LOGIN‘นอนกับหนูอีกครั้งนะคะ’ ‘…’ ‘แค่ครั้งนี้ครั้งเดียว แล้วหนูจะไม่รบกวนคุณอีก’
View More“Dia siapa, Mas?” tanya Melani kepada suaminya.
Melani terkejut melihat Candra datang dengan seorang wanita cantik dengan penampilan terbuka.“Perkenalkan ini Riana, madu kamu. Kami udah nikah minggu lalu,” jawab Candra singkat.“Kok bisa? Kamu kenapa gak ijin dulu sama aku, Mas!” pekik Melani.Candra tertawa mengejek mendengar sang istri yang mulai histeris melihat kedatangan istri barunya.“Sejak kapan suami kalo nikah perlu ijin istri? Nikah ya nikah aja,” sahut Candra, “satu lagi hal yang harus kamu tau Riana bakal tinggal sama kita di kamar yang sama,” tambahnya.Melani sudah tidak tahan dengan sikap dan juga keputusan sang suami yang dianggapnya sungguh keterlaluan dan konyol. Bagaimana mungkin satu kamar dengan madunya, sementara menerima kehadiran orang ketiga tersebut dia enggan.“Kamu jangan becanda deh, Mas. Nerima kehadiran dia aja aku gak bisa, sekarang kamu bilang kita tidur bertiga? Ini ide paling konyol yang pernah aku dengar,” tolak Melani, “satu lagi yang harus kalian ingat, pernikahan tanpa izin istri memang sah secara agama tetapi tidak secara hukum dan bisa dikenai tindakan hukum pidana,” kata Melani sengit.“Halah, udah kamu gak usah banyak bacot. Kalau mau ikuti permintaanku silahkan kamu ikuti peraturannya, kalo gak mau pergi dari sini!” usir Candra dengan wajah memerah.Melani diam mematung, dia tidak percaya akan perkataan yang terlontar dari bibir Candra barusan. Perjuangan mempertahankan pernikahan selama tujuh tahun kandas sudah. Marah, sedih, kecewa bercampur aduk dan tampak dari raut wajah ayunya.Air mata lolos begitu saja tanpa aba-aba. Melani menahan tangis yang akan membuncah kapan saja, kali ini, haram baginya menangis di hadapan lelaki yang dia cintai sebagai suami.Tanpa banyak bicara, Melani menuju kamar di lantai tiga. Di sana dia mulai mengemas pakaian, surat berharga atas namanya serta seluruh perhiasan ke dalam sebuah koper besar. Usai berkemas, istri sah Candra mengambil kunci mobil dan kembali ke bawah. Pemandangan yang di lihatnya sungguh membuat perutnya mual, bagaimana tidak Candra dan Riana bercumbu seolah tidak mengenal tempat yang layak.“Hei, jangan lupa tutup pintunya. Tunggu saja surat panggilan dari pengadilan selamat menjadi janda, hahaha,” cemooh Candra.“Setidaknya aku lebih terhormat ketimbang pelakor,” balas Melani dengan sinis.Wajah Candra memerah dan urat di pelipis tampak menonjol karena tidak suka dengan kata penghinaan yang ditujukan kepada istri barunya. Melani tidak peduli lalu bergegas menuju mobil dan melajukannya keluar dari rumah mewah tersebut.“Salahku apa, Mas? Aku sudah berdamai dengan keadaan dan pura-pura gak tau, kalau kamu ternyata mandul dan menukar hasil lab. Aku juga udah terima kau hina sebagai perempuan mandul, sekarang rumah tangga kita hancur gara-gara pelakor!” raung Melani di dalam mobilnya.Khawatir akan terjadi kecelakaan, Melani menepikan mobilnya. Dia menumpahkan semua kekesalan dan juga tangis yang sudah ditahan sedari tadi.Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya hati seorang wanita yang berusaha mempertahankan pernikahan. Akan tetapi harus kandas di tengah jalan karena kehadiran orang ketiga, yaitu kekasih sang suami yang kini sudah berstatus sebagai istri muda.“Tunggu dulu, kayaknya aku pernah deh liat pelakor itu, tapi di mana? Kok gak asing?” gumamnya.Kini Melani sudah menguasai hatinya dan berhenti menangis. Baginya tidak perlu berlama-lama meratapi nasibnya yang kurang beruntung dalam urusan asmara.Siapa yang tidak kenal dengan Candra Wirawan, pemilik dari CM Corporation berusia tiga puluh tujuh tahun yang memiliki paras tampan dengan tinggi 180cm. Sikapnya yang ramah serta berwibawa tentu saja menjadi magnet tersendiri bagi kaum hawa, apalagi kekayaannya yang sudah barang tentu membuat silau.Jabatan serta kekayaan yang dia miliki membuatnya lupa kalau itu semua didapat dari hasil kerja keras dirinya bersama Melani sang istri yang setia menemani dari nol. Dia lupa bahwa setengah saham dari perusahaan adalah milik Melani Hartawan, putri konglomerat yang diusir karena pernikahan yang tidak direstui.Kendati di usir, bukan berarti keluarga Hartawan melepaskan Melani begitu saja. Mereka tetap memantau keberadaan cucu kesayangan dari Wandra Hartawan. Melani berusia tiga puluh lima tahun berparas menawan, dengan tinggi 170cm, gigih dan pekerja keras serta sabar menerima kekurangan pasangan adalah keunggulannya, kelemahannya adalah tidak mudah berbicara kepada siapapun tentang isi hati yang sebenarnya, sedikit pelupa serta tidak memiliki jari kaki kelingking sebelah kiri. Dia juga mudah emosi jika ada penolakan. Melani menikah selama tujuh tahun dan harus ikhlas ketika suaminya divonis dokter mandul. Bahkan dengan licik Candra menukar hasil pemeriksaan laboratorium miliknya dengan milik Melani. “Cih, sudahlah, ngapain juga aku harus susah payah ngingat si pelakor itu. Aku harus bangkit dan lebih sukses dari sekarang, lihat saja nanti,” tekad Melani.Berbagai macam rencana pun disusun di dalam benaknya meski kini pikirannya sedang carut marut. Bagi wanita cerdas seperti Melani tidaklah kesulitan untuk berpikir.Akan tetapi sisi wanita dari dirinya tidak bisa di pungkiri kalau kini hati sedang hancur dan merasa perih tak terperi. Bohong jika mengatakan dia baik-baik saja.“Ayolah semangat, tidak masalah setiap hari bertemu di kantor. Melani Hartawan adalah wanita kuat, tangguh dan hebat. Harus semangat,” ujarnya, “gak pantes keturunan Hartawan lembek begini, kaya kerupuk kena air ujan,” imbuhnya lagi.Puas menyemangati diri dan merutuk kesal atas sikap Candra, Melani kembali melajukan mobilnya ke sebuah rumah pribadi yang sederhana miliknya sebelum menikah dengan Candra. Tidak bisa dibilang sederhana karena rumah dua lantai itu cukup besar dan mewah.Tiba di rumah pribadi, seorang petugas keamanan yang berjaga tidak mengenali mobil miliknya karena sudah lama tidak berkunjung, lelaki itu mendekat dan tidak membuka pagar, setelah kaca mobil diturunkan, sontak saja petugas itu terkejut dan bergegas membuka pintu.“Maaf, Non eh, Nyonya. Saya gak kenal mobilnya,” cakap lelaki itu.“Ga papa Pak Usep, udah lama juga kita gak ketemu. Gimana kabar? Rumahku aman nih kalo ada Bapak,” sapa Melani. Pagar besar dan mewah itu pun terbuka dan Melani melaju ke dalam kemudian memarkirkan mobilnya.“Sebentar, Nyonya. Saya bangunin istri saya dulu buat angkat barang ke kamar,” pamit Pak Usep.“Ah ga perlu, Pak. Saya bisa sendiri. Besok tolong siapin sarapan saya seperti biasa karena saya balik lagi tinggal di sini,” tolak Melani.Pak Usep pun mengangguk meski batin bertanya-tanya ada apa gerangan dengan majikannya itu. ingin rasanya mencari tahu namun, dia harus menahan rasa itu karena tidaklah pantas ingin tahu permasalahan sang majikan.Melani mengangkat koper menuju ke kamar di lantai dua, kemudian membersihkan tubuh dan mencoba memejamkan mata di atas kasur yang empuk.Satu jam sudah sejak dirinya berbaring, mata enggan diajak bekerja sama untuk tidur meski sudah di paksa. Tiba-tiba, ponsel miliknya bergetar. Tampak pemberitahuan pesan masuk di sana. Melani meraih benda pipih canggih kemudian membaca sebuah pesan yang membuat mata indah membulat sempurna.“เดินระวังนะครับ”“เบบี๋ประคองหนูทั้งวันแล้วนะ ให้หนูเดินเองเถอะ”“ไม่ได้ ท้องหนูโตมากแล้ว ให้เฮียประคองเนี่ยแหละดีแล้ว”เธอถอนหายใจออกมาเบาๆ ต่อให้ท้องไม่โตใกล้คลอดเขาก็เดินประคองทุกวันอยู่แล้ว อาทิตย์หน้าก็ถึงกำหนดคลอดลูก บอกตามตรงว่าตื่นเต้นและกลัวในเวลาเดียวกัน ไม่เคยมีประสบการณ์คลอดลูกมาก่อน ค้นกูเกิลเกี่ยวกับเรื่องนี้เยอะมาก ซึ่งหลายคนบอกไม่เหมือนกันเลยสักคนคาร์มินประคองมิรามานั่งลงโซฟา ชายหนุ่มถอดรองเท้าออกให้ การกระทำของคนตัวโตเรียกรอยยิ้มจากภรรยาสาวได้ไม่ยากอดยิ้มไม่ได้เมื่อเห็นเขาทำแบบนี้ให้“ขอบคุณเบบี๋นะคะ”คาร์มินเงยหน้าขึ้นมองภรรยาสาว“เบบี๋ดูแลหนูดีมากเลย ไม่คิดว่าชีวิตนี้หนูจะได้เจอผู้ชายแบบเบบี๋” แม้จุดเริ่มของความสัมพันธ์ไม่ได้ดีมากนัก ทว่าตอนจบของเรื่อง…เชื่อว่ามันสวยงามเสมอคุณคาร์มินดีกับเธอมากจริงๆ เขาดูแลและเอาใจใส่ในทุกเรื่อง แถมยังรู้ด้วยว่าเธอชอบหรือไม่ชอบอะไร ถ้าหากวันนั้นเธอกับเขาไม่ได้เจอกัน ก็คงไม่มีวันนี้“หนูรักเบบี๋นะคะ”“รักเหมือนกันครับ” เขามองมิราแล้วยิ้ม ก่อนจะโน้มตัวเข้าไปสวมกอดเธอเอาไว้ด้วยความรักถ้าหากรู้ว่าจะรักมิรามากขนาดนี้ คงขอเธอเป็นแฟนไ
วันแต่งงาน “สวยจังเลยลูกสาวแม่” มะลิพูดกับลูกสาวในชุดเจ้าสีขาวสะอาดตาสวยงามด้วยรอยยิ้มและแววตาที่ปลื้มปิติจากเด็กน้อยในวันนั้นสู่เจ้าสาวในวันนี้…วันและเวลาช่างผ่านไปเร็วจริงๆ เผลอแป๊บเดียวมิราโตเป็นสาวแล้ว ความฝันของคนเป็นแม่ไม่ได้มีอะไรมากมายเลย แค่อยากเห็นลูกสาวได้เจอคู่ชีวิตที่ดีและได้อุ้มหลานเส้นทางแห่งการก้าวสู่คำว่า ‘สร้างครอบครัว’ คงปล่อยให้เป็นหน้าที่ของมิราและคาร์มิน หวังว่าทั้งสองคนจะจับมือกันผ่านอุปสรรคต่างๆ ในอนาคตไปได้ จะคอยดูลูกสาวเติบโตอยู่ไม่ไกล หันมาเมื่อไหร่ก็ยังเจอ“แม่ก็สวยเหมือนกันค่ะ”“ปากหวานจริงๆ เด็กคนนี้”“คิก แม่ว่าคนอื่นจะมองหนูยังไงบ้างคะ เพราะหนูอายุสิบแปด แต่กำลังแต่งงาน”“อีกไม่กี่เดือนลูกสาวแม่ก็สิบเก้าแล้วนะ” มะลิพูดเย้าแหย่ให้ลูกสาวไม่เครียด“มิราไม่ต้องสนใจสายตาคนอื่นหรอกว่าจะมองยังไง วันนี้หนูเป็นนางเอกของงาน สวยที่สุดในนี้ ต่อให้ลูกสาวแม่แต่งงานตอนอายุสิบแปดมันก็ไม่เห็นแปลกอะไรเลย เพราะมิราบรรลุนิติภาวะแล้ว อีกอย่าง ความคิดและทัศนคติของลูกยังเหมือนผู้ใหญ่คนนึง”“…”“หากตัดเรื่องอายุออกไป ลูกสาวแม่ก็เหมือนผู้ใหญ่คนนึงเลยแหละ เพราะฉะนั้นมิราไม่ต
วันรับปริญญาคาร์มินในชุดครุยรับปริญญากำลังยืนถ่ายรูปกับกลุ่มเพื่อนสนิท สายตาคมเข้มมองหาใครบางคนที่ไม่ได้อยู่ตรงนี้ด้วย มีเพียงครอบครัวตัวเองและของเพื่อนสนิทเท่านั้น เมื่อเช้ามิราโทรมาบอกว่าอาจจะไม่ได้เข้าไปเพราะติดธุระสำคัญวันนี้เป็นวันสำคัญแต่คนสำคัญกลับยังไม่มา พอมองดูรอบข้างเห็นคิมหันต์และอนาคินกำลังถ่ายรูปคู่กับแฟนสาวมันกลับทำให้เขารู้สึกเศร้าขึ้นมารู้ว่ามิราติดธุระของตัวเอง ทว่าวันสำคัญทั้งที ก็อยากให้เธอได้อยู่ตรงนี้ด้วยกัน“มิราไม่มาเหรอวะ” ลูคัสเดินเข้าไปถามคาร์มิน“ไม่แน่ใจวะ เห็นบอกว่าวันนี้ต้องไปทำธุระสำคัญ”“เดี๋ยวก็มา” เพื่อนสนิทตบไหล่เบาๆ ก่อนจะเดินเข้าไปหาครอบครัวตัวเองส่วนคาร์มินก็เดินเข้าไปหาพ่อ แม่ และน้องสาว“ทำไมทำหน้าแบบนั้นล่ะพี่คาร์มิน” คาร์เทียร์เอ่ยถามพร้อมกับอมยิ้ม แม้รู้อยู่แล้วว่าสาเหตุที่ทำให้พี่ชายทำหน้าหงอยแบบนี้มาจากอะไรเพราะว่าพี่สะใภ้ไม่อยู่ตรงนี้ยังไงล่ะ เลยทำให้แมวเย็นแถวนี้กลายเป็นแมวหงอย“พี่สะใภ้ของเทียร์ยังไม่มาเหรอคะ”“นั่นนะสิ ตั้งแต่มาถึง แม่ยังไม่เห็นหนูมิราเลย”“วันนี้มิราติดธุระสำคัญครับ ไม่รู้ว่าจะเสร็จตอนไหน บางทีอาจจะไม่ได้มา”“ลอง
“เบบี๋~ หนูมาแล้ว~” เสียงใสคุ้นเคยดังเข้ามาในโสตประสาทชายหนุ่มที่กำลังวุ่นวายอยู่กับงานตรงหน้า ความเครียดตึงเหมือนสมองบีบรัดแน่นหายไปในพริบตา เมื่อได้เห็นรอยยิ้มสดใสของแฟนสาวและเป็นคนเดียวกับ…แม่ของลูก“ซื้อของกินมาฝากด้วยค่ะ” คนตัวเล็กในชุดสบายๆ ชูถุงของกินเต็มสองมือขึ้นต่อหน้าคาร์มิน“ไปชอปปิงกับคาร์เทียร์สนุกไหม” วันนี้เขาออกมาบริษัทตั้งแต่สิบโมงเช้า ทำให้มิราต้องอยู่เพนท์เฮาส์คนเดียว ตอนแรกแอบกังวลว่าเธอจะเหงาหรือเปล่า โชคดีวันนี้คาร์เทียร์โทรมาขออนุญาตพามิราไปชอปปิงเป็นเพื่อน เขาเลยอนุญาตให้ไป เพราะไม่อยากปล่อยแฟนไว้คนเดียว“สนุกมากเลยค่ะ น้องสาวเบบี๋ชวนคุยเก่งมาก แถมยังพาหนูไปกินของอร่อยๆ เยอะแยะเต็มไปหมดเลย”“หึ เฮียดีใจนะที่เห็นหนูมีความสุข” คงสนุกเที่ยวเลยล่ะ ทั้งมิราและคาร์เทียร์มีอะไรหลายอย่างคล้ายกันมาก แตกต่างกันอยู่แค่ไม่กี่อย่าง“ยิ้มแบบนี้เยอะๆ นะครับ” รอยยิ้มของมิราเปรียบเสมือนยาชูกำลัง เห็นแบบนี้ทุกวันทำให้เขาหายเหนื่อยกับอะไรหลายๆ อย่างที่ทำมาทั้งวันเลยล่ะ…“เมื่อกี้เห็นเบบี๋สีหน้าไม่ค่อยดีเลย เป็นอะไรเหรอคะ”“เฮียแค่กำลังโฟกัสกับงาน” เวลากำลังโฟกัสกับอะไร สีหน้าของ