Masuk“วรนิษฐ์” เป็นแค่เมียชัง เป็นเมียที่ไม่ต้องการ เขาเกลียดหล่อน เกลียดจนไม่อยากเจอหน้า เจอที่ไหนเป็นต้องหลบ แต่แล้วเธอก็หอบผ้าหอบผ่อนมาหาเขาพร้อมบอกว่า “กำลังท้องลูกของเขาอยู่” ให้ตายเถอะ ทุกอย่างมันพังเมื่อเขาต้องรับผิดชอบหล่อนทั้งๆ ที่มีแฟนอยู่แล้วและรักเธอมาก แต่เมื่อนานวันไปเริ่มไม่แน่ใจว่าแท้จริงแล้วตัวเองชังวรนิษฐ์จริงรึเปล่า และยังคงรักแฟนสาวอยู่รึเปล่า มาดูกันว่า “มโนภฤศ” จะหนีบ่วงรักครั้งนี้ได้ไหมค่ะ
Lihat lebih banyak"Kami sudah melakukan semua usaha yang kami bisa. Tapi, putra bapak dan ibu tidak bisa bertahan. Pasien meninggal dunia 10 menit yang lalu."
Suamiku, Alex, langsung tersungkur ke lantai sambil meraung. Sementara aku terdiam, berdiri kaku tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun. Aku seperti baru saja jatuh dari ketinggian puluhan ribu meter.
Tadi siang, putra kecilku itu masih tersenyum hangat sambil memelukku dengan erat, bagaimana bisa dia pergi dalam sekejap?
"Ruth, Ruth, bangunlah!"
Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadaku, tapi kepalaku terasa berat dan ketika aku membuka mata, orang-orang sudah mengelilingiku.
'Ah, ternyata aku cuma bermimpi buruk,' batinku tenang.
"Ruth, kau tidak apa-apa?" tanya ibu mertuaku dengan mata bengkak.
"Gerald mana, Ma?" tanyaku sambil berusaha untuk duduk.
Semua orang mulai menangis, jantungku berdetak begitu kencang. Aku melihat sekelilingku dan suamiku tidak ada disana.
"Dimana ini?" tanyaku mulai panik.
"Di rumah sakit, nak. Gerald, dia sudah-"
Aku menutup mulut menyadari kalau kepergian putra tunggalku itu bukan mimpi tapi kenyataan.
"Dimana dia? Dimana Gerald, Ma? Aku mau lihat Gerald!" teriakku sambil turun dari tempat tidur.
"Ruth, tenanglah," bujuk ibu mertuaku.
"Gerald, dia pasti kesepian. Dia pasti sedang mencariku sekarang. Ayo, ma," ucapku panik sambil menarik tangan ibu mertua dan iparku.
Kami segera keluar dari kamar.
Aku berjalan di belakang iparku sambil bergandengan tangan dengan mertuaku.
Kami tiba di sebuah ruangan, disana sudah ada kedua orangtuaku, ayah mertua dan suamiku. Mereka mengelilingi Gerald yang tidur di atas tempat tidur yang terbuat dari baja.
"Kenapa Gerald diletakkan di atas meja besi? Dia pasti kedinginan!" teriakku sambil berlari ke arah putra kesayanganku itu.
"Gerald, mama disini, sayang. Gerald kedinginan enggak? Sini, mama peluk sayang biar Gerald enggak kedinginan," bisikku sambil memeluk tubuh kaku putraku.
Dia memang menyukai segala sesuatu yang dingin. Udara dingin, minuman dingin, bahkan dia hanya mau mandi dengan air dingin.
"Ruth," ucap ibuku lembut sambil menyentuh bahuku.
"Ma, tolong ambilkan baju hangat dan selimut untuk Gerald. Disini terlalu dingin, nanti batuknya semakin parah," pintaku sambil terus memeluk putraku, tapi ibuku tidak bergerak, dia hanya membelai kepalaku dengan lembut.
"Tolong, siapapun! Tolong matikan ac nya dan tolong ambilkan selimut untuk putraku!" teriakku sekencang-kencangnya. Air mata mulai mengucur deras dari mataku, dan pelukanku semakin erat.
Tapi, sekencang apapun aku berteriak tidak ada seorangpun yang bergerak. Hanya suara tangisan dan isakan yang terdengar di dalam ruangan dingin ini.
"Gerald! Gerald!" teriakku sambil terus memeluk tubuh dinginnya.
Kami baru saja merayakan ulang tahunnya yang ketiga sebulan yang lalu. Memang tidak ada perayaan yang meriah, karena toh dia belum mengerti artinya pesta. Selain itu, kami hanya memiliki uang untuk membeli kue tart kecil dan sebuah mobil-mobilan murah sebagai hadiah untuknya.
Saat itu, semuanya baik-baik saja. Gerald masih ceria dan tidak bisa diam. Meski belum bisa mengucapkan beberapa huruf dengan jelas, tapi dia sangat suka bicara dan bisa berkomunikasi dengan sangat baik.
Seminggu kemudian dia mulai batuk-batuk. Aku pikir itu hanya batuk biasa pada anak, jadi tidak membawanya ke dokter.
"Mama, dada Gelald cakit," ucapnya tiba-tiba setelah seminggu batuk.
Aku hanya memberikan air hangat dengan lemon dan madu, untuk melegakan tenggorokannya. Tapi malamnya tiba-tiba dia demam tinggi. Saat itulah aku dan Alex mulai panik dan segera membawanya ke rumah sakit.
Saat itu dia hanya diperiksa, diberi obat lalu disuruh pulang. Menurut dokter itu hanya batuk biasa, dan tidak perlu dirawat.
Meskipun kami kurang puas, tapi kami tidak punya pilihan. Sebagai orang yang menggunakan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah, rasanya terlalu berlebihan kalau kami meminta pemeriksaan yang lebih detail.
Selama beberapa hari Gerald hanya berbaring lemas. Instingku mengatakan ini bukan sakit batuk biasa, lalu kami kembali membawanya ke rumah sakit. Lagi-lagi Gerald dikirim pulang, setelah diberikan infus.
Aku sangat ingin membawanya ke rumah sakit swasta, tapi kami sama sekali tidak memiliki uang.
Lalu dua hari yang lalu, Gerald tiba-tiba sesak napas. Kami segera melarikannya ke rumah sakit. Saat itulah baru dokter memberi tahu kalau putra kami, mengalami pneumonia dan paru-parunya sudah dipenuhi cairan.
Aku terus berdoa tak henti, dengan air mata dan peluh berharap semua baik-baik saja, agar putraku bisa kembali sehat. Lalu siang tadi, seperti sebuah keajaiban, Gerald tiba-tiba tampak segar dan terus tersenyum. Dia bahkan terus memelukku dan tidak melepaskan tanganku.
"Nanti Gelald mau jalan-jalan ke tempat yang bagus dan selu," ucapnya sambil tersenyum.
"Boleh sayang, kalau sudah sembuh kita pergi jalan-jalan ke tempat bagus dan seru manapun yang Gerald mau," jawabku tanpa tahu apa maksud jalan-jalan yang dimaksud putra kecilku itu.
Aku yakin dia akan sembuh, karena keadaannya yang membaik. Tapi, ternyata aku salah, putraku memang pergi jalan-jalan tapi dia pergi sendirian dan tidak mengajakku.
“อ่า...ไวน์ครับ ไวน์ของพี่ ครอบครองพี่ได้โปรด อืม...” เขายกเด้งเอวสอบกระแทกเสียดสีกายแข็งร้อนไปกับอุ้งมือน้อยที่รุดเร่าคลึงขยำจังหวะอยู่ในตอนนี้ “อ่า...ชอบไหมคะ ทรมานไหมคะ วันนี้ไวน์จะใช้ปากบนและปากล่างของไวน์ครอบครองพี่ ไวน์จะตอดรัดพี่ให้แตกในตัวไวน์ อ่ะ...อืม” แล้วปากน้อยที่พูดจบก็โน้มลงไปดูดเร่าคลอเคลียปลายลิ้นตวัดไล้เลียไปตามส่วนปลายร้อนรุ่มอวบใหญ่ในมือตน และมืออีกข้างก็นวดคลึงเร่าพวงสวรรค์ของมโนภฤศไปด้วยเช่นกันกับมือที่รูดไถท่อนลำกายของมัน “อ่า...ไม่ไหวแล้วไวน์ อ่า...เสียว ผัวเสียว อือ...” “ไวน์ก็เสียวค่ะ และอยากทำให้พี่มาร์คแตกในปากด้วยตอนนี้ อืม...” ไม่ใช่แค่เขาต้องการปรารถนาเธอ เธอเองก็ต้องการปรารถนาเขา แต่ก็อยากดัดนิสัยสามีที่เซ็กซ์จัดเกินงาม เธอเคืองมาก เขามีเซ็กซ์จนวันที่เธอเจ็บท้องคลอดด้วย เขามันหื่น หื่นแบบเธอไม่ได้พักสักคืน แต่นี่ก็สามเดือนแล้ว น่าจะพอแล้วสำหรับการดัดนิสัยเขา เพราะเธอเองก็ต้องการสามีมากเหมือนกันตลอดสามเดือน ก็คนนอนด้วยกัน
“พี่มาร์ค ฟังก่อนได้ไหมคะว่าไวน์จะพูดอะไร” เธอดันหน้าของเขาที่ตอนนี้ขึ้นมาคร่อมเธอบนเตียงทั้งๆ ที่เนื้อตัวเขามอมแมมสกปรกเต็มไปด้วยดิน “ไวน์จะบอกว่าเดือนหน้าเวลจะมาเที่ยวที่ไร่เราค่ะ และ...” ยังพูดไม่สุดประโยคความดี คนขี้หึงก็พูดแทรกขึ้นมาก่อน “มันจะมาทำไม ไวน์ก็คลอดลูกแล้ว เรารักกันดีขนาดนี้ มันยังจะมาอีกเหรอ มันยังคิดว่ามันมีหวังอีกเหรอไวน์” “พูดไม่เพราะอีกแล้วนะพี่มาร์ค เป็นพ่อคนแล้วนะคะพี่น่ะ ไม่ใช่เด็กแล้ว” “ก็คนมันหวงเมียนี่ อีกอย่างเมียสวยด้วย และนี่มดลูกเข้าอู่แล้วใช่ไหม พี่รู้นะ พี่ถามคุณย่ามาแล้ว ปกติมันแค่ห้าหกสัปดาห์และพี่ก็ถามหมอมาแล้วด้วย ไวน์ยอมรับมาเลยนะว่าตอนนี้พี่เข้าไปได้แล้วใช่ไหมฮึ น้องมาร์ชลูกเราสามเดือนแล้วด้วย ไม่ต้องบ่ายเบี่ยงเลยนะ พี่หิวจะตายอยู่แล้วเนี่ย จะลงแดงอยู่แล้วเนี่ย” “ไวน์ดีใจนะที่พี่มาร์คหวงไวน์ แต่ช่วยฟังให้จบก่อนได้ไหมคะ เวลจะพาแ
เผียะ! มือเล็กตีมือสามีทันทีเมื่อมโนภฤศกลับมาถึงก็จะอุ้มลูกน้อยที่นอนในเปล “ล้างมือยังคะถึงจะมาอุ้มลูก” นี่ผ่านมาจนคลอดเจ้าตัวเล็กได้สามเดือนแล้ว และงานแต่งงานที่ว่าจะจัดก็ยังคงไม่ได้จัด เพราะหลังจากเข้าใจกันดีแล้วทั้งสองก็พูดคุยกันเรื่องฤกษ์แต่งงานบอกคุณย่าและพ่อกับแม่ว่าขอจัดตอนลูกโต เพราะอยากมีเขาในวันสำคัญด้วย และก็คือรอให้เด็กชายมหัทธน พันแสงเดือน หรือน้องมาร์ช โตเสียก่อน “ยังครับ” เขาตอบคนตัวเล็ก แม้จะลูกหนึ่ง แต่ทรวดทรงองค์เอวของวรนิษฐ์ยังคงสวยยั่วยวน “ไปล้างมือเลยค่ะ ตัวเองไปทำไร่ทำสวนมาทั้งวันจะมาอุ้มลูกไม่ได้นะคะ บอกกี่ครั้งแล้วไม่รู้จักจำ หรือว่าแก่แล้วเลยความจำไม่ดีคะ” “นี่ไง ชอบว่าพี่แก่ ถ้าพี่แก่ พี่จะเอาเราทุกคืนได้เหรอไวน์ อย่าพูดอีกนะว่าพี่แก่ พี่ไม่ได้แก่ พี่ยังฟิตปึ๋งปั๋ง ไม่เชื่อก็จัดเลยไหม” เขาไม
“ลองทำกับคนอื่นดูสิคะ ไวน์ตัดขาดแน่” “ไม่ทำกับใครแล้ว เพราะเก็บไว้ทำกับแม่ของลูกคนเดียว รักนะ” “รักเหมือนกันค่ะ อ่ะ...อื้อ” แล้วเสียงหวานก็ถูกกลืนหายเข้าไปในลำคอเมื่อปากหนาบดทาบทับลงมาพร้อมสอดเร่าลิ้นร้อนเข้าไปในโพรงปากหวานฉ่ำของวรนิษฐ์ สองมือเล็กโอบกอดคนเหนือร่างรัดรั้งลงมาบดเบียดร่างเปลือยตัวเอง เรียวขาเล็กก็ยกเร่ากอดเกี่ยวเอวหนาแอ่นเด้งเร่ายกบิดเอวกระแทกเบียดสีไปกับท่อนเนื้อบุรุษที่แนบถูไถอยู่บริเวณหน้าท้องตัวเอง “อ่า...หวานเหลือเกิน จูบกี่ครั้งก็ยังหวาน อืม...” เขาผละออกมาละเลียปลายลิ้นกับริมฝีปากสีระเรื่อพร้อมกับบดจูบอีกครั้งและอีกครั้ง “อ่ะ...อื้อ” เสียงครางเล็ดลอดออกมาจากริมฝีปากของทั้งสองที่คลอเคลียกัน สองแขนของมโนภฤศโอบรัดร่างเปลือยของคนตัวเล็กใต้ร่างขึ้นหาตัวเองพร้อมกดแนบเอวสอบแทรกกายใหญ่โตอวบร้อนของตัวเองสอดเร่าเสียดสีเข้าไปในความคับแคบของสาวเจ้า&n