INICIAR SESIÓN“Selir Cui, apa benar kau meracuniku?”Selir Cui masih tetap tidak mengakuinya.“Yang Mulia! Mana mungkin aku meracunimu, aku begitu mencintaimu!”“Kalau begitu, tabib segera tes cangkir itu.”Deg…Tubuh Selir Cui merosot jatuh.Segera tabib mengetes teh itu, ia memasukan beberapa bahan ke dalam tehnya. Lalu ia mengeluarkan jarum perak dan memasukan jarum itu ke dalam tehnya. Saat mengangkat jarum itu, jarumnya berubah warna menjadi hitam. “Ini?” kaget Selir Wu.“Selir Cui, ternyata kau benar meracuni Yang Mulia Kaisar!” pekik Selir Wu kaget.“Selir Cui, kenapa kau begitu ingin membunuhku?”“Tidak! Yang Mulia, dengarkan penjelasanku!”Selir Cui merangkak di bawah kaki Li Jiazhen.“Lepaskan!” ucap Kaisar Li dengan menghempas tangan Selir Cui.Mereka semua sudah tahu rencana busuk Selir Cui, namun mereka sedang memainkan peran seolah terjebak dalam permainan.“Tabib, racun apa sebenarnya itu?” tanya Jianying.“Mohon ampun Pangeran Kedua, di dalam teh ini memang benar terdapat racun. Ta
Keesokan paginya setelah sarapan bersama, Lian Wei, Xiuhuan, Jianying dan Xuemin hendak pergi ke tempat latihan untuk membicarakan tentang pemberontakan. “Ayah kami akan mendiskusikan tentang pemberontakan Hong Li Hao, apa ayah bisa pergi bersama kami setelah sarapan?” tanya Xiuhuan“Hmm hari ini ada rapat dengan para menteri, kau laporkan tentang pemberontakan itu dahulu. Lalu saat malam hari, kita akan membicarakan tentang rencana.”“Baik ayah.”“Jadi selama ini apakah kalian sedang mempersiapkan pasukan untuk pemberontakan itu?”“Benar ayah, maafkan aku tidak memberitahu tentang ini lebih dulu. Aku khawatir akan kondisi ayah yang masih belum pulih,” jawab Jianying.Lian Wei dan Wang Xuemin juga ikut makan bersama. Sandiwara ayah dan anak sudah berakhir malam itu. Hari ini Lian Wei kembali seperti saat ia bertemu dengan Li Jiazhen sebagai Li Xinhua.“Yang Mulia, anda sakit?” tanya Lian Wei.“Ya, ayah sakit. Tabib tidak bisa mendeteksinya,” ucap Xiuhuan.“Bolehkah, hamba mengeceknya
“Tidak. Ibu yakin adikmu punya rencana tersendiri.”“Ibu tahu?”“Tidak ada seorang ibu, yang tidak mengenali anaknya.”Jianying terdiam.“Dia putriku, putri yang dibesarkan dengan tanganku. Putri yang selama ini menjaga keluarganya dari jauh.”‘Ibu… seberapa banyak yang kau tahu?’ pikir Jianying namun ia tidak bisa mengungkapkannya.Sementara itu di kediaman Lian Wei, suasana tampak sepi seperti biasanya. Tidak terlalu banyak aktivitas yang terjadi. Hanya terdapat beberapa orang yang berjaga. “Yang Mulia Kaisar?” ucap Tao Mo yang saat ini sedang menjaga kediaman. Segera ia memberi salam pada Li Jiazhen. “Salam Yang Mulia Kaisar dan Putri Pertama. Selamat datang kembali,” ucapnya dan diikuti semua yang ada di kediaman. Li Jiazhen dan Lian Wei masuk kedalam kediaman. Terlihat Wang Xuemin dan Xiuhuan yang berada di gazebo.Bao Yu berlari menghampiri Lian Wei dengan tergopoh-gopoh. Raut wajahnya terlihat sangat senang. “Tuan putri!” pekiknya lalu berdiri di hadapan Lian Wei. Tao Mo ya
‘Apa-apaan penyambutan ini? Kenapa mereka hanya menyambutku sendiri? Ini pasti ulah kaisar bodoh itu.’‘Tapi dimana dia? Aku tidak melihatnya sejak memasuki istana?’ pikir Lian Wei.‘Kenapa aku malah kepikiran tentang kaisar itu? Sudahlah.’“Lian'er!” pekik suara seorang pria yang begitu berat. Ia berlari dengan kencang diikuti oleh Selir Wu di belakangnya.“Ayah?” lirih Lian Wei pelan yang masih dapat didengar Xiuhuan. “Kau mau ungkapkan identitas?” tanya Xiuhuan berbisik di telinga Lian Wei.“Tidak. Menyingkirlah dariku,” ucap Lian Wei dingin.Xiuhuan hanya tersenyum, ia tahu adiknya sangat merindukan keluarganya. Namun karena gengsi dan tujuan utamanya belum tercapai ia menyembunyikan perasaan itu.Kaisar Li dan Selir Wu sudah berada di depan mereka. Mereka langsung memeluk Lian Wei dengan erat. Namun Lian Wei tidak membalas pelukan itu. Setelah keduanya puas memeluknya, mereka melepaskan pelukan itu. Lian Wei langsung menjaga jarak dengan keduanya.“Salam ayahanda, ibu selir,” uc
“Dan Rui?”Terlihat Dan Rui memasuki ruangan lain, Lian Wei mengintip dari celah pintu. Seorang gadis datang membawakan arak untuk Dan Rui.Lian Wei menyuruh gadis yang menurutnya pintar untuk mengambil strategi perang dari Dun Rui saat dia mabuk. Sementara di tempat lain, Dan Rui dengan kesal berjalan menghampiri pria yang sudah memprovokasi dia, lalu duduk dengan kasar.“Tuan, tuan, anda datang syukurlah tuan.”“Katakan ada hal penting apa, jika tidak penting kau akan kubunuh sekarang juga!”“Ini tentang pasukan di ibu kota tuan.”“Pasukan di ibu kota? Ada apa?”“Seseorang datang dan menyerang kami, semuanya mati termasuk Panglima Lie Yang Min. Hanya saya satu-satunya yang tersisa tuan. Saya datang untuk memberitahu anda.”“Apa? Mereka mati?!” marah Dan Rui menggebrak meja kuat.“Benar tuan.”“Lalu apa lagi?”“Se-sebelum itu mereka juga mengetahui markas kita.”“APA?!” pekik histeris Dan Rui.Ia berdiri dari kursinya sementara gadis pembawa arak itu berdiri di sampingnya. Tidak ber
“Berhenti! Siapa kau?!”“Ah tuan, saya salah satu gadis yang dibawa untuk melayani, tuan. Saya terpisah dari rombongan karena saya harus buang air dulu tadi.”“Kau ini menyusahkan saja! Cepat ikut!”Lian Wei sudah masuk ke dalam, ia memperhatikan sekelilingnya dengan seksama. Sementar ketiga pria itu, menemui Panglima Zei Xen. “Panglima Zei.”“Wei Heng? Kau datang?”“Tuan dan para pangeran ingin pergi mengintai ke dalam. Apa kau punya cara?”“Ada, ikut aku,” ucapnya masuk ke tenda. Zei Xen memberikan baju zirah pada mereka. “Ini pangeran pakailah baju zirah ini. Agar kita bisa mudah masuk ke dalam. Jika bertemu dengan orang yang menggunakan kode bulan dan dibalas bintang, itu berarti salah satu dari kita.”“Baiklah kami mengerti,” ucap Wang Xuemin. “Cepat berganti, Lian Wei sudah menunggu,” perintah Xiuhuan sedikit panik. Setelah mereka siap segera mereka masuk dari pintu belakang. Sementara Lian Wei sudah masuk kedalam ruangan Dan Rui. “Kita bagi tugas, aku dan Xiuhuan ke kanan,
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







