Mag-log inในอดีตเธอฝากรอยแผลเอาไว้กลางหัวใจของเขา แต่โชคชะตาก็เล่นตลกที่นำพาให้เธอมาพบเขาอีกครั้งเพื่อชดใช้ นรภัฏ หัวหน้าฝ่ายขายผู้ฉาบด้วยมาดเข้ม ต้องพังทลายลงเมื่อถูก ปภาวรินทร์ เด็กสาวมัธยมที่เขารักบอกเลิกอย่างกะทันหัน เพื่อไปหมั้นกับเจ้าสัวแก่คราวพ่อ! ความเจ็บปวดร้าวลึกทำให้ 'ไอ้เสือ' ผู้ไม่เคยถูกปฏิเสธคนนี้ ถึงขั้นลาออกจากงานเงินแสน หนีไปใช้ชีวิตและรักษาแผลใจที่อังกฤษนานกว่าสามปี เมื่อเขากลับมาสร้างอาณาจักรธุรกิจของตัวเอง ทุกอย่างกำลังไปได้ดี... จนกระทั่งโชคชะตาเล่นตลก! อดีตคนรักที่ทิ้งบาดแผลไว้ในหัวใจของเขาอย่างแสนสาหัส กลับมาปรากฏตัวในฐานะเลขาฯ ส่วนตัวของน้องสาวเขาเอง ทำให้ไฟแค้นและไฟปรารถนาในตัวนรภัฏลุกโชนอีกครั้ง... เมื่อมีโอกาส เขาจึงฉวยเอาตัวเธอมาเป็นเลขาฯ ส่วนตัว สั่งกลั่นแกล้งสารพัด จนกระทั่งทริปดูงานที่เมืองนอก... ไฟรักไฟแค้นก็ระเบิดขึ้น
view more"Kan, biaya tagihan rumah sakit mamasmu sudah membengkak beberapa hari ini. Ini bibi bayarkan dulu pakai uang pinjaman dari bank keliling. Soalnya, bibi sudah nggak punya simpanan lagi."
Ucapan bibinya tempo hari masih terngiang jelas di kepala Kania. Sudah sebulan terakhir, kakaknya bolak-balik rumah sakit untuk menjalani pengobatan atas penyakit yang dideritanya. Meski sudah menggunakan asuransi pemerintah, tetap saja ada banyak biaya yang tidak sepenuhnya ditanggung sehingga tagihan rumah sakit terus bertambah. Kania bingung. Di satu sisi, ia baru saja dikeluarkan dari kampusnya karena keterbatasan biaya. Rasanya, hidup menekannya dari dua arah yang sama-sama menyakitkan. Di usianya yang baru menginjak dua puluh tahun, ia tidak pernah menyangka dunia akan mengacak-acak hidupnya serumit ini. Angga adalah satu-satunya saudara yang ia miliki. Selama ini mereka hanya hidup berdua, dan Kania tidak sanggup membayangkan kehilangan kakaknya. Apa pun yang terjadi, ia bertekad untuk memperjuangkan kesembuhan Angga. "Aku nggak boleh kasih tahu Mas Angga kalau aku udah di-DO dari kampus. Aku harus kerja buat bayar biaya pengobatan Mas Angga. Setidaknya, aku juga jadi punya alasan setiap kali keluar rumah, supaya Mas mikir kalau aku masih kuliah." Setelah berpikir cukup lama, Kania akhirnya memutuskan untuk menghubungi beberapa temannya demi mencari informasi pekerjaan. Namun, dari sekian banyak orang yang ia hubungi, hanya satu yang benar-benar bersedia membantunya—Linda, sahabat terdekatnya. Linda kemudian menawarkan untuk mengenalkannya pada sebuah penyalur tenaga kerja yang biasa mencari pekerja sebagai babysitter atau asisten rumah tangga. "Gaji jadi ART atau babysitter lumayan, kok. Biasanya paling sedikit sekitar dua setengah juta, tergantung majikannya. Kalau bosnya baik, kamu bahkan bisa dapat gaji sampai lima jutaan." Kania menimbang tawaran Linda dalam diam. Ia tidak pernah membayangkan dirinya akan bekerja sebagai ART atau pekerjaan sejenis itu. Meski berasal dari keluarga sederhana, Angga selalu berusaha memenuhi kebutuhannya. Bahkan, kakaknya itu rela bekerja keras demi membiayai kuliahnya. Namun, melihat keadaan yang kini begitu sulit, rasanya Kania tidak lagi punya kesempatan untuk memilih pekerjaan. Bayangan Angga yang terbaring lemah dengan berbagai alat medis kembali memenuhi pikirannya. "Ingat, kan? Kamu mau Mas Angga sembuh, kan? Kamu harus punya banyak uang supaya dia nggak bolak-balik rumah sakit lagi. Paling nggak, kamu bisa bantu supaya utang keluarga kalian nggak terus menumpuk. Nanti kalau kamu sudah dapat pekerjaan yang lebih bagus, kamu bisa pelan-pelan melunasi utang kakakmu yang lain." Kania terdiam beberapa saat sebelum akhirnya membalas pelan, "Tapi... ini aku langsung kerja, kan?" "Iya, langsung kerja. Kemarin aku lihat status W******p orangnya, mereka lagi butuh orang buat jadi babysitter." Kania terdiam cukup lama, tenggelam dalam pikirannya. "Jadi gimana? Kalau kamu mau, aku bisa antar kamu ke penyalurnya," ujar Linda. Pada akhirnya, Kania mengangguk menyetujui tawaran itu. "Iya, aku mau. Tapi sebelum ke sana, aku mau jenguk Mas Angga dulu. Kamu mau nungguin aku, kan?" Linda langsung mengangguk. "Iya. Aku temani kamu ke rumah sakit juga." "Makasih ya, Lin." Tanpa ragu, Kania langsung memeluk sahabatnya erat-erat. Dadanya dipenuhi rasa haru karena, di tengah semua kesulitan yang menimpanya, hanya Linda yang tetap setia berada di sisinya dan mau menolongnya. Siang itu, sebelum pergi ke penyalur kerja, Kania memutuskan untuk lebih dulu menjenguk Angga di rumah sakit. Ia mengobrol sebentar dengan kakaknya yang masih terbaring lemah di ranjang perawatan. "Kan, kamu kuliah yang benar, ya. Cuma kamu satu-satunya harapan yang Mas punya. Cuma kamu yang Mas punya. Mas sayang sama kamu." Kedua bola mata Angga terlihat berbinar. Banyak sekali hal yang dia pendam dan tidak sanggup ia ungkapkan. Kania mengangguk, meski jauh di dalam hatinya ia diliputi kecemasan karena harus menyembunyikan kenyataan bahwa dirinya sudah dikeluarkan dari kampus. "Mas juga harus janji sama aku Mas harus sembuh." Angga mengangguk. Sebenarnya, ia sudah tidak banyak berharap pada hidupnya, tidak berharap lebih atas kesembuhannya mengingat segala kesusahan yang mereka hadapi. Namun, demi Kania, ia harus berpura-pura kuat dan baik-baik saja. Ia tidak ingin adiknya ikut terbebani memikirkan kondisinya. Terlebih lagi, mereka tidak punya cukup uang untuk biaya pengobatan. Angga juga tidak mau terus merepotkan bibinya maupun Kania yang masih berusia dua puluh tahun dan seharusnya masih memiliki masa depan panjang. "Iya, Mas pasti sembuh." Dengan penuh kasih sayang, Angga mengusap rambut Kania. Perlahan, Kania merasa sedikit tenang. Sikap hangat dan energi positif yang diberikan kakaknya berhasil meredakan kecemasan di dalam dirinya. "Kalau gitu, aku pamit dulu, Mas. Aku ada kelas sore." Kania segera berdiri. Padahal hari itu, ia sebenarnya akan pergi ke penyalur kerja untuk mencari pekerjaan. "Iya, Kan. Hati-hati, ya," ujar Angga. Bi Asih yang sejak tadi menjaga Angga di ruangan itu juga ikut menatap Kania. "Bi, aku titip Mas Angga, ya," ucap Kania pada perempuan itu. Bi Asih mengangguk penuh pengertian. "Iya, Kan. Bibi pasti jaga Masmu baik-baik." Setelah itu, Kania keluar dari ruangan untuk menemui Linda yang sudah menunggunya di area parkir. Ia tidak ingin membuat sahabatnya menunggu terlalu lama, sehingga langkahnya berubah sedikit terburu-buru. Sambil berjalan cepat setengah berlari, Kania membuka tumbler stainless berisi air hangat yang tadi ia bawa dari rumah. Namun, saat melewati persimpangan lorong rumah sakit, tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang datang dari arah berlawanan. Tubuh Kania langsung terhuyung kaget, sementara air di dalam tumbler yang dipegangnya tumpah begitu saja. Cairan hangat itu mengenai seorang pria yang tengah berdiri tak jauh darinya sambil menempelkan ponsel di telinga. Pria itu sontak terkejut. Ia langsung menjauhkan ponselnya sambil mendesis kesal. "Sial... panas!" Suaranya terdengar penuh tekanan ketika cairan hangat itu mengenai bagian bawah pusarnya. Cairan hangat tadi merembes ke dalam celananya. Seketika, tatapan tajam pria tersebut mengarah pada Kania. Sementara itu, Kania hanya bisa membeku di tempat. Refleks, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya membulat menatap pria di hadapannya. Namun, yang membuatnya semakin panik adalah air hangat tadi rupanya tumpah tepat mengenai bagian pribadi pria itu.หนึ่งเดือนผ่านไปหลังจากพิธีวิวาห์ที่แสนหวาน ปภาวรินทร์และนรภัฏก็เริ่มต้นชีวิตคู่ด้วยการเดินทางไปฮันนีมูนไกลถึงประเทศฟินแลนด์ ดินแดนแห่งหิมะและแสงเหนือที่ทั้งคู่ใฝ่ฝัน“เราจะไปดูแสงเหนือที่ไอซ์แลนด์ด้วยเหรอคะ ดีใจจังเลยค่ะพี่ภัฏ” หญิงสาวเอ่ยด้วยน้ำเสียงตื่นเต้นขณะเช็กอินที่สนามบิน“ออโรรา... แสงเหนือที่สวยที่สุด ฝ้ายเคยเห็นของจริงหรือยังครับ” นรภัฏถามพลางโอบไหล่ภรรยาสาวอย่างทะนุถนอม“ยังไม่เคยเห็นของจริงเลยค่ะ เคยเห็นแต่ในรูป” เธอตอบพร้อมรอยยิ้มสดใสทั้งสองมีเวลาแวะพักที่สนามบินเฮลซิงกิเพียงชั่วโมงเศษ ก่อนจะต่อเครื่องไปยังเมืองอิวาโลทางตอนเหนือสุด ขณะเดินผ่านร้านสะดวกซื้อ ปภาวรินทร์หยุดชะงักแล้วหันไปถามสามีหนุ่ม“พี่ภัฏมีของใช้ส่วนตัวอะไรต้องซื้อเพิ่มไหมคะ”“พี่เตรียมพร้อมมาหมดแล้วครับ เพราะเราจะต้องไปกางเต็นท์นอนกันกลางป่า” นรภัฏแกล้งทำหน้าจริงจังปภาวรินทร์หน้าเสียทันที เธอเป็นคนกลัวที่แคบและกังวลกับการนอนกลางป่า“พี่ภัฏ! ไม่ล้อเล่นสิคะ ฝ้ายกลัวจริงๆ นะ” นรภัฏหัวเราะร่วนที่แกล้งภรรยาได้สำเร็จ เขาประคองใบหน้าสวยเข้ามาจูบซับที่หน้าผากมนอย่างแผ่วเบาโดยไม่สนใจสายตาใครรอบข้าง“ฝ้ายยังกลัวท
ภาณุวัฒน์พลิกร่างแกร่งเพื่อปลดตะขอกางเกงยีนสีเข้มของเขาออกอย่างเชื่องช้า ราวกับจงใจยืดเวลาแห่งการรอคอยให้ยาวนานยิ่งขึ้น ก่อนจะค่อยๆ ดึงมันออกไปให้พ้นจากเรียวขาที่เต็มไปด้วยมัดกล้าม ตามด้วยเสื้อเชิ้ตที่ถูกถอดออกอย่างรวดเร็วในเวลาต่อมา เผยให้เห็นเรือนกายกำยำที่เต็มไปด้วยเสน่ห์ดิบเถื่อนแม้แก่นกายกลางลำตัวจะยังมีประการขวางกั้นอยู่ แต่เขาก็สามารถใช้มันดุนดันร่องสวาทของเธอจนมันชื้นแฉะได้ด้วยความช่ำชอง“อ๊ะ... ถอดออกสิคะ มันจะเลอะกางเกงชั้นในคุณนะ” อะเล็กซานดราเอ่ยบอกเสียงพร่า เมื่อไม่อาจอดทนต่อแรงกระตุ้นของชายหนุ่มได้อีกต่อไป ร่างกายของเธอร้อนรุ่มราวกับถูกแผดเผาด้วยเปลวไฟปรารถนาภาณุวัฒน์ก้มลงไปยกเรียวขางามของเธอให้ตั้งขึ้นเป็นรูปตัวเอ็ม เผยให้เห็นความงดงามเบื้องล่างที่ประจักษ์ต่อสายตา น้ำเมือกใสไหลนองด้วยความเสียวซ่าน ร่างกายของเธอสั่นกระตุกอยู่ตลอดเวลา แม้จะยังไม่ถูกกระตุ้นอย่างเต็มที่ ภาพร่องสวาทขาวเนียนเกลี้ยงเกลาทำให้เขาแทบอดใจไม่ไหว ก่อนที่สมองจะเริ่มจินตนาการเอาไว้ว่าเธอต้องฟิตมากๆ อย่างไม่ต้องสงสัย สีข้างในแดงสดตามแบบฉบับของสาวลูกครึ่ง ไรขนอ่อนตามร่างกายลุกชูชัน จากนั้นปลายลิ้นร้อนก
ลูกครึ่งสาวถูกโลมเลียไปทั่วร่างจนรู้สึกเคลิบเคลิ้มและลืมเลือนการต่อต้านเขาไปเสียสนิท ดวงตากลมโตหลับพริ้ม ริมฝีปากห่อเปล่งเสียงครวญครางออกมา ปทุมถันคู่งามสัมผัสความเย็นจากเครื่องปรับอากาศเพียงครู่เดียวก็ต้องอุ่นจนร้อนเมื่อยอดปทุมสีชมพูอ่อนถูกดูดกลืนเข้าอุ้งปากร้อน หญิงสาวผวาเฮือกเมื่อชายหนุ่มแกล้งดูดเม้มแรงๆ“เสียวเหรอคนสวย รับประกันว่าจะได้เจอความเสียวจากผมอีกเยอะ” ภาณุวัฒน์ปลดเข็มขัดที่รัดข้อมือของเธอออก เพราะรู้ว่าเธอไม่กล้าขัดขืน“อ๊ะ อย่าค่ะ ปล่อยซานดร้าเดี๋ยวนี้” เสียงเธอแหบแห้งแผ่วเบาจนไม่หลงเหลือที่ห้ามอะไรคนที่ล่วงเกินเธอได้เลยสักนิด ภาณุวัฒน์ค่อยๆ ผละออกจากเต้านมอวบเต่งตึงของหญิงสาว“ทำไมครับ ทนไม่ได้เหรอ อยากครางก็ครางออกมาสิผมไม่ว่าหรอก เสียวก็บอกกันตรง ๆ” เขาบอกเธออย่างท้าทาย เรียวปากสวยที่ตอนนี้มันสวยน่าจูบมากในสายตาเขา ในเมื่อมันทั้งอิ่มเอิบและแดงจนเขาอดไม่ได้ที่จะต้องประทับริมฝีปากแนบสนิทลงไปอีกครั้งด้วยความเร่าร้อนหญิงสาวเม้มปากสนิทแน่น แต่ขณะที่เธอกำลังจะขาดอากาศเธอก็เผยอริมฝีปากออกมา จนทำให้ลิ้นสากพุ่งเข้าไปภายใน“อื้มมมมม!!!!” เสียงที่ดังในลำคอ เรียวลิ้นที่ถูกไล่ตอ
หลังจบงานเลี้ยง โลกทั้งใบของเธอกลับหมุนคว้างด้วยฤทธิ์แอลกอฮอล์และความผิดหวังที่สลักลึก ร่างระหงในชุดเดรสสีชมพูเข้ารูปโอนเอนไปมาจน เอกรินทร์ต้องรีบเข้าไปประคองไว้“คุณเมามากแล้วครับซานดร้า อย่าขับรถกลับเองเลย เดี๋ยวให้น้องผมขับรถไปส่งคุณดีกว่า” เอกรินทร์เอ่ยด้วยน้ำเสียงนุ่มนวล ทั้งสงสารและสมเพชที่ผู้หญิงเพียบพร้อมอย่างเธอต้องมาเสียศูนย์เพียงเพราะรักข้างเดียว“เฮ่ย!..แกขับรถคุณซานดร้าได้มั้ย ไอ้นุ”“ได้อยู่ครับพี่”“งั้นฝากขับไปส่งเธอที่คอนโดหน่อยสิ ส่วนรถแกเดี๋ยวฉันจะให้สาเป็นคนขับตามไปเอง”“สาฝากเพื่อนด้วยนะคะคุณนุ” นิสารัตน์เอ่ยฝากฝังเพื่อนสนิท ก่อนที่เอกรินทร์จะช่วยพยุงร่างที่อ่อนปวกเปียกของอะเล็กซานดรามาที่รถหรูของเธอ“ขับดีๆ นะไอ้นุ” เอกรินทร์ย้ำรุ่นน้องด้วยทีเล่นทีจริง“ครับพี่ ไม่ต้องห่วง” ภาณุวัฒน์รับคำสั้นๆ ก่อนจะก้าวขึ้นไปนั่งประจำที่คนขับทันทีที่ประตูรถปิดลง ความเงียบสงัดก็เข้าปกคลุม ภาณุวัฒน์โน้มตัวข้ามร่างระหงเพื่อดึงสายเข็มขัดนิรภัยมาคาดให้คนเมาที่นั่งคอพับคออ่อน จังหวะนั้นเอง กลิ่นน้ำหอมยั่วยวนผสมกับกลิ่นกายสาวที่ร้อนผ่าวจากฤทธิ์เหล้าพุ่งเข้าปะทะจมูกอย่างจัง สายตาของเขาเ
ตอนที่ 22 สอนรักเลขาฯ NC“ฝ้ายครับ พี่มีความสุขมากเหลือเกิน”“ฝ้ายก็มีความสุขค่ะ ถึงแม้จะเจ็บปวดบ้างก็ตาม แต่ฝ้ายก็เต็มใจ”“พี่ขอโทษ ที่ทำรุนแรงกับฝ้าย แต่พี่อดใจไม่ไหวทุกครั้งเลย”“ไม่เป็นไรค่ะ ฝ้ายอยากให้พี่มีความสุข” ประโยคเดียวกันแต่ดูเหมือนว่าจะเข้าใจกันคนละความหมายเพราะตอนนี้นรภัฏเริ่มขยับสะโ
ตอนที่ 24 หึงดีมั้ย“คุณนรภัฏคะ คุณอะเล็กซานดรามาขอพบค่ะ” วิชชุดากดอินเตอร์คอมเพื่อบอกเจ้านาย“เชิญครับ” อะเล็กซานดราสวมชุดเดรสเกาะอกกระโปรงผ่าหน้าสูงลิบเกือบถึงโคนขาอ่อน โชว์ความเซ็กซี่ยั่วยวน หญิงสาวยิ้มกว้างเมื่อเดินเข้ามาในห้อง“สวัสดีค่ะคุณภัฏ วันนี้ซาซ่าผ่านมาทางนี้เลยแวะมาเยี่ยม กะว่าจะมาชวน
ตอนที่ 23 ความคิดถึงมันห้ามไม่ไหวเช้านี้ เสียงโทรศัพท์ดังขึ้นบนหัวนอน ปลุกให้ชายหนุ่มตื่นมารับสาย จากน้องสาวที่โทรมาถามเขาด้วยความเป็นห่วง เพราะเกือบหนึ่งอาทิตย์แล้วที่พี่ชายเดินทางมาดูงานกับบริษัทคู่ค้าพร้อมเลขาฯ ของเธอ“สวัสดีค่ะ พี่ภัฏ เป็นไงบ้างคะ งานราบรื่นดีมั้ย”“ก็โอเคนะ ไม่ได้มีปัญหาอะไร
ตอนที่ 19 เลียให้ล้ม แล้วเขย่มแท่งรัก NCปภาวรินทร์นั้นสุขจนล้น เมื่อเขาขยับกายเข้าออกทุกจังหวะสอดประสาน เรียกเสียงครางกระเส่า ครั้งแล้วครั้งเล่า แล้วเธอก็กรีดร้องอย่างสุขสมอีกครั้ง“พี่ภัฏขา ฝ้ายขออยู่บ้างบนบ้างสิ” สิ้นคำขอหญิงสาวก็รีบพลิกร่างตัวเองขึ้นไปอยู่บนร่างของชายหนุ่มในท่าคาวเกิร์ล นรภัฏนอ





