ชายาอ๋องเกิดใหม่ครานี้ขอเป็นสนมฮ่องเต้ (2) เล่มจบ

ชายาอ๋องเกิดใหม่ครานี้ขอเป็นสนมฮ่องเต้ (2) เล่มจบ

last updateLast Updated : 2026-04-17
Language: Thai
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
29Chapters
505views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

แม้จะไม่ใช่คนที่เคยทำร้ายข้าในชาติก่อน แต่หากคิดทำร้ายข้าในชาตินี้ เสิ่นลู่ถิงคนนี้ก็จะไม่อ่อนแอปล่อยไปเช่นกัน

View More

Chapter 1

- 1 - ขออนุญาตออกนอกวัง

KAUM TERKAHIR

1. Pembantaian

"Aku tidak pernah mengirimkan wabah penyakit itu!"

Seorang laki-laki dengan wajah tegas itu menatap tajam kerumunan orang yang mengelilinginya. Kabut hitam sudah sejak tadi menyelimuti tubuhnya. Walau begitu wajah tampannya tidak bisa dipungkiri. Bahkan, banyak dari wanita bangsawan diam-diam mengagumi sosok laki-laki itu. Ya, hanya diam-diam, sebab mereka masih memiliki akal untuk mendekati raja dari kaum kegelapan itu.

"Bohong! Pasti semua ini karena ulahmu!"

"Ya benar! Kaum kegelapan seperti kalian terlalu tamak! Jadi mungkin saja ini salah satu siasatmu untuk menguasai seluruh dunia!"

Teriakkan itu langsung disambut pekikan penuh kesetujuan dari banyak orang yang menghadiri tempat lapang itu. Membuat sang laki-laki yang kini dirantai itu menggeram marah. Kabut hitam yang menyelimutinya semakin tebal.

"Hapus semua kaum kegelapan!"

"Bunuh mereka semua!"

Sraannggg!

Brug!

Raja kegelapan itu semakin menggeram marah ketika melihat salah satu rakyatnya dipegal di hadapannya. Bahkan, rakyatnya tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Giginya terdengar bergelatuk, amarahnya kini berada di puncaknya.

Dengan sekali tarikan tangannya, rantai yang sejak tadi mengikat tubuhnya terlepas. Tindakannya berhasil membuat semua atensi mengarah kepadanya. Tatapan takut kini dia dapatkan, tidak ada lagi cacian atau bahkan hinaan untuknya dan kaumnya. Semuanya seketika hening. Melihat itu membuat sang raja tersenyum miring.

"Aku Regan Dinuka Azaquel, selaku Raja Kegelapan dengan ini memberikan izin kepada kalian kaumku untuk mengeluarkan seluruh kekuatan kalian menghabisi mereka semua yang telah menghina kita!"

Seruan lantang itu seakan menjadi penyemangat bagi mereka yang sejak tadi tertunduk takluk dengan rantai yang mengikat di tubuh mereka. Suara rantai putus dari berbagai sisi membuat mereka yang sejak tadi berseru menginginkan kematian dari salah satu kaum itu panik. Terlebih ketika sang raja kegelapan mulai mengeluarkan sayap besar hitamnya. Kedua tangan kanannya terulur ke atas, membuat langit yang semula cerah menjadi gelap. Petir seketika menyambar saling bersahutan.

"Habisi mereka semua!"

Hanya dengan sekali perintah, maka peperangan besar itu terjadi. Peperangan antar kaum tidak bisa terelakkan. Kaum kegelapan melawan kaum lain dari dunia immortal.

***

Dua belas tahun telah berlalu, semenjak peperangan besar itu terjadi. Kini semuanya tampak damai. Para kaum berlalu-lalang, saling menyapa bahkan tertawa bersama. Terlihat begitu menenangkan.

Tetapi, berbeda dengan seorang gadis yang terkurung di salah satu istana milik raja dari segala raja kaum. Gadis itu hanya mampu melihat dari jendela kamarnya, menatap datar orang-orang yang berlalu-lalang di bawahnya. Tatapannya begitu tajam menghunus. Siapa saja yang beradu tatap dengannya akan terasa terimindasi.

Begitu pula dengan dua orang pengawal yang kini memasuki kamar gadis itu tanpa meminta izin terlebih dahulu. Keduanya dengan serempak menunduk, setelah sampai di belakang gadis itu beberapa meter. Padahal, gadis itu belum membalikkan tubuhnya sama sekali.

"Nona, Yang Mulia Lord memanggil Anda," ucap salah satu di antara keduanya.

Tanpa menjawab sama sekali, gadis itu berbalik dan langsung melangkah keluar kamar yang langsung diikuti oleh dua pengawal tadi. Dagunya terangkat, tatapannya lurus ke depan. Langkahnya terdengar tegas, hingga suara hels hitam yang berwarna senada dengan gaunnya itu terdengar jelas mengetuk lantai marmer yang dingin.

Semua maid dan pengawal yang dia lewati seketika menunduk, bahkan banyak yang menahan mati-matian tubuh mereka agar tidak gemetar karena aura yang dimiliki gadis itu. Tetapi, rupanya semua itu tidak membuatnya terganggu. Dia terus melangkah menuju ke pintu gerbang besar berwarna emas dengan ukiran sepasang sayap, di mana di balik pintu itu sudah duduk seseorang yang paling disegani di dunia immortal ini.

"Putri Kyana memasuki ruangan!"

Teriakkan lantang dari seorang prajurit yang berdiri di samping pintu besar itu menjadi aba-aba untuk pintu besar itu terbuka, mempersilahkan sang gadis untuk masuk. Dengan mantap, gadis itu terus melangkah menuju ke tengah aula. Tidak terimindasi sedikit pun oleh tatapan para petinggi kerajaan lain yang rupanya telah berkumpul di sana.

Dengan anggun sang gadis bernama Kyana itu membungkuk, memberi hormat kepada raja dari segala raja yang duduk di hadapannya. Setelahnya dia kembali menegakkan tubuhnya, menatap datar sang raja yang umurnya tidak terpaut jauh darinya.

"Ada apa Yang Mulia Lord memanggil saya?" Pertanyaan sang gadis membuat para petinggi kerajaan bangkit secara bersamaan.

"Koreksi kembali kalimatmu, Putri Kyana!" Salah satu petinggi memperingati sang gadis. Tetapi rupanya tidak dihiraukan sama sekali oleh sang gadis.

Mengetahui suasana yang mulai menegang Sang Lord mengangkat tangan kanannya, memberi titah agar para petinggi kembali duduk di bangku mereka masing-masing dengan tenang.

"Aku memanggilmu ke mari untuk memberitahukan kepadamu bahwa kau mulai sekarang akan dikembalikan ke kerajaanmu." Suara Sang Lord membuat sang gadis terdiam.

"Mengingat usiamu sudah memenuhi syarat untuk memegang kerajaanmu sendiri," lanjut Sang Lord.

"Cih, untuk apa aku kembali ke kerajaan jika rakyat pun tidak kumiliki setelah pembantaian yang kalian lakukan terhadap kaumku?"

"Lancang sekali kau!"

Suasana semakin memanas. Bisik-bisik cacian mulai terdengar di telinga gadis itu. Walau begitu, dia masih bersikap santai. Dia bahkan menatap penuh benci raja dari segala raja di hadapannya.

"Pembantaian itu tidak akan terjadi jika ayahmu mengakui tindakan kejahatannya!"

Brak!

Seorang petinggi yang baru saja mengucapkan kalimat tadi tiba-tiba saja terpental hingga menabrak dinding dengan begitu kuat. Semua orang yang ada di ruangan itu seketika memasang posisi siaga. Bahkan, banyak dari mereka yang mulai mengaktifkan kekuatan mereka.

"Putri Kyana apa yang kau lakukan?" Walau begitu Sang Lord masih duduk tenang di singgasananya.

"Hanya sedikit memberi pelajaran untuk si peludah, Yang Mulia," jawab Kyana datar.

"Kau!"

Mendengar jawaban dari gadis itu, petinggi kerajaan yang menjadi korban tindakan Kyana menggeram marah. Bahkan, sudah mulai mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang gadis itu. Tetapi, dengan santai sang putri menghindar tanpa menoleh sedikit pun dari laki-laki paruh baya berjenggot putih itu.

"Hentikan, Menteri George," titah Sang Lord membuat petinggi itu kembali duduk di bangkunya dengan wajah tertekuk. Sedangkan sang gadis tersenyum miring, merasa menang.

Sang Lord tiba-tiba saja berdiri dari duduknya, membuat mereka semua seketika ikut berdiri. Dengan menatap tajam gadis di hadapannya, dia berucap, "Dengan ini kuperintahkan kau Putri Kyana Azaquel untuk kembali ke kerajaanmu mulai sekarang!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters
No Comments
29 Chapters
- 1 - ขออนุญาตออกนอกวัง
ยามที่ลมเย็นพัดกระทบผ่านผิวกายขาวเนียนละเอียดดุดหิมะ เจ้าของร่างเล็กก็สะดุ้งเฮือกขึ้นมา แต่เพียงไม่นานความหนาวเย็นนั้นก็ถูกปัดเป่าด้วยอ้อมกอดอุ่น เสิ่นลู่ถิงเอียงคอมองฮ่องเต้ที่โอบกอดจากด้านหลังแล้วได้แต่เผยรอยยิ้มกว้างในเพลานี้ตัวข้าไม่ใช่เสิ่นลู่ถิงชายาอ๋องที่ถูกประหารชีวิตอีกแล้ว บุรุษที่เคยสั่งประหารข้าอย่างไม่ฟังความจริงข้อใดแม้สักนิด เพลานี้กำลังกอดข้าเอาไว้แน่นด้วยความรักใคร่ มือหนานั้นลูบไล้หน้าท้องที่เริ่มนูนขึ้นมาอย่างปรารถนาที่จะพบหน้า ความเป็นพ่อเป็นแม่นั้นช่างอัศจรรย์นัก ถึงแม้จะยังไม่เคยพบหน้า ยังไม่รู้ว่าจะน่ารักน่าชังเพียงใด แต่ข้ากับรักและหวงแหนเด็กในท้องคนนี้มากมายเหลือเกินหากข้าเกิดมาโดยที่ท่านพ่อท่านแม่รักบ้างก็คงดี เสิ่นลู่ถิงสะบัดหัวไล่ความคิด อย่างไรตอนนี้ไม่ว่าจะพ่อแม่ที่แท้จริงหรือพ่อแม่ที่ขโมยข้ามาเลี้ยงก็ไม่มีใครหลงเหลืออยู่แล้วสักคน ข้าแค่ต้องใช้ชีวิตให้ดี และรักษาเด็กน้อยในครรภ์ให้ดีเทียบเท่าชีวิตข้า“ลมเริ่มหนาวแล้ว เจ้ากลับเข้าตำหนักดีหรือไม่? เดี๋ยวจะป่วยเอาได้”“หม่อมชั้นยังอยากอยู่ตรงนี้อีกสักหน่อยเพคะ ดวงจันทร์คืนนี้สวยเหลือเกิน ฝ่าบาททรงทอดพระเนตร
Read more
- 2 - เปลี่ยนใจเฟยหลง
อาภรณ์สำหรับออกนอกวังถูกสวมใส่ให้เสิ่นลู่ถิงอย่างระมัดระวัง เหล่านางในช่วยกันประทินโฉมให้สตรีที่แสนงดงามอยู่แล้วนั้นงดงามมากขึ้นอีก ตามสถานการณ์ที่จะเกิดขึ้นแล้ว เสิ่นลู่ถิงในวันนี้จำเป็นต้องทำให้ตนเองเป็นที่จดจำมากที่สุดยามเห็นอาลี่เข้ามาก็เอ่ยปากให้นางในออกไปอย่างสุภาพและไม่ลืมจะหยิบเงินเล็กน้อยให้ตอบแทนสำหรับการดูแลด้วย เสิ่นลู่ถิงคอยซื้อใจบ่าวไพร่ไม่ขาด ดังนั้นคนของตำหนักจิ่งเหรินในตอนนี้ มีแต่ผู้ที่ภักดีต่อนางเท่านั้น ไม่สิ….จะขาดก็คนกลุ่มหนึ่งที่ข้าต้องจัดการให้ได้ในวันนี้“เตรียมการดีแล้วใช่หรือไม่?” อาลี่พยักหน้ารับ“แต่เช่นนี้ไม่อันตรายเกินไปหรือเจ้าคะคุณหนู? หากเราไม่สามารถทำทุกอย่างได้ตามที่วางไว้ คุณหนูอาจเป็นอันตรายได้นะเจ้าคะ” เสิ่นลู่ถิงมองเห็นแววตาแห่งความเป็นห่วงนั้นแล้วยิ้มเล็กน้อย ก่อนจะยกมือไปลูบหัวอาลี่ด้วยความเอ็นดูดั่งนางคือน้องสาวคนหนึ่ง“เจ้ายังไม่เชื่อใจข้าหรือ ที่ผ่านมามีสิ่งใดบ้างที่ข้าเสิ่นลู่ถิงตั้งใจลงมือแล้วไม่สำเร็จ” อาลี่ครุ่นคิดตามแล้วพยักหน้าอย่างเข้าใจ ก่อนเสียงของเยว่จินจะหยุดความกังวลนั้นของอาลี่เอาไว้“พระสนมอี้ชวนส่งข่าวว่าหาเรือนที่พ่อกับแม่ข
Read more
- 3 - หวงแหน
“เสิ่นลู่ถิงเจ้าเป็นอย่างไรบ้าง?” ดวงตากลมมองชินอ๋องอย่างแปลกใจที่เห็นว่าเขาเดินเข้ามาที่นี่ ทั้งที่ควรจะเป็นอี้ชวนที่นำกำลังทหารบางส่วนบุกมา แต่ครานี้กลับไม่ใช่ ดูเหมือนว่าแผนการจะผิดเพี้ยนไปจากที่คาดไว้เสียหมด“ท่านอ๋องมาที่นี่ได้อย่างไร?”“ข้าเห็นเจ้าตอนออกจากวัง แค่นึกเป็นห่วงก็เลยตามมา มือของเจ้า เจ็บมากหรือไม่?”“ข้าไม่เจ็บ” เสิ่นลู่ถิงดึงเอามือที่ชินอ๋องจับไปดูอย่างถือวิสาสะออกจากการกอบกุม แม้ท่านจะกลับชาติมาเกิดเช่นเดียวกันกับข้า นั่นไม่ได้หมายความว่าจะทำให้ข้าอยากให้อภัยเลยแม้แต่น้อย ต่อให้ดีต่อข้าเพียงใดก็ไม่อาจลบล้างความชั่วร้ายที่ข้าจดจำไว้ในใจออกไปได้“ขอข้าดูหน่อยเถิด”“ปล่อยเถิดท่านอ๋อง ข้าเป็นสตรีของฝ่าบาท ผู้คนจะครหาเอาได้” น้ำเสียงจริงจังเอ่ยขึ้นเมื่อเห็นว่าอีกคนไม่ยอมลดละเสียที เสิ่นลู่ถิงหันไปมองผู้คนที่กำลังมุงดูเหตุการณ์แล้วถอนหายใจเฮือกใหญ่ เหตุการณ์เป็นเช่นนี้ไปแล้วมิรู้เลยว่าควรแก้สถานการณ์ต่อไปอย่างไร“อยู่นิ่งๆ” ชินอ๋องยังคงเอ่ยย้ำแล้วรั้งมือบางเอาไว้ แม้เสิ่นลู่ถิงพยายามเท่าใดก็ไม่อาจำให้เขาหยุดมาทำหน้าตาหวังดีเช่นนั้นได้“ปล่อยมือออกจากสนมของข้า”“ฝ่าบาท ม
Read more
- 4 - เฉินเสี่ยวเยี่ยน
คำพูดนั้นของเสิ่นลู่ถิงที่ไม่ใช่คำถามแต่เป็นการตักเตือน เฟยหลงนั่งคิดหนักอยู่ครู่ใหญ่ ข้าไม่ได้รู้สึกแปลกใจที่เฟยหลงคิดหนักเช่นนี้ เฟยหลงฉลาดปราดเปรื่องมีความคิดที่รอบคอบ คงต้องใช้เวลาเพื่อไตร่ตรองดูว่าควรเลือกเส้นทางใดดาบที่มือของเขาถูกดึงออกมาเป็นสัญญาณให้อาลี่และเยว่จินดึงนายของตนถอยหลังด้วยใบหน้าหวาดกลัว เสิ่นลู่ถิงยกมือขึ้นปรามอี้ชวนที่สั่งการคนอยู่ให้ชะงัก เพื่อรอดูให้มั่นใจว่าเฟยหลงจะเลือกสิ่งใดกันแน่“อย่านะลูก ลูกแม่ เจ้าทำเช่นนั้นกับพระสนมมิได้” มารดาของเฟยหลงตะเกียดตะกายด้วยแรงที่มีขยับเข้ามาหาบุตรชายด้วยน้ำตา เสิ่นลู่ถิงรับรู้ถึงความซาบซึ้งในน้ำใจของตนที่มีต่อนาง“ท่านแม่….”“พระสนมช่วยพ่อกับแม่เอาไว้ ชีวิตของเราก็เปรียบเหมือนชีวิตของพระสนมแล้ว เจ้าจะปลงพระชนม์พระสนมมิได้” มือเหี่ยวย่นจับแขนบุตรชายที่จับดาบเอาไว้แน่นพลางส่ายหัวอย่างไม่เห็นด้วย“ลองคิดดูเถิดลูก ฮองเฮามีอำนาจก็จริง แต่ใช้งานเจ้าทั้งใช้พ่อกับแม่เพื่อข่มขู่ ทำร้ายและตบตีพวกเรา เจ้ายังจะภักดีต่อคนเช่นนี้อยู่หรือ” บิดาของเฟยหลงพูดสมทบด้วยอีกคน“ข้ามิได้ภักดีต่อฮองเฮา เพียงแต่ห่วงพวกท่านเท่านั้น” เสิ่นลู่ถิงพยัก
Read more
- 5 - คำขอเดียว
“คนพวกนั้นปลิดชีวิตตัวเอง ตายหมดแล้วพ่ะย่ะค่ะพระสนม” เสิ่นลู่ถิงหยุดมือที่กำลังปักถุงผ้าอยู่ ดวงตาไม่ได้มีแววของความประหลาดใจเกี่ยวกับเรื่องที่เฟยหลงกล่าวเลยแม้แต่น้อย เพราะรู้ดีอยู่แล้วว่าสิ่งใดจะเกิดขึ้น“หึ ข้าคิดเอาไว้อยู่แล้วว่ามันต้องเป็นเช่นนี้” ที่เฟยหลงไปตามสืบเรื่องก็เพื่อให้ได้รับรู้ว่าฮองเฮาไม่มีความจริงใจต่อผู้ใดแม้ทั้งสิ้น ต่อให้ยอมปลิดชีพตัวเองเพื่อนาง คำสัญญาที่เคยกล่าวว่าจะดูแลครอบครัวของคนผู้นั้นก็จะไม่มีวันเกิดขึ้น ผู้ที่ถูกหลอกใช้แม้จะดูน่าสงสารนัก แต่นั่นเป็นสิ่งที่พวกเจ้าตั้งใจเลือกด้วยตนเอง“พระสนมจะให้กระหม่อมทำอย่างไรต่อไปพ่ะย่ะค่ะ?”“ยังไม่ต้องทำสิ่งใด เคลื่อนไหวตอนนี้จะเป็นที่จับตาเกินไป เดี๋ยวฮองเฮาจะสงสัย ช่วงนี้เจ้าแค่ดูแลพ่อกับแม่เจ้าให้ดีก็พอ ขาดเหลือสิ่งใดก็บอกกับเยว่จินให้มาบอกข้าได้”“มีพระสนมเป็นนายถือเป็นบุญของกระหม่อมนัก” เสียงและท่าทีที่อ่อนลงของเฟยหลงทำให้เสิ่นลู่ถิงพึงพอใจไม่น้อย ทิ้งเรื่องนี้เอาไว้สักระยะ เพื่อให้ฮองเฮาตายใจว่าไม่มีใครสืบเรื่องนี้ และเพื่อให้ฮองเฮาไม่คลางแคลงใจว่าเฟยหลงนั้นถูกข้าซื้อตัวมาแล้ว“นายอะไรกันเล่า ข้าบอกเสมอว่าข้ามอ
Read more
- 6 - ความจริงใจ
สายลมพาดพัดร่างสูงที่ยืนสง่าอยู่ริมแม่น้ำของศาลาริมสระ แม้ผ่านมาเนิ่นนานหลายสัปดาห์แต่คำถามนั้นที่เอ่ยถามออกไปแต่ไม่ได้รับคำตอบกลับยังวนเวียนอยู่ในใจเสียจนไม่สามารถข่มตาให้หลับลงได้ “ขอแค่เจ้าให้อภัยในสิ่งที่ข้าทำร้ายใจโดยที่ข้าไม่ได้ตั้งใจ จะได้หรือไม่?” หลังถ้อยคำนั้นสิ่งที่เกิดขึ้นมีแค่เพียงความนิ่งงันและบทสนทนาก็แปรเปลี่ยนไปในทันทีสมุดบันทึกเล่มเก่าในมือถูกกอดเอาไว้แน่น แม้จะอ่านมานับครั้งไม่ถ้วนจนจดจำทุกสิ่งในบันทึกนี้ได้แต่กลับยังเปิดมันเพื่ออ่านวนซ้ำแล้วซ้ำเพื่อตอกย้ำถึงความผิดพลาดที่เคยเกิดขึ้นอดีตแม้ในครานี้จะรู้สึกเหมือนตนเองถูกเป่าหูให้ตัดสินใจเช่นนั้นในชาติก่อน แต่พอมานึกดูแล้วในตอนนั้นวาจาศักดิ์สิทธิ์ที่เอ่ยสั่งเริ่มการประหารคงชัดเจนและชัดถ้อยชัดคำจนไม่อาจแก้ตัวได้“ฝ่าบาทลมเย็นนักพ่ะย่ะค่ะ เสด็จกลับตำหนักก่อนเถิดพ่ะย่ะค่ะ”“ฟู่เอ๋อ เจ้าเชื่อเรื่องตายแล้วย้อนอดีตกลับมาเกิดใหม่หรือไม่?” ดวงตาคมยังคงมองทอดยาวออกไปสู่เบื้องหน้าและเอ่ยถามกงกงคนสนิทอย่างอยากรู้“กระหม่อมเพียงแค่เคยได้ยิน แต่ยังไม่เคยเห็นด้วยตาพ่ะย่ะค่ะ”“หากเป็นเจ้าเล่า ถ้าสมมุติว่าก่อนตายเจ้าแค้นเคืองใจต่อใ
Read more
- 7 - คนสนิทฮองเฮา
“บังอาจยิ่งนัก เป็นแค่สาวใช้ กล้าดีอย่างไรทำร้ายลูกข้า” เสียงตบบัลลังค์ดังลั่นอย่างโกรธเกรี้ยวทั้งชี้หน้าต่อว่าหญิงสาวที่เฟยหลงจับตัวมาได้ ฮ่องเต้จำได้ดีว่านางในผู้นี้คือคนที่อยู่ข้างกายฮองเฮายิ่งคิดได้อย่างนั้นก็ยิ่งแค้นเคืองมากขึ้นกว่าเก่า“ฝ่าบาท หม่อมชั้นแค่แค้นเคืองพระสนมแทนฮองเฮาเท่านั้น ทรงเห็นว่าพระองค์ไม่สนใจฮองเฮาเลย กลัวว่าฮองเฮาจะทรงน้อยพระทัยจึงได้ตัดสินใจทำเรื่องงี่เง่าเช่นนี้ไป โปรดประทานอภัยด้วยเพคะฝ่าบาท”“คิดจะฆ่าลูกข้า คิดว่าข้าสมควรเอาเจ้าไว้หรือ! ทหาร!!!” ทหารหน้าประตูท้องพระโรงวิ่งเข้ามาในทันทีเมื่อได้ยินเสียงเรียก คำสั่งประหารทันทีดังขึ้นย้ำให้เหล่าทหารโน้มลงจับตัวนางในที่พยายามก้มหัวของชีวิตอยู่ ก่อนเสียงของฮองเฮาจะเข้ามาจัดขวางทุกอย่างเอาไว้เสียก่อน“ประเดี๋ยวก่อนเพคะฝ่าบาท”“เจ้ามาทำอะไรที่นี่?” น้ำเสียงที่ใช้ถามทั้งเย็นเยียบทั้งแฝงความไม่ใยดีเอาไว้ในนั้น แม้ฮองเฮาจะรู้สึกปวดร้าวไปทั้งใจแต่ไม่สามารถให้มาทำลายสิ่งสำคัญที่กำลังจะทำได้“ฮุ่ยเอ๋อเป็นสาวใช้ที่อยู่กับหม่อมชั้นมานาน นางอยู่เคียงข้างหม่อมชั้นเป็นเหมือนพี่น้อง ได้โปรดประทานอภัยด้วยเพคะ”“นางเป็นแค่สาว
Read more
- 8 - งานเลี้ยงชมดอกไม้
บรรยากาศงานเลี้ยงชมดอกไม้ถูกจัดขึ้นทั้งที่แทบไม่มีดอกไม้ในสวนที่บานสะพรั่งแล้ว เสิ่นลู่ถิงเดินมองไปรอบบริเวณแล้วเผยรอยยิ้มมุมปาก เหล่าลูกหลานขุนนางที่ได้รับเทียบเชิญเดินเข้ามาภายในสวนดอกไม้ของวังหลวงด้วยสีหน้ายิ้มแย้ม ทันทีที่เห็นหญิงสาวที่คาดการณ์ไว้เดินเข้ามาเสิ่นลู่ถิงก็ยิ่งเหยียดยิ้มกว้างขึ้นเฉิน เสี่ยวเยี่ยน ในที่สุดเจ้าก็ถูกพาเข้าวังหลวงมาแล้วสินะ เพราะความใจร้อนที่จัดการสิ่งใดได้ดั่งใจ ทำให้ฮองเฮามิทรงรู้เลยว่ากำลังชักนำภัยมาสู่ตนเอง คิดกำจัดข้าแล้วอย่างไร ในเมื่อคนตรงหน้าท่านตอนนี้ก็คิดกำจัดท่านตามหลังไปเช่นกัน“น้องหญิงมานี่สิ ทำความรู้จักกับทุกคนให้มากขึ้นหน่อย” น้ำเสียงหวานแสนเสแสร้งของฮองเฮาเรียกเสิ่นลู่ถิงที่ยืนอยู่ไม่ไกลนักให้เข้าไปทำความรู้จักกับลูกขุนนาง บุตรีของขุนนางแต่ละคนที่มาในวันนี้ล้วนมาจากตระกูลที่สนับสนุนฮองเฮาทั้งสิ้น แต่หากไม่ก้าวเข้าไปก็คงหมดสนุก เช่นนั้นตามเข้าไปหน่อยจะเป็นไรไป“นี่หรือเพคะพระสนมเสิ่น ได้ยินชื่อเสียงของท่านมากมาย หม่อมชั้นพึ่งได้เจอก็ครานี้ สรุปแล้วพระสนมเป็นบุตรตรีของตระกูลเสิ่นหรือตระกูลหลี่กันแน่หรือเพคะ แต่ไม่ว่าจะเป็นลูกตระกูลใด ก็ไม
Read more
- 9 - จงใจให้เป็นเรื่องใหญ่
ร่วมสองเดือนที่ชินอ๋องเทียวเข้าออกตำหนักจิ่งเหรินด้วยความสบายใจ ยามเย็นเสิ่นลู่ถิงยืนส่งชินอ๋องออกจากตัวตำหนักอย่าทุกที เมื่อแผ่นหลังนั้นพ้นสายตาไป รอยยิ้มและใบหน้าที่เป็นมิตรก็แปรเปลี่ยนเป็นเรียบนิ่ง ในเมื่อท่านเคยหลอกให้ข้ารัก การหลอกลวงของข้าครั้งนี้ก้ถือเสียว่าข้าเอาคืนท่านก็แล้วกันดวงตากลมหรี่ลงเมื่อเห็นนางในสองคนเดินด้อมๆ มองๆ ที่หน้าตำหนัก เสิ่นลู่ถิงทำทีมองไม่เห็นความน่าสงสัยนั้นแล้วเสมองไปทางอื่น หันไปพยักหน้ากับเฟยหลงให้องครักษ์ปิดประตูตำหนักลง ก่อนจะนั่งลงที่โต๊ะตรงลานหน้าตำหนักอย่างใจเย็น“ไม่นานนักข่าวก็คงถึงหูฮองเฮา เมื่อฮองเฮาเห็นว่าทุกอย่างชัดเจนอย่างที่คิด ฮองเฮาก็คงทูลบางสิ่งต่อฝ่าบาท” “คุณหนูยังใจเย็นอยู่หรือเจ้าคะ หากฝ่าบาททรงเชื่อ ต้องเป็นเรื่องใหญ่แน่” อาลี่ท่าทีร้อนรนแทนผู้เป็นนายเดินไปเดินมาจนนั่งไม่ติด แตกต่างจากเสิ่นลู่ถิงที่ยังคงนั่งนิ่งเงียบและวางท่าทีได้อย่างดี จะมีก็แตแอบยิ้มขำให้กับความกังวลที่อาลี่มีไม่เคยหมดเลยก็เท่านั้น“ข้าตั้งใจทำเรื่องเช่นนี้มาตั้งสองเดือนแน่นอนว่าข้าจงใจให้เป็นเรื่องใหญ่” เสิ่นลู่ถิงยืนยันสิ่งที่ตัวเองตั้งใจทำอีกครั้ง ดวงตากลมมอ
Read more
- 10 - ลดขั้นเป็นกุ้ยเหริน
อากาศในตำหนักเย็นแสนเย็นยะเยือกจนเสิ่นลู่ถิงสั่นไปทั้งร่าง มือเล็กลูบหน้าท้องเอ่ยบอกลูกในท้องให้อดทนต่อความลำบากนี้เพียงแค่ชั่วครู่เท่านั้น ไม่นานนักบานประตูก็เปิดออกเป็นเฟยหลงและอี้ชวนที่ลักรอบเข้ามาพร้อมกับตระกร้าเสบียงอันใหม่เสิ่นลู่ถิงลุกขึ้นยืนเอามือประคองหลังไว้เพื่อเดินให้ถนัดขึ้นก่อนจะมองจานอาหารที่ถูกคนนำมาให้ก่อนหน้าวางเย็นชืดอยู่ พยักหน้ากับอี้ชวนให้รับรู้ก่อนอี้ชวนจะหยิบเอาเข็มและขวดยาที่แม่ตั้งใจมอบให้มาจิ้มดูในอาหารแต่ละจาน“บังอาจมาก ทุกจานมีพิษหมดพ่ะย่ะค่ะพระสนม” อี้ชวนยื่นเข็มหลายสิบเล่มที่ปลายเข็มกลายเป็นสีดำให้ได้ดูชัดขึ้น เสิ่นลู่ถิงกำมือแน่น ยังโชคดีที่ข้าระวังตัวทุกฝีก้าว คิดจะกำจัดข้าและลูกไม่ได้ง่ายขนาดนั้น ฮองเฮาคงคิดว่าข้าหมดหนทางแล้ว แต่หารู้ไม่ว่าเรื่องทั้งหมดนี่มันก็แค่ดำเนินไปอย่างที่ข้าต้องการเท่านั้น“เฟยหลง เจ้าทันเห็นนางในที่เดินสวนออกไปใช่หรือไม่ นางคือคนที่เอาอาหารมาส่งข้า หาทางจับตัวนางให้ได้ และเก็บนางไว้จนกว่าข้าจะใช้งานนาง”“พ่ะย่ะค่ะ กระหม่อมจะไปจัดการเดี๋ยวนี้” เฟยหลงรัยคำแล้วเดินออกไปจัดการอย่างไม่รีรอ ดวงตากลมมองไปที่อาหารมีพิษมากมายแล้วเอ่
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status