LOGIN“Apa tuan?”“Baik, Tuan. Saya akan mengerjakannya sesuai perintah.”Lian Wei mengangguk puas.“Pastikan senjata-senjata itu tidak membahayakan orang-orang yang tidak terlibat. Aku hanya ingin membuat rencana Hong Li Hao berantakan ketika ia sangat membutuhkan persenjataan tersebut.”“Dimengerti.”Setelah membicarakan beberapa hal lain, Lian Wei dan Wang Xuemin meninggalkan gua. Sebelum pergi, Lian Wei kembali mengingatkan Chen Tie agar menjaga kerahasiaan tempat itu.Lian Wei mengangguk. Ia tahu Chen Tie bukan orang yang banyak bicara, tetapi pria itu selalu serius dalam menjalankan tugasnya.Malam semakin larut ketika mereka akhirnya kembali ke kediaman.Sementara itu, Wang Xuemin menatap Lian Wei dengan sorot mata penuh pertanyaan.Ia baru mengetahui bahwa di balik identitas seorang putri yang kerap dianggap lemah, gadis di sampingnya ternyata memiliki jaringan orang-orang yang bekerja secara rahasia. Bahkan, tempat menempa senjata seperti ini pun berada di bawah kendalinya.Namun,
“Gudang senjata!”Mereka langsung berlari ke arah gudang senjata. Wang Xuemin cukup jauh memancing mereka keluar dari gudang senjata. Saat tiba disana mereka langsung mengecek satu persatu senjata.“Aman, tidak ada yang hilang atau rusak.”“Benar, disini juga aman.”Setelahnya mereka kembali berjaga, sementara Lian Wei memacu kudanya ke arah lain.“Kita mau kemana?” tanya Wang Xuemin yang bingung melihat arah Lian Wei yang semakin menjauhi istana dan camp prajurit lima kekaisaran lainnya.Lian Wei tidak menjawab pertanyaan itu. Ia semakin terus menjauh, hingga sampai pada sebuah hutan dengan satu cahaya samar dari kejauhan.“Untuk apa kita kesini?”“Membuat senjata,” jawab Lian Wei.“Di tengah hutan antah berantah ini?”“Ya.”Lalu Lian Wei menghentikan laju kudanya. Ia juga menyuruh Wang Xuemin untuk turun. Wang Xuemin memegangi tangan Lian Wei agar ia mudah turunnya.Lalu mereka berjalan menuju sebuah goa dengan satu cahaya kuning kemerahan. Lian Wei berjalan perlahan hingga orang it
Setelah Lian Wei selesai membuat racun dan obat, hari sudah sangat malam akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ia melihat Wang Xuemin yang masih tertidur di ranjangnya.Lian Wei membangunkan Wang Xuemin dengan lembut.“Xuemin sudah waktunya.”“Hm…” Wang Xuemin berdeham lalu perlahan bangun dari tidurnya.Ia kemudian pergi membersihkan wajahnya dan segera bersiap. Setelah siap Wang Xuemin mengajak Lian Wei pergi.Ia juga membawa Lian Wei melompati tembok istana yang tinggi.“Aku bisa sendiri.”“Aku tahu, tapi selagi ada aku disini biarkan aku yang membawamu pergi.”“Percuma saja menolak.”Mereka berdiri di atas atap, Wang Xuemin lalu bersiul dengan keras. Tidak lama muncul seekor kuda hitam yang gagah.“Migxue?” ucap Lian Wei saat melihat kuda itu ada di hadapannya.“Tunggu disini, aku turun lebih dulu setelahnya kau.”Wang Xuemin melompat turun lalu bersiap untuk menangkap Lian Wei.“Ayo lompat,” ucapnya sambil mengulurkan kedua tangannya ke udara.Lian Wei melompat kepelu
“Kau…”“Kau menolak ku? Aku sakit hati sekali.”Lian Wei memandang aneh pada pria di depannya ini.“Tolong terima aku…” ucap manja pria itu sambil bergelayut di lengan Lian Wei.“Wang Xuemin… hentikan!” Lian Wei kesal dengan sikap pria ini, Wang Xuemin melepaskan lengan Lian Wei dengan tatapan sedih.“Oh…”“Kau ini kenapa?”“Kalian sudah saling mengenal?” tanya Hong Li Song.“Jadi orang yang ingin melamarku dia?” tanya Lian Wei balik pada ayahnya.“Iya dia.”“Ayah, aku sudah bertunangan dengannya.”“Tapi itu di Kekaisaran Shang, sekarang kau ini Putri Kekaisaran Song. Tentu saja harus bertunangan ulang,” ucap Wang Xuemin langsung memberikan keterangan.“Ayah… tolong restui kami.”Wang Xuemin langsung berlutut di bawah Hong Li Song.“Wang Xuemin!”“Pangeran Wang!”Pekik kedua ayah dan anak itu, mereka menggelengkan kepalanya tidak percaya.“Tolong bangunlah, Pangeran Wang. Jika orang lain yang melihat akan mengira aku menindasmu.”Tak!Pintu terbuka.Tatapan mereka semua beralih pada
“Ayahanda, kakak, sebenarnya aku…”“Xin’er kau tidak apa-apa?!” panik mereka berdua yang langsung berlari, lalu memutar tubuh Lian Wei.“Ah..?”Lian Wei ke kebingungan dengan tingkah mereka.“Aku tidak apa-apa, ayahanda, kakak.”Mereka segera menghembuskan nafas lega.“Bersihkan tempat ini, jangan membuat putriku ketakutan,” ucap Hong Li Song saat melihat sisa darah di lantai.Beberapa pelayan langsung datang dan membersihkan lantai.Lian Wei hanya bisa tercengang melihat kelakuan dua orang di depannya ini.‘Sepertinya, aku hanya bisa menyembunyikan hal ini beberapa hari lagi,’ pikir Lian Wei.“Hari ini cukup sampai disini saja, putriku sangat terguncang karena hal ini. Jangan sebarkan apa yang terjadi hari ini disini.”“Baik, Yang Mulia Kaisar.”Setelah itu mereka membubarkan diri. Tinggalah keluarga kecil itu di situ, Lian Wei masih diam saja tidak mengeluarkan sepatah katapun.“Putri Agung Li Lian Wei, sudah tidak ada orang lagi disini. Apa yang ingin anda katakan,” ucap Hong Li So
“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Yang Mulia?”Belum sempat Kaisar Song bersuara, Lian Wei lebih dulu bicara.“Kenapa kalian panik dan buru-buru untuk menyerang?” tanya Lian Wei.“Apa kalian punya tujuan lain?”“Apa? Tidak mungkin!” seorang pejabat di sana membantah dengan cepat, sementara yang lain hanya menundukkan kepala.Lian Wei tersenyum sinis.“Orang yang terlihat panik, pasti menyembunyikan sesuatu.”Lian Wei berjalan menuju pejabat itu, sementara orang itu sudah berkeringat dan mengepalkan tangannya.“Ada apa Menteri Keuangan? Kenapa kau berkeringat sangat banyak? Apakah ruangan ini terlalu panas? Ataukah ucapan ku tadi benar, kau menyembunyikan sesuatu?”Deg!Menteri Keuangan itu mundur beberapa langkah karena terkejut.“Apa yang kau katakan, dasar bocah!”Menteri Keuangan itu marah dan menunjuk pada Lian Wei.“Menteri Keuangan!” marah Kaisar Song.“Xin’er kemarilah,” panggil Hong Li Song.Lian Wei segera pergi ke samping ayahnya. Ia ingin tahu apakah ayahnya in
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan







