ログイン“Jika hatimu tidak miskin, kau tidak akan kehilangan adikmu,” jawab Liu Changhai. Deg…Mereka terus berdebat di sepanjang perjalanan menuju keluar hutan. Sementara di dalam goa, Lian Wei sudah selesai membersihkan diri. “Tuan.”“Masuklah Qin”“Tuan saya sudah mengatakan apa yang anda perintahkan pada saya. Ketiga pangeran sudah kembali dan sepertinya mereka akan kembali lagi untuk menemui anda.”“Apa? Kenapa?”“Mereka bertanya, bagaimana cara masuk ke dalam.”“Lalu apa yang kau katakan?”“Tuan menyukai perhiasan, uang dan herbal langka. Jadi aku meminta mereka mengumpulkan itu agar akses bisa diberikan.”“Kau menguras harta mereka?”“Iya.”Lian Wei tertawa dengan keras, mendengar hal itu.“Kerja bagus, Qiu.”Setelah tawanya mereda ia kembali serius.“Baiklah kau tetap disini dan tunggu mereka, lalu tugasmu untuk mengintai Selir Cui ditunda saja. Untuk sementara racun dalam tubuhnya akan bekerja. Jadi dia tidak akan bisa berbuat apa-apa.”“Baik tuan.”“Kau boleh pergi.”“Baik tuan.”
“Untuk apa tuan membeli wanita malam sebanyak itu?” tanya polos Mingmei. “Kau ini bodoh juga ya? Kau tidak dengar tuan bilang musuhnya menyukai wanita? Lalu untuk apa mereka di beli jika bukan untuk melayani?”“Kau benar. Apa mereka melayani untuk membuatkan teh dan makanan juga?”Yelu hanya dapat menepuk jidatnya kesal, ia sudah lelah menghadapi Mingmei yang lambat berpikir dan sangat polos. “Bagaimana bisa? Gadis sepolos kau mahir berjudi?” kesal Yelu dan meninggalkan Mingmei sendiri. “Aku suka main mahjong, itu kan bukan berjudi. Hanya permainan saja,” ucapnya menyusul Yelu. “Terserah padamu saja Mingmei. Tolong jangan buat aku kehabisan kesabaran,” ucap Yelu dengan kedua tangan memohon pada Mingmei lalu pergi begitu saja. “Kehabisan kesabaran? Memangnya aku kenapa?” monolognya tanpa menyadari Yelu yang sudah pergi jauh. “Ah Yelu! Tunggu aku! Yelu! Yelu!” panggil Mingmei yang tinggalkan oleh Yelu. Sementara itu Lian Wei pergi menunggang kuda ia tidak kembali ke akademi melai
“Tidak kecuali kau tidur denganku.” ucapnya dengan smirk. Lian Wei berjongkok di hadapan pria itu, ia mengambil tangan pria itu yang memang tidak terikat. Yang terikat hanya sampai pada bagian sikunya saja. “Jika tidur denganmu, dapat mengatakan segalanya, baiklah.” Lian Wei melepaskan ikatan pria itu, ia menyobek ujung kain bajunya dan membalutkan luka bakar pria itu. Ia membawa pria itu dengan perlahan. Mereka pergi ke ruangan sebelah, Lian Wei memberi tanda untuk menjaga delapan orang sisanya. Lian Wei mendudukkan pria itu di kasur yang memang tersedia di sana. Perlahan tangannya bergerak membuka hanfu pria itu. “Aku tidak tahu kau akan serendah ini, hanya untuk mendapatkan jawabannya.”Pria itu tersenyum penuh dengan kemenangan.“Benarkah? Tapi aku tidak punya pilihan lain lagi bukan?” ucap Lian Wei.“Dibanding dengan mencari jawabannya bagaimana jika pergi bersamaku? Kau sangat cantik sungguh sangat disayangkan,” ucapnya menggoda Lian Wei dengan menyentuh wajah cantik Lian W
“Sepertinya ini tempat mereka.”Mingmei menatap Yelu dan mereka mengangguk dengan yakin. Mereka masuk kesana, aroma alkohol sangat tercium saat mereka memasuki ruangan. “Ada apa ini?”“Wah… ada penantang baru tuan?” ucap salah satu dari mereka.“Ya, baru saja datang.”“Tuan, mereka baru disini,” ucap penjual itu pada seorang pimpinan disana.“Ah baiklah kau boleh keluar.”Saat si penjual keluar Wei Heng berjaga di depan pintu untuk memastikan kedua gadis itu aman. ‘Ternyata mereka juga menyewa perempuan,’ batin Yelu jijik. “Tuan muda, kau berani sekali menantang kami,” ucap salah satu anggota. “Ya kami datang untuk menantang.”“Kau sangat berani menantang tuan kami. Kau tidak tahu jika dia adik raja, huh?” ucap seorang anggota yang sudah mabuk berat. “Aku tidak salah masuk,” ucap Mingmei dengan smirk di wajahnya.“Tuan, tuan, bagaimana jika kita segera memulai permainan ini?” ucap Yelu berani.“Hahaha dia menantang tuan,” ejek salah satu orang disana.“Mari mulai,” ucap sang pemi
“Di antara semua tusuk rambut, kenapa hanya bulu phoenix ini yang tidak ada hiasannya?”“Sebenarnya tusuk rambut ini sepasang nona,” ucap penjual memberikan bulu phoenix berwarna silver. “Dikatakan bahwa dulu Dewa Phoenix sangat mencintai Dewi Bintang. Tetapi karena memiliki elemen yang berlawanan mereka tidak bisa bersatu. Lalu Dewa Phoenix mengambil satu bulu dari masing-masing kedua sayapnya dan berubah menjadi tusuk rambut ini. Awalnya banyak mengatakan kedua bulu ini berwarna emas, namun saat tiba di tangan Dewi Bintang, berubah menjadi warna silver.”“Lalu?” tanya Lian Wei tidak terlalu tertarik dengan kisah romantisme itu. “Nona anda sungguh tidak tahu? Dikatakan bulu yang dicabut adalah bagian dari setengah jiwa sang dewa, betapa manisnya hal ini,” ucap penjual itu dengan berkhayal. “Yah aku tidak tertarik dengan ceritanya, namun bulu phoenix ini sangat cantik. Berapa harganya?”“Lima keping emas,” ucap penjual dengan smirk. “Kau mau menipuku?” ucap Lian Wei tegas. “Nona
“Kau punya uang untuk membeli ini?”Gadis itu mengepalkan tangannya kuat.“Kau meremehkan aku? Apa kau tidak tahu siapa aku?”“Memangnya aku kerabat mu? harus tahu kau ini siapa? Tanya kan pada ayah dan ibumu.”“Aku ini Tao Lan, Putri Kedua bangsawan Tao,” ucapnya bangga. “Oh… kau sudah sembuh? Apa sekarang kau sudah bebas berkeliaran? Hingga sampai di Kekaisaran Shang?”Tao Lan menatapnya dengan angkuh dan tidak sabaran.“Bagus kalau kau sudah tahu, sekarang sebutkan harganya.”“Baik kalau begitu kain yang kau inginkan, akan ku jual dengan harga tiga ribu keping emas.”“Apa?! Kenapa begitu mahal?”“Nona, anda mencuri bahan terbaik milikku, tentu anda harus membayar mahal kain ini,” ucap Lian Wei. “Kau!”“Lagipula aku ini membeli seluruh gulungan tidak seperti kau yang hanya membelibbaptg saja.”‘Sepertinya aku pernah lihat dia di suatu tempat?’ batinnya bingung. “Kenapa tidak sanggup membelinya? Kalau tidak sanggup tidak usah membeli kain itu.”“Huh aku suka kain ini,” ucap Tao La
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan







