Share

53

Penulis: Teh Manis
last update Tanggal publikasi: 2026-06-16 14:16:28

Lampu pos keamanan menerangi wajah lelaki itu yang tampak curiga. Tanpa banyak bicara, tangan Sakti menjulur ke luar melewati kaca mobilnya yang terbuka dan menarik tubuh penjaga itu hingga setengah badannya masuk ke dalam mobil.

“Kau tidak mengenal aku? Cepat buka pintunya?”

Mata penjaga itu langsung membelalak. Tangannya berusaha melepaskan cekikan yang menekan lehernya. Namun cengkeraman Sakti seperti besi. Lelaki itu hanya mampu mengeluarkan suara serak sementara kaki dan tangannya menggele
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam   56

    “Sebelum polisi membawamu, apakah kau ingin menuntaskan urusanmu dengan dua orang ini?”Jason tidak langsung menjawab. Dia menatap Sakti beberapa saat sebelum beralih kepada Reno. Reno yang menangkap tatapan itu justru membuang muka dan melangkah beberapa langkah menjauh seolah tidak ingin ikut campur.Pesan itu cukup jelas. Apa yang terjadi beberapa menit ke depan bukan urusan polisi. Jason menyeringai tipis. Dia berjalan perlahan menghampiri Bella. Setiap langkahnya membuat wajah wanita itu semakin pucat.Tanpa peringatan, tangan Jason melayang.PLAK!Tamparan keras membuat Bella terjatuh kembali ke lantai.“Ampun, Tuan. Jangan bunuh aku.”Bella merangkak mendekati kaki Jason sambil menahan rasa sakit pada tangannya yang masih cedera. Rambutnya terurai menutupi sebagian wajah. Martabat yang selama ini dia pertahankan seolah lenyap begitu saja.“Kau sudah berani mengambil barang di wilayahku dan tadi kau mencoba merayuku. Apakah pantas aku melepaskanmu?”Nada suara Jason terdengar da

  • Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam   55

    PLAKKKJason diam beberapa saat. Lalu tanpa peringatan, tangannya bergerak. Dia menangkap pergelangan tangan Bella lalu memutarnya keras.“Arrrgh!”Jeritan Bella melengking memenuhi ruangan. Tubuhnya membungkuk. Wajahnya langsung pucat.“Apa yang kau lakukan dengan tanganku?” isaknya. Air mata mengalir tanpa mampu dia tahan. Sendi di lengannya terasa seperti dihancurkan hidup-hidup.“Bangsat! Kenapa kau berbuat kasar pada istriku?”Donny langsung kehilangan kendali. Dia menerjang ke arah Jason. Namun baru dua langkah bergerak, seorang anak buah Jason mengayunkan linggis ke perutnya.BUG!Tubuh Donny langsung terlipat. Udara di paru-parunya seakan menghilang. Dia jatuh berlutut sambil memegangi tulang rusuk yang terasa retak.“Belum ada seorang pun yang berani membentak di wilayahku.”Jason menatap Donny seperti melihat seekor kecoak. Lalu ujung sepatunya menghantam kepala lelaki itu. Membuat Donny terjungkal ke belakang. Namun itu belum selesai.Jason menginjak kaki Donny dengan selur

  • Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam   54

    “Tanya saja pada mereka.”Sakti mengucapkannya sambil menatap Robet dan pria di sampingnya. Moncong pistol yang masih menempel di pelipisnya sama sekali tidak membuat raut wajahnya berubah. Dengan santai, dia mengangkat tangan dan menurunkan laras senjata itu menggunakan jari telunjuknya, seolah yang disentuhnya bukan benda mematikan, melainkan sekadar gangguan kecil yang menghalangi pandangan.Robet tidak langsung bereaksi. Tangannya masih menggenggam pistol, tetapi sorot matanya mulai goyah. Bella yang sejak tadi menyaksikan semuanya tiba-tiba melangkah maju. Emosi yang bercampur antara takut, marah, dan frustrasi membuat wanita itu kehilangan kendali.“Dasar lelaki menjijikkan, kau melakukan semua ini demi merebut vila ini kan? Jangan mimpi.”Dia menghampiri Sakti dan menarik-narik jaketnya dengan kasar. Kuku-kukunya mencengkeram kain itu seolah ingin melampiaskan seluruh kebenciannya.Sakti perlahan berdiri. Tatapannya jatuh ke wajah Bella yang memerah karena amarah. Lalu sebuah t

  • Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam   53

    Lampu pos keamanan menerangi wajah lelaki itu yang tampak curiga. Tanpa banyak bicara, tangan Sakti menjulur ke luar melewati kaca mobilnya yang terbuka dan menarik tubuh penjaga itu hingga setengah badannya masuk ke dalam mobil.“Kau tidak mengenal aku? Cepat buka pintunya?”Mata penjaga itu langsung membelalak. Tangannya berusaha melepaskan cekikan yang menekan lehernya. Namun cengkeraman Sakti seperti besi. Lelaki itu hanya mampu mengeluarkan suara serak sementara kaki dan tangannya menggelepar tak beraturan.Beberapa detik kemudian Sakti melemparkannya keluar. Tubuh penjaga itu jatuh berguling di atas aspal. Petugas keamanan lain yang berada segera menghampiri sambil menghunus tongkat pemukulnya.Namun Sakti sudah keluar dari dalam mobil. Gerakannya cepat. Tendangan lurusnya melesat lebih dahulu sebelum lawannya sempat mengayunkan tongkat.Petugas keamanan itu membentur pagar. Sakti tak memberi kesempatan, dia menekan lehernya dengan siku.“Cepat buka pagarnya!” perintah Sakti.Wa

  • Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam   52

    “Tidak.”Sakti menyandarkan tubuhnya. Di hadapannya, Jason duduk sambil memutar gelas berisi minuman berwarna keemasan. Tatapan lelaki itu tak pernah lepas dari wajah Sakti sejak awal pembicaraan.Sakti mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya, menyelipkannya di bibir, lalu menyalakan api. Bara merah kecil menyala di ujung rokok saat dia menarik napas panjang sebelum mengembuskannya perlahan ke udara.“Area Puncak merupakan kawasan yang dikunjungi karena orang-orang ingin lepas dari kepenatan mereka selama bekerja. Mereka butuh hiburan, bukan sekedar tempat persinggahan. Mungkin aku akan mendirikan semacam tempat hiburan.”Jason terkekeh pelan. Bahunya sedikit berguncang.“Di kota, tempat hiburan sudah banyak. Buat apa mereka jauh-jauh ke Puncak jika hanya ingin mencari hiburan?”“Tentu saja beda. Di kota, tempat hiburan pasti diawasi dengan sangat ketat. Tapi kalau di sini ....”Sakti menghentikan kalimatnya sejenak. Dia mencondongkan tubuh ke depan. Jarak mereka kini hanya dipisa

  • Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam   51

    “Aku cuma ingin memastikan, apakah kalian anggota polisi yang sedang menyamar atau bukan.”Sakti sama sekali tak mengubah posisi duduknya. Dia bahkan terlihat tak acuh saat menghabiskan minumannya tanpa tergesa.“Bangsat! Jadi lu seorang intel?”Lelaki bertubuh kekar itu langsung mencengkeram baju Sakti dan berniat menariknya. Namun tangan Sakti mencengkeram tangannya dan meremas.“Kalau aku anggota intel, aku tak perlu membuang waktu jika ingin menangkapmu.”Lelaki itu mengernyit sambil menahan rasa sakit dari cengkeraman tangan Sakti.“Apa maksudmu?” tanyanya dengan suara tak segarang tadi.Sakti melepas cengkeramannya. “Duduk dan bicaralah dengan santai,” ujarnya.Lelaki itu lalu melepas cengkeraman di kerah baju Sakti dan duduk. Dia memberi isyarat pada rekannya untuk mendekat.“Kalau tebakanku tidak salah, kalian pasti anak buah Jason.” Sakti berkata sambil mengeluarkan sebatang rokok dan membakarnya.“Bagaimana kau tahu?” tanya lelaki bertubuh besar itu.Sakti mengeluarkan asap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status