แชร์

Bab 996

ผู้เขียน: Jayden Carter
Arlo memberi isyarat kepada kedua wanita itu agar tidak bersuara. Dia hanya memperhatikan pemuda yang sedang sesumbar itu dari belakang.

Sean yang untuk sementara menjabat sebagai pengurus Sekte Vitalitas, bersama beberapa tokoh besar industri farmasi di sana, semuanya pernah menyaksikan langsung pertandingan di Konferensi Pengobatan Tradisional.

Mereka semua telah melihat sendiri betapa keras dan tegasnya cara Arlo bertindak. Melihat ada orang yang berani berbicara sesombong itu, mereka semua m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1566

    "Meski para awak kapal mungkin memiliki niat yang tidak baik, setidaknya mereka belum melakukan apa-apa, 'kan?"Yolanda mencibir dalam hati. Belum melakukan apa-apa? Lebih tepatnya, mereka tidak punya kemampuan untuk macam-macam!Namun, jika ingin kembali ke daratan, mereka memang harus menumpang kapal kargo ini. Jika tidak, entah sampai kapan mereka harus menunggu kapal lain lewat.Lagi pula, tidak mungkin mereka membunuh semua orang di kapal ini."Kalian mau pergi ke mana?""Kami mau ke Hondaria!" Kapten itu sama sekali tak berani bertanya macam-macam. Dia menjawab setiap pertanyaan dengan jujur.Hondaria? Itu masih searah dengan tujuan mereka.Arlo mengangguk puas. "Siapkan satu kabin untuk kami. Sekarang, kalian semua enyah dari hadapanku! Kalau ada yang berani berbuat licik diam-diam, aku nggak keberatan membunuh kalian!""Baik! Baik!"Kapten mengantar mereka berdua menuju kabin. Dalam hati, dia terus mengumpat, 'Tunggu saja kalian! Aku akan memanggil Master Bachan untuk menghabis

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1565

    Setelah kapal mendekat, orang-orang di atas kapal tampak lebih bersemangat daripada dua orang yang sedang terhanyut itu."Hei! Kami datang untuk menolong kalian!"Sambil berkata demikian, seorang awak kapal dengan sukarela melompat dari kapal kargo dan berenang menuju rakit mereka.Mereka berbicara dalam bahasa asing dengan aksen Indie yang kental sambil menyeringai mesum. Bahasa asing Yolanda dan Arlo cukup baik. Kalau tidak, melihat ekspresi mereka saja mungkin sudah cukup membuat keduanya langsung menghunus pedang."Jangan mendekat!"Ketika melihat awak kapal itu menyodorkan pelampung dan memberi isyarat agar dia turun ke air, Yolanda memasang wajah dingin dan mengubah arah rakit.Awak kapal itu gagal meraih sasarannya. Raut kesal melintas di wajahnya yang gelap.Arlo berdeham dua kali. "Jangan-jangan mereka punya niat lain?"Bukan berarti Arlo terlalu meremehkan sifat manusia. Namun, di tengah lautan luas ini, mereka berdua sudah hanyut mengikuti ombak selama dua hari. Mereka tetap

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1564

    Yolanda juga sangat membutuhkan istirahat. Dia memejamkan mata.Dalam keadaan setengah sadar, sebuah pikiran samar melintas di benaknya. Sebenarnya, terus menjadi Kinta juga tidak buruk, bukan?Dia berbalik, memeluk sosok di sampingnya yang dijadikan bantal, lalu mengecap bibir dan tertidur nyenyak.Suara deburan ombak terdengar berirama, seperti alunan lagu pengantar tidur.Hingga matahari sudah tinggi, Yolanda akhirnya terbangun dengan perasaan puas dan segar.Dibandingkan dengan tempat sempit dan lembap yang mereka tempati beberapa hari sebelumnya, udara di sini begitu segar dan nyaman. Bantal manusia di sampingnya juga sangat nyaman.Namun, saat membuka mata, dia mendapati dirinya sedang meringkuk dalam pelukan seorang pria. Salah satu kakinya bahkan sudah melingkar di tubuh pria itu, sementara satu tangannya merangkul pinggang pria itu erat-erat. Dia seperti sedang memeluk guling.Dengan perasaan bersalah, dia mendongak, berharap pria itu belum bangun.Bagaimanapun, kemarin dia ma

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1563

    Meski pulau di hadapan mereka hanyalah sebuah pulau terpencil, tempat itu cukup lapang. Ada pohon kelapa liar, semak-semak, dan pantai berpasir. Dibandingkan dengan ruang sempit tempat mereka terjebak sebelumnya, tempat ini jauh lebih baik.Arlo mengayunkan Pedang Merah Purba dan menebas beberapa pohon kelapa.Yolanda mengira pria itu sedang kesal dan melampiaskan amarahnya pada pohon-pohon kelapa."Dasar picik! Apa isi kepala para pria cuma urusan ranjang?" gerutu Yolanda dengan kesal."Kamu bicara seolah orang yang kemarin berteriak minta sekali lagi itu bukan kamu!" Arlo melirik Yolanda, lalu tiba-tiba menyeringai. "Jangan-jangan kamu takut Yolanda dan Isyana akan mentertawakanmu kalau mereka tahu?""Ck, ck, ck. Awalnya cuma diminta mengawasi suami orang, eh malah sampai naik ke ranjangnya. Benar-benar lelucon besar!"Ucapan Arlo tepat mengenai isi hati Yolanda. Dia benar-benar ingin menangis. Dia bahkan tidak berani membayangkan bagaimana Isyana akan memandangnya jika mengetahui ma

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1562

    Yolanda memperlakukan Arlo seolah pria itu daging yang bisa dimakan untuk meningkatkan kekuatan.Pada hari ke-16 sejak mereka terjatuh ke tempat ini, Arlo dan Yolanda akhirnya selesai memasang segel pembatas. Keduanya berdiri di atas formasi teleportasi berbentuk panggung bundar itu."Kalau tebakan kita salah, tamatlah kita berdua."Arlo tertawa kecil, lalu memasukkan keempat kristal di tangannya ke cekungan di tepi panggung bundar.Seketika, tirai cahaya tujuh warna menjulang ke langit. Energi dahsyat terasa sedang menarik mereka ke suatu tempat.Suara gemuruh terus-menerus menggema di telinga mereka.Yolanda menggenggam tangan Arlo. Tanpa sadar, keduanya saling mengaitkan jari dengan erat. Pandangan mereka mendadak kabur, sementara yang terdengar di telinga hanyalah suara angin menderu.Sekitar tiga atau empat menit kemudian, terdengar suara deburan air yang memercik ke segala arah.Keduanya terjatuh ke permukaan laut. Di hadapan mereka terbentang lautan tanpa ujung. Mereka tidak tah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1561

    Saat ini, Arlo sudah memiliki beberapa kesimpulan dalam benaknya. "Nggak perlu masuk. Ini bukan jalan keluar."Sambil berkata demikian, dia langsung mencabut kristal dari pintu batu.Kristal itu menjadi sedikit lebih redup, lalu pintu batu perlahan tertutup. Semuanya kembali seperti saat mereka pertama kali tiba.Yolanda menunjukkan ekspresi serius. "Tempat ini adalah area penyegelan yang sangat besar. Yang disegel adalah bayangan hitam yang baru saja kita lihat. Mungkin semacam monster?""Kelihatannya begitu." Arlo mengangguk, lalu berkata, "Sekarang ada satu kabar baik dan satu kabar buruk.""Hm?""Kabar baiknya, dugaanku benar. Formasi teleportasi itu adalah jalan keluar. Kita bisa pergi kapan saja."Kini, Yolanda juga akhirnya menyadari bahwa para kultivator kuno ini datang bersama-sama untuk menyegel tempat ini.Pikirannya pun bergejolak hebat. Sebenarnya, apa yang mereka segel?Jelas sekali, mereka tidak akan mendapatkan jawabannya di tempat ini."Lalu, apa kabar buruknya?" tanya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status