ANMELDEN“Kamu berada di kediaman Rodriguez dan sedang berbaring di salah satu kamar yang berada di sini,” jawab Revina lembut.
“Kenapa saya berada di sini?”“Karena kesehatanmu sangat mengkhawatirkan.”“Saya harus pulang Nyonya, Papa saya di rumah sendiri dan saya belum menyiapkan makanan untuknya.”Mendengar Tiffany menyebut Papanya, Revina duduk di ranjang di samping Tiffany. “Maafkan jika aku harus berkata jujur padamu.”“Ada apa? Anda membuat saya taku“Aku sudah memberikan waktu 1 bulan untuk melunasinya, jadi aku rasa aku sudah sangat bijaksana dalam hal ini.” Delano tetap berkeras pada pendiriannya.“Satu bulan adalah hal yang mustahil, hutang ini terlalu banyak.”“Itu bukan urusanku, itu adalah urusanmu. Saat kamu mencurinya dariku, kamu tidak memikirkan resikonya, jadi sekarang waktumu memikirkan kesalahan yang telah kamu lakukan.”Natasha terdiam mendengar perkataan Delano yang terus menyalahkan dan memojokkannya, seakan-akan pria itu memang sengaja melakukan hal tersebut untuk terus mengintimidasinya.Mata Natasya menyipit menatap Delano dengan tatapan marah. “Apakah kamu memang sengaja melakukan ini padaku? Apa yang kamu inginkan dari ku?” tanya Natasha marah dan melupakan formalitasnya.Mendengar perkataan Natasya, seringai sinis terlukis di bibir Delano. “Sangat menarik saat kamu menawarkan hal itu padaku. Aku mempunyai cara agar kamu bisa melunasi semua hutangmu dan aku yakin
Merasa penasaran, Natasya membuka dokumen yang Delano berikan dan membacanya. Matanya terbelalak melihat nilai fantastis yang menjadi hutangnya. Bahkan dengan hutang tersebut, Alpha Corp bisa menyita perusahaan Torres dengan mudah.Dia masih tidak percaya dengan angka tersebut, mengira Eric hanya ingin membalas dendam padanya, tapi saat membaca dengan teliti rincian penggunaan fasilitas dan budget tersebut, dia tertegun. Tubuhnya langsung terasa lemas dan akhirnya terduduk kembali di tempat dimana dia duduk sebelumnya.Semua pengeluaran yang tercatat rapi di sana adalah semua pengeluaran yang Ryan gunakan untuk menutup hutang perusahaan Lee. Sekarang dia baru sadar, kenapa Ryan ingin sekali bertunangan dan menikah dengannya. Jadi ini yang Lee inginkan darinya?Dia beranjak dari tempat duduknya sambil membawa dokumen yang baru saja dibacanya, dia segera pergi dari gedung Alpha Corp dan mengendarai mobilnya dengan cepat ke perusahaan Lee. Samp
Perkataan tersebut menjadi perkataan terakhir yang Celsea dengar dari mulut Evans karena setelah itu, pria itu melumat bibirnya.Celsea tidak bisa memberontak di dalam kungkungan Evans. Kedua tangannya dicengkeram kuat oleh tangan pria itu. Bibir Evans melumat rakus bibirnya, setelah menghilangkan lipstik tebal dari bibirnya. Evans juga menggigit bibir ranumnya, membuatnya mengernyit merasakan sakit yang menyengat.Pekikan keras lolos dari bibirnya saat tangan Evans yang menganggur, meremas kuat bukit indah di dadanya.“Jangan ...!” pinta Celsea di sela lumatan bibir Evans.“Jika kamu merasa takut, sekaranglah waktunya. Jika dikemudian hari, kamu melakukannya lagi, aku akan melakukan lebih dari ini. Gadis ingusan sepertimu, tidak akan mampu menggodaku. Mengerti!”Celsea mengangguk cepat dengan air mata yang terus mengalir. Tubuhnya gemetar ketakutan karena sikap dingin Evans dan apa yang pria itu lakukan padanya.Evans mendorong
Entah kenapa, Evans sangat menarik perhatiannya. Pria itu tidak bisa dengan mudah dilupakan atau dihilangkan dari pikirannya. Apakah karena dirinya menganggap Evans adalah seorang pahlawan karena telah menolongnya? Tidak, ini bukan sekedar rasa kagum karena pria itu telah menolongnya. Rasa yang dia rasakan menyentuh hatinya, bukan sekedar pikirannya saja.Mengetahui Evans adalah anak yang tertolak oleh orang tuanya, Celsea bisa mengerti kekerasan hati pria itu. Dia merasa Evans butuh penerimaan dan pengakuan, pria itu butuh orang yang bisa mempedulikannya karena pria itu tidak pernah mendapatkan cukup kasih sayang dari kecil. Menyadari hal tersebut, Celsea tidak bisa mengabaikan begitu saja keadaan Evans. Ada rasa ingin melindungi dan memberi perhatiannya pada pria itu. Ada rasa peduli yang menghentakkan dada yang terus membuatnya tertarik pada pria itu.Sadar jika dia tidak bisa menghindar dari perasaannya, Celsea memutuskan untuk membantu Evans keluar r
“Jadi begini pekerjaan kalian selama aku pergi?” seru Delano sambil membanting dokumen yang berada di depannya dengan keras di dalam pertemuan yang diadakan. Semua orang yang ikut dalam pertemuan tersebut terdiam, tidak ada satu pun orang yang berani berkata-kata apalagi memberi alasan untuk membela diri.“Aku tidak mau tahu, hari ini juga sebelum pukul 12 malam, semua laporan terupdate sudah masuk ke emailku. 1 menit saja kalian terlambat mengirimkannya padaku, maka besok silahkan bereskan barang kalian dan angkat kaki dari perusahaan ini,” geram Delano lalu meninggalkan ruang pertemuan.Semua orang langsung bergegas ke meja mereka masing-masing untuk membuat laporan yang diminta Delano. Gertakan Delano bukanlah gertakan semata, karena dia sudah mempersiapkan rencana yang matang untuk mengganti orang-orang yang malas di perusahaannya.Para kepala bagian itu tidak bisa membuat laporan asal-asalan karena dia akan memeriksanya langsung ke lapangan
Perkataan Celsea berhasil meluluhkan hati papa dan mamanya. “Baiklah, mulai besok kamu boleh bekerja di kantor Evans, dengan catatan kamu tidak boleh membawa mobil sendiri,” ujar Theodor.“Tapi Pa …” Celsea hendak memprotes keputusan papanya.“Tidak ada tapi-tapian Celsea. Dengan sopir atau kamu akan Papa kirim ke kantor kakakmu dan mencari kegiatan bersama dengan Leonard,” ucap Theodor tegas.Karena bukan itu yang dia inginkan, Celsea akhirnya mengiyakan keputusan papanya.“Dasar tidak becus, membuat jadwal saja kamu tidak bisa. Lalu apa yang kamu kerjakan selama ini?” bentar Evans pada seorang wanita yang ketakutan di depannya.Evans yang merasa sangat marah, melempar modul pertemuannya ke arah wanita itu, tapi melesat ke pintu masuk dan mengenai Celsea yang baru saja masuk ke ruangannya.“Evans, apa yang kamu lakukan?” seru Celsea. Evans terkejut melihat Celsea ada di ruangannya, mulutnya masih bungkam dengan mata me







