LOGINBeberapa Minggu lagi Marvin akan melangsungkan pernikahan. Seseorang mengirimkan DM melalui akun instagramnya. Pesan itu berisi jika ada yang tak beres dengan calon istrinya itu. Ini fitnah atau fakta?
View Moreเครื่องยนต์สมรรถนะสูงทะยานออกจากบ้านพักต่างอากาศในเขตตัวเมืองเชียงใหม่ด้วยความเร็วใกล้เคียงกับอารมณ์ที่ขาดความคงที่ของคนขับ ดวงตาสีถ่านจับจ้องถนนเส้นยาวทอดไกลออกไปสู่สนามบินเชียงใหม่ที่เป็นจุดหมายปลายทางด้วยความขุ่นมัว เมื่อวันลาพักร้อนอันน้อยนิดถูกพรากไปอย่างง่ายดายด้วยประโยคง่ายๆที่ได้ฟังจากผู้ช่วยคนสนิทเมื่อชั่วโมงก่อน
ที่ดินถูกขายให้คนอื่นไปแล้ว!
เพทายสบถออกมาอีกหน ก่อนจะเหยียบคันเร่งเพิ่มความเร็วให้ยานพาหนะทะยานออกไปเมื่อทางเบื้องหน้าเป็นเพียงเส้นตรงทอดยาวปราศจากสิ่งขวางกั้น ไม่กี่นาทีร่างสูงก็ปรากฏกายอยู่หน้าร้านกาแฟชื่อดังในเขตสนามบิน เพื่อรอใครบางคน
“อารมณ์เสียอะไรวะ หน้าบูดเป็นตูดหมา” เสียงทักที่ดังขึ้นจากบันไดเลื่อนขาลง ทำให้เจ้าของใบหน้าคมคายตวัดสายตามองเพื่อนสนิทด้วยความหงุดหงิด
“มีงานเข้า ขับรถกลับบ้านพักเองก็แล้วกัน” คนอารมณ์เสียบอกเพียงเท่านั้น โยนกุญแจรถยนต์ให้เพื่อนสนิทแล้วเดินขึ้นบันไดเลื่อนขาขึ้นไปในทันที
“ไอ้พีท! อะไรเนี่ย?” คนรับกุญแจมาตะโกนไล่หลัง แต่เมื่อไม่เห็นเพื่อนรักมีท่าทีจะใส่ใจเสียงเรียก จึงทำได้แค่ปล่อยเลยตามเลย
จบกัน ทริปรวมเพื่อนประจำปี!
เสียงประกาศด้านความปลอดภัยเกี่ยวกับการบินไม่ได้ทำให้คนหัวเสียใส่ใจจะฟังแม้แต่น้อย ดวงตาสีถ่านยังจับจ้องวิวทิวทัศน์จากที่นั่งติดหน้าต่างเครื่องบินของตนเองเพื่อปรับความคุกรุ่นให้จางลงอย่างยากลำบาก แล้วก็พาลหงุดหงิดมากขึ้นไปอีก เมื่อนึกถึงเม็ดเงินมหาศาลที่กำลังจะสูญเสียไปพร้อมๆกับที่ดินแปลงนั้น
‘ใครเป็นคนซื้อไป?’
คำถามแรกหลังรู้ว่าที่ดินแปลงสวยริมแม่น้ำเจ้าพระยาถูกซื้อตัดหน้าไป
‘เจ้าของว่า...เธอเป็นคนของ ‘ไพรฑรูย์การช่าง’ ครับ’
เพทายบดกรามแน่นเมื่อนึกถึงร่างสูงผอมที่มาพร้อมใบหน้าซีดจางภายใต้กรอบแว่น แต่กลับซ่อนความเจ้าเล่ห์แสนร้ายไว้มากมาย เวลานี้จิ้งจอกเฒ่าจอมเจ้าเล่ห์อย่างสินธรคงกำลังเยาะเขาอยู่ด้วยความสะใจไม่น้อย ที่สามารถล่มโครงการคอนโดหรูริมแม่น้ำเจ้าพระยาของบริษัทเขาได้อย่างง่ายๆแบบนี้
สินธรเป็นน้องเขยของ ‘ไพรฑูรย์ มณีรัตนะ’ ผู้วางมือจากธุรกิจที่ตัวเองก่อร่างสร้างขึ้นมาด้วยความยากลำบากตั้งแต่สิบเก้าปีก่อน ผู้อาวุโสปล่อยให้น้องเขยเข้าบริหารงานเต็มตัวนับแต่นั้น แต่วงในลือกันว่าอดีตผู้บริหารที่เก่งกาจยังคอยวางแผนและนั่งในตำแหน่งที่ปรึกษาของ ‘ไพรฑรูย์การช่าง’ จนถึงเมื่อหลายปีก่อน
แปลก...ที่จิ้งจอกเฒ่าเจ้าเล่ห์อย่างสินธร กล้าท้าชนกันตรงๆแบบนี้?
ความคิดบางอย่างผุดขึ้นมาอย่างรวดเร็ว ด้วยรู้ดีว่าสินธรไม่ใช่คนฉลาดหรือเก่งกาจอะไรมากมายนัก แต่ที่เลื่องชื่ออยู่ในวงการอสังหาริมทรัพย์ได้อย่างยาวนานจนถึงทุกวันนี้ เป็นเพราะประสบการณ์และการแสวงหาผลประโยชน์โดยไม่เลือกวิธีการต่างหาก
ถ้าตาเฒ่านั่นใช้วิธีลอบกัดก็ว่าไปอย่าง?
เมื่อเริ่มใช้สติความเยือกเย็นก็หวนคืนมา เพทายกระตุกยิ้มมุมปากเมื่อนึกถึงใครบางคนที่อาจมีความเป็นไปได้มากกว่า…ลูกสาวคนเล็กของคุณไพฑรูย์
กะรัต มณีรัตนะ!
Marvin kembali berteduh di masjid tempat ia bertemu dengan Pak Arif Wicaksono dulu. Tadi ia berniat segera pulang karena mau mampir ke tempat Ricky untuk mengembalikan STNK motornya. Kemarin waktu ke pemancingan, Ricky menitipkan STNKnya ke tas selempang Marvin. Pulangnya, ia lupa untuk mengambilnya. Pagi tadi sebelum Marvin berangkat kerja, Ricky menelepon. Ia meminta Marvin mampir ke studionya sepulang kerja untuk mengantarkan STNK tersebut. Marvin menyanggupinya.Di tengah jalan, mendung berubah menjadi hujan. Tak ingin basah kuyup dan meminimalisir resiko kecelakaan, Marvin akhirnya memilih berhenti di masjid untuk berteduh sambil menunggu Maghrib tiba. Marvin usai mengerjakan salat tahiyatul masjid saat Pak Arif datang menyapanya. Di luar sana hujan semakin deras mengguyur bumi disertai angin. Sesekali kilat menyambar. "Terjebak hujan lagi nih rupanya mas Marvin," sapa Pak Arif ramah.Marvin tersenyum lebar seraya mengangguk mendengar sapaan itu. "Iya nih, Pak. Sepertinya hu
Marvin dan Ricky sedang ada di tempat pemancingan. Ini hari libur. Karena tak ada orderan foto hari ini, Ricky mengajak Marvin memancing untuk melepaskan penat. Pagi tadi usai sarapan, ia menjemput Marvin di rumahnya. Marvin malas membawa kendaraan sendiri, akhirnya ia dibonceng Ricky dengan motornya ke tempat pemancingan ikan."Punya nyali juga tuh anak si konglomerat menemuimu," kata Ricky saat keduanya sudah duduk santai sambil menunggu kail mereka digigit ikan. "Lagi butuh. Makanya berani," sahut Marvin singkat."Ah, iya juga, dia kan menemuimu di kantor ya? Makanya berani. Aman. Nggak mungkin kamu akan mengamuk di kantor. Kalau ngajak ketemuan di luar belum tentu dia berani,""Siapa juga yang sudi menemuinya. Mendengar namanya aja darahku langsung naik ke ubun-ubun,"Ricky terkekeh mendengar perkataan Marvin. "Aku pengen ngakak waktu kamu cerita, si Kienan bilang, demi masa lalu yang kamu pernah mencintai Ibel dengan tulus, tolong terima dia. Cuiiihhh! Apaan tuh?" ujar Ricky
Marvin baru saja meletakan tas kerjanya saat office boy memberitahu jika ia ada tamu. Tamu tersebut sedang menunggunya di ruang tim marketing yang biasanya dipakai untuk menerima klien. "Baru jam 08.05 WIB. Pagi amat ini tamu datangnya," kata Marvin dalam hati sembari melirik jam dinding yang ada di ruangannya. Marvin menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya berjalan ke ruang tim marketing untuk menemui klien tersebut. Mata Marvin langsung terbeliak saat melihat tamu yang menunggunya di ruang marketing. "Selamat pagi Pak Marvin," kata sang tamu sambil mengulas senyum dan mengulurkan tangannya. "Selamat pagi juga Pak Kienan," sahut Marvin sambil menerima uluran jabat tangan itu. Marvin memaksakan diri untuk tetap bisa tersenyum ramah meski hatinya panas. Tak bisa dipungkiri, kemunculannya menimbulkan kemarahan yang sudah susah payah berhasil ia redakan beberapa hari ini. Marvin menghembuskan napas panjang sembari bertanya-tanya dalam hati apa maksud kedatangan Kienan.
Marvin usai mandi dan berganti pakaian. Sekitar setengah jam yang lalu ia repot di kebun belakang rumah. Ia membakar undangan pernikahan dan foto-foto prewednya di dalam tong sampah. Ia tak ingin melihat benda-benda itu lagi di rumahnya. Setelah membakar undangan dan foto-foto itulah ia mandi karena merasa badannya bau asap. Marvin meraih ponselnya untuk mengechek adakah telepon atau pesan yang masuk. Begitu melihat tak ada telepon dan pesan yang masuk, ia rebahan di atas kasurnya sembari menautkan kedua tangannya di belakang kepala sebagai bantalan. Sambil menatap langit-langit kamarnya, Marvin mencoba merenungi apa yang telah terjadi sejauh ini."Ya udahlah mah, anggap aja sedekah. Ikhlaskan aja yang udah terlanjur dibayarkan ke para vendor itu," ujar papanya Marvin. Marvin diam mendengarkan dari kamarnya. Saat masuk kamarnya usai dari kamar mandi tadi, ia memang melihat kedua orang tuanya dan Merva sedang berada di ruang tengah. Jadi percakapan mereka terdengar dari kamarnya M
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.