Share

15 : Memilih Kendaraan

Author: Domba Kecil
last update Last Updated: 2025-12-27 10:41:30

**

"Cepat! Cepat! Sedikit lagi!" Pekik Shion yang sudah lebih dulu sampai di gerbang komunitas. Ia membuka lebar-lebar gerbang tersebut, sedangkan dirinya sendiri menebas beberapa zombie yang ada disekitar gerbang.

Sampai keempat lainnya sampai, mereka bekerja sama menutup kembali gerbang dan menguncinya, lalu berlari lagi dengan cepat. Kelimanya tahu, gerbang hanya akan menahan zombie sementara karena dengan banyaknya zombie yang berbondong-bondong keluar, gerbang tidak akan bisa bertahan lama.

"Kemari!" Ucap sang ayah dengan nada pelan, memimpin semuanya menuju showroom mobil yang tidak terlalu padat zombie.

Kelimanya lantas membersihkan zombie-zombie yang ada diluar showroom. Sang ayah dan Shion melawan 3 sampai 4 zombie sekaligus sedangkan tiga lainnya masih satu lawan satu. Meski begitu, Lily yang sudah mulai beradaptasi dengan membunuh zombie lebih cepat, langsung membantu yang lain sehingga pembersihan lebih efisien.

"Ayah! Kakak! Kepalanya adalah kelemahannya!" Ucap L
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia   33 : Mencoba Menggali Potensi Baru

    ** "Katakan padaku, apa yang membuat kalian mengetuk pintu?" Tanya Lily pada keduanya, tapi sama-sama fokus pada makanan. Menggigit dan menyuapkan makanan, membuat Lily menghela nafas karena diabaikan. "OH! Kalian melihatku makan ayam makanya mengetuk pintu, kan?!" Tanyanya curiga, keduanya hanya mengincar makanannya. Ansley menalan potongan ayam dimulutnya. Ia menatap Lily dengan panik, menggeleng dengan cepat. Adapun Andien yang mulutnya masih penuh langsung membantah. "Tidak! Tidak! Kami benar-benar ada urusan, tentang inti kristal!" Ucapnya, membuat Lily mengernyit jijik. "Habiskanlah, kau menjijikkan ew!" Ucap Lily seraya mengusap wajahnya dengan tisue yang ada ditengah meja. "Ewww! Kondisikan sikapmu!" Ucap Ansley ikut jijik tapi ada tawa di akhir. "Kau, begitu lapar ya? Padahal biasanya kau yang paling anggun, hahaha!" Ejek Ansley, Lily juga ikut tertawa mendengarnya. Karena selama perjalanan ini, Andien memang yang paling banyak diam. Tidak disangka ia benar-benar be

  • Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia   32 : Makan Ayam Panggang

    ** Lily terbangun dari tidurnya, langsung keluar dari ruang ketika ia mendengar ketukan dari pintu kamar di RV. Suara Shion dan Allen yang bertanya tentang keadaannya. Tapi karena awalnya Lily tidak kunjung membuka pintu dan pintu terkunci, alhasil kedua orangtuanya yang sama-sama baru bangun juga ikut mengetuk. Kehabisan energi membuat tidur Lily menjadi lebih nyenyak dari biasanya. Jadi awal-awal ia tidak mendengar. "Datang! Datang!" Pekik Lily sedikit panik, dan langsung membuka pintu menyambut semua orang dengan senyum lebar. "Ada apa? Maaf aku tidur terlalu nyenyak." Ucap Lily seraya menggaruk kepalanya. "Kau baik-baik saja sayang, ada yang tidak nyaman?" Tanya sang ibu yang paling khawatir, sang ayah juga menatapnya lekat-lekat. Shion dan Allen menganggukkan kepalanya setuju dengan pertanyaan ibunya. "Aku baik-baik saja, bu, kalian apakabar? Ada yang terluka? Ada yang tidak nyaman?" Tanya Lily menatap satu persatu orang didepannya. "Kami baik-baik saja, hanya sedikit lel

  • Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia   31 : Menggali Potensi Bakat

    ** Sepeninggal Ryu, Lily membuka kedua matanya. Menatap langit-langit RV kamarnya dan menyunggingkan senyum kecil. Ia sudah menebaknya selama beberapa hari kedua kelompok bersama. Bahwa Ryu mungkin laki-laki yang tidur dengan pemilik tubuh sebelumnya. Perkataan Ryu barusan, Lily dengan jelas mendengarnya. Tapi ia tidal berniat mengungkap, biarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Ia tidak akan mengaku lebih dulu, biar dia yang berbicara jika memang ingin mengakuinya. Selama ia tidak berbuat jahat dan macam-macam, maka Lily tidak akan mencari perhitungan dengannya. Lagipula malam itu, berdasarkan ingatan pemilik tubuh asli, kejadian yang terjadi diantara Lily dan Ryu adalah sebuah kecelakaan. Sama sekali tidak sengaja, bahkan menurutnya ini adalah kesalahan pemilik tubuh sendiri karena salah memasuki kamar. Ryu yang terpengaruh obat dan Lily yang telah mabuk sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Shion dan keluarga juga tidak menyalahkan, malah menyalahkan masing-masi

  • Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia   30 : Mengetahui Kebenaran

    ** Ryu tahu akan kedatangan beberapa orang dibelakang, dia tidak menghentikannya sama sekali. Tunggu saja dan lihat apa yang akan mereka lakukan, jika berniat mencelakai kelompok maka ia tidak akan memberi ampunan. Jika berniat ikut bertarung, itu bagus, maka ia tidak perlu repot-repot mencari perhitungan meski sangat tidak suka akan kesalahan yang mereka buat. Mengabaikan beberapa lrang dibelakang, Ryu lantas menatap Lily yang asyik menebas dengan raut semangat. Cipratan darah mengenai tubuh dan wajahnya, tapi tidak mengurangi kecantikannya sama sekali. Ia terlihat lebih cantik hari ini, benar-benar membuat Ryu terpesona. Ryu hampir tidak bisa menahan diri apalagi ketika keduanya bersampingan. Tapi cara ia menebas kepala zombie tanpa sedikitpun rasa takut ini benar-benar membuatnya lebih menarik. Bisa disebut kecantikan kejam, pikir Ryu. Meski memikirkan beberapa hal berantakan, Ryu tetap tidak mengurangi serangannya pada zombie-zombie yang masih terus maju. Ia bahkan memerinta

  • Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia   29 : Bertarung

    **Raje dan Hans langsung keluar dari mobil begitu berhenti. Keduanya bersiap menghadapi gelombang zombie didepannya. Saling menatap, keduanya juga mengangguk dan mulai bertarung. "Buat dinding, Hans!" Ucap Raje, dengan serius. Kemudian Hans maju, ia langsung memukul tanah dan muncullah dinding tanah besar dan tinggi didepan keduanya. Raje lantas mengamgguk, kemudian giliran dirinya yang maju. Naik ke atas dinding tanah tebal yang telah dibuat Hans. Mengulurkan tangan ke arah gerombolan zombie, dan wushh! Seketika angin besar menghantam. Gerombolan zombie jelas tertahan pada saat ini. Hans memanfaatkan situasi, mulai membuat gelombang tanah, begitupula Raje yang mulai membuat banyak pisau kecil yang ia padatkan dengan kekuatan anginnya kemudian melemparkannya. Banyak zombie jatuh, setiap pisau yang dipadatkan berhasil mengenai setiap kepala zombie, menusuknya hingga mati. Lily menatap keduanya dengan takjub. Ada dua lagi di depannya yang mengeluarkan kemampuan spiritual. Tanah dan

  • Transmigrasi : Pergi Ke Akhir Dunia   28 : Makan Bersama

    ** Hingga konvoi berhenti untuk makan di siang hari, semua orang langsung menghela nafas lega karena bisa beristirahat lebih awal kali ini. Kejadian sebelumnya tidak benar-benar membuat setiap orang istirahat dengan baik, alhasil kini dibawah mata setiap orang dari kelompok Ryu terdapat lingkaran hitam yang sangat jelas. Berbeda dengan keluarga Lily, semuanya tampak segar dan tidak ada jejak kelelahan sa sekali. Membuat setiap orang dikelompok Ryu menatap kelimanya penasaran. Pasalnya, bahkan Shion dan sang ayah yang bertugas mengemudi pun tidak tampak lelah sama sekali. Kecuali tiga orang lain, tidak membuat orang-orang penasaran karena menebak jika ketiganya tidur dengan nyaman. Sampai-sampai Hans bertanya pada Lily. "Punya RV sangat nyaman ya?" Ucapnya dengan nada iri. "Bagus, tahan guncangan dan bisa tidur telentang seperti dirumah." Balas Lily menjawab dengan santai. Tidak bermaksud menyombongkan diri, tapi ia menjawab sesuai fakta yang ia rasakan. Ben dan Widy mena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status