รักเกินห้ามใจ ร้ายกลายเป็นรัก | คีย์xไอริส

รักเกินห้ามใจ ร้ายกลายเป็นรัก | คีย์xไอริส

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-12
Oleh:  พิชา - PhichaTamat
Bahasa: Thai
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
94Bab
4.6KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

คนไม่ได้รัก ต่อให้เอาเชือกมามัด ก็ไม่มีทางรักอยู่ดี... คำเตือนก่อนอ่านนิยาย นิยายเรื่องนี้ เป็นนิยายแนวโรแมนติก อิโรติก และดราม่า อาจมีเนื้อหาที่ไม่เหมาะสม ทั้งเรื่องเพศ ภาษา การกระทำ และด้านอื่นๆ ที่ไม่ควรแก่การประพฤติตาม เช่น การกระทำต่อร่างกายผู้อื่นโดยไม่ได้รับความยินยอม การกระทำทางเพศโดยไม่มีสติ ความรุนแรงอันเนื่องมาจากการดื่มสุราหรือของมึนเมา การมั่วสุ่มทำสิ่งที่ไม่ควร ทั้งหมดของเนื้อหาในนิยาย จึงเหมาะแก่บุคคลที่มีอายุตั้งแต่ 18 ปีขึ้นไป ผู้ที่อายุต่ำกว่า 18 ปี ควรได้รับคำแนะนำ นิยายทั้งหมดของ นามปากกา พิชา - Phicha ถูกสร้างมาจากจินตนาการของผู้เขียน และแต่งเติมเรื่องราวเพื่อความบันเทิง ไม่ได้มีจุดประสงค์ ทำให้อาชีพ หรือหน้าที่การงาน ในทางใดทางหนึ่งของผู้อื่นเสื่อมเสีย และผู้เขียนไม่ได้มีความคิดที่จะสนับสนุนพฤติกรรมเหล่านั้น กรุณาอ่านอย่างมีอรรถรถ และความบันเทิงเท่านั้น “นิยายเรื่องนี้สงวนลิขสิทธิ์ตามพระราชบัญญัตลิขสิทธิ์ พ.ศ. 2537 ห้ามนำไปเผยแพร่ทำซ้ำ หรือดัดแปลงเนื้อหาไม่ว่ากรณีใดๆ หากพบเห็นจะดำเนินคดีตามกฎหมาย ให้ถึงที่สุด" เจ้าของลิขสิทธ์โดย "พิชา - Phicha”

Lihat lebih banyak

Bab 1

บทที่ 1

Kakak dari istriku bernama Dahlia. Dia adalah seorang guru di akademi tari. Karena wajahnya cantik dan tubuhnya bagus, dia sering posting foto-foto seksi di media sosial. Dia kadang-kadang mengenakan pakaian ketat sambil melakukan split dan kadang-kadang swafoto yang menampilkan kelenturan tubuhnya.

Bokong Dahlia yang sensual itu juga bulat dan besar. Hanya melihat sekilas saja, dia sudah terasa seperti wanita penuh hasrat yang nafsunya sudah lama tidak terpenuhi dan membuat orang tergoda sampai ingin menaklukkannya dengan ganas.

Meskipun kedua keluarga kami awalnya cukup dekat, aku juga tidak memiliki kesempatan untuk tidur dengan kakak dari istriku ini karena istriku mengawasi dengan ketat. Namun, aku tidak menyangka bahkan takdir pun seolah-olah memberiku kesempatan ....

Hari itu, aku menerima telepon dari Dahlia saat aku baru saja pulang kerja dan menyalakan mobil. Ternyata pipa di kamar mandinya pecah, sehingga dia memanggil tukang dari internet untuk memperbaikinya. Namun, tukang itu menatapnya dengan tatapan yang cabul, bahkan terus bertanya kapan suaminya pulang.

Kebetulan saat itu suaminya Dahlia sudah pergi dinas selama setengah bulan, sehingga dia merasa agak takut. Oleh karena itu, dia memintaku ke sana untuk menemaninya. Tanpa banyak bicara, aku pun langsung menyetir ke rumah Dahlia.

Saat membuka pintu, Dahlia sengaja berkata dengan lantang, "Sayang, kamu sudah pulang ya."

Aku tahu Dahlia hanya ingin memperingatkan tukang yang berniat buruk itu bahwa ada pria juga di rumah itu. Namun, hatiku tetap terasa bergetar. "Sayang, kamu sudah kerja keras sendirian."

Mungkin kata-kataku membangkitkan rasa kesepian Dahlia karena sudah lama ditinggal sendirian, sehingga dia mengajakku makan malam setelah tukang itu selesai memperbaiki pipa dan pergi.

Melihat kamar mandi yang berantakan, aku menawarkan diri untuk membantu merapikan. Saat semuanya selesai, keningku sudah dipenuhi dengan keringat.

"Pergilah mandi dulu, aku akan carikan beberapa pakaian untukmu ...."

Saat mengatakan itu, Dahlia masuk ke kamar dan mencarikan pakaian untukku dengan penuh perhatian.

Aku berpikir, 'Nggak ada salahnya juga aku mandi.' Oleh karena itu, aku mengirim pesan pada istriku mengatakan bahwa aku lembur sebelum masuk ke kamar mandi. Namun, aku melihat pakaian dalam Dahlia yang baru dilepas dan diletakkan di atas keranjang pakaian kotor. Celana dalam renda ungu itu seolah-olah berkata, "ada seorang wanita yang kesepian dan hampa tinggal di sini". Pantas saja tukang tadi ingin mendekatinya.

Aku mengambil sebuah handuk dengan asal-asalan, tetapi pikiranku mulai melayang ke mana-mana saat mengeringkan tubuhku. Handuk ini pernah digunakan untuk mengeringkan bagian tubuh Dahlia yang mana?

Setelah aku mengenakan pakaian dari suami Dahlia dan keluar, Dahlia tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya. Semakin lama, tawanya itu semakin tidak terkendali.

Karena sedang di rumah, Dahlia hanya mengenakan gaun tidur tipis bertali dan potongan di bagian lehernya sangat rendah. Saat menundukkan kepala, aku bisa melihat dadanya yang putih dan besar sedang bergoyang mengikuti gerakan tubuhnya. Itu menunjukkan dadanya begitu elastis sampai terasa mencengangkan.

Saat melihat pantulan diriku di cermin, aku juga ikut tertawa. Karena tinggi badan kakak iparku 172 cm, kausnya terlihat seperti tank top saat dipakai olehku yang tinggi badan 195 cm. Celana pantainya yang terlalu kecil bukan hanya membuat bagian selangkanganku terasa tidak nyaman, tetapi menunjukkan tonjolan besar yang sangat mencolok.

"Lepaskan saja. Aku tahu kamu tinggi, tapi nggak nyangka punyamu sebesar itu," kata Dahlia sambil menyipitkan matanya dan diam-diam melirik ke arah selangkanganku. Setelah itu, dia mengulurkan tangan dan membantuku melepaskan kausku.

Setelah melepaskan celana pantai itu, aku hanya memakai celana dalam dan duduk di depan meja dengan makanan yang sudah tersaji.

Dahlia duduk di sampingku dan berkata sambil menuangkan minuman, "Aku temani kamu minum. Hari ini terima kasih banyak ya."

"Karena Kakak Ipar nggak di rumah, tentu saja aku harus bantu kamu," kataku.

Setelah minum, pipi Dahlia mulai merona. Tali gaun tidurnya meluncur ke satu sisi. Namun, tali itu tetap menahan dadanya yang lembut dan besar di posisi yang pas, sehingga memancarkan pesona seorang wanita dewasa.

Aku menatap bagian dada yang terlihat dari garis lehernya. Dengan sedikit pengaruh dari alkohol, aku bertanya, "Kak, Kakak Ipar sudah pergi dinas cukup lama, kamu kangen nggak?"

"Mana mungkin nggak? Aris, wanita sebenarnya nggak terlalu peduli sama berapa banyak uang yang dihasilkan pria, yang penting pria itu bisa menemani di sisinya," kata Dahlia dengan tatapan mengeluh, lalu meneguk segelas anggur lagi.

Melihat gelasku kosong, Dahlia menuangkanku segelas anggur lagi tanpa berusaha menutupi bagian lehernya dan membiarkanku melihat dadanya tanpa penghalang.

Mungkin karena tatapanku terlalu terang-terangan, Dahlia pun menepukku dengan manja dan penuh pesona. "Masih saja ngintip, matamu sampai nggak bisa lepas."

Ada peluang! Aku samar-samar menyadari mungkin ada sesuatu yang akan terjadi malam ini.

Sementara itu, Dahlia juga tiba-tiba terdiam dan menundukkan kepala tanpa menatapku. Jarinya memutar gelas anggur perlahan-lahan dan wajah cantiknya juga sudah merona. Bibirnya yang merah karena anggur terlihat tebal dan berkilau, membuat orang ingin menggigitnya.

Aku tahu wanita yang sudah lama kesepian dan mulai tergerak seperti ini tidak boleh dibiarkan di tengah jalan. Harus dimanfaatkan selagi momennya masih hangat. Oleh karena itu, aku mengarahkan topik pembicaraannya ke arah yang lebih intim. "Kak, gimana kamu menjaga tubuhmu sebagus ini?"

"Cuma menari dan yoga setiap hari, tapi belakangan ini kakiku sepertinya agak membesar," kata Dahlia.

"Membesar?"

Aku mendekat sedikit, lalu menarik ujung gaunnya Dahlia dengan lembut. "Coba berdiri, biar aku lihat membesar nggak ...."

Senyuman Dahlia terlihat makin lebar. Dia menopang bahuku dan berdiri, lalu perlahan-lahan mengangkat gaunnya sampai ke pangkal paha agar aku lebih mudah melihat kakinya.

"Nggak kok, masih tetap ramping," kataku.

Melihat celana dalam berwarna merah muda yang samar-samar terlihat di balik gaun Dahlia, aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku meraih tubuhnya dan langsung mencium bibirnya. Pada saat yang bersamaan, satu tanganku menyusup ke dalam gaun tidurnya dan meremas dadanya yang lembut dengan kuat.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
94 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status