekali dia dengan pekerja
'Apa lagi sekarang? Mencari pegawai baru? Dengan gaji sebanyak itu?' Tubuhnya sedikit transparan. Ia tengah melihat ke seberang jalan. Membaca tulisan berukuran besar, dengan iming-iming gaji yang fantastik. Satya Gusmananda. Pemilik tubuh transparan
Peringatan! Cerita ini hanyalah sebuah fiksi, bukan berdasarkan pada kenyataan yang ada. Melainkan murni khayalan dari penulis semata. Dan tidak ada kaitannya dengan organisasi, ras, budaya, kepercayaan agama, latar tempat, nama tokoh, dll, yang ada d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.