Share

6

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-04-15 07:59:17
Lian Wei menyuruhnya pergi agar Mingmei tidak melihatnya kesakitan saat mengeluarkan racun dalam tubuhnya, mungkin saja akan membuat Mingmei takut.

"Hah baiklah tapi berjanji padaku, apapun yang terjadi padaku jangan lakukan apapun, mengerti?"

"Iya putri, hamba janji," janji Mingmei. Lian Wei menganggukkan kepalanya.

Saat akan meminum ramuannya tiba-tiba pintu paviliunnya diketuk. Mingmei segera membuka pintunya dan melihat siapa yang datang, segera Mingmei memberitahu Lian Wei.

"Siapa yang data
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   127

    “Bagaimana keadaan putriku?” tanya Selir Wu.“Selir Agung?”“Ibu?”Kaisar Li, Xiuhuan dan Jianying menoleh bersamaan ke pintu masuk.“Bagaimana keadaan putriku? Apa dia baik-baik saja?” tanya Selir Wu lagi.Mereka bertiga saling pandang, segera Jianying menyembunyikan kertas pesan itu agar tidak dibaca oleh ibunya.“Ibu, adik masih bisa disembuhkan tapi membutuhkan waktu yang lama,” ucap Jianying menenangkan ibunya.Ia tidak ingin ibunya pingsan mendengar kabar buruk yang bisa terjadi kapan saja.“Syukurlah kalau begitu, aku sedikit tenang.”“Iya, Ibu Selir tenang saja, kami akan melihatnya,” timpal Xiuhuan.“Benarkah? Kalau begitu ibu akan membuatkan kue kesukaan Lian’er.”“Ayah!”Suara seorang perempuan bergema di sepanjang aula, hingga menampilkan Lien Hua yang berjalan mendekat.“Oh? Kalian sedang berkumpul disini?” ucap Lien Hua menyadari semua orang yang sedang berkumpul di aula.“Kebetulan sekali, ayah lihat ini daftar mahar yang diberikan Pangeran Zhao. Aku tidak paham dengan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   126

    ‘Apa yang dilakukannya disini?’ batin Kaisar Xuanzong. “Berdiri, aku tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah,” ucap Lian Wei dingin dan acuh. Setelah mendengarkan perkataan Lian Wei, kasim itu melirik pada Lian Wei kemudian kembali bersujud. “Ampuni hamba Yang Mulia, hamba pantas dihukum,” ucapnya sambil bersujud. Lian Wei sangat kesal melihat kelakuan kasim itu. Anming menyadari jika Lian Wei sangat kesal pun segera angkat bicara. “Bangun, ini perintah putri. Kau tentu tidak ingin jika putri mengulang perkataannya atau bahkan berubah pikiran bukan?”Segera kasim itu tersadar lalu melirik pada Anming kemudian beralih pada Lian Wei yang tidak memandangnya. “Terima kasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia Putri,” ucapnya kembali bersujud lalu bangkit berdiri. Perlahan-lahan ia mundur ke belakang Kaisar Xuanzong. “Anda sangat berhati besar Putri Wang. Tapi ada perlu apa anda kemari putri? Apakah secara tidak sadar kami menyinggung anda atau Pangeran Wang?” ucap Kaisar Xua

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   125

    “Cari tahu gadis yang menyelamatkan aku tadi.”“Gadis yang mana?” beo Jang Hyuk bingung.“Kau ini bodoh ya? Sudah berapa lama kau menjadi pengawal pribadiku?”“Sudah sangat lama Yang Mulia.”“Kalau begitu kau sudah tahu harus bagaimana mencarinya.”“Ciri-cirinya seperti apa pangeran?”Pria itu memukul kepalanya kesal.“Cari dia di arah sebaliknya!”“Ah? Oh… ya ya baik.” ucapnya lalu menyuruh pengawal yang lain mencari ke arah perginya Lian Wei.‘Pangeran yang anti perempuan ini, bisa sampai begitu penasaran padanya? Sehebat apa gadis itu? Atau apa ada luka di kepalanya?’ pikir Jang Hyuk sambil sesekali mengecek kepala tuannya.“Tidak ada,’ ucapnya pelan.“Apa yang kau cari?”“Apa kepala anda membentur sesuatu pangeran?”“Jang Hyuk sepertinya kau harus dikirim ke barak ya?”“Tidak pangeran, jangan seperti itu. Aku tidak bisa hidup tanpamu.”“Cih!”Sementara itu rombongan Lian Wei menunggu dengan cemas.“Nona anda baik-baik saja?” tanya Tao Mo, saat melihat Lian Wei jalan dengan lemas d

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   124

    “Kau—”“Nona anda mengenal pemuda ini?” tanya Tao Mo. Lian Wei berjalan dengan lemas kearah pemuda itu dengan pandangan mata mereka yang saling bertaut. Bruk... Lian Wei jatuh terduduk di hadapan pria itu. Lama mereka saling pandang hingga satu tetes air mata jatuh dari pelupuk mata Lian Wei. Segera ia berhambur ke pelukan pria asing di hadapannya. “Jun Ho....”Pria itu tidak mengerti situasi yang sedang terjadi saat ini. Seorang pria menghampirinya secara tiba-tiba, lalu datang seorang wanita yang tiba-tiba saja memeluknya dengan menangis. Tanpa sadar pria itu menepuk-nepuk pelan pundak gadis yang ada di pelukannya itu. Lian Wei yang merasakan tepukan pelan itu semakin menangis keras. Perlakuan pria asing itu padanya, mengingatkan dia pada Jun Ho.Cukup lama hingga akhirnya Lian Wei tidak menangis lagi. Ia melepaskan pelukannya secara perlahan saat mendengar sebuah suara yang sangat dekat dan di rindukannya. “Apa kau sudah tenang nona?”Suara berat itu terdengar di telinga Lian

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   123

    “Syaratnya adalah, carikan aku pasukan.”“Pasukan? Dari mana aku bisa menemukannya?”“Kau bisa pergi keliling dunia mencari sekumpulan bandit lain untuk bergabung menjadi pasukanku.”“Cih… lalu apa untungnya untukku?”Lian Wei tersenyum cantik.“Kau bisa menjadi ketua utamanya.”Ketua bandit itu terdiam beberapa saat.“Aku tahu kau bukan orang biasa, kau sungguh menarik nona.”Lian Wei berdiri menatap ketua bandit itu menunggu jawabannya.“Baiklah aku setuju.”’“Pikirkan baik-baik tuan, jika kau sudah memutuskan untuk bergabung denganku, hanya kematian dan kesetian yang berlaku.”Lian Wei berbalik dan berjalan menjauh, seolah memberinya ruang untuk berpikir dan berdiskusi dengan anak buahnya, karena ia melihat mereka terbangun ditengah obrolan itu.Ketua bandit itu tertawa, anak buahnya menyarankan untuk bergabung saja dulu lalu mereka kan diam-diam pergi.Seakan tahu apa yang direncanakan mereka, Lian Wei kembali bersuara.“Tentara bayaran Xiao Xinxin yang terkenal adalah milikku. Ja

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   122

    “Wah… rupanya gadis ini orang penting ya hahaha,” ucap ketua bandit seraya membalikan badannya menghadap anak buahnya. Sringg... Pedang panjang terulur di samping leher pria itu, sekali saja menoleh maka dapat dipastikan kepala dan tubuhnya akan terpisah. “Menjauh dari nona kami,” ucap dingin salah satu pasukan bayangan milik Lian Wei dengan penuh penekanan. “Hahaha.”Ketua bandit itu tertawa dengan keras, ia mulai berbalik ke arah sebaliknya dari pedang itu dan mengacungkan pedang kepada orang yang mengacungkan pedang padanya. “Serang mereka!”Segera pertarungan dimulai, pasukan bayangan mulai menyerang bandit itu sementara pasukan yang lain melindungi Lian Wei dan barang bawaan mereka. Kekuatan pasukan bayangan tidak perlu diragukan lagi. Mereka sangat gesit, gerakan mereka tidak mudah dideteksi. Cukup lama pertarungan ini berlangsung, Mingmei dan Tabib Luo hanya dapat mengintip dari balik celah tirai. Sebenarnya Mingmei sudah gatal ingin menghajar bandit sialan itu, namun ia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status