Masuk“สาบกุหลาบ” เป็นเรื่องราวของหญิงสาวที่มีความงดงามไม่ต่างจากความหอมหวานของกุหลาบแรกแย้ม และไม่ว่ากุหลาบดอกงามจะเยื้องย่างไปทางใด คนที่หลงใหลในกลิ่นหอมรัญจวนนั้นก็พร้อมจะลืมทุกอย่างและทำได้ในทุกสิ่งที่เธอปรารถนา
Lihat lebih banyakSuasana sekolah pada malam hari tampak sepi tak ada tanda-tanda kehidupan, hanya semilir angin malam yang sesekali bertiup menerbangkan sampah dedaunan yang jatuh gugur dengan hembusannya, cobalah berjalan masuk kedalam gedung, lalu mulailah melangkah untuk menyusuri setiap sudut ruangan, jika beruntung kau mungkin akan bertemu dengannya, dia ada disana, terkadang hanya berdiri mematung disisi tangga, atau duduk menyepi dan berdiam diri, dia adalah seorang pemuda yang telah hidup selama lebih dari tiga abad lamanya, dia tidak pernah berubah atau menua, ia terlihat seperti seorang Pemuda berusia enam belas tahun, dia seorang makhluk yang bertaring namun pandai menyembunyikan taringnya, dia telah berjanji bahwa tidak akan menggunakan itu untuk melukai seseorang, meski ia tampak seperti manusia, namun dia bukan manusia, pemuda itu adalah seorang Vampire.
Hari ini adalah merupakan tahun ajaran baru, Vampire tampan itu melipat baju seragam sekolah yang lama, sebab setiap memasuki tahun ajaran baru, pihak sekolah selalu mengubah tampilan seragam mereka dengan yang baru.
“Identitas baru, seragam baru, dan gaya rambut yang baru” John adalah seorang manusia yang sudah menjadi temannya selama empat puluh tahun lebih “Ngomong-omong, sekarang namamu Alex, dan hanya berlaku sampai beberapa tahun kedepan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi nikmati saja, karena setelah itu aku akan memikirkan nama lain yang bisa kau gunakan, mulai dengan detik ini aku dan kau sudah harus terbiasa menyebutmu Alex dan segera mungkin melupakan sebutan Michael” “Kau tahu? Aku tidak pernah peduli dengan bantuanmu” Alex mengatakan itu sambil menyoroti kedua mata John dengan tatapan dingin “Aku tahu, aku tahu itu, kau bahkan sering mengatakan hal itu Michael, eh maksudku Alex, maaf aku belum terbiasa menyebutmu Alex, aku hanya ingin kita berteman, memastikan bahwa kita benar-benar bisa menjadi teman selayaknya teman” Alex telah membuat suasana menjadi kaku, untuk itulah John berusaha mengurangi kegugupannya, dengan cara tersenyum pada lawan bicaranya itu, Alex, setidaknya nama yang bisa digunakan untuk saat ini “Aku tidak pernah menginginkan seorang teman pun sepanjang hidupku” Alex menunjukkan reaksi yang berlawanan dari John “Tapi malam itu kau memilih untuk tidak membunuhku, tidak sedikit saja menyakiti, membuat aku tahu jawabanmu, itu cukup menjelaskan bahwa kita bisa berteman, layak menjadi teman”
1977
Empat puluh empat tahun yang lalu John kabur dari rumahnya, ia tidak pernah bisa mendapatkan sebuah kedamaian saat berada dirumah, dikarenakan pertengkaran orang tua disepanjang hari, perlakuan kasar sang Ayah kepadanya, semua itu telah membuat John terjebak dalam frustasi, ia merasa masih terlalu muda untuk terlibat dalam permasalahan ini.
“Tentu saja semua kesalahan ini berawal darimu, kalau kau tidak mengencani gadis dibawah umur itu, dan tidak menghamburkan uang penghasilan yang tidak seberapa, kita tidak akan menjadi lebih menderita dari ini, hidup kita sudah banyak menderita Alfred!” Ruth berteriak tepat di wajah Alfred suaminya “Jangan asal menyalahkan, salahkan juga dirimu, kau tidak pernah menghargai aku sebagai lelaki yang memimpin rumah tangga ini, hanya karena aku seorang pekerja rendahan, dengan bayaran yang tidak tinggi!” mereka saling berteriak “Apapun yang ingin kau perbuat untuk melukaiku, setidaknya pikirkan tentang John, dia memerlukan uang itu untuk tetap sekolah, membeli keperluan yang harus dia miliki sama seperti teman-temannya yang lain!” Malam sudah sangat larut, namun pertengkaran antara suami istri itu tidak terelakkan, John benar-benar tidak tahan lagi, ia menutup rapat kedua telinganya, semakin lama ia merasa hidupnya teramat sangat kacau, betapapun ia hancur dan ingin menangis namun sebagai seorang anak lelaki Ibunya sering berkata, ‘Lelaki sebaiknya tidak menangis’ John menerapkan larangan menangis itu dalam segala kondisi “Aku adalah seorang lelaki, aku tidak boleh cengeng.” Dalam kekalutan, John memutuskan pergi ke sekolah, ia ingin mengirimkan dirinya dalam ketenangan, dari semua tekanan yang membuatnya kian terpuruk.
Sesampainya didepan pintu gerbang sekolah “Tempat ini sangat gelap dimalam hari, bahkan langit pun tidak menaburkan bintang-bintang penghias malam, aku ragu untuk tinggal didalam sana, apakah sebaiknya aku berbalik dan pulang? Atau mencari tempat yang ramai?” dalam kebimbangan berpendapat tiba-tiba saja hujan turun, pada mulanya John merasa takut untuk masuk kedalam sekolah karena suasana sekolah begitu gelap dan mencekam, namun rupanya hujan semakin deras mengguyur, mau tak mau John pun memasuki gedung sekolah. Sebagian tubuhnya menjadi basah “Oh sial, tubuhku terkena air hujan, aku harus cepat-cepat mengganti baju, atau aku akan menggigil kedinginan” dalam kegelapan John berjalan menuju ke lemari loker miliknya, untuk mendapatkan baju ganti yang kering, John selalu meninggalkan kaos olahraga yang bersih disana, “Beruntunglah, aku menyembunyikan kunci duplikat loker ini dibawah kolong, sehingga aku bisa membukanya dengan mudah kapanpun aku mau” John segera meraih kaos miliknya, kemudian cepat-cepat mengganti baju diruangan yang sama, kali ini Hujan diluar disertai gelegar petir “Ini tidak baik, aku terjebak ditempat ini, kurasa sekarang aku ingin pulang saja dari pada disini” John merasa tubuhnya semakin dingin “Apa yang sebaiknya dilakukan disaat begini? Ibu, aku merindukanmu” suhu udara semakin dingin, mengingatkan John bahwa ruang perawatansekolah memiliki ranjang yang cukup empuk untuk merebahkan diri, juga selimut yang bisa membuatnya bertahan sampai esok hari, tak membuang waktu John akhirnya memutuskan menuju ruang perawatan, sesampainya dipintu ruang Perawatan, John berniat masuk kedalamnya, namun ternyata pintu tersebut dikunci rapat “Sial, apakah mereka perlu melakukan hal semacam ini? Kupikir mereka tidak menyimpan benda berharga didalamnya, lagi pula tidak seorang pencuri pun akan tertarik dengan obat-obatan yang mereka simpan, Astaga, aku sungguh merasa sangat kedinginan dan tidak diuntungkan dalam situasi seperti ini, Aaarrgghhh” semakin lama dingin kian menguasai seluruh tubuh John, pemuda itu pun beringsut menuju kursi panjang yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, sepertinya ia akan benar-benar membeku jika terus membiarkan keadaannya seperti itu, segera saja John memeluk seluruh tubuhnya erat-erat. Disaat yang tidak terduga “Aaahhh, begini lebih baik, meskipun tidak sebaik yang kuharapkan, aku masih bisa merasakan dingin disekujur tubuh” John menyatukan kedua telapak tangannya, dan menggosokkan telapak tangannya terus menerus, tentu saja itu dilakukan untuk membuahkan rasa hangat, disela-sela gemericik hujan tiba-tiba ia mendengar sebuah benturan, John bahkan bisa melihat sekelebat gerakan yang sangat cepat dari jendela kaca yang tak jauh dari tempat ia berada. “Astaga, apakah itu?” John bergemetar ketakutan “Apa mungkin sekolah ini berhantu?” John meringkuk tak berdaya, ia sempat berfikir untuk pasrah, tetap diam disana dan menunggu nasib buruk menghampiri, namun karena suara aneh itu semakin membuatnya kalangkabut, maka John pun memutuskan “Sebaiknya aku kembali pulang, ya, keluar dari tempat ini, persetan dengan hujan diluar, aku akan menghadapinya. mula-mula aku hanya harus menjauhi keributan, agar aku bisa lolos dari makhluk yang berkecepatan itu” pemuda itu lari terbirit-birit menuju pintu belakang gedung sekolah, sialnya, mengambil arah yang berlawanan ternyata bukanlah gagasan yang bagus, langkah-langkah John mendadak terhentikan, John menjatuhkan tubuhnya keatas lantai, ketika ia dapat melihat dari balik pintu kaca sosok manusia tengah menguliti seekor serigala, manusia bertaring dengan wajah sedikit bersinar, ia tampak begitu pucat, sosok itu menggerogoti daging serigala yang ada ditangannya mentah-mentah, John tak mampu bersuara, betapapun ia sangat ingin kehilangan kesadarannya disaat seperti itu, namun ia bahkan tetap sadar dan terus dapat menyaksikan keadaan yang begitu mengerikan sedang berlangsung didepan mata. Kemudian yang tidak kalah mengejutkan lagi, makhluk bertaring itu menyadari keberadaannya “Tidak ... tidak, aku tidak akan mengatakan tentang hal ini kepada siapapun, aku ... aku janji, aku masih ingin tetap hidup aku ingin mengeluarkan orang tuaku dari kemiskinan, tolong jangan bunuh aku, tolonglah.” Dengan secepat kilat makhluk itu menuju John “Ampuni aku, aku mohon” John berlutut meminta ampun, sesekali ia mencoba memperhatikan sesosok makhluk bertaring yang tepat berada dihadapannya, lambat laun John mulai menyadari jika makhluk bertaring itu adalah “Jason? (nama yang dipakai Alex kala itu)” Jason adalah teman sekolahnya, dia merupakan seorang pendiam yang nyaris tidak memiliki teman, Jason selalu menyendiri, jujur saja kejadian malam ini telah membuat John benar-benar terkejut, bila selama ini ternyata Jason bukanlah manusia “Maafkan aku, maafkan aku jika aku tanpa sengaja membuat kesalahan padamu, kita tidak saling mengenal, aku yakin aku tidak memiliki kesalahan tapi apapun itu ampuni aku, tolong jangan bunuh aku, aku sungguh-sungguh tidak akan mengatakan tentang apa yang kulihat ini, aku berjanji atas nama Ibu yang teramat kucintai” Jason tak berkata-kata, ia hanya menatap dengan tajam ke arah John, lalu pergi meninggalkannya begitu saja, keputusan Jason kala itu telah membuat John bernafas lega “Syukurlah.”
Semalaman John tidak bisa tidur, ia tidak bisa melupakan apa yang sudah dilihatnya tadi, John menjadi benar-benar tidak sabar untuk segera bertemu dengan hari esok.
Keesokan paginya
“Maaf, Bu, pagi ini kita tidak bisa makan bersama” “Memangnya mau kemana? Ibu sudah menyiapkanmu Roti cokelat kegemaranmu” “Aku akan membawa itu, dan menyantapnya selama perjalanan” “John” “Aku mencintai Ibu” berkata John sambil berlarian meninggalkan Ibunya begitu saja.
Selama jam pelajaran John, merasakan gelisah, ia tidak sedikit pun merasa tenang, John harus bertemu dengan Jason, mereka harus bicara layaknya dua orang lelaki dewasa.
Sepulang sekolah John mencari-cari sosok Jason, namun ia tidak menemukan keberadaan Jason dihampir seluruh penjuru sekolah “Kurasa aku akan sulit mendapatkannya, dia tidak terkenal, dan senang menyendiri” John tidak putus asa, ia terus berusaha menemukan Jason, sampai akhirnya tanpa sengaja John melihat Jason sedang membaca buku didalam perpustakaan “Disini rupanya, tentu saja dia tidak akan pernah membuat aku menemukannya jika ia menyenangi ruangan yang hanya dipenuhi buku-buku membosankan, karena aku sungguh tidak tertarik dengan perpustakaan, tempat yang nyaris selalu kuhindari selama bertahun-tahun lamanya.”
Tanpa meminta persetujuan Jason, John duduk bergabung tepat disisi Jason, Jason sempat menoleh ke arah John “Kau rupanya?” “Iya, aku merasa sangat senang, bahwa pada akhirnya aku bisa menemukan keberadaanmu, kau tahu aku mencari-carimu sejak tadi” “Aku tahu” “Kau tahu? Bagaimana kau tahu?” “Lalu? apa kesimpulanmu tentang yang kau lihat semalam” “Oh, itu cukup hebat, tentu saja aku berhasil membuat kesimpulanku setelah aku berhasil menenangkan diriku dari dera keterkejutan berlebih atas apa yang kulihat tentangmu” “Kau tahu aku berbeda denganmu, jadi jangan dekati aku, hiduplah dengan tenang, lupakan apa yang terjadi semalam, aku tidak akan melukaimu, biarkan aku hidup dengan jalanku dan kau akan tetap hidup sebanyak yang kau mau, aku tidak akan pernah menyentuhmu, aku berjanji” “Tentu saja kawan, pertama aku akan membiarkanmu hidup sesuka yang hatimu, kedua aku tidak akan mengatakan kejadian semalam pada siapapun, aku bersumpah, hanya saja aku memilih untuk tidak menjauhimu, biarkan aku menjadi temanmu” “Aku tidak menerima penawaran dalam bentuk apapun.” Secara tidak langsung Jason dan John menjadi teman, meski Jason tak pernah menganggap John sebagai temannya, Sejak saat itu John menjadi tahu bahwa selama ini Jason tinggal disekolah, Jason bukanlah nama yang sebenarnya, karena namanya terus berubah-ubah kapanpun ia mau.
กระบวยตักน้ำที่ทำจากกะลามะพร้าวใบโตขัดมันเรียบลื่นจ้วงน้ำในคลองขึ้นมาวางบนหน้าตัก น้ำเต็มปรี่เอ่อล้นจนซึมผ่านต้นขาลงไปด้านล่าง เหมยกุ้ยหลับตาพริ้มซึมซับเอาความเย็นที่แทรกผ่านนั้นจนอดไม่ได้ต้องเทน้ำลงไปตรงๆ เพราะแค่น้ำซึมผ่านเธอก็รู้สึกดีเสียยิ่งกระไร ความเย็นที่รับรู้ได้เป็นสายเล็กนั้นแทรกซอนผ่านผ้าถุงลงไปหาบางอย่างที่ร้อนรนเหลือเกินฝ่ามือขาวจั๊วะตามเชื้อสายวักน้ำแตะซับไปมาตามใบหน้า ลำคอและท่อนแขนทั้งสองข้าง ผ้าถุงชื้นน้ำกระโจมขัดกันไว้เหนือดอกบัวคู่งามมันเป็นความอึดอัดที่เธอไม่อยากจะรู้สึก เวลาจะชำระคราบไคลทำความสะอาดต้องลงไปลอยคอในน้ำก่อนจะล้วงมือเข้ามาขัดถู แต่ถ้าโชคไม่ดีหากเรือไปเทียบท่าในจุดที่บันไดสูงหรือเป็นช่วงน้ำลง ก็ไม่พ้นที่เธอต้องค่อยๆ ตักน้ำราดเข้าไป แม้แต่ดอกบัวเธอยังหมดโอกาสที่จะชำระแล้วนับประสาอะไรกับดอกกุหลาบแรกแย้มเธอยิ่งไม่มีสิทธิ์ไปแตะต้อง ดังนั้นสายน้ำเย็นฉ่ำในคืนเดือนมืดช่างเป็นสิ่งที่เธอปรารถนา เพราะจะได้ไม่ต้องกระมิดกระเมี้ยนกลัวว่าใครจะเห็น ได้ขัดได้ถูความงดงามที่แม่มอบให้กับเธอไม่มีตกหล่นนั้นได้อย่างสะอาดหมดจนที่สุดดวงตากลมโตสวยหวานล้อมกรอบไปด้วยแพขนตางอนงา
โรงสีข้าว โรงน้ำมัน โรงน้ำแข็ง ร้านขายยา ตลอดจนร้านขายส่งผัก หมู ไก่ ผลหมากรากไม้ ที่จ้อกแจ้กจอแจในช่วงเช้ามืดเพราะผู้คนจากหลายหมู่บ้านจะพายเรือมาหาซื้อสินค้าเพื่อนำไปขายต่อในหมู่บ้านของตน ทั้งเรือของแม่ค้าที่นำสินค้ามาแลกเปลี่ยนหมุนเวียนกันก็มาก ตลอดจนเรือขายข้าวต้มเครื่อง ปากริมไข่เต่าและขนมหวานในยามค่ำคืน ทำให้ย่านตลาดแห่งนี้ตั้งแต่เวลาย่ำรุ่งไปจนถึงย่ำค่ำไม่เคยพบกับความเงียบเหงา มีเพียงในเวลานี้เท่านั้นเมื่อผีตากผ้าอ้อมลาลับความมืดมิดมาเยือน มีเพียงแสงตะเกียงจากครัวเรือนและแสงไฟจากโรงสี โรงน้ำมัน ซึ่งเป็นเวลาที่เธอจะได้อาบน้ำผลัดผ้าผ่อนที่ซึมซับเอาเหงื่อไคลจากการขายของมาตลอดทั้งวันให้เนื้อตัวได้สะอาดสะอ้าน เรือขายเกลือ กะปิ น้ำปลา ทำให้กระไอความเค็มเหมือนจะอยู่ติดเนื้อติดตัวหรือแม้แต่ปลายจมูกที่ทำให้เธอหายใจไม่สะดวกอยากออกมานั่งรับลมอยู่ที่หัวเรือทั้งวันทั้งคืนเรือนร่างอวบอัดตามวัยลุกขึ้นยืนก่อนจะพาตัวเองเข้าไปสู่ด้านในลำเรือเพื่อผลัดผ้าเตรียมอาบน้ำและท่าน้ำใต้สะพานก็คือสถานที่ที่เธอจะปล่อยกายปล่อยใจให้ล่องลอยอยู่ในสายน้ำ ถึงแม้เธอจะไม่ชอบอยู่ในเรือแต่หากการพาตัวเองลงไปว่ายวนอยู
‘อะ! อย่า! อย่า...’‘ผัวมึงมาแล้ว ให้มันเอามึงต่อล่ะกัน หึหึ..’เธอไขว่คว้าร่างของมันเพราะแรงตอดรัดอย่างรุนแรงต้องการสิ่งมาเติมเต็ม แต่มันกลับกระโดดลงน้ำไปทางท้ายเรือปล่อยให้เธอลอยเคว้งทั้งที่กลิ่นคาวแข็งแกร่งนั้นยังคงคลุ้งไปทั่ว แต่เพราะเสียงผู้คนและแรงสะเทือนที่รู้ได้ว่ามีคนลงมาในเรือเธอจึงต้องรีบจัดแต่งเสื้อผ้าและทำเป็นนอนสลบไสลไม่รับรู้ราวกับโดนรมยา"บัญชีของเตี่ยฉันทำเสร็จแล้ว แม่ไม่ต้องห่วงหรอก และทีหลังอย่าเรียกฉันแบบนี้อีก แม่ก็รู้ว่าฉันไม่ชอบ"เสียงหวานแต่ไม่สบอารมณ์ของเหมยกุ้ยทำลายภวังค์อันเพริศแพร้วของเธอ เหมยฮัวส่ายใบหน้าไปมา สงสารทั้งลูกและสงสารทั้งตัวเอง เหมยกุ้ยเก่งทั้งงานบ้านงานเรือนตามที่เธออบรมสั่งสอนและทั้งยังพูดอ่านเขียนภาษาไทยได้เป็นอย่างดีแม้ไม่ได้ไปเรียนหนังสือเหมือนลูกคนอื่นเขาเพราะได้คุณนายเถ้าแก่โรงสีสอนสั่งเมื่อครั้งเป็นเด็กหญิงเหมยกุ้ยจึงไม่ต้องพูดไทยสำเนียงจีนอย่างเธอกับเฮียย้ง อีกทั้งเหมยกุ้ยยังสามารถคิดราคาสินค้าและจัดทำบัญชีได้อย่างไม่ขาดตกบกพร่อง แต่เหมยกุ้ยไม่ชอบชีวิตแบบนี้ ก็ใครล่ะจะชอบเธอเองก็ไม่ชอบเหมือนกัน ทางใดที่จะผลักดันให้ลูกไปให้พ้นจากในเรือ
ในยามนั้นเธอเปรียบดั่งดอกเหมยฮัวแรกแย้มส่งกลิ่นล่อแมลง และในยามนี้เธอก็ยังคงเป็นดอกเหมยฮัวที่เบ่งบานเต็มที่พร้อมจะได้รับการผสมพันธุ์จากแมลงครั้งแล้วครั้งเล่า ทว่าแมลงที่คุ้นเคยกลับไม่สามารถทำได้ เพราะวัยที่แตกต่างกันมาก บ่อยครั้งที่ลูกค้ามักจะคิดว่าเธอและเหมยกุ้ยเป็นลูกสาวของเฮียย้ง กว่าสี่ปีที่ล่องเรือค้าขายทำให้มีเงินเก็บมากพอที่จะซื้อหาบ้านเรือนและที่ดินแต่เฮียย้งก็ชะล่าใจบอกให้คอยอีกหน่อยเพราะเงินเก็บที่มีอยู่แกจะนำไปลงทุนค้าข้าว ให้ทนอยู่ในเรือกันไปก่อน ในวันข้างหน้าเธอกับลูกจะได้สุขสบายแต่สิ่งที่หวังไว้มาไม่ทัน เงินเก็บถูกปล้นไม่เหลือ เหลือแต่ข้าวของที่ต้องค้าขายกันใหม่ และยังดีที่เธอซุกซ่อนทองเส้นเล็กเส้นน้อยไว้ตามฝากระดานที่เปิดได้จึงพอได้ขายนำเงินมาทำทุนเพิ่ม ไม่กี่เดือนที่ผ่านมานี้เฮียย้งจึงดูแก่ไปมากและเพราะคิดมาก แต่เธอล่ะ... ยิ่งเฮียหลับลึกเธอยิ่งทรมานเพราะรสสัมผัสที่ถูกจุดติดนับจากวันนั้นมันตามหลอกหลอนจนเธอหลับไม่ลง‘เฮ้ย! ค้นให้ทั่ว ดูสิว่ามันมีเงินซุกซ่อนไว้ตรงไหนบ้าง’เสียงหัวหน้าโจรตะโกนบอกลูกน้องในขณะที่สายตาของมันกวาดมองความขาวภายนอกร่มผ้าของเธอไม่วางตา แม้จะอยู่ใ
แสงสีส้มที่เริ่มจะลาลับไปจากขอบฟ้าทำให้บรรยากาศจ้อกแจ้กจอแจเมื่อครู่ใหญ่ๆ คลายลง ผู้คนที่พายเรือสัญจรไปมาในลำคลองสายนี้เริ่มบางเพราะต่างฝ่ายต่างรีบจะกลับให้ถึงบ้านถึงเรือนก่อนค่ำ ใครโชคดีบ้านอยู่ไปทางหน้าตลาดก็ยังพายเรือไม่ได้เร่งรีบมากนัก หากแต่ใครโชคร้ายที่บ้านอยู่ค่อนไปทางวัดแต่ดันทำธุระเสียจนเก





